Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Murka Daddy 1


__ADS_3

"bibirmu kecil dan tipis tapi kenapa bisa mengatakan hal yang sesadis itu kepadaku sayang?


sudah aku katakan aku melakukan semuanya ini untuk kebaikkan anak kita. (Amar sangat menikmati sentuhan pijatan tangan nan lihai milik istrinya)


yang ini...masih belum (Amar menunjukkan sisi yang tidak layak untuk dipijat)". Amar


"plakkk...(mom Putri menabok apa yang Amar tunjukkan) nas.....kau ini mentang-mentang ada dikamar". mom Putri


"aww.... kau ini, jangan sembarang menabokkan tanganmu, kalau sampai tidak berfungsi awas ya...(Amar menangkap perempuan pujaannya yang berhasil ia miliki seutuhnya dan mengecupnya)". Amar


"habis... kau keterlaluan mas.


kasian mereka mas, merekakan sepasang pengantin baru yang seharusnya menjalani hari-hari indah dengan rasa nyaman dan tenangnya tapi kau malah mengacaukan suasana menjadi selalu tegang dan kacau.


bukannya mendukung mereka...(tanpa melarang apa yang dilakukan suaminya)!".mom Putri


"ini berbeda mom, Lilian dan Harun bukanlah sepasang suami istri yang saling mencintai.


aku hanya kasihan kepada Lilian dan bagaimana nanti masa depan Lilian! apakah Harun bisa memegang ucapanya? (nampak menerawang)....". Amar


"cukup dad, masa depan seseorang kita hanya bisa merencanakan dan menatanya namun pada dasarnya Masa depan hanyalah sang pencipta yang tau dengan hal itu...apa kau masih ingat dengan perjalanan cinta kita?....(kini mom Putri yang menerawang)".mom Putri


"Hem...(amar semakin mendekap tubuh langsing mungil itu dengan rasa cinta dan sayangnya menghirup aroma menenangkan milik sang istri)". Amar


🌾 Di kediaman Alexander 🌾


"jangan biarkan Amar masuk keperusahaan manapun, dan untuk dosen itu segera selidiki tentang semua yang bersangkutan dengannya sekecil apapun itu mengerti? (duduk dengan kaki yang saling menyilang dan punggung yang ia sandarkan dikursi kebesarannya diruangannya itu)". Lanang


"baik tuan, saya mengerti". Ferdinand


tok... tok...tok...suara sebuah pintu yang diketuk.


"tuan ,tuan Jimmy menghadap". Lucas


"suruh dia masuk!!". Lanang


"Jimmy, kepentingan apa yang sampai membawanya datang kesini... membatin.". Lanang

__ADS_1


Lanang mempersilahkan Ferdinand pergi disaat Jimmy masuk diruang kerajaannya.


Jimmy dan Ferdinand saling bertabrak tatap dengan raut wajah yang sama-sama menampilkan raut rumit.


"Hem sebenarnya kalian sedang melakukan diskusi batin apa... membatin". Lucas


Lucas yang tidak terlalu kenal dengan keduanya merasa penasaran dan sedikit Curiga meskipun mereka sama-sama mengabdi dengan keluarga Alexander.


"silahkan duduk Jimmy... berita apa yang kau bawa hingga kau repot-repot datang kesini? (memperbaiki posisi duduknya)". Lanang


"perusahaan...(tidak usaha disebut) telah membatalkan kerjasama dengan perusahaan kita secara sepihak". Jimmy


"hanya itu, perusahaan (tidak usah disebut) adalah perusahaan kecil dengan mundurnya kerjasama kita dengan perusahaan tersebut tidak merubah dan memberi efek apapun untuk perusahaan kita meskipun perusahaan (tidak usah disebut) adalah perusahaan yang sangat bagus dan disiplin cara kinerjanya dan dengan tujuan yang sama (meremehkan)". Lanang


"tapi tuan bukan hanya itu tuan...!.


perusahaan milik keluarga Nataniel lah yang merubah pola pandangan mereka ,dan ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lainnya dan itu bisa menjadi bumerang bagi kesejahteraan perusahaan kita". Jimmy


ya Semenjak kejadian gagalnya dirinya untuk menikahi Lilian karena sebuah ancaman dari Amira dengan begitu saja Alexander pemilik sejati dari perusahaan terbesar dinegrinya memutuskan hubungan apapun yang berkaitan dengan keluarga Amar dan anak semata wayangnya Amira Alexander.


"Amira... bergumam.


Jimmy aku ingin memiliki waktu dengan Amira , usahakan pertemuan diantara kita.


dan kau Lucas atur jadwalnya". Lanang


"baik tuan "Lucas dan Jimmy serempak


"rupanya kau benar-benar ingin bertarung dengan Daddy ya... membatin". Lanang


_skip_


* di kantor *


jam sudah menunjukkan angka 11 malam.


"huffftt....,

__ADS_1


kau terlihat sangat serius man, sepertinya tuan Alex memberikan tugas yang berat untukmu". Jimmy


(disaat Jimmy menangkap raut lelah milik Ferdinand kini hanya mereka berdua saja yang masih aktif di kantor Mega power itu, selain petugas keamanan)


"lihatlah apa-apaan ini, apa tuan bisa membantuku menemukan seseorang yang sedang aku cari? (sesekali melirik kearah Jimmy dengan raut lelahnya ya karena disini seniornya adalah Jimmy)". Ferdinand


"kau tidak akan pernah menemukan jati dirinya dimanapun Ferdinand (Jimmy ikut duduk dihadapan kursi kebesaran milik Ferdinand)". Jimmy


"apa maksudmu tuan?" Ferdinand


"dia bukan orang sembarangan, aku rasa dia bukanlah warga sipil dengan kebodohannya yang berani beraninya melawan tuan Alex". Jimmy


"maksudmu tuan, ehkm maaf tapi dia terlihat...(ucapannya terhenti disaat ia mulai teringat akan suatu masa)? "


Ferdinand


"bukannya kau melihatnya disaat penyelamatan Lilian?". Jimmy


"ya (disaat ingatannya mulai terkumpul) dan itu diluar dugaanku ,Hem...(nampak Ferdinand berfikir dan mulai bercerita) disaat itu dia memiliki luka tembak tepat di area dadanya karena pada saat itu posisinya tidak terlalu jauh dariku dan teamku, itu masih sangat jelas diingat disaat ia tertembak darahnya hingga sampai mengenai wajah Lilian entah apakah dia berusaha melindungi Lilian...., dan disaat diriku menggapai Lilian disaat salah satu dari mereka berusaha mendekati Lilian dan ketika Lilian berhasil diselamatkan dan ketika aku akan menembak kedua-nya (Harun dan orang yang menyerang Lilian) Lilian melarang disaat diriku mengarahkan senjataku kearah laki-laki yang sekarang menjadi suaminya..(nampak Ferdinand sesekali mengusap wajahnya kasar)". Ferdinand


"sepertinya dia memang laki-laki yang tangguh hanya dalam waktu singkat luka yang ia miliki bisa ia kendalikan, Lilian menyukai laki-laki yang sekarang menjadi suaminya... bergumam". Jimmy


"apa yang kau bilang tuan (Ferdinand mengernyitkan wajahnya disaat ia mendengar samar-samar gumaman dari lawan bicaranya)". Ferdinand


"entahlah itu hanya tebakkanku saja..., permisi (Jimmy mengambil alih komputer milik Ferdinand dan membuka salah satu password miliknya (disana Jimmy menunjukkan beberapa gerakkan yang dilakukan oleh Harun, terlihat Lilian beberapa kali berjalan dengan dosen itu, dan terlihat disana ada sepasang kekasih yang sedang melakukan adegan namun Jimmy segera menggesernya)". Jimmy


"tunggu tuan apakah itu adalah princess Amira bersama ....(Ferdinand berfikir sejenak) oh..my God, what really....??? bukannya itu adalah Neil calon suami Lilian...(Ferdinand syok disaat netranya terfokus pada adegan panas disebuah bangunan gedung itu)". Ferdinand


"stttt.... jangan menggosip, ini adalah rahasia.


huffftt....aku sedikit ceroboh maafkan aku Lilian, Amira dan Neil....membatin.". Jimmy


ya Jimmy sudah tau dengan apa yang sudah terjadi dengan cinta segitiga diantara ketiganya itu sejauh pengawasan mata elangnya. namun Jimmy enggan, dan bungkam karena itu adalah hal yang sangat pribadi dan sensitif.


"pantas saja.... membatin". Ferdinand


(ia menerawang disaat masa beberapa silam ketika dirinya disuruh membawa Lilian untuk bertemu dengan Nona mudanya disebuah ruang pertemuan dan ketika itu Neil dengan tiba-tiba menyusul keduanya lebih tepatnya Lilian, dan dirinya hanya bisa menutup telinga dan mata disaat pertengkaran yang ada ketika itu juga dan disaat itu Amira pingsan dan Neil Malah menyuruhnya untuk mengejar calon istri dari seorang pengusaha muda keturunan dari pebisnis mendunia Nataniel. dan disaat itulah rupanya Lilian tengah bersama seseorang seperti yang tuan Jimmy perlihatkan digambarannya).

__ADS_1


"apakah dosen Harun adalah seorang abdi negara hingga jati dirinya terlindungi Secara rapih... membatin". Jimmy dan Ferdinand


__ADS_2