Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Moment 2


__ADS_3

hari-hari berlalu berjalan dengan sesuai alurnya. begitupun dengan Cinta diantara Neil dan Lilian hari demi hari semakin tidak terpisahkan. mereka adalah pasangan yang saling melengkapi dan pasangan yang selalu kompak. umur mereka selisih 12 tahun Neil yang sudah cukup matang untuk berumah tangga diusianya 27 tahun dan Lilian yang masih baru menginjak umur 15 tahun. namun selisih angka yang lumayan jauh itu tidak membuat keduanya merasa terbebani dan sulit untuk saling menghargai.


"kak hari ini Lilian mengikuti kegiatan penghijauan di pantai, pulangnya tidak sampai setengah hari jadi Lilian dijemput oleh sopir mommy saja yah (Lilian mengerti di jam itu Neil sedang fokus -fokusnya bergulat dengan pekerjaan)". Lilian


mereka baru saja sampai didepan gerbang sekolah dimana Lilian bersekolah.


ya karena hampir setiap harinya Neil akan mengantar - jemput Lilian bersekolah di pagi (Karena arah kantor dimana Neil bekerja adalah arah yang sama dengan sekolah Lilian sedangkan Daddynya (Amar berbeda arah) sedangkan siang (itu dijam istirahatnya ia sempatkan untuk menjemput Lilian dan mengantarkannya kerumah orang tuanya.


🌷 sungguh seorang laki-laki yang waww...bukan🌷


"Hem.... baiklah, tapi ingat langsung pulang kerumah setelah kegiatan sekolahmu berakhir!! aku akan beri tahu Daddy...( Neil menyodorkan tangannya kearah dimana Lilian duduk/yaitu di kursi penumpang disebelahnya berada)". Neil


"Daddy Amar dan mommy sudah tau kak, Lilian sudah izin tadi malam cup...(Lilian mengecup punggung tangan Neil seperti cara ia berpamitan kepada sang mommy atau Daddynya, ya Lilian mengerti akan bahasa tubuh yang Neil tunjukan)". Lilian


"hati-hati jangan jauh-jauh dari kawan permen jahe mu...(sambil melambai disaat Lilian sudah berada didepan gerbang sekolahnya yang terbuka lebar dan dari arah belakang mobil Neil nampak 2 sosok permen jahe turun dari dalam mobil masing-masing dan mulai menyerbu kepada Lilian yang masih melambai kearahnya) permen jahe...aku menitipkan Lilian untuk beberapa jam kedepan kepada kalian awas jangan sampai lecet dan cidera (Neil membuka kaca mobilnya dengan sedikit melongokkan kepalanya)".Neil


"siap kak....(Pela dan Hanum hormat dengan senyuman positifnya , setelah mendengar penuturan dari Neil)". pela dan Hanum


"hati-hati kak... sampai bertemu besok (Lilian melambai dengan senyum khasnya ia sangat bersyukur Daddy telah memilihkan seorang laki-laki gentleman untuknya dan Lilian juga kegirangan ya karena ia akan mengikuti kegiatan yang menurutnya seru, berinteraksi dengan alam secara langsung)". Lilian


"duh...duh... yang tiap hari dimabuk cinta, kapan kita bisa seperti mu Lilian dijodohkan dengan seorang pangeran idaman (Hanum merayu Lilian dengan mengedip-ngedipkan mata)". Hanum


"emm...(Pela mengiyakan) kapan giliran kita dapat pangeran idaman yang super duper tampan". Pela

__ADS_1


"jangan tampannya saja Pela tapi juga yang super duper perhatian seperti gebetan Lilian (sambil menerawang)". Hanum


"stttt.... masih kecil jangan ngomongin cinta-cinta'an (Lilian menuntun keduanya kedalam halaman sekolah untuk berkumpul dengan yang lainnya)". Lilian


"huhhhh.... curang, (keduanya, namun tetap menurut akan ajakan Lilian)". Hanum dan Pela


selang beberapa menit terdengar suara sebuah speaker pengumuman guna untuk para anak murid berkumpul dan memberi langkah-langkah apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah tiba di sana (penghijauan pantai).


_skip_


"Hem... Lilian lihatlah (pela berteriak saat kakinya baru menapakkan di pasir khas daerah pantai, ya Pela sangat antusias karena ia sangat jarang berlibur ke daerah pinggiran seperti pantai. keluarganya lebih menyukai berlibur ketempat-tempat daratan tinggi dan eksotis lainya)". Pela


"kau ini (Hanum menggandeng Lilian dan berlalu meninggalkan Pela yang masih terpukau dengan suasananya)....ayo Lilian ayo cepat kita berbaris dulu". Hanum


sekitar satu jam mereka melakukan kegiatan itu dengan suka cita semua nampak antusias, mereka mendapatkan banyak tambahan ilmu tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, tentang bahayanya abrasi dan pencemaran didaerah sekitar pesisir ,pengetahuan tentang bagaimana baiknya menjaga daerah pesisir.


setelah kegiatan itu selesai dan ditutup dengan melakukan foto bersama.


πŸ“² *" sayang apa kau sudah sampai dirumah? bagaimana acaranya (terlihat seseorang diseberang sana dengan pakaian khas kantornya duduk dengan manisnya)".* Neil


πŸ“² *" em... sebentar lagi sampai kak, Kakak sedang apa? apa tidak sibuk di jam-jam seperti ini? acaranya Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sangat menyenangkan ( Lilian dengan senyum yang masih nampak bersemangat, kenapa masih bersemangat? bagaimana tidak yang menelpon orang tersayangnya) ".* Lilian


πŸ“² *" sibuk itu masalah lain sayang, yang terpenting memastikan keadaan mu baik-baik saja itu lebih penting (terdengar ada kerinduan disana padahal baru beberapa jam mereka tidak bertemu) syukurlah kalau semua berjalan dengan baik".* Neil

__ADS_1


πŸ“² *" terima kasih kak Neil, Lilian selalu dibuat bahagia kakak selalu memperioritaskan Lilian".* Lilian


πŸ“² *" tentu sayang, itu sudah menjadi tugasku (dengan senyum kerinduan yang jelas terlihat)...oh baiklah sekarang aku yakin kau baik-baik saja aku akhiri panggilannya masih banyak pekerjaan yang menungguku... (Neil memberikan kecupan jarak jauhnya setelah ia melihat mobil yang ditumpangi Lilian berhenti dihalaman dikediaman Alamsyah)".* Neil


πŸ“² *" (dan Lilian pun membalas kecupan jarak jauh itu, entahlah aneh atau tidak pada nyatanya cinta diantara keduanya memang benar adanya) dadah....Tut...tutttt..(panggilan video diakhiri)".* Lilian


"terima kasih Tuhan kau telah mengirimkan seorang laki-laki yang baik seperti kak Neil kepada Lilian... membatin". Lilian


"ekhm..... (secara tiba-tiba mom Putri muncul dari belakang Lilian yang hendak masuk ke dalam kerumah) sudah Pulang sayang?".mom putri


"mommy.....Lilian kaget mom, sudah mom (dengan mata yang berbinar Lilian masih teringat akan obrolan nya dengan tunangannya)". Lilian


"bagaimana acaranya berjalan dengan baik sehingga Lilian senyum-senyum sedari turun dari mobil!!! (dengan senyum dan menyipitkan matanya)".mom putri


"hehe ...(lagi-lagi Lilian menceritakan akan kebaikan dari Neil yang selalu memperioritaskan dirinya)". Lilian


"daddymu tidak salah pilih , Daddy Amarmu pasti akan sebisa mungkin memberikan yang terbaik untukmu Lilian (dengan mengelus rambut panjang milik anak semata wayangnya) mandilah, dan beristirahatlah kau pasti lelah".mom Putri


"terima kasih mom, Lilian mencintai Daddy dan mommy seperti daddy dan mommy mencintai Lilian cup...(Lilian memberikan satu kecupan kecil di pipi mom putri) Lilian keatas dulu mom". Lilian


"Hem....mas Amar anak kita sudah Besar mas!!!


deggg.... Amira. Amira sayang kapan kau pulang nak, mom sangat merindukanmu.... bergumam (mom putri meneteskan kristal beningnya saat ia membahas tentang anaknya Lilian maka ia juga teringat akan anaknya yang jauh disana. dalam benaknya dan naluri seorang ibu ia adalah seorang ibu yang sama bagi Lilian dan Amira ia sangat merindukan Putri pertamanya itu)".,mom putri

__ADS_1


__ADS_2