Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Bencana 5


__ADS_3

"kenapa tiba-tiba hatiku terasa begitu sakit...dan berdebar tidak karuan...oh tuhan sebenarnya apa yang akan terjadi kepada keluargaku...aku mohon jauhkan dan hindarkanlah orang-orang yang aku sayangi dari apapun kemungkinan hal buruk yang akan terjadi, begitupun dengan segala hal yang membawa malapetaka dihidup kami... membantin". Lilian


"perkenalkan nyonya Putri namaku Hafiz , saya selaku pemilik perusahaan cabang yang tuan Amar pimpin (dengan bermaksud berjabat tangan dengan senyum ramah yang ia tampilkan)". Hafiz


"Putri, saya adalah istri dari Amar Alamsyah... terima kasih tuan saya sangat sangat berterima kasih untuk kedatangan tuan (mengulurkan tangannya mom Putri menyambut jabatan tangan dari Hafiz dengan raut binar yang tidak bisa mom Putri sembunyikan)".mom Putri


"Lilian, syukurlah kau sudah kembali...(terlihat Neil yang baru keluar dari ruangan khusus bersama dua seorang pihak yang berwajib yang nampak menghentikan obrolannya setelah melihat kedatangan Lilian)". Neil


"e...ia kak , Lilian sudah kembali (Lilian segera tersadar dari dunia lamunannya)". Lilian


"Hem... (yang masih mempertahankan senyuman ramahnya dan beralih kepada Lilian) Lilian dia siapa? (teruntuk Neil , Hafiz memastikan rasa penasarannya ia takut seseorang laki-laki muda dengan rupa rupawan yang baru keluar itu adalah kekasih Lilian)".Hafiz


"perkenalkan tuan Hafiz dia adalah kakak ipar saya , namanya kak Neil". Lilian


"Neil saya adalah kakak dari Lilian... (dengan senyuman ramahnya namun Neil cukup terkejut dengan aura seseorang yang terlihat akrab dengan Lilian, setau Neil Lilian baru beberapa jam yang lalu menemui orang yang ada disampingnya itu, seseorang yang disebut sebagai pemilik perusahaan yang Daddy Amarnya pimpin namun kenapa terlihat secepat itu mereka terlihat sangat akrab???)". Neil


"Hafiz....! (dengan senyuman ramahnya kepada semua yang ada di tempat kejadian).


syukurlah laki-laki rupawan ini hanya lah kakak iparnya...membatin". Hafiz


Hafiz menoleh dan tersenyum kepada Lilian dan Lilian membalas senyuman dari Hafiz dengan sopan meskipun hatinya semenjak baru tiba di sana terasa begitu berbeda ya ada getaran yang membuat hatinya tiba-tiba terasa tidak nyaman ada apakah gerangan?.


sedangkan mom Putri tidak terlalu fokus dengan keadaan ya karena hatinya terlalu kalut dengan kasus yang menimpa sang suami.


_skip_


"mom...(Lilian mendekap erat tubuh mungil kepemilikan sang mommy dengan isakkan setianya selain hatinya yang merasa semakin tidak karuan Lilian juga terlalu sedih dan tidak tega menyaksikan sang mommy yang terus menangis dan Neil hanya mampu menatap nanar dari balik kaca yang ada diatas kemudinya, ingin rasanya menenangkan orang-orang yang ia sayangi namun ia mampu hanya dengan sebuah ungkapan bukan sebuah sentuhan terutama untuk Lilian ya meski bagaimanapun Lilian pernah mengisi kekosongan hatinya)". Lilian


kasus yang mengharuskan Amar terseret dalam sebuah pertanggung jawaban masih dalam penyelidikann lebih lanjutnya.


dengan bantuan yang datang dari Neil dan Hafiz cukup membantu Amar namun hasil akhirnya tetap pada keputusan hasil sebuah persidangan.

__ADS_1


dengan raut layu dan rasa berat hati meninggalkan sang Daddy Amar Lilian pulang bersama mom Putri dan Neil untuk menuju kerumah Neil bertujuan untuk menjemput Leona yang dititipkan kepada Amira, sedangkan Hafiz melajukan mobil pribadinya kearah yang berbeda.


bip..bippp.... mobil yang dikendarai Neil mulai memasuki area pelataran rumahnya dan menepikan lajunya ...


"mas Neil...(berteriak keras nampak Amira sudah standby menunggu didepan pintu utama menyambut akan kedatangan suami serta adik dan mommynya dengan raut yang terlihat sangat kacau dan bercucuran air mata dan terdengar samar-samar suara sebuah tangisan diruang tengah)". Amira


mendapatkan suasana seperti itu mom Putri yang semenjak tadi menangis akhirnya menghentikan tangisannya hingga tersisa sesenggukan yang masih jelas terlihat.


"sayang...(melihat pemandangan yang tidak biasa Neil segera keluar dan menghampiri sang istri yang diikuti Lilian dan mom Putri) sayang kau kenapa, dan siapa yang tengah menangis didalam rumah kita?". Neil


ya setau Neil dirinya meninggalkan sang istri bersama salah satu pelayan dirumahnya.


dan mendapatkan kabar bahwa istrinya tengah menjaga seorang gadis kecil berwajah polos ya dialah Leona ( Neil mengetahui keadaan yang sedang terjadi karena Amira yang tidak sabar menunggu akan kepulangannya dan akhirnya memutuskan mengubunginya) tangisan itu samar-samar terdengar tanpa henti ya sebuah tangisan yang samar itu tidaklah asing baginya, siapa gerangan yang sedang menangis di dalam rumahnya? apakah sang pelayan, sepertinya bukan ataukah Leona dan jelas suara itu bukanlah kepemilikan Leona pula ,lalu siapa?


"mas...hiks....maafkan aku mas... Maafkan aku Lilian, Maafkan atas kecerobohanku...(nampak dari dekat Amira memiliki luka lebam disudut bibirnya, Amira menjelaskan dengan dibarengi tangisannya dan tidak dapat berkata-kata dengan kalimat panjangnya)". Amira


"tenanglah....jekaskan secara pelan-pelan...apa yang sebenarnya sudah terjadi kepadamu sayang (Neil menangkap kedua lengan milik Amira ia sadar dengan luka kecil disudut bibir milik istrinya dan mencoba menenangkan)". Neil


"a..apa Leona diculik .. tidak itu tidak mungkin kak itu tidak benar kau pasti tengah bercanda ia kan...(Lilian yang mengekor menghentikan lajunya terbelalak dengan pendengaran yang baru saja ia tangkap dan mencoba memastikan menatap kearah dimana Amira dan Neil berdiri)". Lilian


"sayang .. Amira sebenarnya apa yang terjadi nak, apa betul Leona diculik...(mom Putri tidak kalah dari Lilian yang tidak percaya bahwa Leona telah diculik. rasanya kesedihan ini tidaklah pantas terlalu mendadak dan beruntun)".mom Putri


"hiks....(terisak)". Amira


melihat raut kak Amiranya tidak main -main dan memilik luka disudut bibirnya membuat kaki Lilian seakan kehilangan kekuatan hingga terhuyung kebelakang dan menabrak tubuh mungil mom Putri seketika tangisannyapun pecah ,mom Putri berusaha membantu Lilian untuk tetap berdiri).


tidak...itu pasti tidak mungkin kak, Leona anakku pasti ada didalam...Leona sayang ini mommy nak ... keluarlah mommy sudah datang (dengan langkah memburunya Lilian memanggil-manggil nama Leona dibarengi langkahnya yang mulai masuk kedalam pintu yang terbuka lebar)?!!". Lilian


"Lilian, ketiganya mengejar (mom Putri, Niel dan Amira)". ketiganya


Lilian masih belum percaya dan melangkahkan kakinya dan benar betul mengedarkan pengelihatannya Lilian tidak mendapati Leona dimana-mana melainkan Lilian melihat mom Nichole terduduk lemas diruang tengah dengan tangisan pilunya.

__ADS_1


"mom... Nichole... bergumam ". Lilian


dan gumaman itu terdengar seseorang yang terduduk lemas dengan isakkan dan raut syoknya.


"oh ...Lilian... sayangku... syukurlah kau sudah datang , tapi hiks.....(mom Nichole bangkit dan menghambur memeluk Lilian) cucuku.. Lilian cucuku dibawa orang... Leona diculik". mom Nichole


"hiks....tidak...(Lilian menggeleng) tidak....(jeritan histeris seorang ibu yang kehilangan anaknya yang sangat disayanginya)". Lilian


"Leona ...a.. apa benar seperti itu, (mom Putri yang mengikuti langkah Lilianpun terlihat dibuat mengangga untuk yang sekilan kalinya dengan memegangi dadanya) kapan itu semua terjadi mom...kapan? (mom Putri tidak kalah menjerit histeris rasanya ia tidak sanggup untuk menerima semua kejadian ini)".mom Putri


"ini semua gara-gara anakmu Amira mom.... ini semua ia penyebabnya sayang *teruntuk Lilian*, (mom Nichole menyambut kedatangan Amira dibarengi tatapan mengadilinya) andai Amira memperbolehkan diriku membawa Leona dari sini pasti kejadiannya tidak akan seperti ini... (mom Nichole menunjuk tepat kearah Amira yang dituntun oleh Neil yang baru tiba diruang keluarga /ruang tengah dengan raut pucat dan lelahnya ya karena disini Amira dalam keadaan sakit)".mom Nichole


"mom... Neil mohon tenanglah dan jangan selalu pojokan istriku seperti ini mom, apa mommy tidak lihat istriku juga tengah terluka, istriku sedang sakit mom (pembelaan)". Neil


"kau , terus saja bela istrimu... apa kau tidak pernah mengerti dengan perasaan Lilian? bahkan sekarang Lilian kehilangan anaknya karena kecerobohan yang istrimu lakukan!!! kalian memang tidak pernah perduli dengan perasaannya ...kalian selalu jahat kepada Lilianku..(tidak mau kalah)".mom Nichole


"hiks... Amira memang selalu salah mom... selalu salah...tapi bukan seperti itu mom, bukan maksud Amira seperti itu... Maafkan Amira...(Amira melepas tangan Neil yang semula memeggangi lengannya sedetik kemudian Amira berlari meninggalkan ruangan keluarga itu karena tidak kuat dengan pembelahan, pengakuan kasih sayang yang selalu ditunjukkan mertuanya untuk Lilian ditambah kesedihannya disaat sang mertua melimpahkan segala sesuatunya *kesalahan* yang selalu ditunjukkan untuk dirinya)". Amira


"sayang...(tangan mom Putri terulur teruntuk Amira pada nyatanya ia tidak terima anaknya diperlakukan demikian, ia yakin kehadirannya tidak seperti yang mom Nichole tuduhkan)".mom Putri


"sayang....(Neil berteriak memanggil istrinya dengan tatapnya namun langkahnya terkunci dengan sebuah suara yang ia tangkap)". Neil


"ah... (Lilian ambruk namun masih dalam kesadaran) hiks... tidak...Leona ku sayang mommy sudah datang nak... jangan pergi.. jangan tinggalkan mommy..hiks...(Lilian menangis sejadi-jadinya...(pertahanannya runtuh karena kehilangan seseorang yang begitu ia sangat cinta dan sayangi).". Lilian


"sayang....(terkejut)".mom Putri dan Nichole


"Lilian...". Neil


Amira yang masih bisa mendengar sayup keributan diruangan tengahnya menoleh dan ia menangkap gerakkan dari sang suami yang lebih memihak kepada Lilian tanpa mau mengejarnya rasanya pemandangan itu lengkap menambah sesak yang merajai hatinya.


"hiks....!

__ADS_1


entahlah mas apakah aku bisa terus bertahan untuk tetap berada di sampingmu...(dalam isakkan dan langkah kakinya meninggalkan ruangan itu)". Amira


__ADS_2