Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Moment 4


__ADS_3

"kakak apa kau tidak apa-apa? (Lilian mengelus pelan lengan milik Neil dengan tatapan khawatirnya karena dengan tiba-tiba Neil menghentikan laju mobilnya dan setelah itu bengong)". Lilian


"ah... maafkan aku Lilian,aku tidak apa-apa (tersenyum menetralkan)". Neil


"huffftt....( terdengar nafas beratnya) kenapa aku jadi selalu terbayang akan tatapan misteriusnya... hentikan Neil...kau cukup fokus pada tujuan utamamu.. membatin". Neil


perlahan Neil mengajak Lilian turun dari mobil sport nya , menyajikan pemandangan yang sangat sejuk dan indah Dimata.


sebuah bangunan yang menyajikan nuansa romantis ala pasangan honeymoon...


jam sudah menunjukan pukul 3 siang.


"ayo...(Neil menuntun Lilian masuk kedalam sebuah pintu dan disana mereka disambut dengan sopan dan sangat menyenangkan hati) apa kau suka tempat ini...". Neil


"ini Sungguh sangat indah kak...(Lilian menatap keluar pintu kaca yang menampakan kecantikan alam dengan sejuta pesonanya) eem....(mengiyakan) Lilian sangat suka kak... Hem... Lilian (ucapanya terjeda)". Lilian


"kalian boleh keluar, aku akan panggil disaat aku membutuhkan, terima kasih atas pelayanan yang baik dan sambutanya....(Neil mempersilahkan mereka keluar dengan sopan)" Neil


"kami permisi, semoga tuan dan nyonya puas akan pelayanan kami...(pengurus dan pelayanan pamit sopan)". pemilik dan karyawan


"Hem...". Neil


ya mereka sudah mengenal dengan dua pasangan fenomenal itu, ya pertunangan mereka sudah terekspos ke dunia media hingga sangat cepat menyebar luas.


setelah orang-orang dari pihak hotel pergi pamit.

__ADS_1


"ekhm....Lilian aku lanjutkan niatanku yang sempat tertunda tadi". Neil


Neil mengajak Lilian semakin kearah keluar Ruangan itu dan betapa Lilian terperangah akan suasana romantisme dan manis yang Neil siapkan. Lilian menatap dengan wajah binar dan senyuman mengembangnya.


terlihat banyak taburan bunga yang tersebar luas hampir menyeluruh di halaman yang nampak cukup luas dengan sebuah kolam renang tanpa batas seperti terhubung dengan lautan yang lepas. di tengah sana ada sebuah buket bunga mawar merah Besar didesain berbentuk love dan di sekelilingnya terdapat begitu banyak balon-balon berbentuk love juga.


"ah....kak...(disaat Neil menuntunnya untuk ketengah-tengah dan berdiri tepat disamping sebuah buket bunga Besar yang berbentuk love)". Lilian


"Lilian Putri Alamsyah... kau tau semua ini aku siapkan hanya untukmu seorang (Neil menggenggam kedua tangan Lilian dengan menatapnya intens)". Neil


degggg... degggg... suara detak jantung diantara keduanya (Neil dan Lilian).


"eem...(mengangguk, hanya sebuah senyuman manis yang Lilian miliki disaat dirinya bersama seorang yang bernama Neil Nataniel, pangeran berkuda putihnya)". Lilian


"(perlahan Neil berjongkok dengan salah satu lutut kakinya ia menopang berat tubuhnya dan melepaskan salah satu genggaman ditangan Lilian dengan posisi tangan merayap meraih sesuatu benda di saku jasnya) Lilian....". Neil


"(terlihat Neil meraih sebuah kotak beludru berwarna merah menyala dan perlahan membuka kotak itu menampilkan Sepasang cincin perkawinan, Neil meraih salah satu tangan lilian menggenggam dan mengusapnya pelan) Lilian putri Alamsyah bersediakah engkau menjadi pendamping hidupku? bersediakah kau menikah denganku...(dengan tatapan tulus dan penuh harapnya)". Neil


"eem...(Lilian mengangguk mengiyakan, inilah moment yang ditunggu-tunggu nya sejak 2 tahun lalu) aku mau kak , Lilian mau menikah dan menjadi pendamping hidup kak Neil (dengan kristal bening yang menetes,ini adalah moment termanis sepanjang perjalanan cinta mereka)". Lilian


"terima kasih sayang... terima kasih. aku mencintaimu....aku sungguh mencintaimu (Neil bangkit mensejajarkan wajahnya dan mengusap kristal bening yang jatuh dipipi mulus putih milik Lilian)". Neil


"aku juga sangat mencintaimu kak Neil...(mereka saling berpelukan melepaskan segala perasaan yang ada)". Lilian


_skip_

__ADS_1


disinilah Lilian dan Neil menghabiskan waktu Sampai menjelang petang...


"my wife apa tidak sebaiknya pernikahan kita dipercepat saja... kau sudah lulus dan sudah masuk kesebuah perguruan tinggi/ universitas apa lagi yang perlu ditunggu? (Neil berdiri dengan Lilian yang setia berada disampingnya)". Neil


"Hem... Lilian terserah kepada keputusan orang tua kita saja sweetheart...(Lilian bersandar dipunggung milik Neil dan Neil menyambutnya dengan senang)". Neil


ya selama 2 tahun penuh mereka jalani hubungan tanpa satupun cacat yang berarti, mereka adalah Pasangan terakur dan paling terpopuler, mereka sangat serasi dengan porsi yang sangat pas.


Neil berhasil menjadi kepercayaan amar yang setia setiap saat melindungi anak tercintanya itu.


tanpa merusaknya, dan selalu menjaga kehormatan nya.


banyak para kaum hawa yang menginginkan Neil namun entahlah tidak ada satupun yang bisa menggoyahkan Cinta seorang Neil Nataniel kepada Lilian putri Alamsyah.


begitupun sebaliknya, begitu banyak kaum Adam yang patah hati akan penolakan dari pihak Lilian, namun mereka harus menerima dengan kelapangan, bagaimana lagi mungkin sudah jalan takdirnya seperti itu.


"tapi apa tidak sebaiknya kita bicarakan lagi dengan kedua orang tua kita supaya prosesnya semakin dipercepat... Lilian (Neil memutarkan posisi berdiri diantara keduanya hingga saling berhadapan) aku sudah tidak tahan....cup....(Neil mengecup bibir ranum itu dengan kecupan singkat pada awalnya Neil hanya sesaat menginginkan ia tidak berani mengambil lebih namun melihat Lilian tidak menolaknya dan memejamkan matanya membuat Neil merasa kecupannya disambut oleh Lilian) cup...(sebuah kecupan sayang yang dilabuhkan kini semakin menuntut dan semakin dalam, Neil memeluk erat tubuh Lilian hingga tidak ada celah bagi keduanya perlahan tangan Neil merayap dari punggung turun kebawah dan mer.._mas sesuatu bagian belakang Lilian tanpa melepaskan pa.._tan hingga membangkitkan gairah laki-lakinya)". Neil


"emmm.... (Lilian hanyut dalam permainan Neil namun sejurus kemudian Lilian memberontak ia baru tersadar dengan hal yang mereka lakukan dan mendorong dada Neil) kak....(setelah Neil melepaskan penyatuan bibir mereka)". Lilian


"hah...huffff....(nampak Neil beberapa kali memejamkan netranya wajahnya terlihat memerah ia terlihat menahan sesuatu yang tidak Lilian bisa mengerti) maafkan aku Lilian... ini yang aku takutkan, aku bisa saja melindungimu dari kelaparan laki-laki disekitar mu Namun aku tidak bisa terus menahan diriku untuk tidak selalu menyentuhmu...maafkan aku (Neil nampak bergetar dalam pengucapannya)". Neil


"sweetheart....(nampak Lilian mendekat dan mengelus punggung pemilik wajah super tampan itu) ayo kita bicara dengan kedua orang tua kita...ya walau bagaimanapun alangkah baiknya kita harus melakukan keputusan bersama...(dengan senyum meyakinkan)". Lilian


"eem....(mengangguk) terima kasih sayang... terima kasih umurmu jauh dibawahku namun kau sungguh dewasa dimataku. aku sungguh mencintaimu my wife.... cup...(Neil melabuhkan kecupan sayang dikening milik Lilian ia hampir saja melakukan hal yang diluar jalur)". Neil

__ADS_1


akhirnya mereka memutuskan untuk segera Pulang. ya tempat itu akan dijadikan salah satu destinasi dimana Neil akan membawa Lilian untuk berbulan madu.


__ADS_2