Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Kisah


__ADS_3

Terlihat dua perempuan berbeda usia dengan postur tubuh yang berbeda pula. satu terlihat ramping nan mungil dan yang satunya lagi berpostur ideal namun wajahnya masih terlihat belia.


mereka terlihat sedang asyik bercengkrama dimeja makan sepertinya mereka sedang asyik menata menu-menu yang disajikan dengan berbagai bentuk dan porsi yang berbeda.


"Ha...ha...ha...mommy hentikan mom Lilian geli". Lilian


Suara tawa yang sangat menggemaskan terlahir dari sosok gadis cilik ya bisa dikatakan gadis belia dengan paras yang cantik nan manis, dengan sorot mata beningnya mewakili sorot bermata menawan sang daddynya. perpaduan wajah yang nyaris sempurna dari sang daddynya membuat rupa Lilian begitu memikat apalagi bagi lawan jenisnya.


kepolosan ,kemurnian dan tulus wajahnya juga membuat nilai plus bagi seorang Lilian.


"Yayyy... mommy menang...cup..cup..cup...kau sungguh menggemaskan bayiku...(Putri berhasil lebih dulu menyelesaikan barisan yang terlihat sangat rapih)". Putri


"Ih.... mommy curang, dan lagi Lilian bukan bayi lagi mom, Lilian sudah menjadi seorang gadis (Lilian manyun)". Lilian


"Ia...ia sekarang bayi mommy sudah menjadi gadis yang baik hati dan penurut (sambil mengelus-elus pipi anaknya yang bermata jernih itu)". Putri


Putri sangat gemas kepada anak perempuannya itu kini ia yang ditinggalkan Amira tidak terlalu kesepian lagi karena sosok Lilian selalu membuntuti langkahnya rasa kasih sayang seorang ibu dan ayah yang lengkap menjadikan Lilian gadis yang manja dan ketergantungan dengan kebaikkan orang-orang disekitarnya terutama kepada orang tuannya.


Kini Lilian menginjak usia 12 tahun ia berselisih 12 tahun dengan kakaknya Amira. dengan kepolosan dan kebaikan hatinya ia jadi tidak terlalu peka dan tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain meskipun orang yang baru ia kenal ,ia menganggap semua orang itu baik dan tidak akan bertindak buruk kepadanya dan itu satu poin untuk kelemahan Lilian di dalam hidupnya menjadikan Putri dan Amar menjadi khawatir hingga pada suatu sore kejadian yang membuat cukup trauma di dalam ingatan Lilian.


"Mom kok daddy Amar belum pulang ya? (nampak Lilian sesekali melihat kearah halaman rumahnya)". Lilian


"Tunggu sebentar lagi, daddy....(kata-kata Putri terpotong oleh pendengaran yang ia tangkap)". Putri


BIP...BIP.... terdengar suara klakson sebuah mobil yang baru saja memasuki area pelataran.

__ADS_1


"Nah...itu daddy sudah pulang (dengan senyuman menenangkanya)". Putri


"Daddy... !!! (Lilian berteriak kegirangan) mom...ayo cepat mom, kita kedepan....(dengan tidak sabaranya Lilian mengandeng lengan mom Putri)". Lilian


Cklekkk...grebbb... terlihat sosok laki-laki tampan dan rupawan dengan tubuh ideal gagahnya turun dari mobil menatap dengan senyuman hangatnya kepada dua orang perempuan yang setia menunggunya didepan pintu.


"Daddy.... (Lilian berlari menghampiri daddynya dan meraih sebuah paperbag) yayyy...mom lihatlah daddy membelikannya untukku (dengan senyuman mengembangnya ayo dad sedikit membungkuklah...(dengan gerakkan tangannya dan Amarpun menurutinya) cup....(satu ciuman hangat dipipi Amar) terima kasih dad, Lilian sangat sayang daddy....". Lilian


"Sama-sama sayang....(mengelus kepala anaknya dan menuntun Lilian kecil kepada seseorang yang berdiri didepan sana dengan senyum yang sangat menenangkan khasnya)". Amar


"Mas....(Putri meraih tangan suaminya dan mengecup dipunggung telapak tangannya sejurus kemudian Putri melirik kepada seseorang yang setia di belakang sana) bapak beristirahatlah...(dengan senyum khasnya dan meraih tas kerja milik suaminya)". Putri


"Saya pamit nyonya, tuan...(sopir pamit undur diri)". Sopir


"Emm...(mengangguk dan melirik kearah suami dan anak tercintanya) Lilian sayang....(sambil geleng-geleng tersenyum mengelus pipi dengan paras manis menggemaskan dengan manik yang jernih serta polosnya) memang Lilian minta dibelikan apa lagi kepada daddy Amarmu? bukanya kamar Lilian sudah penuh dengan boneka yah?!". Putri


"Sudah tidak apa-apa mom (menatap wajah menenangkan milik istrinya) ini mengingatkanku padamu diwaktu masih gadis dulu , bukannya kau dulu juga sangat senang mengoleksi boneka dengan jenis yang sama namun dengan versi berbeda? (dengan penuh perasaan)". Amar


"Degggg.... mas Amar? (wajah Putri seketika menerawang penuh dengan senyuman) emm....(mengangguk) rupanya kau masih ingat dengan hal itu mas? aku sendiri sampai lupa dengan hal itu". Putri


"Kau ini....(mencubit gemas hidung mancung kecil milik istrinya) itukan masa yang terlalu indah untuk di lupa (masa dimana Amar selalu memberikan kado berupa boneka tiap tahunnya kepada Putri sebagai hadiah ulang tahunnya, Amar pura-pura ngambek)". Amar


"Tidak mas... sekarang duniaku teralihkan olehmu , pikiran dan hatiku dihari-hariku terisi semua oleh mas Amar dan Lilian hingga kini aku selalu merasa ada di titik tertinggi selalu merasakan kebahagiaan yang tiada terelakkan. tidak ada masa yang terindah selain berada di sampingmu mas (dengan mata yang berkaca-kaca)". Putri


"Sayang....(jemari Amar menggapai sudut mata milik istrinya menyeka kristal bening yang seakan terjatuh itu) semuanya sudah selesai...(masa-masa yang menguras air mata keduanya dan masa-masa dimana mereka sempat dipisahkan oleh keadaan) kau harus ingat dan terus ingat... aku Amar Alamsyah akan selalu berada di sampingmu menyayangi kalian dengan segenap hati dan hidupku". Amar

__ADS_1


"Hiks.....(tidak terasa kristal bening yang Putri coba tahan itu lolos dengan sendirinya dengan gerakkan cepat Putri merengkuh tubuh ideal tegap milik suaminya) terima kasih mas, kau adalah laki-laki sempurna yang menerima segala kekurangan perempuan sepertiku". Putri


"Emmm.....(Amar meraih pinggang ramping milik istrinya dan mengelus perlahan diantara punggungnya)". Amar


Sedangkan Lilian menatap kearah keduanya Amar dan Putri dengan sorot binarnya. ini bukan pertama kalinya Lilian menyaksikan keharmonisan yang ditunjukkan kedua orang tuanya. Lilian sangat bahagia dan bangga memiliki orang tua yang utuh dan saling mencintai itu.


"Dad, mom....(yang masih setia dengan merangkul boneka barunya)". Lilian


"Sayang ....(melirik kearah Lilian)". Amar dan Putri


"Ikut! Lilian juga ingin dipeluk (dengan wajah khas polosnya)". Lilian


"Hihi....(Amar dan Putri tertawa kecil ia sampai lupa seakan baru kemarin mereka menikah dan dikaruniai bayi kecil yang cantik dan begitu menggemaskan sekarang bayi itu menjelma menjadi sosok gadis yang sangat cantik dengan penuh pesonanya ayunya)". Amar dan Putri


_Skip_


"Ayo dad, Lilian mengandeng lengan Amar dengan manja)". Lilian


"Ayo mas (Putripun tidak kalah dengan Lilian ia juga ikut menggandeng sebelah lengan milik suaminya)". Putri


"Kalian....adalah kesayangan-kesayanganku cup..cup...(Amar melayangkan kecupan singkat dikening keduanya)". Amar


Sementara itu para pelayan dan para penjaga dirumah itu lagi-lagi menjadi korban baper (bawa perasaan) ikut-ikutan senang dan haru menyaksikan akan keharmonisan yang diciptakan para pemilik rumah yang mereka tinggali itu.


Akhirnya mereka sama-sama masuk dan melanjutkan aktivitas mereka , yaitu bersiap-siap untuk ritual makan malam.

__ADS_1


Disisi lain di belahan bumi yang lain pula.


"Kakak tampan apa kabarmu? (sosok gadis dengan tubuh jangkungnya terlihat sedang menatap sebuah layar ponselnya dengan menampilkan sosok kecil dengan senyuman khasnya sosok itu adalah laki-laki yang sampai sekarang masih utuh terjaga didalam dadanya)". Amira


__ADS_2