CINTA MENEMBUS WAKTU

CINTA MENEMBUS WAKTU
Pelajaran


__ADS_3

Chen Long merasa seluruh tubuhnya dijalari oleh jutaan semut gerogoti setiap inchi dagingnya. Siapa sangka hobinya menyenangkan bermain wanita akan beri dampak sadis terhadap hidup ini.


"Aku pernah merasa gatal namun tak kencing nanah." Chen Long akui apa yang pernah menimpanya.


Fu Yen merasa mendapat angin untuk menjatuhkan mental pamannya yang bobrok itu. Pamannya itu menggunakan kekuasaan untuk menunjukkan para wanita agar bersedia naik ke ranjangnya. Fu Yen makin bersemangat untuk menakuti pamannya itu agar menghentikan hobi yang di luar akal sehat itu.


"Itu awal gejala penyakit kelamin. Lebih baik Paman segera memeriksakan kesehatan kepada tabib istana."


Chen Long meraba pusakanya yang berada di bawah selangkang dengan perasaan was-was. Fu Yen tertawa dalam hati melihat sang paman telah termakan omongan dia. Semoga Chen Long tergerak hati mau lepaskan selir yang merana dalam istana. Chen Long tak tahu betapa menderitanya para wanita yang bak burung dalam sangkar emas. Harusnya Chen Long diberi pelajaran supaya tahu gimana deritanya orang yang aniaya.


Hal demikian adalah jurusan Ashura yang paling ahli susun rencana beri pelajaran berharga bagi orang nakal. Fu Yen harus panggil Ashura untuk sumbang dikit ilmu anti laki cabul.


"Paman mau diperiksa oleh tabib istana? Sudah banyak yang sembuh setelah diobati oleh tabib istana." Fu Yen berbaik hati menawarkan pengobatan untuk Chen Long.


Chen Long dipenuhi oleh keraguan untuk segera beri jawaban. Chen Long takut tiba-tiba dia divonis kena penyakit kelamin yang sedang mewabah istana ini.


"Aku sehat..tak ada keluhkan!" sanggah Chen Long tak mau menyerah dianggap punya penyakit menjijikan itu.


Fu Yen angguk-angguk tak paksa. Paman model gini memang harus kena les tambahan dari Ashura baru sadar kalau poligami berlapis-lapis sangat tidak baik.


"Syukurlah...bagaimana kalau aku minta kamu konsultasi dengan penasehat istana? Dia itu pakar penyakit kelamin."


Chen Long membesarkan mata ingat penasehat yang sombong selangit tak bisa melihat ketampanan dia. Dia belum sempat mengadu pada Fu Yen kelakuan Hwa Lien dan Ashura tak hargai dia sebagai paman raja. Malah dia dilecehkan tak dianggap.


"Anak itu? Tak usah..." Chen Long buang muka keluar tak senang Ashura mau dihadirkan. Ntah omongan judes apa lagi keluar dari mulut cantik itu.


"Sudah jumpa dia?" tanya Fu Yen sambil mengulum senyum. Fu Yen tak tahu pengalaman apa telah Ashura toreh di wajah Chen Long sampai laki itu sangat ilfil.


"Sudah..kalau tak kutolong dia sudah tewas tapi seenaknya dia nasehati aku. Aku ini lebih tua dari kalian. Harusnya dia hormati aku." ujar Chen Long dengan nada suara penuh kekesalan.


"Aku wakili dia minta terimakasih. Tugasnya kan jadi penasehat maka wajar dia beri masukan yang jitu. Biar kupanggil dia! Kasim Du tolong panggil penasehat Shu!" Fu Yen berkata kepada Kasim Du yang setia dekat raja.


Kasim Du langsung membungkuk siap laksanakan perintah. Chen Long merasa gelisah hendak jumpa gadis judes itu lagi. Chen Long bukan laki buta tak bisa beda cewek dan cowok. Chen Long tahu persis kalau penasehat yang terkenal itu seorang cewek walau berpakaian laki. Dari penampilan profil Ashura tak ada yang wakili sosok cowok.


"Dia itu wanita muda...tak ada yang bisa kelabui aku! Mataku masih awas beda laki dan perempuan." Chen Long merepet sendiri ntah didengar Fu Yen atau tidak.


Fu Yen punya kuping jelas dengar namun Fu Yen tak mau iyakan ataupun membantah. Biarlah plot cerita tetap berjalan sesuai keinginan Ashura menyamar sebagai laki.


Cukup lama barulah Hwa Lien dan Ashura datang. Semula Fu Yen mau Ashura kembali berperan sebagai Putri Shu Rong tapi mendadak harus jadi penasehat maka Ashura harus berdandan sebagai anak lajang lagi. Perubahan ini memakan sedikit waktu lebih lama.


Ashura berjalan gagah bersisian dengan Putri Hwa Lien. Kasim Du ikut dari belakang kawal kedua wanita muda ini menghadap raja. Ashura dan Hwa Lien memberi salam pada raja dengan sopan. Setelah itu barulah memberi salam kepada paman raja. Sikap Ashura berubah alim sopan di depan raja. Jauh beda sewaktu berada di istana dingin.

__ADS_1


Chen Long puji sikap munafik Ashura yang cepat sekali berubah. Belum sampai satu hari dia sudah menjadi manusia berwatak lain. Sopan dan santun tutupi semua akal nakalnya. Chen Long puji kepintaran Ashura bersandiwara di depan Fu Yen.


"Kalian berdua duduk lah! Ini paman Chen Long yang bertugas di distrik terakhir dari kerajaan kita. Aku mau kamu periksa paman raja apa dia juga terkena virus penyakit kelamin." Fu Yen langsung bicara mengarah pada Ashura. Fu Yen sengaja bikin Ashura mati kutu disuruh periksa Chen Long. Jelas-jelas Fu Yen tahu Ashura itu wanita masih minta dia periksa Chen Long. Ini sama saja siksa Ashura dalam kondisi terjepit.


Ashura mana mungkin periksa daerah paling rahasia milik para laki. Ashura masih punya akal sehat untuk laksanakan perintah sang raja yang dia anggap ada unsur menyiksa. Tak urung Ashura lontarkan tatap membunuh ke arah raja. Fu Yen mau balas dendam sebab Ashura sering kerjain dia.


"Baiklah! Kita periksa bersama di bawah sinar matahari biar lebih akurat. Kurasa yang mulia raja juga sekalian diperiksa. Kita keluar ke halaman depan ya!" Ashura berkata santai tak tunggu nasib jadi orang apes. Ashura langsung beri balasan menohok buat raja yang iseng mau kerjain Ashura.


"Periksa di luar rumah? Semua orang yang berada di halaman bisa lihat kami ya?" seru Chen Long panik kaget perabotan rahasia mau ditampilkan ke umum. Gimana kalau ada yang lebih kokoh dari miliknya. Dia akan jadi bulan-bulanan para pengawal maupun Kasim yang lewat.


"Ya iyalah...namanya juga tempat umum! Ayok yang mulia! Anda sebagai raja harus diperhatikan duluan. Aku periksa yang mulia duluan." ujar Ashura menyebabkan Hwa Lien tak bisa tahan tawa. Ashura memang licin untuk dibawa ke perangkap. Fu Yen mau jebak Ashura dalam suasana sulit namun dengan tangkas Ashura balikan keadaan. Fu Yen dan Chen Long mati gaya.


Fu Yen sudah tahu kalah set dari Ashura. Ashura mau dilawan. Kapan gadis ini mau mengalah secara sukarela.


"Sebentar lagi penasehat...coba kamu analisa dulu apa paman raja ada gejala kena penyakit itu?"


Ashura menipiskan bibir bentuk senyum ngejek. Ashura senang bisa lawan sang raja seketika. Sementara itu Fu Yen gondok setengah mati lihat senyum kemenangan bertengger di bibir tipis itu.


Ashura melirik Chen Long sekilas dengan ekor mata menaksir apa yang harus dia lakukan untuk mengiringi Chen Long merasa dirinya mulai dekat dengan penyakit itu.


"Hhmmm... baiklah! Apa paman raja mulai sering buang air kecil di malam hari?"


"Kadang sering..." sahutnya sedikit ragu.


"Kadang bangun pagi suka lemas malas tinggalkan tempat tidur. Badan sedikit hangat dibarengi pegal-pegal sekitar bawah badan."


"Kok tahu?" Chen Long kaget Ashura bisa menebak kondisi tubuhnya akhir-akhir ini. Wajahnya berubah pucat menduga Ashura berhasil analisa penyakit kelamin ada pada tubuhnya. Seluruh tubuh Chen Long bergetar hebat tak terima terserang penyakit menjijikan itu.


"Ya tahulah... pinggang belakan juga suka ngilu kan?"


Chen Long terhenyak sampai bangkit dari kursi berdiri kaku menghadap Ashura yang ingin bersorak gembira telah menanam opini Chen Long ada gejala kena penyakit kelamin.


Hwa Lien dan Fu Yen bungkam menunggu kelanjutan analisa Ashura. Fu Yen pikir kalau Ashura memang benar-benar mampu mengobati penyakit yang sudah mewabah di lingkungan istana. Padahal Asyura Hanya menerka saja karena tahu semua orang akan mengalami gejala seperti itu bilang dalam kondisi stres maupun kelelahan.


"Apa aku kena penyakit itu?" tanya Chen Long gemetaran.


"Mendekati...kusarankan jaga belalai paman kalau tak mau jadi gajah buntung.Itu baru awal gejala. Kalau tak diobati akan lebih fatal."


"Apa yang harus kulakukan?" Chen Long mulai termakan analisa Ashura. Jelas sekali Chen Long orang takut mati.


"Anak paman berapa orang?"

__ADS_1


"Anak? Aku tak punya anak..."


Ashura mengambil kesempatan memojokkan Chen Long lebih dalam. Punya berkodi-kodi selir tapi tak punya anak berarti laki itu punya kekurangan bibit. Tak mungkin juga para selir yang mandul. Kalau Chen Long sehat pasti punya keturunan.


"Wah virus nya sudah menyerang organ dalam paman raja sehingga tak bisa memiliki keturunan. Kurasa virus jahat itu sudah menerobos seluruh organ intim paman raja. Paman raja harus segera berobat kalau tak mau tak punya keturunan." Ashura berkata dengan serius untuk mengundang rasa kuatir lelaki itu.


Wajah Chen Long yang sudah pucat makin tampak pias diberi ulasan oleh Ashura. Semua perkataan Ashura mengandung kebenaran karena dia sampai saat ini tidak memiliki keturunan walaupun segudang selir berada di dalam istana. Tak mungkin juga semua selirnya mandul tidak bisa memberinya keturunan kalau bukan dirinya yang bermasalah.


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Chen Long dengan suara bergetar.


Kali ini Fu Yen dan Hwa Lien menduga Ashura bukan asal omong. Apa yang dibunyikan oleh Ashura sangat pas. Bertahun telah berlalu namun Paman raja tak punya keturunan. Tidak tanggung-tanggung berlusin-lusin wanita berada dalam istana namun tak satupun yang hamil.


"Kurasa paman raja harus diperiksa oleh tabib dulu baru bisa kita ambil kesimpulan. Untuk sementara paman raja harus hentikan kegiatan menggauli para selir. Bukan cuma selir juga wanita manapun sampai ada kesimpulan kalau paman raja sehat."


"Kalau gitu kamu cepat periksa saya!" Chen Long berjalan menghampiri Asyura lalu mengulurkan tangan untuk diperiksa.


Ashura melemparkan pandangan mata ke arah sang raja yang duduk tersenyum simpul mengejek penderitaan gadis ini. Ashura mana mungkin memeriksa Paman raja yang jelas-jelas seorang lelaki sedangkan dirinya seorang wanita. Namun gitu Fu Yen pilih diam lihat apa yang akan dilakukan oleh wanita muda ini. Fu Yen mau test apa Ashura terpesona oleh ketampanan Chen Long atau mengabaikan pesona lelaki itu.


"Begini paman raja...di sini ada tabib khusus periksa orang yang bermasalah dengan kesehatan organ intim. Setelah mendapat kesimpulan barulah mereka akan menghubungi aku untuk meracik obatnya. Yang mulia Raja akan mengaturnya untuk paman raja agar segera diperiksa. Bukankah begitu yang mulia raja?" kata Ashura sambil menggeram sadar Fu Yen sedang kerjain dia lagi.


Fu Yen menghembus nafas lega senang Ashura tidak terpesona oleh ketampanan pamannya. Malahan Ashura berkesan sangat marah disuruh memeriksa seorang lelaki itu. Fu Yen makin yakin angkat Ashura menjadi permaisuri kerajaan. Selain pintar juga bijak. Ashura bisa bantu Fu Yen menjaga Kerajaan agar lebih aman tenteram.


"Ah Yen...tunggu apa lagi? Perintahkan tabib untuk periksa aku! Kamu mau paman mu ini cepat mati?" Chen Long panik bukan main kena hasutan Ashura.


Lelaki model ini memang harus dikasih pelajaran agar sadar bahwa tidak bisa berbuat semena-mena terhadap wanita. Ada harga yang harus dia bayar untuk semua perbuatannya yang terang-terangan menyakiti hati para wanita.


"Paman tenang saja! Kita buru juga sudah tidak ada guna karena penyakit sudah terlanjur menggerogoti tubuh paman. Yang penting sekarang Paman menenangkan diri dan menghindari wanita sampai kesehatan Paman pulih kembali." Ashura berbuat seolah-olah dia sangat memperhatikan Paman raja. Padahal di dalam hati Ashura bersorak kegirangan telah berhasil memberi pelajaran pertama kepada lelaki cabul itu.


"Wanita apa lagi? Aku akan perintahkan agar seluruh istana aku kosong dari perempuan. Untuk sementara tak ada perempuan boleh berada di dalam istana. Ternyata perempuan adalah sumber penyakit yang sangat mengerikan." seru Chen Long gusar gara memiliki banyak selir Dia terkena penyakit yang sangat menjijikkan.


Cuma sayang Paman Raja tidak mau mengkaji bagaimana wanita-wanita itu bisa berada di dalam istana. Dia hanya bisa menyalahkan orang lain untuk penyakit yang dia derita. Manusia ini betul-betul manusia paling egois di permukaan bumi kerajaan ini. Ashura menjadi jahat berdoa semoga lelaki ini benar-benar terkena penyakit kelamin agar dia benar-benar kapok.


"Lha bukankah paman raja datang ke sini untuk protes peraturan larang poligami? Kok malah jadi dukung?" ejek Hwa Lien turut menambah derita Chen Long. Hwa Lien sama sekali tidak simpatik kepada adik ayahandanya itu. Sok cakep jadi cabul.


"Kamu anak kecil tahu apa? Ayok cepat bergerak Ah Yen.." Chen Long memelas mohon Fu Yen segera bertindak mencari parang obati dia.


"Tenang paman..aku kan perintahkan tabib periksa paman. Duduk dulu! Jangan berdiri seperti pengawal sedang mengawal raja!" kata Fu Yen kalem untuk bikin Chen Long makin tak sabaran.


"Yang mulia raja benar paman raja! Duduk dan minum teh dulu. Asal paman belum merasa gatal sekitar daerah vital dan kencing bernanah masih bisa sembuh. Cuma harus ingat! Di badan paman raja sudah ada virus itu maka setiap saat bisa berkembang ganas bila masih sebar gairah cabul." Ashura turut sumbang kekuatiran Chen Long biar makin kapok.


"Gatal? Iya sebulan terakhir ini sekitar paha terasa gatal dan tumbuh bintil merah." gumam Chen Long makin merana.

__ADS_1


__ADS_2