Cinta Duda Kutub

Cinta Duda Kutub
CDK # 48 》》AKU PASTI AKAN MENEMUKANMU


__ADS_3

Empat minggu memikirkan banyak hal mengenai adik kesayangannya dan karena desakan mama Sherly ingin segera kembali ke ibukota membuat Kenan memutuskan untuk menceritakan semuanya pada sang mama. Daripada mendengarkan dari orang lain yang tentu saja akan mengagetkan sang mama, masih untung jika ia ada di rumah saat itu tiba. Kenan mengajak mama Sherly jalan-jalan sore di sebuah taman kota yang sekaligus memiliki sarana olahraga sambil bergurau khas ibu dan anak.


Kenan berniat menjemput sang mama karena diibukota ia tak dapat bekerja dengan tenang akibat ponselnya yang selalu berdering. Siapa lagi pelakunya jika bukan sang mama yang memintanya segera menjemputnya karena bosan.


"Ken, sudah sebulan lho Ditha gak ada kabar, apa dia baik-baik aja, ya ? Mama kok ngerasa ada sesuatu yang mengganjal perasaan setiap kali mengingat adikmu, apa karena dia menikah terpaksa, ya." Mama Sherly berhenti dan duduk di kursi taman yang disediakan bagi pengunjung yang kelelahan berolah raga atau yang sekedar datang hanya ingin menikmati kuliner khas daerah tersebut.


Sesaat Kenan terdiam menatap lurus ke depan membuat mama Sherly semakin yakin dengan firasatnya. Mama Sherly meraih tangan putranya dan menggenggamnya erat memaksa Kenan menatap sang mama. Sungguh mama Sherly bingung dengan keadaan putri bungsunya.


"Ma, maafkan Kenan," Jika menyangkut masalah adik kesayangannya maka pria itu pasti terbawa perasaan apalagi yang menikahi adiknya adalah sahabatnya sendiri yang ia percaya bisa membahagiakan adik satu-satunya yang ia miliki.


"Ada apa ? Kenapa kamu minta maaf ? Apa yang terjadi pada adikmu ?" Mama Sherly semakin tak sabar menunggu Kenan melanjutkan ucapannya.


"Tapi mama janji harus kuat, mungkin ini adalah ujian agar Ditha semakin dewasa dalam kehidupannya kelak di kemudian hari," Kenan menatap wajah mama Sherly tanpa berkedip. Ia ingin memastikan kondisi sang mama sebelum memutuskan untuk menceritakan semua yang diketahuinya.


"Iya, mama janji. Cepat katakan, jangan bikin mama tambah penasaran." Mama Sherly semakin tak sabar ingin mengetahui putri bungsunya yang tak pernah menghubunginya sejak satu bulan terakhir.


Akhirnya Kenan menceritakan mulai dari awal sampai pada titik dimana Arditha memilih mengakhiri pernikahannya bersama duda beranak dua itu. Namun Kenan tak menceritakan jika adiknya diusir saat berada di rumah sakit pun tentang kecelakaan yang menimpa gadis kecil itu. Semarah-marahnya Kenan pada sahabat sekaligus adik iparnya namun pria itu masih menganggap Abimana adalah sahabatnya. Kenan tak ingin mencampuri urusan rumah tangga mereka yang kini telah berakhir.

__ADS_1


Mama Sherly terdiam mendengar cerita putra sulungnya. Ia tak menyangka kehidupan pernikahan putrinya sangat jauh dari kata bahagia. Ini adalah kesalahan terbesar yang ia lakukan pada gadis yang telah memberikan warna dalam hidupnya sebagai seorang ibu. Arditha tak pernah menyusahkannyq kecuali saat pagi karena gadis itu sangat susah dibangunkan.


"Mama ingin bertemu dengannya, Ken." Suara mama Sherly terdengar serak menahan tangis. Walau bagaimanapun seorang ibu tak akan pernah membiarkan anak-anaknya menderita.


"Untuk saat ini Kenan gak tahu keberadaan Ditha, ma. Akan tetapi Kenan yakin Arditha baik-baik saja, saat ini dia bersama Vanya. Kenan yakin dengan perkataannya karena sebelum bertemu Abimana, ia mendatangi rumah gadis itu dan mendapatkan informasi tentang Vanya dan Arditha yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Hanya saja ART di rumah Vanya tidak menyebutkan negara yang dituju keduanya.


"Ken, tolong terus terang sama mama, jangan berusaha meyakinkan dan menenangkan mama jika kamu sendiri tidak tahu keberadaan adikmu," Mata mama Sherly berkaca-kaca, wanita paruh baya tak dapat menyembunyikan kesedihannya.


"Kenan yakin ma, dan aku berjanji akan menemukan mereka. Akan tetapi untuk saat ini biarkan Arditha menenangkan diri dulu,".


"Tapi jangan lama-lama, mama gak bisa tenang jika belum bertemu dengan adikmu,". Terpaksa Kenan menganggukkan kepalanya asal. Kenan tak ada pilihan lain selain mengiyakan desakan wanita yang telah melahirkannya.


"Mama bisa jalan, kan ?!" Kenan menatap mama Sherly dengan khawatir. Inilah yang Kenan hindari sehingga selalu menunda-nunda untuk berkata jujur mengenai adiknya.


"Bisa kok, memang akhir-akhir ini mama merasa kurang sehat. Makanya mama selalu ingin cepat pulang agar tidak menjadi beban nenek," Mama Sherly perlahan melangkahkan kakinya sambil menggandeng lengan Kenan.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Di suatu tempat dinegara yang sama dengan Kenan, tampak seorang pria tampan duduk termenung di balkon apartemen. Sudah satu bulan ini ia mengubek-ubek kota-kota yang kemungkinan besar dihuni oleh gadis yang meninggalkannya besertadengan surat cerai yang sudah ditandatangani.


Yah, Abimana memutuskan untuk menjual rumahnya dan memilih tinggal di apartemen. Ia tak bisa memulai hidup baru jika terus berada di rumah yang memang ia hadiahnya untuk almarhumah. Terlalu banyak kenangan indah disana. Abimana memutuskan untuk memulai hidup barunya tanpa bayang-bayang masa lalu. Walaupun masa lalu itu tak harus di lupakan namun di tempatkan dimana semestinya masa itu berada.


"Ya Tuhan, tolong berikan petunjuk keberadaan gadis itu," Abimana bergumam dalam lamunannya. Ia sudah mulai putus asa dan beberapa pekerjaannya terpaksa harus ditangani oleh Adam.


Akhir-akhir ini ia menyuruh seseorang mengawasi Kenan karena ia tak yakin jika sahabatnya itu benar-benar tak mengetahui keberadaan adiknya sendiri. Abimana siap menanggung resiko jika Kenan mengetahui perbuatannya yang terpenting ia bisa menemukan Arditha. Bahkan orang suruhannya tersebut mendatangi tempat-tempat yang dikunjungi oleh Kenan namun hasilnya nihil.


Berkali-kali Abimana menarik napas panjang memikirkan kedua anaknya yang hingga saat ini belum pernah ditemuinya. Mama Kalisha tak mengijinkannya bertemu dengan permata hatinya sebelum berhasil menemukan dan membawa Arditha. Sungguh sebuah hukuman yang teramat berat padahal kedua anaknya merupakan sumber kebahagiaan Abimana.


Walaupun belum ada cinta untuk gadis itu namun keinginannya untuk mempertahankan Arditha sebagai istrinya sangat besar. Kali ini bukan lagi tentang anak-anaknya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu akan tetapi tentang mempertahankan sesuatu yang sudah menjadi miliknya. Tak ada seorangpun yang bisa merebutnya darinya.


'Aku pasti akan menemukanmu suatu saat nanti.' Batin Abimana menatap bulan yang selalu saja terlihat seperti sedang mengejeknya.


Hari semakin gelap dan rembulan terlihat bulat sempurna menyinari bumi menggantikan matahari yang kini sedang beristirahat, menyadarkan Abimana dari waktu yang ia habiskan di balkon apartemennya. Sejak kepergian Arditha, menatap bulan adalah hobby baru yang sangat di gemar oleh Abimana. Seolah-olah Arditha menyembunyikan diri dibalik bukan tersebut.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Selamat sore,,,,maaf ya upnya telat


Terima kasih dukungannya hingga saat ini. Percayalah dukungan kalian sangat berarti bagi author remeh ini.


__ADS_2