Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
CDD #Episode 86


__ADS_3

"Ifa, boleh aku bicara sebentar?" tanya Lyra ketika melihat Zifa akan berangkat ke kampus.


Zifa menghentikan langkahnya dan menatap pada Lyra yang saat ini ikut membantu Mba Sisri untuk menjemur dua ponakan kembarnya. "Penting Mba? Kalau nanti sepulang kuliah saja gimana, karena Ifa harus ke kampus ada jam kuliah pagi takut telat," tanya Zifa,  memang dari tingkahnya Zifa saja sudah jelas dia terburu-buru.


"Kalau aku yang antar gimana? Sekalian ngobrol?" tanya balik Lyra sembari menujuk mobilnya yang terpalkir di depan toko.


"Ya udah deh ayok! Lagian memang Ifa butuh tumpangan." Zifa tidak mau berpikir lama, toh memang dia yang membutuhkan tumpangan juga.


"Lyra pun menyerakan Raja pada Sisri. "Tante, tinggal dulu yah sayang, nanti Tante gendong lagi," ucap Lyra berpamitan pada Raja dan juga Ratu.


"Ngomong-ngomong Mba Lyra mau ngomong apa?" tanya Zifa begitu mereka sudah ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Tidak terlalu penting si Fa, Mba cuma mau minta izin kalau boleh aku ingin tinggal lebih lama di toko kamu, jujur aku sedang ada masalah dalam kehidupanku. Baru saja aku di ceraikan oleh suami aku, tanpa perundingan dulu, dengan alasan aku tidak bisa memberi dia anak. Memang kami menikah sudah cukup lama, yaitu sepuluh tahun tetapi selama menikah itu aku belum juga memberikan anak, dan mertua aku meminta suamiku menikah lagi, dengan kata lain aku siap dia madu atau di ceraikan. Dan suami aku pun memilih menceraikan aku. Perasaanku hancur, entah apa yang membawa aku sampai di kota ini dan lagi aku di pertemukan dengan kamu, dan Raja dan Ratu, aku merasa menjadi seorang ibu setelah menggendong dua ponakan kamu. Boleh tidak untuk sementaraa waktu aku tinggal di sini, sampai pikiran aku tenang, dan bisa melupakan mantan suami aku. Mungki satu atau paling lama dua minggu. Nanti aku akan bayar sebagai uang sewa dan makan, biar kamu juga tidak keberatan menampung aku," lirih Lyra.


Karena memang wanita itu merasakan pikiranya damai ketika bersama ponakan Zifa, dan juga ia berharap bisa melupakan sedikit masalah di hidupnya. Saat ini Lyra tidak ingin menangisi mantan suaminya yang menceraikan dia secara tiba tiba. Dia hanya ingin menata hidupnya dan memulai dengan kehidupan baru dan tentunya bebas dari keluarga Abas. Sakit sudah pasti, tetapi menangis yang sudah tidak bisa menghargai kita tidak akan ada gunanya. Biar Abas dengan kehidupan barunya dan Lyra pun sama fokus dengan masa depannya. Hanya kalau harus memaafkan mungkin Lyra belum bisa, hatinya masih sakit.


"Ya Allah Mba, kalau memang Mba mau tinggal lebih lama tidak apa-apa, jujur tadi Mba Sisri juga bilang, ada Mba Lyra itu kerjaan lebih ringan dia bisa sedikit lebih santai, karena bisa ada yang membantu, soalnya kadang kalau Ifa kuliah dan Kakak Ara sibuk, semua kerjaan si kembar di urus Mba Sisri, jadi dia mungkin rada keteter, dan ada Mba Lyra jadi sedikit ringan. Malah Ifa yang terima kasih karena Mba Lyra mau membantu menjaga dua ponakan Ifa, padahal kita baru juga kenal belum lama ini," balas Zifa, kenapa ketika ada orang yang membutuhkan bantuan tidak Ifa bantu. Mungin saja dengan memberikan tumpangan pada wanita yang saat ini sedang di rundung kesedihan dia suatu saat juga akan menerima balasanya. Lagian Zifa juga iba dengan Lyra yang ternyata sedang di landa masalah yang cukup besar. Di ceraikan secara sepihak hanya karena anak pasti sakit sekali.


"Kenapa seperti Mba Lyra yang sangat mengharapkan seorang anak hadir dirahimnya, seolah sangat sulit, tetapi seperti Kakak Zara yang tidak kami inginkan sangat gampang untuk hamil padahal mungkin mereka melakukanya hanya satu kali, udah gitu anaknya kembar. Rahasia Tuhan memang sangat sulit di tebak," batin Zifa, mencoba memposisikan diri di posisi Lyra yang sudah pasti akan hancur sekali perasaanya.


"Mba yang sabar yah, semoga Mba kuat menghadapi ujian ini, dan semoga suatu hari nanti ada laki-laki yang bisa mencintai Mba apa adanya dan Mba juga bisa merasakan hamil dan punya Baby dari rahim Mba sendiri. Buat mantan suami Mba, Ifa dengarnya gemas meskipun tidak kenal, semoga mereka dapat karmanya deh. Mungkin nggak sih Mba, masalahnya memang ada di suami Mba Lyra," tebak Zifa, penasaran kenapa bisa ada laki-laki semacam itu dengan mudahnya menceraikan perempuan hanya karena anak, siapa tahu dia yang bermasalah.


"Entahlah Fa, aku malah sempat berdoa agar dia tidak pernah mendapatkan anak dari istri barunya nanti, biar dia berfikir mungkin memang dia yang bermasalah. Jahat banget yah aku," kekeh Lyra menertawakan doa dia yang jahat, tetapi dia sangat bersyukur apabila Tuhan kiranya sudi mengabulkan doanya.

__ADS_1


"Tidak juga, Ifa saja kalau ada di posis Mba Lyra akan mendoakan hal yang sama, dan Ifa dukung untuk mengaminkanya, biar mantan suami Mba Lyra tidak pernah punya anak biarpun menikah sepuluh kali, biar dia tahu bagaiman sakitnya jadi Mba Lyra, aku yang bukan Mba ajah sakit dengarnya, apalagi Mba Lyra sendiri pasti sakit banget," ujar Zifa.


Tanpa terasa saking asiknya mengobrol sekarang mereka sudah sampai di kampus Zifa kuliah. "Mba nanti pulangnya masih ingat kan jalanya?" tanya Zifa sebelum benar-benar turun.


"Gampang aku bisa pakai Map di aplikasi ini, ada toko Raja dan Ratu dan aku bisa memanfatkan kecanggihan teknologi saat ini," jawab Lyra sembari menunjukan lokasi toko Zifa dari perangkat pintarnya.


Zifa menyunggingkan barisan giginya yang rapi, "Aku lupa padahal pakai google map semua bisa beres," balas Zifa, tidak kefikiran dengan teknologi yang makin pintar untuk mencari alamat tinggal di ketik atau bahkan diucapkan maka sudah bisa melacak lokasi jalan yang bisa di laluinya.


"Ya udah Fa, aku pulang dulu yah, kamu kuliah yang pintar dan aku yakin kamu dan kakak kamu pasti akan jadi orang yang sukses, kalian pekerja keras patut untuk diacungi jempol," ucap Lyra.


"Amin, hati-hati di jalan yah, daan nitip Raja dan Ratu." Kini Zifa pun meninggal Lyra, dan Lyra sendiri kembali pulang ke toko Zifa dengan perasaan sedikit lega, karena Zifa mengizinkan ia untuk tinggal lebih lama di tokonya. Yah dengan bermain bersama dua anak kembar yang bernama Raja dan Ratu pikiran Lyra tidak selalu memikirkan Abas yang telah menceraikanya secara tiba-tiba.

__ADS_1


Pasti ada hikmahnya dibalik kejadian ini. Lyra yakin itu.


__ADS_2