Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Tidak


__ADS_3

"sekarang tidurlah (dengan tatapan sayang)". Harun


Lilian diam dan menatap kearah tempat tidur disaat dosennya pun ikut tidur di ranjang yang sama.


"Lilian ingin pulang (menatap datar sekaligus bencinya)!!!". Lilian


"kita akan pulang sayang tapi tidak untuk waktu Sekarang! kita butuh tidur untuk beberapa jam, aku akan membangunkan mu (entah sihir atau semacamnya Lilian menurut selain takut namun ada rasa yang lain disaat Lilian melihat tatapan dari dosennya itu)". Harun


Lilian tidur dalam perasaan takut dan hancurnya, ia terpaksa terbaring bersama seseorang yang dulu sempat ia percayai dan diacungkan jempol akan kebaikanya namun kini seseorang tersebut sangatlah Lilian benci ya karena seseorang tersebut telah merampas sesuatu yang paling berharga dihidupnya.


dosen Harun memberikan Lilian kemeja putih polosnya karena malam semakin larut dan hanya tinggal beberapa jam lagi pagi akan datang menyambut.


rasanya baru beberapa menit Lilian memejamkan matanya ada sentuhan hangat dikeningnya.


"hah...jangan dosen, (disaat Lilian membuka matanya disaat itu pula sang dosen membangunkannya dengan cara mengecup keningnya.


dengan spontan Lilian mendorong wajah berkaca mata itu sedikit menjauh) maaf...(disaat kaca mata yang dosen Harun kenakan tidak pada posisinya)". Lilian


hening....


"tidak apa-apa, aku menyukainya. bangunlah sekarang waktunya kita untuk pulang!". Harun


"ini masih terlalu pagi pak, (waktu masih menunjukkan waktu pukul 3:30 pagi)dan Lilian ...(ia menatap dengan pakaian yang ia kenakan)". Lilian


"kita akan ketempatku yang lain". Harun


nampak harun membuka lemarinya dan mengambil salah satu jaket hangatnya.


"pakailah udara diluar masih sangat dingin (dengan mengulurkan tangannya kepada Lilian bermaksud memberikan jaket hangatnya)". Harun


Lilian diam tanpa mau mengambilnya.


dengan keadaan seperti itu Harun mulai mendekati dimana Lilian yang masih terduduk di kasur dan memakaikannya (jaket hangatnya tersebut kepada Lilian).


"Lilian bisa sendiri...(tanpa mengindahkan perkataan Lilian Harun tetap memakainya dan menutupi kepala Lilian dengan Hoodie jaket tersebut)". Lilian


"sudah...!!! let's go....(Harun menarik tangan Lilian dan menuntunnya)". Harun


"Lilian bisa berjalan sendiri pak ( Lilian berusaha menyingkirkan tangan milik dosennya itu)". Lilian


"diamlah...aku tidak mau kau sampai tertinggal. (dan lagi-lagi ucapan Lilian tidak diindahkan)". Harun


Harun hanya membawa satu koper kecil barangnya dan yang lainnya ia tinggalkan dengan begitu saja di apartemen sederhana yang ia sewa.


Lilian dan Harun menaiki sebuah mobil pribadi sederhana berwarna hitam. ya mobil itu Harun beli dengan kondisi setengah main /tidak dalam keadaan baru.


dengan penampilan seperti biasanya laki-laki dewasa berpenampilan culun dengan celana khas tingginya dan berkacamata bacanya Harun menelusuri jalanan yang masih nampak sepi dengan ditemani seorang gadis muda dengan daya tarik tingginya.

__ADS_1


"kenapa dosen melakukan ini semua kenapa ia tengah berpura-pura kepada semua orang dengan penampilannya? dan kenapa dosen melakukan hal ini kepada Lilian?". Lilian


sejuta pertanyaan yang masih selalu saja berputar-putar di kepala Lilian.


di samping dirinya yang ada problem dengan mantan kekasih dan kakaknya dan disaat ia kabur malah ia dipertemukan dengan seorang yang merenggut keperawanannya sungguh malang nasibnya.


"pak arah rumah Lilian bukan kesini, tapi kesana (disaat Lilian melihat arah yang salah)". Lilian


"kita akan pulang sayang, kita akan pulang kerumah kita. (dengan mengawasi jalan yang dilaluinya dan sesekali menoleh dimana keindahan berada)".Harun


"apa maksudnya dosen?". Lilian


setengah jam kemudian.


Lilian nampak bingung disaat dosen Harun membelokkan laju mobilnya kearah sebuah kawasan kumuh dan terlihat mengerikan disepanjang gang terlihat beberapa orang sedang mabuk dan terlihat sangat menakutkan dengan pakaian serta gambar-gambar yang samar terlihat di kulit mereka.


"pak kita mau kemana? (disaat dosen Harun menuntunnya kearah salah satu tempat yang terlihat bukanlah tempat baik-baik)". Lilian


"tenanglah kau akan aman bersamaku... mereka tidak akan berani meskipun untuk menatapmu (Harun menyadari akan ketakutan Lilian yang tanpa sadar mencengkram erat jaket yang ia kenakan)". Harun


"aku akan menunggumu dimobil (dengan tatapan memohon)". Lilian


"kau akan masuk bersamaku (dengan intonasi yang ditinggikan Namum masih terkesan pelan dan penuh pengertian)". Harun


akhirnya Harun membawa masuk Lilian kesalah satu bar dikawasan itu.


"jaga matamu bro kalau kau masih ingin melihat mentari esok...!!". salah satu teman


"cih...membatin".teman yang lain


Lilian dibawa masuk melewati puluhan bahkan ratusan laki-laki dewasa dengan postur tubuhnya yang berbeda-beda dengan pakaian yang berbeda-beda pula namun anehnya tatapan mereka hanya menundukkan pandangan mereka disaat Harun membawanya masuk.


ada banyak sekali minuman memabukkan disana dari jenis yang ringan sampai yang sangat berbahaya yang murah hingga dengan bandrol mereknya.


ada banyak lorong dengan pintu-pintu yang tertutup rapat ternyata tempat ini sangat luas dan berbentuk memanjang semakin masuk semakin dibuat dah..Dig..dug.


dan langkah kaki mereka berhenti di sebuah salah satu lorong paling akhir.


"apa sasa ada didalam?". Harun


"bos....( menunduk) ,ada bos". John


cklekkk.....pintu dibuka dan menampilkan sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah kamar dengan segala fasilitas lengkapnya.


"Sasa....(Harun memanggil)". Harun


nampak dari dalam keluarlah perempuan cantik namun dengan wajah sebagian bergambarnya.

__ADS_1


"hei....siapa yang kita lihat ini...(disaat netranya melihat kehadiran Harun dan beralih kepada gadis muda yang ada disampingnya) siapa gadis kecil ini tampan? kenapa kau membawanya bersamamu ? bukannya kau lari dari kejaran perempuan ...akhp....(kata-katanya terpotong karena Harun mencekik leher milik perempuan cantik itu)". Sasa


"akhp....(Lilian sangat kaget dan tidak menyangka laki-laki yang bersamanya bertindak kasar kepada perempuan hingga Lilian membekap bibirnya karena syok)". Lilian


"jangan berbicara apapun yang bisa membuatku marah...aku kesini hanya ingin kau melayaninya, kau mengertikan apa maksudku (dengan melepas perlahan cekikannya)". Harun


"hahhhh hahhh....(nampak Sasa menghirup banyak-banyak oksigen) maafkan aku tampan, maafkan atas kelancanganku.... (dan segera beralih kepada Lilian) ayo manis ikut denganku (tanpa mau berkomentar lanjut Sasa mempersilahkan Lilian masuk)". Sasa


"masuklah ,dia tidak akan macam-macam denganmu 10 menit lagi aku kan menjemputmu....(dengan mengelus pucuk kepala Lilian dengan sayang, hingga Lilian hanya mampu terdiam disaat Harun berlalu dengan cepat. perlakuannya terlihat berbeda 99% kepada dirinya)". Harun


Lilian masuk beserta Sasa disana Sasa memberikan sebuah baju setelan hangatnya dan hanya sikap penurut yang Lilian tunjukkan tanpa Lilian bertanya lebih kepada Sasa.


Lilian jujur serba takut ,ini adalah pemandangan yang seumur hidupnya tidak ada bayangan sama sekali dengan keadaan sekarang yang ia alami.


baru 5 menit Harun berlalu kini ada Suara sebuah ketukan di pintu, mengetok kamar yang Lilian singgahi.


"nona muda, (teriak salah satu laki-laki yang ada diluar tadi dan beberapa saat terdengar suara keributan dari luar)". salah satu penghuni bar


cklekkk....pintu dibuka.


"ada apa ini John kenapa diluar ada ribut-ribut...(Sasa diambang pintu sementara Lilian hanya berdiri tidak jauh dari sebuah cermin)". Sasa


"tempat ini diserang aku akan menyelamatkan nona muda ini...(dengan tatapan kagumnya melirik kearah Lilian)". John


"jangan macam-macam kau ,dia akan tetap bersamaku akhh....(dengan tiba-tiba John memukul Sasa hingga Sasa jatuh pingsan dan dengan begitu saja John melewati Sasa yang jatuh dilantai itu)". Sasa


"ahhh...(Lilian kaget sekaligus takut disaat laki-laki yang sempat ditemuinya memegang pergelangan tangannya) ikut denganku disini tidak aman..(dengan tanpa persetujuan laki-laki asing itu setengah menggeret tangan Lilian dengan terburu-buru)". John


"tidak aku tidak mau....tolong... tolong Lilian (Lilian berusaha melepaskan pegangan laki-laki itu ditangannya dan terus berteriak meminta tolong)". Lilian


brukkkkgh....tanpa basa-basi laki-laki itu seperti kesurupan melihat sosok Lilian dengan na...-su yang bangkit melempar Lilian ke salah satu kamar yang berada di lorong itu.


"jangan.... jangan...Lilian tidak mau...(Lilian mengerti akan tatapan haus laki-laki dihadapannya itu)". Lilian


"bukkkkkgh....bukkkghhhhh....bosan hidup...(dari arah belakang Harun dengan gemas menghajar laki-laki asing itu hingga tanpa ampun) apa dia menyentuhmu dengan tangannya... kreppkkkkk....". Harun


"ahhhh...ampun...bos...ampuni aku (ketika tanpa basa-basi harun mematahkan tulang-tulang tangannya...)".John


"aku mengampunimu... enyahlah lebih cepat dari gerakkanku". Harun


"ahhh....(John berlari tanpa melihat kebelakang dengan keadaan tangannya yang patah dan....)".John


"jangan berharap lebih.... dorrrr.....(sebuah peluru Harun Lesatkan ditubuh laki-laki yang akan mem...-kosa Lilian itu) berhasil...(dengan santainya Harun memasukkan senjata kesayangannya kedalam saku celananya dan beralih kepada Lilian)


apa kau baik-baik saja sayang maafkan aku ,aku salah telah meninggalkanmu...(Harun mendekap tubuh yang terlihat bingung sekaligus tertekan itu)". Harun


"hiks ..(terisak kacau)....tidak...tidak...Lilian tidak mau...kau seorang pembunuh (dengan sekuat tenaga lilian mencoba melepaskan dekapan itu)". Lilian

__ADS_1


"tenanglah kau hanya syok dengan keadaan ini, aku hanya menolongmu dari laki-laki sa..-pah itu...(Harun mencoba menenangkan)". Harun


__ADS_2