
Terlihat calon pengantin perempuan dengan tampilan yang sangat memukau disini, disaat ini ,di hari ini di tanggal bulan, dan tahun yang tidak Lilian sangka akan menjadi hari bersejarah dihidupnya.
melepas masa lajangnya dengan bukan orang yang ia cintai dan lebih sedihnya lagi laki-laki yang ada disampingnya adalah Daddy dari kakaknya tirinya sendiri dengan umur yang terlampau sangat jauh.
pernikahan ini tentu dilakukan dengan acara yang sederhana hanya orang terdekat dan para kerabat saja dan beberapa orang kepercayaan yang dapat menghadiri acara sakral ini.
atau bisa disebut hanya orang-orang pilihan saja .
"kak Neil...(nampak Amira meremas jemari milik yang kini menjadi suami sahnya)". Amira
hening ,tiada wajah ceria sedikitpun didalamnya.
hanya Suara tangisan yang tertahan diproseri pernikahannya.
begitupun dengan Amira dan Neil yang diundang dengan cara yang mendadak, tentu mereka bisa mengartikan pernikahan yang dilakukan Lilian dan daddy Lanang nya ini ada unsur-unsur yang semestinya tidak ada. pasti ada sesuatu yang terjadi hingga pernikahan aneh ini terjadi.
kapan Lilian dan Daddynya bertemu? apakah ada cinta diantara mereka? kenapa Daddy bisa memutuskan untuk menikahi Lilian untuk sekian lama dirinya menduda selama belasan tahun meskipun Amira dapat memantau sang Daddy sering jajan dengan perempuan kalangan atas disewaktu di negeri asal grandma- nya . Amira fikir lebih baik daddynya menikahi bibi sukamanya, namun sayang cinta sang Daddy tetap untuk milik sang mommy putri hingga sang bibi Sukma ayupun Daddy hanya jadikan seorang pelayan di istananya.
namun kini kenyataanya jauh dari perkiraan Amira kini malah ia mendapati sang daddy melamar adik tirinya sendiri dan sekarang akan diresmikan menjadikan istri sahnya untuk menggantikan sang mommy yang ada di hatinya.
meskipun daddynya tidak memiliki hubungan darah dengan Lilian, kenapa harus Lilian si gadis baik dengan segala kesempurnaannya...??????
"sayang..
(Neil mencoba menenangkan Amira yang sejak tadi tidak bisa diam dengan gerakan/gelisah dengan raut ibanya. ya disini Neil bisa merasakan akan Amira yang pasti merasa bingung dengan keadaan ini dan Neil mengerti dengan posisi menjadi Lilian pastilah sangat berat. sungguh kuat dan tegar gadis itu)". Neil
"kenapa Lilian harus menanggung ujian besar seperti ini diusianya yang masih sangat muda ini...,apa salahnya bayiku...membatin".mom Putri
"maafkan Daddy nak, Daddy lagi-lagi tidak bisa menjadi Daddy yang baik untukmu.daddy terpaksa menerima lamaran dari tuan Alex mantan dari mommymu sendiri.
setelah ini Daddy akan keluar dari perusahan Mega power itu... sudah cukup Daddy habiskan masa yang Daddy buang dengan sia-sia ini...(sang Daddy menatap raut iba kepada sang anak emasnya kenapa lagi-lagi Lilian anaknya harus mendapatkan kisah kelam ini hingga Lilian terperangkap dalam hinanya sebuah permainan hidup)".Daddy Amar
__ADS_1
dengan sebuah perban di pergelangan tangan Lilian Dimana ia hampir kehilangan Lilian. anak yang begitu ia sangat sayangi dan cintai .
# flash back #
"tuan... Amar..tuan...duh... nyonya Putri tolong..tolong Nona Lilian... (bibi yang mengantarkan makan malam untuk Lilian nampak berlari dari arah kamar Lilian dengan wajah syok dan derai air matanya)". pelayan
"ahhh......tolong.... terdengar teriakkan yang lain...dari para pelayan". pelayan lain
"dad, apa kau dengar? (mom Putri yang terduduk melamun dengan banyaknya gambaran foto semasa kecil Lilian , di sana ia bisa melihat masa-masa bahagia dengan bayi kecilnya)".mom Putri
"Lilian, tebakkan amar langsung ke pada anaknya itu sedari tadi hatinya tidak merasakan ketenangan sedikitpun, rasa berdegub didada serasa tidak karuan...". Amar
ya Amar tidak membiarkan sang istri untuk mendekati Lilian, fikirnya Lilian harus belajar dari kesalahannya.
hingga Lilian tidak boleh keluar dari kamarnya meskipun sekedar untuk kegiatan kecilnya dan rutinnya seperti contohnya makan malam bersama.
Amar hanya menyuruh pelayannya untuk mengantarkan atau mengambil seperlunya untuk Lilian.
"mommy...(panggilan dokter keluarga Alamsyah, Amar memberi perintah kepada pelayannya)". Amar
"baik tuan...,(salah satu pergi turun untuk memanggil dokter dan beberapa yang lainnya nampak membopong tubuh langsing mungil milik sang majikanya pergi dibawa kekamarnya sedangkan Amar membawa Lilian untuk menuju kerumah sakit melihat keadaan Lilian yang tidak mungkin untuk ditangani dirumahnya)". pelayan
disaat itu juga disaat teriakkan dari arah luar pintu mom Putri dan dad Amar segera keluar dan begitu terkejut dengan berita yang didapatkannya.
disana mereka dapat melihat Lilian dengan tangan yang terluka dan darahnya hampir membanjiri lantai dikamar itu.
"Lilian bangun, kenapa kau lakukan ini sayang...bodoh... bodoh...Daddy memang bodoh.... maafkan Daddy nak, Daddy mohon bertahanlah...(Amar segera membopong tubuh Lilian dengan tangan yang bercucuran menampilkan darah segar yang terus mengalir dari pergelangan tangannya)". Amar
_skip_
"Aku tidak akan mengampunimu Amar jika Lilianku tidak sampai terselamatkan". Lanang
__ADS_1
"kau....(amar tidak berani melawan jika ia membuat Lanang marah maka aib Lilian akan ia bocorkan bukanya itu adalah hal yang sangat ditakutkan???) aku...aku tidak menyangka, Lilian akan senekad ini...(dengan pandangan kalutnya)". Amar
cklekkk...suara sebuah kamar operasi dibuka. dan terlihat sebuah ranjang berisi mahkluk bagai bidadari tengah terbaring lemah.
"Lilian... (kedua-nya)". Amar dan Lanang
"Alhamdulillah...puji syukur kepada Allah ta'ala yang sudah memberikan kemudahan.
pasien bisa diselamatkan dan betapa beruntungnya bayi yang nyonya kandung juga ikut terselamatkan sungguh kuat janin yang nyonya kandung ini. selamat pak anak dan cucu anda berhasil melewati masa kritisnya".dokter spesialis
dokter akan menjaga keaslian rahasia dari sang pasien ya karena sang dokter sejatinya harus menjaga kode etik yang sudah diterapkan dan harus dijalankan sebagai sebuah kewajiban.
"syukurlah....(amar bernafas lega) te..terima kasih banyak dokter (sungguh raut senang yang terlihat)". Amar
"hemmm....huffft...(begitupun dengan Lanang, dia akan segera menimang perempuan dengan mata terpejam itu, ya dia tidak akan menundanya lagi)". Lanang
Lilian dibawa keruangan inapnya.
dibantu oleh amar dan Lanang.
sedangkan dokter setelah selesai dengan tugasnya sudah melenggang pergi. dan melakukan aktivitas yang lainnya.
"tuan Amar... sebenarnya siapa ayah dari bayi yang dikandung nona Lilian sungguh beruntungnya ia mendapat nona Lilian, apa ayah kandungnya...!!!deggggg....(sang dokter tercengang akan pemikiran piciknya) apa..apa tuan Alex adalah ayah kandung dari sang bayi (ya fikir sang dokter yang ada disana hanyalah tuan Amar dan tuan Alex dengan kedudukan tingginya bukan tidak mungkin baginya untuk mendapatkan keinginannya...membatin".dokter spesialis
"bagaimana dad, (mom Putri yang sudah diarahkan dari orang kepercayaan amar segera memasuki ruangan yang Lilian tempati dan betapa dibuat kaget ternyata sudah ada mantan suaminya disana yang kini akan menjadi calon suami anaknya) Daddy Lanang ... bergumam".mom Putri
Ferdinand yang dijam itu juga harus mengirimkan paket dari sang tuan kepada Kediaman Keluarga Alamsyah sedikit terkaget dengan permintaan sang tuan yang tidak dikebiasaanya.
dan yang membuat ia kaget oleh pengelihatan yang ditangkapnya disaat baru tiba dipelataran Kediaman Alamsyah ia melihat tuan Amar yang tergesa-gesa keluar dari pintu depanya membawa sosok cantik dengan mata yang terpejam dikawal beberapa keamanan dirumahnya, membuat Ferdinand berinisiatif dengan gerakkan cepatnya untuk membantu keadaan yang terlihat diluar dugaannya itu dan akhirnya Lilian bisa dibawa cepat kerumah sakit dengan bantuan seorang sopir berpengalaman sepertinya dengan kemudi tingkat dewanya membelah sepinya jalanan malam.
ya pada waktu itu mom Putri pingsan hingga tidak ikut kerumah sakit. dan tidak mengetahui Lilian yang ditangani . sedangkan dirinya ditangani oleh para pelayannya dengan bantuan seorang dokter yang pelayannya panggilkan untuk sang nyonya nya /lewat panggilan telepon.
__ADS_1