Cinta Duda Kutub

Cinta Duda Kutub
CDK # 55 》》ENTAHLAH, BI


__ADS_3

Sebulan sudah Arditha bergabung pada perusahaan keluarga yang dipimpin oleh sang abang. Melihat kinerja sang adik selama sebulan terakhir membuat otaknya bekerja keras agar Arditha mengurungkan niatnya membuka kantor akuntan seperti yang selama ini dicita-citakan.


Keberadaan Arditha di perusahaan pun selama ini belum diketahui oleh Abimana padahal pria itu hampir setiap hari berkunjung ke kantor sahabatnya itu. Kenan tak ingin terlalu jauh mencampuri urusan mereka, toh saat ini status keduanya sudah berpisah.


"Ken, kamu beneran gak tahu dimana Arditha saat ini ? Bulan lalu aku lihat postingannya di Malaysia tapi ketika aku kesana, ternyata dia sudah meninggalkan negara tersebut." Abimana menatap Kenan tak berkedip. Ia merasa Kenan menyembunyikan keberadaan Arditha.


"Gak usah cari-cari dia, tatalah kembali hidupmu bersama anak-anak. Kamu tuh masih muda menikahlah lagi semoga kelak hidu kalian bahagia bersama keluargamu yang baru. Toh kamu dan adikku sudah berpisah." Kenan tak mungkin mengatakan jika Arditha bekerja di perusahaannya. Ia tak ingin membuat adiknya merasa tak nyaman dan membuatnya pergi lagi.


"Siapa bilang kami sudah berpisah ? Surat cerai yang ditinggalkan oleh Arditha tidak pernah aku tanda tangani," Ucapan Abimana membuat Kenan tertegun. Ternyata secara hukum negara mereka belum bercerai. Namun Kenan tak mungkin seketika lulus hanya dengan mendengar penuturan pria yang kini sedang menatapnya tak berkedip.


"Aku gak akan turut campur urusan kalian. Terus terang saja aku kecewa dengan perlakuanmu selama ini pada adikku, meskipun begitu aku gak menyalahkanmu sedikitpun mungkin akulah yang berharap terlalu banyak padamu," Nada suara Kenan yang datar dan berubah dingin mengisyaratkan kekecewaan yang terlalu mendalam.

__ADS_1


"Maafkan aku, Ken ,,, tapi berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan yang pernah kulakukan pada Arditha. Tolong beritahukan padaku dimana keberadaannya," Mata Abimana berkaca-kaca menatap Kenan yang tak bergeming sedikitpun.


Bukannya Kenan tak ingin memberitahukan dimana Arditha sebenarnya hanya saja egonya sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya mencegah mulutnya untuk berbicara. Kenan tak ingin kesalahan sama terulang kembali. Abimana sama sekali tak mencintai Arditha dan hanya ingin menebus kesalahannya saja. Arditha masih sangat muda dan memiliki masa depan yang cerah. Mungkin saja kebahagiaan hidupnya bukan bersama Abimana.


"Entahlah Bi, jika kalian berjodoh mungkin suatu saat takdir akan mempertemukan kalian berdua, " Kenan berkelit dengan bijak. Ia ingin melihat keseriusan Abimana memperjuangkan Arditha. Sahabatnya itu mungkin saja belum keluar dari bayang-bayang masa lalunya.


"Mungkin kamu gak percaya tapi aku berkata sejujurnya, sejak kepergian Arditha hidupku berantakan. Aku gak tahu apa yang terjadi padaku akan tetapi itulah kenyataannya," Wajah dan sorot Abimana bersungguh-sungguh namun belum mampu meyakinkan seorang Kenan.


Melihat sahabatnya tak bergeming membuat Abimana frustasi. Pria arogan itu kehabisan akal meyakinkan Kenan. Entah bagaimana lagi caranya ia meyakinkan sahabatnya itu. Abimana tahu jika sebenarnya Kenan mengetahui domisili Arditha saat ini namun ia pun tak mungkin memaksa Kenan untuk buka mulut.


"Sejujurnya aku berusaha untuk mempercayai semua kata-katamu akan tetapi perlakuanmu pada adikku tak dapat aku benarkan bahkan membuatku sangat kecewa padamu. Adikku tak bersalah padamu namun perlakuanmu sangat kejam. Yang mempercepat pernikahan adalah kamu tanpa mendengar pendapat Arditha, hanya karena anak-anakmu memilihnya. Kamu terlalu egois, menikah kedua kalinya akan tetapi cintamu hanya untuk almarhumah." Kenan berbicara panjang lebar mengeluarkan semua kekecewaannya pada Abimana, sahabat sekaligus mantan adik iparnya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan sehingga kamu percaya jika sebenarnya aku sudah keluar dari masa laluku ? Aku kini yakin sepenuh hati untuk melanjutkan hidup tanpa bayang-bayang masa lalu. Jangan meminta aku untuk melupakan Sheila karena itu tak mungkin tapi percayalah aku sudah menempatkan dia ditempat yang seharusnya. Fokus kini adalah untuk masa depanku bersama keluarga kecil yang tanpa sadar telah aku sia-siakan,".


"Beri waktu pada Arditha untuk menata kembali hidupnya. Aku dan mama sudah sepakat tak akan mencampuri kehidupan asmara Arditha. Jika takdir masih menginginkan kalian bersama maka pasti kalian akan bertemu kembali. Dan jika saat itu tiba berjuanglah untuk mendapatkan hati Arditha karena sejak awal hatinya bukan untuk kamu. Apalagi sebuah peristiwa sehingga membuatnya membencimu,". Kenan memang tak ingin mempertemukan mereka. Ia tetap melindungi keberadaan adik kesayangannya.


Sementara disebuah ruangan tampak Arditha sibuk memeriksa laporan yang telah dibuat oleh salah satu rekan kerjanya. Arditha tak akan keluar dari ruangannya sebelum jam istirahat bahkan terkadang lebih memilih memesan makanan daripada harus keluar ruangan. Kenan sengaja memberikan pekerjaan tersebut pada Arditha agar gadis itu mengabaikan keinginannya untuk mendirikan kantor akuntan. Kenan sedikit egois dengan menahan Arditha agar tetap bekerja padanya.


🌷🌷🌷🌷🌷


SELAMAT MALAM SEMUA


SELAMAT MEMBACA. JANGAN LUPA DUKUNGANNYA

__ADS_1


__ADS_2