Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
Pejuang Pedagang Online


__ADS_3

"Raja, Ratu, Om pamit dulu yah mau kerja cari duit yang banyak biar bisa nikahin Tante kalian," ucap Ghava sengaja berbicara seperti itu agar Zifa melotot, wajah Sifatnya yang cantik tetapi sok galak membuat kesan tersendiri buat Ghava.


"Hish... Mas Ghava bisa tidak jangan mancing-mancing," dengus Zifa, entah harus bilangin Ghava sampai berapa puluh kali, dia tidak ingin nikah muda, ia ingin sukses dulu dan juga sekolah dia belum selesai, tetapi Ghava malah seolah senang membuat Zifa kesal, dan memancing-mancing terus. Ingin Sifatnya memaki Ghava karena ia tidak suka cara candaanya.


"Ghava... jangan di biasain bikin adek kesayangan aku marah yah, dia kalau marah bahaya bisa habis kue di toko. Udah ayo katanya mau cari tempat buat buka usaha kamu." Alwi yang berada di belakang Ghava pun menepuk pundak Ghava, dan mencoba menegur Ghava, meskipun Alwi tahu bahwa Ghava hanya iseng tetapi, kalau keseringan juga pusing.


"Hehehe... iya Dok, ini juga mau jalan." Ghava pun beranjak dari duduknya dan setelah mencium Raja dan Ratu, Ghava pamit pergi tentu setelah berterima kasih pada semuanya dan berpamitan juga terutama pada Zifa yang sering ia jahili.


"Fa, aku pamit yah, terima kasih sudah diizinin numpang tidur di sini, dan maaf kalau aku sering buat kamu kesal padahal kita bertemu baru semalam, tapi udah terus-terusan bikin kesal. Semoga usaha kamu sukses yah. Kalau nanti aku jadi buka cabang di depan kamu atau di sekitar sini, aku janji sering-sering main deh, buat ngilangin kangen sama Raja dan Ratu, dan takut kamu kangen juga," pamit Ghava, sebelum benar-benar keluar dari ruko Raja dan Ratu.


"Dih, PD banget sih yah, padahal aku nggak ada tuh kangen-kangenan," dengus Zifa yang sedang mengambil jepretan gambar kue ala food fotografer untuk di pajang disosial medianya. Wanita  berumur delapan belas tahun itu benar-benar memanfaatkan sekali sosial media untuk promo daganganya. Alhasil meskipun toko Raja dan Ratu baru buka pagi tadi, tetapi sambutan pencinta kuliner manis memberikan respon yang bagus. Bahkan Zifa pun sudah kefikiran akan menambah team untuk ditempatkan di dapur agar kakaknya tidak terlalu cape dan waktu kebersamaan dengan Raja dan Ratu juga tidak berkurang.


"Ngomong-ngomong terima kasih buat doanya, dan buat Mas juga semoga makin sukses," balas Zifa, gimanapun juga Ghava sudah menolong dia semalam, kalau tidak ada Ghava yang mau mengantarkan dia ke ruko mungkin entah jam berapa Zifa bisa pulang ke toko, mengingat hujan yang deras.

__ADS_1


Ghava dan Alwi pun pergi tujuan utamanya adalah pemilik ruko sebrang toko kue Raja dan Ratu, tetapi apabila kurang cocok baik tempat dan lain sebagainya, makan Ghava dan Alwi akan mencoba mencari lagi, tetapi sesuai yang Ghava inginkan bahwa ia ingin membuka cabang di sekitar sini. Tentu agar ia tetap bisa sering mampir ke toko kue Zara sekalian bermain dengan si kembar.


Kenapa aku setiap berbicara dengan Ghava keingat Kemal yah, suara dan cara berbicara hampir mirip sama Kemal," batin Zifa begitu Ghava pergi. Matanya terus fokus ke punggung Ghava  yang tegap dan  kokoh, menandakan bahwa laki-laki itu memang suka dengan olahraga.


Zifa mencoba mengabaikan pikiranya, sudah jelas kata Kemal kakaknya bekerja di luar negri dan rasanya tidak mungkin Ghava adalah kakaknya Kemal, pertemuan mereka saja tidak disengaja. Lagi-lagi Zifa menepis pikiranya yang mungkin hanya asal-asalan. Zifa kembali mengambil gambar dengan Angle camera terbaik dan poto dengan kualitas terbaik di edit dengan menggunakan watermark logo toko kue Raja dan Ratu, lalu di upload ke semua jaringan sosial media yang di gunakan Zifa untuk mencari calon pelanggan.


Yah sekarang adalah musim penjualan secara online, sehingga Zifa pun harus pintar untuk mencari calon pembeli, syukur-syukur ada pembisnis yang tertarik dengan ide bisnis yang Zifa gagas sehingga mereka mau bekerja sama untuk membuka usaha yang sama dengan Zifa di tempat lain. Meskipun hal seperti itu sepertinya sangat mustahil karena pasti apabila ada calon pembisnis yang mau bekerja sama juga akan menilai penjualan dan peminat dalam masyarakat.


Keunggulan toko kue Raja dan Rayu selain menerima oderan dengan request model rasa dan ucapan, di toko kue yang Zifa dan Zara gagas juga menyediakan kue jadi, seperti desert box, slice cake, puding, cup cake, broenis, bolu, dan aneka kue tradisional. Entah sudah berapa kali tukang ojek online yang keluar masuk untuk mengambil kue pesanan customer. Bahkan Zifa kembali kefikiran untuk menambah orang untuk membantu ia peking. Agar Zifa juga tidak keteter dan bisa membalas chat pelanggan dengan cepat. Ditakutkan nanti mereka dapat ulasan jerek hanya karena telat membalas chat.


Resiko jualan online memang banyak macamnya termasuk telat membalas chat saja bisa mendapatkan ulasan buruk. Padahal mungkin saja admin sedang sibuk, seperti yang Zifa alami sejak tadi Zifa sibuk dengan oderan masuk dan peking, belum untuk membuat oderan ojek online yang akan mengantarkan pesananya, bahkan apabila bisa Zifa ingin membelah tubuhnya biar kerjaan terselesaikan semua.


"Huh... cape juga yah, kalau laris gini," dengus Zifa ketika pukul delapan jam operasi jualan mereka sudah selesai, dan kue pun tinggal beberapa macam saja, itu tandanya toko mereka biarpun baru buka tetapi banyak peminatnya.

__ADS_1


Zifa masuk ke ruang tengah di mana di sana juga tiga team yang berada di dapur sedang meluruskan punggungnya, Zifa tahu betul pasti punggung mereka panas dengan kerja yang seolah tidak ada hentinya.


"Kakak cape yah?" tanya Zifa kasihan melihat Kakaknya yang diam saja pasti karena cape.


"Iya, tapi Ara suka, mau ngumpulin uang buat ke makam ibu," ucap Zara dan kembali  membuat dada Zifa berdesir, bahkan Zara masih ingat, dengan ucapan Zifa yang mengatakan untuk mengunjungi makam ibunya butuh uang yang banyak. Sehingga kakaknya rela cape demi mengumpulkan uang itu.


"Maafkan Zifa, pasti kakak kangen banget sama Ibu, padahal untuk berkunjung ke makam Ibu, kita tidak membutuhkan uang yang terlalu banyak. Tapi lagi-lagi kakak harus aku bohongi, demi rencana aku, maafkan Ifa kak," batin Zifa, ia pun memijit kaki kakaknya yang mulus. Hanya itu permintaan maaf Zifa yang bisa diungkapkan. Namun Zifa berjanji nanti ia pasti akan mengajak kakaknya pulang kerumah mereka yang dulu dan juga mengunjungi makam ibunya.


"Beni, Tasi tolong nanti kalau punya teman dua orang di ajak kerja dengan kita yah, kasihan kalau cuma tiga orang yang kerja di dapur. Takut nanti malah pada sakit karena kerja yang terlalu berat," ujar Zifa memberi intruksi pada teman kejanya.


"Siap Teh, nanti di ajak teman buat kerja di sini, apalagi kerja di sini enak, pasti mereka pada mau," jawab Tasi, tak kalah Beni pun menyambut dengan gembira ucapan Zifa.


Jelas saja mereka senang itu tandanya mereka akan banyak teman untuk bekerja bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2