Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Pernikahan Amira


__ADS_3

Disinilah pernikahan Neil dan Lilian dilangsungkan disebuah gedung yang sangat megah dengan aula yang begitu luas, dengan dekor yang sangat berkelas, bukan hanya menjadi hari yang spesial bagi keduanya (Neil dan Lilian) saja melainkan menjadi hari spesial bagi semua orang apalagi sanak saudara para kerabat dan orang-orang yang mengambil peran penting bagi kehidupan kedua-nya, orang-orang yang sudah berkerja sama dengan kedua belah pihak perusahaan. dan juga tidak ketinggalan dengan sepasang permen jahenya (Hanum dan Pela beserta keluarganya).


"Daddy...(Neil tersenyum ketika amar kembali setelah hampir setengah jam menghilang)". Neil


"apa kau siap dengan semua ini (sedikit berbisik setelah ia duduk disebelah Neil)". Amar


"Hem, mohon maaf tuan Amar tempat anda bukan disana... (sang penata acara sedikit tidak enak hati memberitahukan kepada Amar dan mempersilahkan Amar secara sopan untuk duduk ditempat yang semestinya)". sang penata


ya semula Amar akan menjadi wali langsung untuk Lilian, namun ini berbeda dengan yang sudah ditentukan dan dipersiapkan karena sang calon mempelai sudah bukanlah anak kandungnya lagi *Lilian putri Alamsyah* melainkan anak tirinya *Amira Alexander*.


"aku akan tetap disini...(dengan tatapan tenangnya)". Amar


selisih selang beberapa menit sang calon mempelai wanita datang bersama para dayang-dayangnya.


"Amira.... bergumam". Neil


Neil bangkit dari posisi duduknya, disaat netranya melihat Amira tengah berjalan kearah nya didampingi sang mom Putri. menatap sang calon mempelai wanitanya yang berbeda dengan yang semestinya dengan perasaan campur aduknya.


ya Neil memang sangat mencintai sosok Amira, namun disisi lain Neil juga sangat mencintai sosok Lilian ditambah rasa tidak enak hati kepada sang calon mertuanya membuat Neil memutuskan untuk mengalah .


begitupun dengan para tamu undangan yang lainnya mereka memfokuskan kepada sang calon mempelai wanitanya.


para tamu menatap kagum sekaligus tidak percaya kepada sang calon mempelai wanitanya pasalnya sosok yang ada di depan sana bukanlah sosok yang terlihat di kartu undangannya.


ya sosok itu bukanlah sosok yang terkenal dengan kesempurnaan parasnya, kelembutan ucapnya dan kesopanan prilakunya dan tatapan bening serta senyuman yang menghipnotis bagi siapa saja.


melainkan digantikan dengan sosok berparas cantik dengan segala talent nya, seorang yang sangat terkenal akan kedisiplinannya seseorang keturunan tunggal dari keluarga tersohor Alexander ya dialah sang princess Amira Alexander.


" princess Amira Alexander... bergumam".para tamu


"dad, (Nichole menggoyang lengan milik suaminya menatap tidak percaya bahwa sang mempelai wanita berganti rupa dan tahta)". Nichole


"apa maksudnya ini nak, tolong jelaskan...dan Dimana sekarang Lilian...?(Fuji berdiri mendekat kearah dimana anaknya tengah berada meminta penjelasan)". Fuji


sementara itu.


"hi...hi....apa ini sebuah kebetulan pak, (meskipun Lilian dalam kekalutan rasanya ia bisa menepiskan sedikit rasa itu disaat dirinya berada didekat dosen culunnya ini, ya rasanya Lilian merasakan kenyamanan tersendiri berada didekatnya) Lilian tidak habis fikir kita akan dipertemukan lagi ditempat ini? (Lilian mengusap kasar air mata yang senantiasa meleleh dipipinya)". Lilian

__ADS_1


"Lilian...(dosen Harun memberikan tisu untuk Lilian, dengan tidak malunya Lilian gadis polos membuang ingusnya didepan dosen Harun dengan tisu yang baru ia dapat/ya bagaimana keadaan ketika menangis.


ada tatapan samar tidak tega disaat Harun menyaksikannya Lilian dalam keadaan yang sama) bukan Lilian, ini bukan sebuah kebetulan mungkin kita sudah ditakdirkan untuk selalu bertemu!!! (dengan tatapan seperti biasanya yang menenangkan)".Harun


"Hem...(mendengar jawaban dari sang dosen Lilian hanya mengiyakan tidak mengambil arti yang jauh)". Lilian


Lilian dan harum diam saling memandang.


"kenapa bapak ada disini? (setelah Lilian menyadari dosen Harun menggunakan setelah jas yang tidaklah biasa, itu terlihat sangat formal)". Lilian


"Hem, aku akan menghadiri sebuah pesta pernikahan namun entah kenapa sang calon mempelai wanitanya saya temukan ada disini? apa kau tengah kabur?". Harun


"itu benar pak.(Lilian baru tersadar ia adalah calon pengantin yang gagal)


bapak...Hem, apa bapak selama ini adalah seorang mata-mata? (dengan tatapan menyelidik)". Lilian


"kau ini mana mungkin saya membiarkan calon mempelai wanitanya keluar sendirian...saya takut akan ada yang menculiknya. saya melihatmu diwaktu saya baru sampai dan mulai menghentikan laju mobil saya ,saya hanya terheran denganmu kenapa kau keluar disaat yang lain menghadiri acara mu Lilian?". Harun


"itu...(ucapanya terpotong dengan sebuah penayangan ditelevisi di restoran kecil itu penayangan itu menayangkan Secara live pernikahnya yang kini menjadi pernikahan kakaknya)". Lilian


"kak Amira Lilian selalu mendoakan akan kebahagiaanmu kak...membatin". Lilian


prosesi pernikahan berjalan sesuai alurnya , penampakan dilayar televisi yang menampilkan wajah-wajah yang bahagia membuat hatinya ikut bahagia sekaligus hancur.


Lilian semakin tidak tahan disaat kedua mempelai saling mengecup mesra. ya sang mempelai pria mengecup kening sang mempelai wanitanya dan sang mempelai wanita mengecup mesra punggung tangan milik suami sahnya.


"maaf pak dosen Lilian ketoilet dulu...(dengan segera bangkit Lilian terlihat sedikit berlari dan berlalu)". Lilian


"bukannya tuan Neil itu adalah calon dari Lilian Putri Alamsyah yah? kenapa pengantin wanitanya jadi berubah seperti ini... bergumam".para pengunjung


orang-orang yang ada disana terlihat heran dengan sepasang laki-laki culun dan wanita muda itu sepertinya mereka pernah melihat wanita itu. dimana fikirnya.


ya disini Lilian menggunakan sebuah jeans Hoodie nya, beserta masker jadi wajah Lilian tidak terlalu terekspos.


"aku sungguh bangga akan dirimu Lilian dibalik kepolosanmu, ada hati yang tulus dan ketegaran. (dosen Harun menampilkan senyuman)".dosen Harun


Harun menatap kepergian Lilian. dan sedetik kemudian ia tersenyum sesuatu, ya dirinya akan memulai aksinya dengan prosesnya tersendiri.

__ADS_1


Harun mendekat kearah salah satu pramusaji dan memberikan sesuatu kepada pramusaji tersebut dan memberikan amplop berisi uang tunai.


_skip_


acara resepsi pernikahan sudah usai waktu didinding menunjukkan pukul jam 1 dini hari.


"maaf...(Neil yang berniat akan mengganti setelan jasnya mengurungkan niatnya disaat ia mendapati Amira ada diruang ganti)". Neil


beberapa waktu kemudian.


"kak Neil aku sudah selesai, (Amira keluar dengan setelan gaun malamnya membuat Neil dengan susah payah menelan salavinanya)". Amira


ya ini adalah malam pertama bagi mereka, namun rasanya ada yang mengganjal dihati mereka menjadikan suasana terasa tegang dan kaku.


"baiklah, kau tidurlah. hari ini terlalu melelahkan aku tidak mau kau sakit lagi...(Neil memberikan senyuman hangatnya)". Neil


"Hem... baiklah". Amira


Amira melangkah kearah ranjang tidurnya, ranjang yang akan ia bagi dengan seseorang yang kini menjadi suaminya.


rasanya begitu bahagia ternyata penantian dan perjuangannya tidaklah sia-sia, namun sejurus kemudian Amira teringat akan saudaranya yang belum kembali menampakkan batang hidungnya.


"hiks...Lilian cepatlah Pulang kami sangat merindukanmu (Amira menangis dalam diam)". Amira


ya keluarga besar dari kedua belah pihak akan membahas masalah ini esok hari.


kejadian ini begitu terasa cepat dan penat hingga mereka butuh waktu untuk menenangkan pikiran masing-masing.


"Amira...Hem, (Neil tersenyum istrinya sangat cepat untuk tertidur) cup...(Neil mengecup sayang dipipi) aku akan segera kembali, semoga aku bisa menemukan Lilian...!". Neil


dan sejurus kemudian langkah kakinya berjalan menjauh dari arah kamar dan terdengar suara pintu terbuka.yah Neil meninggalkan Amira untuk membantu mencari Lilian, disini ialah orang yang paling merasa bersalah karena telah memporak porandakan hati dari gadis polos berparas bak bidadari itu.


selepas kepergian Neil, Amira perlahan membuka matanya.


ternyata Amira hanya berpura-pura tertidur.


"temukanlah Lilian kak, aku akan marah kepada diriku sendiri bila sampai terjadi apa-apa dengan Lilian... membatin". Amira

__ADS_1


__ADS_2