Cinta Duda Kutub

Cinta Duda Kutub
CDK # 51 》》 HATI-HATI BANG


__ADS_3

Perkiraan awal Vanya dan Arditha akan menyelesaikan kuliahnya dalam satu tahun ke depan ternyata meleset. Keduanya sangat pandai mengatur waktu sehingga meskipun bekerja sampingan mereka tetap tak meninggalkan kuliahnya. Jauh dari orang tua membuat mereka benar-benar mandiri dan berjuang untuk diri sendiri. Alhasil mereka telah wisuda dan Vanya kembali ke tanah air bersama keluarganya. Berbeda dengan Arditha yang wisudanya hanya dihadiri oleh Kenan karena mama Sherly kurang sehat sehingga Kenan tak bisa tinggal lebih lama untuk membujuk sang adik agar pulang ke tanah air.


"Beneran kamu gak mau pulang, dek ?!" Kenan sekali lagi bertanya sebelum berpisah.


"Nanti ajalah bang, salam buat mama," Arditha mencium punggung tangan sang abang sehingga membuat Kenan terkekeh.


"Kamu macam sedang mencium punggung tangan suami yang akan berangkat kerja aja," Kenan meledek Arditha dan berikutnya ia berteriak karena digigit oleh sang adik.


"Auuwww, sakit !!"


"Makanya jangan suka ngeledek. Lagian gak mungkin aku peluk abang didepan umum," Arditha tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi kesakitan abangnya.


"Biasanya juga gitu, dimanapun dan kapanpun kamu main peluk-peluk aja," Kenan tak terima jika ia berpisah dari sang adik tanpa pelukan. Merasa ada yang kurang jika mereka tak berpelukan, apalagi dalam jangka waktu yang cukup lama mereka baru bertemu lagi dan hanya satu hari. Tanggung jawab Kenan saat ini adalah mama Sherly yang tak mungkin ia tinggalkan lebih lama.


"Hati-hati bang," Arditha tak menanggapi kata-kata sang abang. Ia pun sangat ingin bersama dengan abang kesayangannya lebih lama namun Arditha tak boleh egois.


Dengan berat hati Kenan berjalan memasuki ruang tunggu, penerbangannya ke tanah air tak lama lagi. Arditha pun membalikkan badannya menjauh dari tempat perpisahan mereka. Sementara Vanya sudah pasti saat ini sedang menikmati harinya bersama keluarga. Selesai wisuda ia dan orang tuanya langsung bertolak ke Indonesia. Orang tua Vanya sangat sibuk dan tak memiliki banyak waktu untuk bersantai.


Dengan menggunakan taksi akhirnya Arditha tiba di apartemen yang telah ia tempati sejak tiba di negeri Jiran. Kini tak ada lagi suara Vanya yang selalu menggelegar memenuhi ruangan saat mencari sesuatu. Arditha merasa sepi tinggal seorang diri.

__ADS_1


Untuk mengusir kebosanan, Arditha iseng-iseng mengaktifkan media sosialnya yang sudah lama tak ia gubris. Arditha menandai Kenan sengaja untuk mengisengi sang abang. Arditha sengaja menulis caption Salahkan si Abang yang membuatku jomblo. Arditha tak menyadari akibat dari keisengannya itu.


Hanya berselang satu menit Arditha mengunggah fotonya, kini kolom komentar diberanda Kenan yang berisi foto Arditha dipenuhi berbagai jenis komentar yang membuat si pemilik foto terkiki geli. Kenan belum menyadari hal tersebut namun di tempat lain Abimana menggeretakkan gigi menahan amarah membaca komentar dari teman-teman sosmed Kenan.


"Aku mengubek-ubek tanah air mencarimu seperti orang gila ternyata kamu bersembunyi tak jauh dari pelupuk mataku." Geram Abimana menatap foto gadis yang selama ini membuat hidupnya tak tenang.


Abimana benar-benar tak terima melihat gadis itu tersenyum bahagia sementara dirinya tak pernah kenal lelah mencarinya bahkan dirinya sendirian tak ia perhatikan.


Jam menunjukkan pukul 11.15, masih terlalu pagi untuk pulang namum Abimana tak memperdulikan hal itu. Ia bergegas meninggalkan ruangannya.


"Dam, kamu handle semua meeting hingga aku masuk kantor !" Titah Abimana melanjutkan langkahnya tanpa menunggu Adam menimpali ucapannya. Ia tak ingin membuang-buang waktu untuk menemukan Arditha.


Drrrtttt drrrrttttt


📲"Halo bro, tumben meneleponku ?!" Suara berat di ujung telepon menyambut panggilan seluler Abimana.


📱"Hari ini aku ke tempatmu, jemput aku dibandara !" Seperti biasa Arditha nada suara Abimana tegas dan datar.


📲"Wiih, dasar bos arogan main perintah aja. Jam berapa kamu tiba dan ada urusan apa ?!" Suara Doni berubah serius. Ia mengenal Abimana dengan baik, pria itu tak mungkin berkunjung hanya untuk menghabiskan waktu atau untuk berlibur.

__ADS_1


Bukannya jawaban yang diperoleh Doni melainkan sambungan selulernya dimatikan secara sepihak oleh Abimana. Pria matang itu lalu menatap kesal layar ponselnya yang semakin lama semakin menggelap.


"Dasar bos gila gak pernah berubah, makanya statusnya gak berubah duda abadi," Doni merutuk kesal meskipun yang dirutuki tak mendengarnya.


Kali ini Abimana tak memakai jasa dektektif karena sudah mengetahui posisi Arditha. Dengan mengandalkan temannya, pria itu yakin akan menemukan gadis yang membuatnya berpisah dengan kedua buah hatinya selama ini. Berkali-kali ia berusaha menemui buah hatinya namun selalu dihalang-halangi oleh mama Kalisha. Disekolahpun tak bisa ditemui karena sang ratu yang selalu menemani kedua bocah itu.


Sementara Arditha tetap terlihat santai dan beristirahat, besok ia berencana akan mengundurkan diri dan akan memberikan kejutan untuk sang mama. Dalam perjalanan pulang setelah mengantar sang abang, ia terus memikirkan keadaan mamanya yang kurang sehat. Ia tak boleh egois hanya untuk menghindari masa lalunya dan malah mengabaikan kewajibannya pada wanita yang sudah berjuang untuknya selama ini. Wanita yang dengan tulus menyayanginya tanpa meminta balasan darinya.


Dengan mengandalkan kelincahan jari-jarinya, Arditha membeli tiket secara online setelah itu ia mulai membuat surat pengunduran dirinya. Setelah beberapa kali membaca dan mengoreksi suratnya, Arditha lalu memasukkan barang-barang penting yang akan ia bawa pulang.


"Akhirnya selesai," Arditha tersenyum membayangkan ekspresi sang mama saat melihatnya. Berbagai rencana memenuhi kepala Arditha.


🌷🌷🌷🌷


Selamat pagi readers ,,,, maaf ya kemarin gak sempat up.


Dunia nyata lagi butuh perhatian khusus 🤭🤭🤭


Terima kasih atas dukungannya

__ADS_1


__ADS_2