Cinta Duda Kutub

Cinta Duda Kutub
CDK # 30 》》 JAGA BATASANMU


__ADS_3

Arditha menatap kesal punggung Abimana yang sedang memperlihatkan kekuasaannya. Sedangkan Maya dengan wajah pucat menatap Arditha dengan tatapan khawatir. Maya sangat tahu akhir cerita karyawan yang dipanggil langsung oleh sang bos.


"Kesalahan apa yang telah kamu lakukan ?!" Maya menatap panik Arditha yang tampak kesal.


"Gak ada kayaknya, kan kakak liat sendiri aku juga baru datang, " Arditha berusaha menenangkan Maya. Ia merasa tak ada yang salah saat di rumah, mereka berbicara juga seadanya.


"Kalau gitu , cepetan sana sebelum beliau memanggilmu kedua kalinya," Maya mendorong Arditha agar segera le ruangan presdir.


Dengan langkah malas, Arditha mengikuti Abimana memasuki lift khusus tamu dan pemilik perusahaan. Ia tak memperdulikan tatapan beberapa karyawan yang kebetulan melihatnya. Abimana pun hanya menatapnya datar tanpa ekspresi. Keduanya bagaikan tak saling mengenal, tak ada yang berbicara hingga lift berhenti dan pintu terbuka. Dengan gesit Arditha mendahului Abimana keluar dari lift tersebut.


"Selamat pagi pak, selamat pagi bu," Adam berdiri dan menyapa keduanya dengan sopan.


"Eit, sejak kapan aku jadi ibu-ibu, pak Adam ? Umurku masih muda lho, lain kali jangan memanggilku seperti itu berasa ketuaan akunya, " Arditha mengomel tak terima dengan sebutan sekretaris Abimana. Yang diomeli hanya bisa terkikik geli melihat ekspresi menggemaskan gadis itu.


"Jaga batasanmu, dia itu adalah istriku !!" Abimana menatap tajam sekretarisnya yang sedang menatapnya tak percaya.


Sungguh Adam takjub dengan ucapan Abimana yang secara terang-terangan mengklaim Arditha sebagai istrinya padahal semua orang tahu bagaimana cintanya Abimana pada mendiang istri pertamanya.


"Kamu gak capek berdiri ?!" Suara Abimana terdengar datar, hal yang sangat tak disukai oleh Arditha.


"Kalau ngomong itu yang enakan dikit di telinga, lagian apa salahku sih sehingga kamu terus-terusan judes padaku. Yang harusnya marah itu adalah aku yang terpqksa harus berada diposisi yang sangat menyebalkan ini ." Sejak semalam Arditha sudah banyak mengalah, mulai dari ponselnya disita hingga tempat tidurnya pun dikuasai oleh pria yang kini sedang menatapnya datar.


Abimana terhenyak mendengar kata-kata tajam gadis yang telah ia nikahi kemarin pagi. Ada benarnya ucapan gadis itu akan tetapi semua yang ia lakukan semata-mata agar Arditha sadar jika pernikahan mereka hanya karena kedua anaknya. Walaupun ia sendiri tak menginginkan adanya perceraian. Untuk saat ini Abimana hanya ingin memberikan kasih sayang yang utuh pada kedua anaknya.


"Jam istirahat kita makan diluar. Kamu jangan gembira dulu, semua ini karena permintaan mama dan papa, mereka ingin makan siang bersamamu." Abimana tak ingin Arditha salah paham dengan ajakannya.


"Diih, siapa juga yang senang, sebutkan saja nama restorannya nanti aku kesana sendiri." Arditha tak terima dengan ucapan Abimana.

__ADS_1


"Aku gak punya kendaraan makanya kita harus pergi bersama,"


"Telepon ke rumah bapak aja minta diantaranya mobil. Gitu aja kok repot." Arditha menatap sinis Abimana yang soal sepele saja tak bisa memikirkan jalan keluarnya.


"Gak bisa, kita pergi bersama. Apa kata mama sama papa jika melihat kita datang sendiri-sendiri," Abimana ngotot ingin pergi bersama.


"Terserah, tapi jangan pernah mengatakan jika aku yang ngajak dan satu lagi aku gak mau ada gosip di kantor setelah ini." Arditha kini berdiri dan bersiap keluar dari ruangan Abimana. Ia tak tahan jika harus lebih lama berada dalam satu ruangan dengan pria ini, emosinya selalu terpancing kala mereka berbicara.


"Mau kemana, aku belum selesai bicara."


"Pak presdir, aku tuh mahasiswa magang disini, ada tugas yang menungguku di bawah sana. Berlama-lama disini akan memberikan dampak yang tidak baik bagi mulut-mulut yang haus bergosip."


Hampir saja Abimana tertawa mendengar kata-kata Arditha yang tak pernah ada manis-manisnya jika berbicara dengannya. Namun karena itu justru membuat Abimana merasa tertantang. Baru kali ini ia menemui gadis yang tak pernah bersikap manis padanya. Padahal di luar sana gadis-gadis selalu berlomba-lomba memperlihatkan sikap manis padanya untuk menarik perhatiannya.


"Ingat, siang nanti keluarnya bareng aku." Abimana kembali mengingatkan Arditha sebelum gadis itu benar-benar menghilang dari pandangannya.


Walaupun Adam tidak hadir saat ijab qabul mereka karena ibunya sedang sakit namun ia turut berbahagia dengan keputusan bosnya itu untuk segera mengakhiri masa dudanya.


"Boleh gak aku meminta sesuatu sama pak Adam ?!" Arditha tak menanggapi basa basi sekretaris Abimana.


"Asal jangan jantung bu, kasihan akunya pasti berpindah alam padahal masih banyak yang belum aku lakukan," Adam memang tipikal pria yang suka bercanda dan gampang bergaul.


Arditha terpingkal-pingkal mendengar guyonan Adam. Suara tawanya sampai ke ruangan yang baru saja ia tinggalkan. Keduanya malah asyik bercanda hingga gadis itu lupa jika ia harus kembali ke tempatnya.


"Apa yang kalian lakukan ?! Perusahaan menggaji kalian untuk bekerja !!" Suara menggelegar Abimana seketika menghentikan tawa keduanya.


"Aku pergi dulu pak Adam, singanya mulai mengaum," Ucap Arditha terkekeh pelan sebelum akhirnya berlari ke arah lift. Kali ini ia menggunakan lift karyawan.

__ADS_1


Abimana menatap datar sekretarisnya , hal yang biasa bahkan makanan sehari-hari bagi Adam. Tatapan bagi orang lain sangat menakutkan namun baginya tatapan itu biasa saja.


"Santai bos, aku tahu dia itu istrimu tapi jangan salahkan aku jika dia mengajakku bicara," Adam tahu arti tatapan sang bos padanya makanya pria itu buru-buru menjelaskan agar tak terjadi kesalahpahaman. Bisa-bisa ia kehilangan sumber pendapatannya.


Saat keluar dari lift Arditha bertemu dengan Vanya, sahabat sejatinya. Gadis itu segera menarik Vanya dan melipir ke salah satu sudut. Dengan penasaran Vanya mengikuti sahabatnya, sejak kemarin ia menghubungi Arditha namun ponselnya tidak pernah aktif padahal kesehariannya gadis yang bernama Arditha selalu memegang ponselnya bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.


"Ponselmu ada dua kan ?! Pinjamin aku satu untuk hari ini. Nanti aku transferkan uang tolong belikan ponsel soalnya aku gak sempat, " Ucapan Arditha yang tak jelas justru membuat Vanya semakin penasaran.


"Ada apa sih, ngomong yang jelas dong, aku kan jadi bingung bin penasaran, " Vanya menatap sahabatnya dengan sejuta pertanyaan.


" Makanya buruan kembali ke ruanganmu, ambil ponselmu dan berikan padaku. Nanti aku akan ceritakan. Oh ya jangan lupa savekan nomor kak Pras, ya," Arditha segera berlalu dari hadapan Vanya.


Melihat kelakuan Arditha yang sangat aneh menurutnya maka Vanya segera kembali ke ruangannya dan mengambil salah satu ponselnya. Demi rasa penasarannya yang mencapai puncak tertinggi maka ia melakukan semua permintaan Arditha.


Sementara itu Arditha sudah berada di meja resepsionis memamerkan senyum termanisnya untuk Maya.


"Syukurlah, akhirnya kamu kembali dengan selamat, " Maya membalas senyuman rekan kerja yang sisa tiga hari lagi akan berpisah dengannya.


"Ck, macam pergi berperang aja," Arditha terkekeh mendengar ucapan penuh drama khas Maya, wanita cantik nan menyenangkan.


🌷🌷🌷🌷


Selamat pagi da selamat menikmati update pertama di tahun 2023


Jangan lupa dukungannya, ya ,,,,


Terima kasih sebelumnya

__ADS_1


^^^Makassar, 1 Januari 2023^^^


__ADS_2