Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Bencana 6


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian.


Terlihat dua sosok perempuan yang sudah lanjut usia berusaha terus menenangkan seorang ibu muda dengan tangisan dan keluh kesahnya.


"Bagaimana Neil apa orangmu sudah menemukan Leona? (nampak mom Nichole antusias dengan kedatangan anaknya yang menyudahi bertelepon)". Mom Nichole


"(Neil mengedarkan pandangannya , betapa sakitnya hatinya melihat keadaan Lilian seperti apa yang ia lihat sekarang pasti perasaanya sangat hancur dan begitu terpukul , setelah apa yang Daddy Amarnya alami dan sekarang Leona yang dibawa pergi . ya Neil masih belum menemukan apa yang ia cari) masih belum, orangku sudah mendapatkan lokasi mobil yang membawa Leona...tapi...(terjeda, kakinya melangkah kearah Lilian) Lilian , bersabarlah ,kita pasti akan segera menemukan Leona...!!!". Neil


"Hiks... aku mohon...aku mohon temukanlah Leona, .... aku sungguh tidak kuat... bila ...harus kehilangannya kak....(ungkapan yang dibarengi isakan)". Lilian


Sedangkan Amira yang sedari tadi dikamar merasa semakin pusing diarea kepalanya, dan sedetik kemudian hilang dari keseimbangannya.


"Ah.... (terduduk dipinggiran kasur ) kenapa kepadaku semakin terasa sakit (meremas dibagikan kepalanya) aku harus segera meminum obatnya....bergumam (kakinya berusaha menopang berat tubuhnya ya Amira mencari obat yang baru-baru ini senantiasa ia gunakan langkahnya mengarah kesebuah laci yang ada dimeja riasnya namun keadaan yang sangat lemah membuat dirinya cukup kualahan untuk menopang berat tubuhnya)...aku harus kuat, bukannya Amira adalah perempuan yang kuat... seperti apa kata Daddy Lanang (Daddy Lanang?).... bergumam (menyemangati dirinya sendiri pada nyatanya dirinya sangatlah rapuh) hiks.... Daddy... membatin (ia teringat akan sosok Daddynya yang sudah hampir setahun meninggalkan dirinya dalam keadaan marah kepadanya)". Amira


Sementara itu.


"Pasti Lilian, kita pasti akan segera menemukan Leona (berusaha menyakinkan dengan harapannya)". Neil


"Nak, bagaimana dengan keadaan Amira ? semenjak tadi mommy tidak melihatnya ". Mom Putri


"Amira ada dikamarnya mom, mungkin istriku perlu sendiri untuk menenangkan fikirannya. selain kejadian ini begitu membuatnya syok (tatapan Neil ia arahkan kepada mom Nichole) Istriku juga perlu istirahat dengan keadaannya yang masih sangat lemah) ". Neil


"Huffft....(melihat tatapan dari sang anak yang seperti berat padanya membuat mom Nichole menghembuskan nafas kasarnya, bagaimana bisa seorang Neil menatapnya sedingin itu, itu nampak sangat keterlaluan)". Mom Nichole


"Pastikanlah terlebih dahulu Neil, mommy takut Amira kenapa-napa, tolong lihatlah keadaan istrimu dulu Neil". mom Putri


"Baiklah mom, Neil akan menyusul Amira (Neil menatap kearah mom Putri lalu , Lilian dan juga kepada mom tercintanya mom Nichole)". Neil


Selepas kepergian Neil.


"Mom.... bagaimana ini semuanya bisa terjadi? (Fuji menatap sang istri, sang besan secara bergantian, dan pandangan selanjutnya ia alihkan kepada Lilian yang nampak begitu kacau, hingga bibirnya keluh untuk bertanya kepada Lilian sang mantan calon menantu idaman)". Fuji

__ADS_1


# Flash Back #


"Semoga Neil kali ini akan mendengarkan saranku....(nampak mobil yang ditumpangi Nichole memasuki gerbang rumah milik anaknya, sebenarnya ia malas untuk berkunjung kesana ya karena ia tidak terlalu bahkan sangat tidak dekat dengan sosok perempuan yang sekarang menjadi istri dari anaknya itu)". Nichole


Mobil mulai terparkir di halaman, dan beberapa saat mom Nichole keluar dengan membawa misinya.


Disaat langkah kakinya baru sampai didepan pintu pendengaranya mendapat sebuah kejutan dan dibuat semakin dengan rasa penasaran.


Setelah ia mengetuk pintu dan pintu terbuka lebar kedua sudut bibirnya tertarik kesamping menampilkan senyuman lebarnya.


"Leona...cucu Oma! ". Nichole


"Oma Nichole....(Leona menghambur memeluk Oma terbaiknya, ya meskipun Oma Putripun demikian namun Oma Nichole lebih sering memberikannya hadiah, contohnya seperti barang-barang yang diinginkan gadis kecil seumuran Leona)". Leona


Dan pemandangan itu cukup menggetarkan hati Amira yang berdiri tidak jauh dari keduanya, ya andai saja yang sekarang sosok gadis kecil yang sedang didekap sang mertua adalah anak yang berhasil ia lahirkan.


"Mom...(Amira maju dan mengecup punggung tangan mom Nichole) silahkan masuk mom....(dengan senyuman menyambut)". Amira


"Hem... terima kasih Amira.


"Belum mom mas Neil masih dikantornya". Amira


Amira mempersilahkan sang mertua masuk dengan wajah khas pucatnya.


"Amira apa sakitmu belum sembuh juga? (bermain dengan Leona sesekali melirik kearah Amira)". Nichole


"Em... sudah sedikit baikkan mom, mungkin aku sedikit butuh istirahat untuk beberapa waktu ini". Amira


_Skip_


"Apa Oma Putri dan Lilian baik-baik saja , oh tuhan kenapa ini bisa terjadi (bersimpati)". Ma Mona

__ADS_1


"(Menggeleng) Entahlah mom, kita tunggu saja kabar terbarunya dan mas Neil juga sudah ada disana mudah-mudahan semuanya bisa ditangani (sesekali melirik Leona yang belum juga menunjukkan raut kantuknya)". Amira


Ya Amira telah menceritakan dengan apa yang sudah menimpa Daddy Amarnya kepada mom Nichole


hingga mom Nichole melupakan misi utamanya datang di kediaman anaknya.


"Baiklah kita doakan saja semoga Neil bisa membantu Daddy Amar... bergumam dalam doanya". Nichole


Selang beberapa waktu dalam kegelisahan menunggu kabar yang tiada kunjung datang dari pihak manapun.


"Oma , Tante ...Leona kangen mommy (ya meskipun Leona adalah anak yang berani namun semasa hidup Leona adalah sosok yang selalu menempel pada sosok mommynya)". Leona


"Bagaimana ini, aku tau Leona adalah gadis yang masih kecil yang baru berumur 1 setengah tahun... bergumam". Amira


Berbagai macam cara dan mainan sudah Amira lakukan namun Leona tetap saja merengek-rengek ingin seorang Lilian entahlah kenapa Leona yang tadinya menurut-menurut saja tiba-tiba rewel mengingkan mommynya seperti ada suatu pirasat padahal Amira tau Lilian dan mom Putrinya sengaja menitipkan Leona kepadanya karena tidak mau jikalau sampai Leona tau Opa Amarnya berada ditempat yang terlihat tidak pantas itu.


melihat itu mom Nichole berinisiatif untuk mengajak Leona keluar namun Amira melarang maksud baik dari sang mertua ya karena Amira tidak mungkin melepaskan tanggung jawab yang diberikan untuknya kepada orang lain.


Terlihat mobil yang ditumpangi mom Nichole keluar dari kediaman Neil Nathaniel.


"Hem... betulkan anak itu terlalu keras dengan pendiriannya (nampak mom Nichole keluar dari kediaman anaknya membawa raut kecewa)". Mom Nichole


Baru beberapa meter Mobil Nichole keluar gerbang terlihat sebuah mobil misterius menghentikan lajunya tepat didepan gerbang rumah anaknya dan seketika mom Nichole menyuruh sang sopir mengehentikan laju kemudinya dan menepi.


"Siapa tamu itu kenapa Amira mengundang tamu seorang laki-laki disaat Neil tidak ada dirumah... membantin.


Deggg....apa ia tengah berselingkuh". Mom Nichole


Selang beberapa menit terdengar sebuah jeritan di barengi seorang gadis kecil yang nampak digendong seseorang laki-laki yang tadi mom Nichole lihat.


Mom Nichole dan sopirnya segera turun dan bergegas memeriksa keadaan dikediaman anaknya dan ia sudah mendapati Amira dan sang bibi babak belur diarea wajahnya.

__ADS_1


"Tidak...jadi yang mommy lihat tadi betul adalah Leona? (menjerit histeris)". Mom Nichole


# Flash Back Off #


__ADS_2