
"Sepertinya loe sudah baikan Bang, dan gue meski pulang ke Jakarta besok adalah acara calon ponakan gue jadi gue harus hadiri. Setidaknya berikan dukungan sama mereka tidak seperti loe, di mana gue lihat malah sibuk dengan wanita lain aja. Padahal loe di sana sudah ada calon istri," ucap Kemal yang mana Zifa yang baru saja dari kamar mandi pun mendengarnya. Wanita itu pun langsung menahan dirinya untuk tidak keluar dari dalam kamar mandi, dan terus menguping obrolan antara kakak beradik itu.
Air mata Zifa menetes, tidak menyangka kalau Kemal akan berbicara seperti itu. Padahal Kemal adalah satu-satunya anggota keluarga mereka yang tahu kalau Zara kemungkinan besar adalah mengandung anak dari Abas, dan juga Kemal seharusnya mendukung Zifa untuk mengungkap kasus ini, tetapi justru Kemal berani berbicara seperti ini. Kemal tahu kalau Zara hamil dan pelakunya adalah abangnya sendiri, dan itu tandanya keponakan dia juga, tetapi malah Kemal bisa berbicara yang kurang mengenakan di dengar oleh Zifa.
Sakit hati Zifa mendengar apa yang dikatakan oleh Kemal. Wanita itu tidak menyangka sama sekali kalau Kemal yang ia kenal orang paling baik dan juga paling mengerti Zifa saat tiga tahun lalu ketika ia terpuruk kehilangan ibunya dan juga ia harus menghadapi kakaknya yang kondisinya unik. Kemal tidak sama sekali membedakan kakaknya, tetapi justru kali ini Zifa seolah melihat sosok lain dari Kemal.
Bahkan secara tidak langsung Kemal sangat menujukan calon anak Abas dari Orlin yang jelas anak Abas bukan dari wanita itu saja, dari kakaknya juga anak Abas, dan anak-anak itu pintar tampan dan cantik pula. Namun kenapa Zifa melihat seolah Kemal tidak mengakui ponakanya itu.
'Di mana Kemal yang dulu, Kemal yang aku kenal dengan penyayang.' Zifa semakin sakit hatinya.
Zifa hanya diam mematung di balik pintu kamar mandi, tetapi tidak sedikit pun Zifa ingin keluar wanita itu ingin lihat apa saja yang ingin Kemal sampaikan. Meskipun Zifa tahu dan yakin kalau Kemal melakukan ini karena cemburu pada Ghava.
"Loe kalau mau pulang, pulang ajah, gue lihat loe disini juga nggak menjaga gue. Malah loe bikin suasana jadi kurang nyaman. Nyesel gue kasih tau di mana persembunyian gue. Tahu kalau loe cuma bikin rusuh tidak akan gue kasih tahu kalau gue ada di sini," gerutu Ghava, nada bicaranya juga sama tidak bersahabat, sama seperti Kemal yang seolah sudah tidak nyaman dengan Ghava.
"Gue sebagai adik loe hanya ingin mengingatkan loe, kalau perbuatan loe sudah salah," balas Kemal, tidak ada yang ingin mengalah.
"Masalah salah atau tidak, ini bukan urusan loe Kemal. Ini hidup gue dan gue yang jalani. Dan gue merasa nyaman dengan Zifa, lalu apa salah gue ketika gue ingin memperjuangkan cinta gue," bela Ghava, nada bicaranya semakin tinggi, dan laki-laki yang sore ini sudah boleh pulang pun langsung berdiri seolah hendak menantang Kemal, dan mungkin kalau tubuh Ghava sudah kuat, ada terjadi pertengkaran di ruangan itu.
__ADS_1
"Iya sekarang loe yang memuja-muja sama cewek itu nanti sebentar lagi loe yang akan di buang sama cewek itu..."
Plakkk....
Zifa yang sejak tadi sudah panas dan kesal pun langsung datang menghampiri Kemal dan melayangkan tamparan pada laki-laki itu. Laki-laki yang sedang cemburu karena wanita yang sudah sejak lama di cintainya, justru menjadi kekasih abangnya.
"Jaga mulutmu Kemal. Aku tahu kamu berbicara seperti ini karena loe cemburu sama Ghava yang bisa mendapatkan aku dari pada kamu yang lebih dulu mencintai aku kan?" Kedua mata Zifa sudah hampir keluar, wajah Zifa sudah sangat tidak bersahabat lagi.
Kemal cukup terkejut dengan perlakuan Zifa. Tidak hanya itu Kemal juga seperti baru sadar dari amnesia, dia tidak sadar betul apa yang terjadi.
"Kamu apa-apaan sih Zifa, apa salah aku?" tanya Kemal dengan setengah terkejut. Masih memegangi pipinya yang terasa panas.
"Aku melakukan mana yang seharusnya aku lakukan. Mulut kamu semakin tidak bisa terkontrol kemal kamu sudah keterlaluan," ucap Zifa dengan geram.
"Loh, emang aku ngomong apa?" tanya Kemal semakin bingung. Entah laki-laki itu memang benar bingung benaran, atau justru ini adalah caranya untuk menghindari Zifa yang sedang emosi tinggi dan tidak hanya itu mungkin Kemal takut kalau Zifa akan membongkar rahasianya sehingga Kemal berpura-pura pikun.
"Udah-udah, kamu pulang ajah Kemal, dan kamu rahasiakan aku dari orang-orang rumah, aku hanya ingin istirahat dan sembuh dengan cepat," ucap Ghava mencoba menenangkan Kemal dan Zifa. Ghava pun mengusap punggung Zifa yang terlihat sangat marah itu. Zifa tidak akan marah dan menampar Kemal kalau memang laki-laki itu menjaga cara bicara'nya.
__ADS_1
Kemal pun tanpa pamitan, langsung meninggalkan ruangan Ghava, pandangan Zifa masih mengobarkan permusuhan pada Kemal, andai dia tidak mengingat Ghava yang masih sakit mungkin malam ini juga Zifa buka siapa Kemal sebenarnya dan membiarkan semuanya berantakan. Wanita itu sangat tidak suka ketika ada yang secara tidak langsung merendahkan keluarganya, terlebih Raja dan Ratu.
"Udah yuk Fa, kamu duduk dulu yah istirahat dan jangan pikirkan Kemal. Mungkin dia juga sedang banyak pikiran." Ghava seperti biasa lebih terlihat tenang dan sabar. Ghava masih mencoba menenangkan Zifa dengan cara mengusap-usap punggung Zifa.
Ghava menuntun Zifa untuk duduk. "Minum dulu Fa." Satu gelas air putih Ghava sodorkan pada Zifa, dan langsung di sambar oleh Zifa, nafasnya yang awalnya memburu langsung mereda seketika, Zifa tahu kalau perbuatanya keterlaluan tetapi wanita itu tidak akan melakukan itu semua kalau saja Kemal juga tidak memancingnya.
"Fa, maaf sebenarnya kamu dan Kemal ada hubungan apa?" tanya Ghava laki-laki itu masih terfikirkan ucapan Zifa tadi.
Zifa hanya diam saja dengan pandangan yang kosong. Ingin saat ini wanita itu telpon pada Lyra untuk menanyakan apa yang harus Zifa jawab dari pertanyaan Ghava ini. Zifa takut kalau-kalau malah ia salah jawab, dan mengakibatkan hubungan Zifa dan Ghava renggang. '
"Fa, apa yang kamu maksud tadi 'CEMBURU' maksudnya cemburu apa? Apa kamu dan Kemal ada hubungan?" tanya Ghava semakin membuat Zifa tidak bisa mengelak lagi.
******
Teman-teman sembari menunggu kisah selanjutnya dari Zifa dan Ghava, yuk mampir ke kisah bestie othor yah, di jamin bakal baper....
Kuy ramaikan...
__ADS_1