Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
Ingatan yang Masih Samar


__ADS_3

"Jadi, Kakak kamu sudah kamu beritahu kalau dokter Alwi adalah suaminya? Lalu bagaimana reaksi Zara? Terus dia  juga sudah tahu kalau Bunda bukan Ibu kamu?" cecar Bunda Anna, yang lebih kaget dengan kabar yang Zifa sampaikan. Sementara dokter Alwi lebih santai dengan menimang bayi yang mungil, cantik dan cenderung pendiam meskipun di tempat yang ramai , sangat berbeda dengan Raja yang sedikit tidak menyukai kegaduhan, dia akan menangis apabila ada suara-suara berisik.


Fikiran Alwi lagi-lagi terbang, ketika pertama ia menimang almarhum putrinya Mecca.


Zifa mengangguk lemah, dia takut kalau kejujuranya nantinya membuat kakaknya tertekan dengan kabar yang ia bahwa, terutama tentang setatusnya bersama dokter Alwi.


"Reaksi Kakak sedikit kaget, dan juga tadi Kaka bertanya terutama dengan suaminya. Kenapa bisa dokter Alwi jadi suami Kak Ara, seperti agak heran, tetapi Ifa tidak jawab. Ifa takut kalau nantinya justru jawaban dari Ifa membuat kakak Zara jadi kepikiran. Tadi Zifa bilang kalau nanti bunda Anna dan dokter Alwi yang akan menjelaskan semuanya, dan alhamdulillah Kak Zara mau bersabar sampai Bunda dan dokter Alwi yang akan jelaskan nantinya," jawab Zifa. menyerahkan semuanya pada dokter dan bunda Anna.


"Lalu mengenaik ingatan Zara mengenai Ibu kamu yang sudah meninggal gimana? Apa ada yang memancing Zara hingga dia mengingat kenangan itu?" tanya Bunda Anna lagi. Pokoknya sebelum wanita itu menemukan jawaban yang memuaskan maka bunda Anna akan mencecar terus Pada Zifa.


"Entah kalau soal yang memancing siapa, Ifa juga tidak tahu. Dan Ifa juga jujur sangat kaget banget waktu Kak Zara bertanya apakan Ibu sudah meninggal? Zifa pun balik bertanya kenapa kakak bertanya seperti itu, dan jawaban Kak Zara katanya Kakak mimpi tidur di atas makam Ibu, dan kejadian itu memang pernah terjadi. Di mana saat malam pertama Ibu sudah tidak ada. Zifa yang marah karena Kakak yang merengek terus membentak dan membuat malam-malam ketika Ifa tidur, kakak berjalan ke makan Ibu dan tidur di atas makam itu. Itu semua kenyataan dan sekarang kembali Kakak ingat tetapi melalui mimpi," terang Zifa.


"Itu tandanya fikiran Kakak kamu sudah bangus Fa, tinggal bersabar saja nanti juga semuanya akan dia ingat, tetapi setiap memory yang dia ingat akan menimbulkan pertanyaan dan tidak jarang kadang di ikuti oleh demam dan sebagainya, semuanya tergantung daya tahan tubuh kakak kamu. Seperti orang amnesia saja yang di sebabakan dengan benturan semuanya akan ada efeknya," jelas dokter Alwi.


"Kenapa Zifa jadi tidak tega dengan Kak Zara yah Dok, kasihan dia selalu murung setiap dia mengingat sesuatu, di samping kasihan dengan kakak Zifa juga kasihan dengan Raja dan Ratu, mungkin ponakan Ifa nantinya akan kurang kasih sayang oleh  ibunya karena ingatan kakaknya yang naik turun." Zifa menatap dua ponakan kembarnya yang sama-sama sedang pulas tertidur. Bahkan untuk susu si kembar, sangat disarankan dibantu dengan susu formula, itu semua karena Zara yang belum begitu tahu tugasnya sebagai ibu. Setiap harus menyususui bayinya Zara harus diingatkan dulu akan tugasnya setelah itu baru Zara akan menyusui anaknya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Fa. Raja dan Ratu adalah anak yang kuat, sejak di dalam kandungan dia mengerti kondisi Mamahnya, makanya dia tidak pernah rewel. Raja dan Ratu adalah anak baik." Bunda Anna mengusap punggung Zifa, menguatkan Zifa agar dia juga kuat seperti dua ponakan kembarnya.


Zifa tersenyum. Tidak lama Zara bangun dengan rambut yang sudah rapih. Tidak seperti biasanya ia bangun dengan rambut yang acak-acakan. Hal itu karena Zifa di dalam kamar sebelum keluar terlebih dulu merapihkan rambutnya.


"Kakak sudah bangun?" tanya Zifa, ketika Zara datang menghampiri mereka yang sedang membahas dirinya.


"Udah, Ifa." Zara duduk di depan dokter Alwi. "Dokter apa dokter suami Ara? Kata Ifa dokter Alwi suami Ara?" tanya Zara dengan wajah yang serius.


"Iya Ra, kita suami istri," jawab dokter Alwi dengan suara lembutnya. Hati Zifa menjerit seolah tidak tega harus membohongi kakaknya terus menerus. Ia harus berbohong lagi dan lagi demi kebaikan kakaknya.


"Ara tahu siapa suami Ara?" tanya balik bunda Anna, penasarah seperti apa bayangan suami dalam pikiran Zara. Dokter Alwi dan Ifa pun penasaran dengan suami yang Zara katakan.


"Suami Ara tidak di sini. Suami Ara jauh." Zara menjawab dengan suara lirih dan menunduk. "Tapi suami Ara bukan dokter Alwi, beda," imbuhnya lagi.


"Yah kalau begitu sebenarnya Zara mengingat wajah si pemerkosa dia," seperti itu pikiran dokter Alwi, bunda Anna dan juga Zifa. Mereka memikirkan hal yang sama.

__ADS_1


"Kakak, bisa Kak Zara ingat-ingat seperti apa kira-kira wajah suami Kakak, biar nanti Ifa jemput untuk pulang kesini, karena kalau kerja harus pulang." Zifa kali ini berbicara dengan memegang lutut kakaknya.


"Ara lupa Ifa, Ara lupa, tapi bukan dokter Alwi." Zara menegaskan sekali lagi kalau suaminya bukan dokter Alwi.


"Kalau gitu Ara coba ingat-ingat siapa suami Ara. Pelan-pelan saja nanti juga ingat," ujar dokter Alwi,dan disambut dengan anggukan lembut dari Zara.


"Kalau dua bayi ini Ara ingat tidak?" tanya bunda Anna dengan menunjuk Raja dan Ratu yang masih pulas tertidur, seolah bayi itu sedang berlomba untuk tidur siang.


"Hehehe... Itu Raja dan Ratu, anak Ara. Kata Ifa yang ada di perut Ara," jawab Zara sembari terkekeh mendengar pertanyaan bunda Anna.


"Bagus!! Sebenarnya Ara sudah pintar loh, rajin belajar lagi yah biar semua memory yang telah Zara lewati dulu-dulu banyak yang bisa Zara ingat lagi karena itu menentukan masa depan kalian dan masa depan Raja dan Ratu juga,"


Zara mengangguk dengan semangat. "Ara senang belajar Bun, nanti Ara mau belajar yang banyak sama dokter Alwi. Di mana Zara tersenyum manis pada dokter yang sedang menggendong bayi cantik. Alwi membalas senyum itu dengan guratan tipis di wajahnya.


Entah mengapa setiap melihat wajah polos Zara dan senyumnya yang terkembang sempurna dan penuh dengan semangat. Alwi kembali teringat almarhum istrinya, Kia. "Apa Zara adalah jelmaan dari  Kia," batin Alwi dengan mengamati wajak Zara.

__ADS_1


Karena apabila diamati wajah Zara telihat sama dengan Kia, mantan istrinya yang sudah lima tahu meninggal dunia. Belum sifat mereka hampir sama, lemah lembut, dan cenderung cuek. Alwi benar-benar seperti melihat sosok Kia ditubuh Zara.


__ADS_2