
"Ayo Fa kamu mau tanya apa? Kayaknya penting banget," tanya Lyra begitu Zifa masuk ke dalam mobilnya, dan saat ini ini Zifa sudah duduk di samping Lyra.
Zifa mengirup nafas dalam dan membuangnya, dia sedang mencoba menetralkan perasaanya di mana saaat ini emosinya kembali naik ketika mengingat atas keluarga Kemal, atas semua kehidupanya yang berubah dengan deratis dan semuanya kemungkinan besar di sebabkan oleh keluarga Kemal. Yah, mantan keluarga majikan ibunya adalah satu-satunya yang memungkinkan menjadi tersangka atas apa yang terjadi di keluarganya.
"Mba Lyra berati selama ini istri dari abangnya Kemal?" tanya Zifa memulai obrolan yang serius.
Lyra mengangguk dan heran tentunya kenapa Zifa bisa kenal dengan mereka.
"Tunggu Fa, kenapa bisa kamu kenal dengan mereka, sedangkan kamu tinggal di Bandung? Apa ada yang aku tidak tahu?" tanya Lyra, mulai perasaanya tidak tenang apa yang ingin Zifa tanyakan.
"Apa suami Mba Lyra namanya Abas?" cecar Zifa lagi, seolah tidak menanggapi apa yang ditanyakan oleh Lyra, ia masih asik melemparkan pertanyaan untuk Lyra.
Lagi, Lyra mengangguk dengan apa yang Zifa tanyakan untuk kesekian kalinya pertanyaanya tepat lagi. "Fa kamu sebenarnya siapa kenapa aku seperti sedang di introgasi, dan bikin aku deg-degan," ucap Lyra sembari memegang dadanya.
__ADS_1
"Mba Lyra apakah kalau aku ingin bertanya-tanya mengenai keluarga mantan suami, Mba akan mau berkata jujur, meskipun mungkin Mba tahu sesuatu atau terlibat dengan yang terjadi di dalam rumah itu, tetapi aku ingin kejujuran Mba Lyra. Meskipun aku mendengarnya sakit, aku akan coba mengertinya," cecar Zifa, pandangnya kosong menatap kedepan, seolah ia sedang menghitungi kendaraan yang sedang lalu lalang di depan rukonya.
"Aku akan usahakan, kalau memang aku tahu akan aku bicara jujur, tetapi kalau tidak tahu berati itu tandanya aku memang tidak tahu apa-apa. Karena jujur aku di rumah itu tinggal juga belum terlalu lama. Sebelumnya kami tinggal di rumah kami sendiri, tetapi sejak aku melakukan bayi tabung untuk kedua kalinya, ibu mertua mengatakan untuk tinggal di rumahnya, tetapi sejak dokter mengatakan bahwa progam kami gagal maka aku putuskan kerja, dan selama tinggal di rumah mertua aku pun jarang sekali keluar kamar bisa dibilang, keluar kamar kalau makan bersama setelah itu aku kembali ke dalam kamar, karena memang butuh istirahat yang total, jadi mungkin bisa dibilang aku kurang terlalu kenal dengan lingkungan rumah itu. Terlebih juga akhir-akhir ini hubungan aku dan suami kan kurang harmonis, dan juga mertua aku yang juga ikut-ikut seolah memusuhi aku jadi ya tambah tidak mengenal mereka semua," jawab Lyra, dan kalau di lihat dari jawaban Lyra dan ekpresi wajahnya Lyra tidak nampak sedang berbohong.
"Sebenarnya aku sedang mencari informasi mengenai keluarga itu, tapi satu sisi aku juga masih takut kalau orang yang aku ajak berunding tidak bisa amanah, karena terakhir yang tahu kasus yang menimpa keluarga aku adalah Kemal, dan aku sudah percaya seratus persen dengan laki-laki itu tetapi ternyata aku adalah orang yang sangat bodoh di mana ternyata Kemal adalah anak dari orang yang aku curiga, atau bahkan adik dari orang yang sedang aku korek informasinya." Zifa seolah tengah menertawakan kebodohanya sendiri.
"Aku memang tidak tahu apa-apa Fa, tapi coba saja kamu ceritakan mungkin aku bisa bantu?" ucap Lyra, sangat penasaran dengan rahasia yang Zifa simpan.
"Apa Mba Lyra pernah dengar bahwa ada satu pekerja di rumah mewah itu yang meninggal karena serangan jantung?" tanya Zifa, dadanya mulai bergemuruh ketika kembali mengingat kejadian itu. Meskipun berkat sering berkonsultasi dengan dokter Alwi kini Zifa bisa menahan kemarahaan itu.
"Apa yang mertua Mba Lyra katakan?" tanya Zifa, penasaran dengan apa yang dikatakan mereka.
"Mamih mertua mengatkan bahwa ada pekerja yang meninggal dan kemungkinan pekerja itu tengah sakit dan dipaksa tetap bekerja sehinggaameninggal dunia, dan mungkin saja akan ada yang tidak percaya dengan apa yang terjadi sehingga Mamih mertua meminta kita menjelaskan yang terjadi, dan Mamih juga menunjukan CCTV di rumah memang pekerja itu jatuh ketika sedang berjalan dan mungkin dia memang terkena serangan jantung," jawab Lyra, menirukan apa yang diucapkan oleh ibu mertuanya.
__ADS_1
Kembali dada Zifa sangat sakit, terlalu pandai pelaku itu menyabotase sebuah fakta, bisa saja ibunya tersungkur setelah racun yang di masukan oleh mereka bekerja sehingga seolah memang ibunya jatuh sendiri, dan bisa di jadikan bukti bahwa ibunya serangan jantung.
"Ada lagi yang Mba Lyra tahu?" tanya Zifa nada bicaranya semakin serius.
Lyra menggeleng, "Setahu aku tidak, dan bukanya urusan dengan keluarga korban sepertinya sudah selesai, Mamih juga sudah mengutuskan orang untuk menyampaikan bela sungkawa dan uang santunan, itu yang mantan mertua aku katakan." Lagi, Lyra berbicara sesuai dari yang ia tahu dari Eira.
Zifa tersenyum masam, benar dugan dia bahwa orang yang diutus untuk memberikan santunan dan mengucapkan bela sungkawa adalah Kemal.
"Ngomong-ngomong kenapa sih Fa, apa kamu kenal dengan pekerja yang meninggal itu? Kenapa kayaknya kamu pengin tahu banget, dan dari nada bicara kamu seperti marah skali," tanya Lyra masih belum menemukan jawaban dari pertanyaanya yang tadi.
"Tidak ada Ifa hanya penasaran saja dengan mereka, tetapi Ifa tahu siapa keluarga mereka, dan Ifa hanya penasaran saja dengan apa yang terjadi di rumah itu," jawab Zifa, karena Zifa masih belum begitu kenal dengan Lyra sehingga ia masih belum membicarakan apa yang sebenarnya terjadi. Serta apa yang sedang ia cari tahu dari keluarga itu. Mungkin saja dari semua yang terjadi dengan kekacauan yang terjadi ada andil dari Lyra, tidak lucu bukan mengorek informasi dari pelaku, itu sebabnya Zifa masih belum bisa menceritakan secara detail dengan apa yang ia pertanyakan.
"Kalau memang ada sesuatu tidak apa-apa katakan saja mungkin saja aku bisa bantu," ucap Lyra dengan serius, tetapi Zifa tetap waspada, belum bisa bercerita secara terus terang, takut hal sama terjadi seperti Kemal. Dimana Kemal sudah tahu semua rencana Zifa ternyata Kemal adalah anggota inti dari keluarga itu yang sama sedang mengorek informasi mengenai Zifa, dan itu yang Zifa tangkap dari kasus kejadian Kemal dan dirinya.
__ADS_1
"Iya Mba nanti kalau Ifa butuh info dari Mba, Ifa akan hubungi nomor Mba, kan Ifa juga sudah save nomor Mba," balas Zifa, dan gadis itu pun kembali turun dari mobil Lyra. Membiarkan Lyra kembali melanjutkan perjalananya.