Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Moment


__ADS_3

sebulan setelah pertemuan kembali Lilian dengan pangeran berkuda putihnya (Neil) kini ia sudah sah menjadi sepasang kekasih mereka resmi bertunangan.


"haha....(terdengar gelagak tawa dari seseorang laki-laki yang menatap sinis namun terlihat bercanda) kau ini payah, dulu saja kau pura-pura tidak mau dengan princess Lilian nah sekarang.... sudah resmi bertunangan saja!!! ". Guntur


"Hem....maaf sob, aku kira gadis yang Daddy jodohkan bukanlah dirinya! (dengan senyum menerawang)".Neil


Neil membayangkan kesempurnaan dari sosok Lilian. betapa ayu nya sosok Lilian, dengan tubuhnya yang ideal , kulitnya yang bersih putih mulus ,dan rambut panjang kehitaman yang selalu nampak menyegarkan mata dan mata itu mata yang sangat membius bagi siapa saja yang menatapnya bening, jernih dipadukan dengan kelembutan dan senyuman yang selalu menghiasi wajah ayunya.


sungguh tiada satupun kata cacat, kesempurnaan lah yang ia miliki.


"maksudmu? kenapa kau seakan sudah pernah bertemu dengan princess Lilian? hah......(nampak Guntur menghela nafas panjangnya) apakah sebelumnya kau memang sudah pernah bertemu dengan dirinya ( Guntur nampak antusias)". Guntur


"apa kau masih ingat dengan cerita gadis kecil berparas bak bidadari?". Neil


"em....(mengangguk dan menyimak)". Guntur


"di beberapa tahun silam saat aku beberapa waktu baru datang ketanah air, saat kau menyuruhku untuk menjemputmu disebuah daerah yang aku sendiri tidak tau dengan keadaan daerah yang kau kirimkan alamatnya padaku. dan disaat aku berhasil menemuimu wajahku penuh luka?


itulah sebabnya wajahku penuh luka ,aku pada waktu itu berkelahi dengan seseorang bertubuh besar dan menyelamatkan seorang gadis yang sekarang menjadi tunanganku, dialah gadis kecil berparas bak bidadari itu (dengan masih menerawang)". Neil


"pantas saja kau tidak percaya kepadaku tentang nona Lilian adalah gadis yang paling bercahaya dinegri ini, dan kau menganggap gadis kecil mu itulah yang paling bercahaya dan ternyata Nona Lilian dan gadis yang kau maksud adalah satu orang yang sama...hem...(mengangguk-angguk paham) kau sungguh seorang laki-laki yang beruntung sob (nampak Guntur meninju pelan pundak Neil, ia tidak menyangka kisah cinta yang unik yang sahabatnya sedang alami itu)". Guntur


"Hem....(nampak Neil memejamkan matanya)". Neil


"kenapa lagi, apa kau tidak cukup dengan satu orang perempuan yang tanpa cela itu?


"bukan itu sob, aku hanya bingung saja kenapa aku masih memikirkan sahabat kecilku (nampak risau)". Neil


"lupakan yang lalu, majulah untuk masa depan. belum tentu ia juga memikirkanmu tuan, berjuanglah untuk yang sudah nampak dan bertahanlah dengan apa yang sudah kau dapatkan!!! itu saran ku tuan...(Guntur menggurui dan memberi nasehat)". Guntur

__ADS_1


"Hem.....(namun lagi-lagi Neil hanya bisa diam di benaknya memang kini ada sosok Lilian yang sangatlah ia sayangi dan Lilian adalah gadis idaman baginya, segala yang ada pada sosok Lilian semuanya terlihat sempurna bagi siapa saja yang menilainya begitupun baginya. namun entah ada sebagian hati yang menuntunnya untuk selalu memikirkan orang lain, orang yang sudah belasan tahun ia tidak dapat lihat dan sentuh secara nyata)". Neil


_skip_


"Lilian.....(nampak Pela berlari kearah Lilian yang sedang membereskan buku-bukunya)". Pela


"ada apa Pela? kenapa kau terlihat cemas seperti itu...? (sedikit khawatir dan terlihat penasaran)". Lilian


"gawat...kakak tampanmu... kakak tampanmu sedang dikerumuni para gadis-gadis ". Pela


"apa ?". Lilian


Lilian dan dua temannya bergegas untuk keluar ruangan kelasnya benar saja ada Neil yang nampak kualahan meladeni para gadis yang menginginkan tanda tangan atau sekadar foto bareng.


siapa yang tidak mengenal Neil anak dari pengusaha ternama di negeri ini , dan Neil juga merupakan pengusaha sukses muda dan akan kebaikan yang selalu terekspos oleh media sosial menjadikan seorang keturunan Nataniel menjadi sebagi figur dermawan yang selalu berbagi akan kebaikanya.


"minggir.....(Hanum dan Pela mencoba menyingkirkan para gadis-gadis yang saling berebut dan berteriak-teriak histeris)". Hanum dan Pela


"terima kasih permen jahe..(Neil melirik kerah Pela dan Hanum yang nampak kualahan, ada sedikit senyuman kecil untuk mereka)". Neil


"selamat berjuang Lilian...kak Neil...ingat.. perjuangan kita..(Pela dan Hanum melambai kearah Lilian yang sudah menjauh dengan bergandengan tangan bersama Neil)". Hanum dan Lilian


haha....hufffft....hahuffft....(suara helaan yang naik-turun).


nampak Lilian dan Neil masuk dengan memburu kedalam mobil sport milik Neil.


"kakak... kenapa seperti ini, kenapa kakak nekad. kakak bisa kan lebih bersabar sedikit untuk menunggu Lilian dimobil!!! (menatap sedikit manyun)". Lilian


"Hem....aku sengaja sayang, aku sengaja mengerjai si permen jahe (Pela dan Hanum) kau lihat tadi bagaimana ekspresi mereka menghalau para gadis-gadis....(ada kekehan diucapkannya)". Neil

__ADS_1


"umm....(Lilian menggelang-geleng kan kepalanya) dasar tukang jahil, lihatlah Lilian juga jadi keringatan, jangan salahkan Lilian kalau Lilian jadi bau badan...". Lilian


"apa benar kau bau badan...(Neil mendekat kerah Lilian yang berada di kursi penumpang disebelahnya) dan mendekat dan semakin mendekat hingga hanya sejengkal saja jarak diantara keduanya)". Neil


"a..apa yang kakak mau lakukan? jangan kak ini terlihat tidak bagus (dengan memejamkan matanya dengan kedua tangan yang disilangkan kedepan dadanya)". Lilian


"kenapa kau terlihat ketakutan seperti itu, bukanya kita sudah resmi bertunangan. bukalah matamu...". Neil


"a... apa...bukan seperti itu kak. kita belum sah menjadi sepasang suami-istri jangan sentuh Lilian...(dengan perlahan membuka matanya namun masih dalam mode waspada)". Lilian


"Hem...aku tidak akan macam-macam padamu sayang, kau adalah calon istriku mana mungkin aku akan merusak mu. pangeran berkuda putihmu ini hanya memastikan apa kekasihnya bau badan seperti apa yang dia katakan! cup....(Neil mencuri sebuah kecupan yang ia labuhkan dihidung mancung milik Lilian disaat Lilian memperhatikannya)". Neil


"kakak....(Lilian terkejut dan perlahan nampak rona di wajah Lilian )". Lilian


"manis dan harum... tidak seperti yang kau katakan (dengan tatapan sesuatu)". Neil


"mundurlah ..maaf aku tidak nyaman (Lilian salah tingkah dan mendorong pelan tubuh Neil hingga Neil terduduk kembali di kursi kemudinya)Ki..kita ayo segera antarkan aku pulang". Lilian


"haha...(Neil tertawa lucu) kau sangat menggemaskan Lilian...". Neil


"jangan se.. seperti ini kak... Lilian malu". Lilian


"hem... resiko punya calon istri belia...dalam hati.


aku akan mengantarmu pulang tapi setelah aku mengajakmu makan siang dulu...ok!". Neil


"aku...be...(ucapan Lilian terjeda)". Lilian


"Daddy Amar sudah mengizinkannya, aku sudah meminta izin kepadanya...jadi tunggu apa lagi ,apa kau sudah siap?". Neil

__ADS_1


"eem...(mengangguk)". Lilian


__ADS_2