Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Awal dari sebuah perjodohan


__ADS_3

brakkkk..... terdengar suara pintu yang dibanting hingga membentur Kedinding dengan suara yang keras.


ada beberapa orang yang mulai masuk dan mendekat kearah dua Sepasang yang bukan muhrimnya berduaan disebuah kamar.


"Lilian....(Pela dan Hanum tercekat diucapkannya dengan pemandangan yang ia sedang saksikan)". Hanum


ada Pian dengan posisi meraih dagu Lilian dengan dada polosnya,sedangkan Lilian nampak terduduk ditepi kasur dengan tangan yang terikat dengan raut yang kacau balau/ terlihat pucat dan Ketakutan namun masih lengkap dengan pakaian terakhir kalinya Pela dan Hanum meninggalkannya.


# flash back #


* dikamar hotel *


waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam kurang 20 menit.


📲 *" Hanum apakah Lilian pulang ke kamarmu?*".Pela


ya karena posisinya Pela lah yang sekamar dengan Lilian. namun Pela belum juga melihat Lilian kembali.


📲 *" bukanya Lilian tidur sekamar dengan mu la, mana ada Lilian kesini,dan apa benar lilin belum kembali"* Hanum


📲 *" emm...ia Lilian belum juga kembali, aku jadi khawatir dengan nya (terdengar kecemasan di seberang sana) bagaimana kalau kita susul saja ,walau bagaimanapun kak Pian adalah seorang laki-laki normal begitupun Lilian (ada pemikiran yang lain), aku takut mereka kalau sampai....(omongannya dicegat)". Pela


📲*" husss....kau jangan berfikiran yang aneh-aneh, kau tau sendirikan Lilian adalah gadis teralim yang pernah kita jumpai? jangan ngomong sembarangan....baiklah ayo kita susul saja,aku akan segera keluar kamar kau tunggu saja didepan*". Hanum


Mereka sudah mencari kemana-mana namun Lilian tidak di jumpa juga.


mereka sudah menghubungi beberapa kali nomer selluler milik Lilian namun pemiliknya tidak mengangkat.


"kau punya nomer selluler milik kak Pian?". Hanum


"hihi...maaf aku menghilangkan nomernya? (dengan garuk-garuk tengkuknya meski merasa bersalah)".Pela


"jadi bagaimana ini, kita minta bantuan bodyguard Lilian saja?". Hanum


"kau lupa ya bukannya kita sudah membohongi mereka (2 bodyguard)". Pela


mereka menerawang kebeberapa jam sebelumnya mereka disituasi seperti ini.

__ADS_1


"benar om, tolong temani aku ke klinik terdekat perutku sangat terasa sakit,om tau kan kalau aku teman baik nona kalian dan jikalau nona Kalian tau pasti nona Kalian akan sedih melihat temanya tidak dibantu". Hanum


"baiklah ...(salah satu bodyguard milirik kearah temanya.) kau antar dia ke klinik aku tidak mau kalau nona keluar tanpa sepengetahuan dari kita,aku tinggal disini".salah satu bodyguard


"tidak om, aku butuh kalian berdua sebentar saja...akh....aduh aku sudah tidak sanggup menahannya ini sangat sakit...(dengan berpura-pura seperti mau pingsan)". Hanum


"ayo tidak apa-apa, aku repot jika membawanya sendiri". bodyguard yang lain


sedangkan dilain sisi Pela dan Lilian tengah mengendap-endap keluar kamar. dan dengan cara nakal ala anak muda labil itu pada akhirnya 2 bodyguard itu telah dikalahkan mereka kembali berjaga setelah Hanum menyuruh mereka untuk pergi dan mengatakan dia sudah baik-baik saja.


"hahaha.....(Suara gelak tawa mereka bila mengingat kejadian itu membuat perut terasa dikocok) tapi... sekarang bagaimana dengan Lilian?". Hanum


"kita minta bantuan kak Dodi saja bukanya dia adalah teman dekat kak Pian?".Pela


belum sempat mereka pergi dari tempat mereka berpijak terlihat Dodi tengah berjalan kearah mereka bersama seorang teman perempuannya.


"kak....(Hanum melambai)". Hanum


"ada apa? (setelah Dodi dihadapan keduanya/Pela dan Hanum)".Dodi


"aku tidak tau Pian kemana, tapi dia memintaku tidur bertiga dengan Bagas". Dodi


degggg.......


"Lilian.......(berteriak secara bersamaan)".Pela dan Hanum


_skip_


"apa, ayo kita segera kekamar yang diberitahukan Nona Pela dan nona Hanum...(2 bodyguard dengan wajah cemas dan takutnya)".2 bodyguard


"kenapa Kalian hanya berdiam diri di luar pintu cepat minta kunci cadangannya!!!". bodyguard


dan ternyata salah satu bodyguard tidak sabaran dan dengan gerakkan cepatnya ia mendobrak pintu yang terlihat kokoh itu dengan mudah.


# flash back off #


"cuisssss..... (suara sebuah peluru melesat mendarat tepat di paha seorang laki-laki muda dengan atasan yang sudah ia tanggalkan itu dan brukkkkgh....(Seperti sebuah pohon yang tumbang, Pian jatuh tersungkur ke lantai tidak sadarkan diri) nona....apa nona baik-baik saja? (2 bodyguard segera menghampiri nona mudahnya itu dan menyuruh Pela dan Hanum melepaskan ikatan ditubuh Lilian sedang 2 bodyguard tadi membawa Pian yang ditembak bius)". bodyguard

__ADS_1


"emmm....aku baik-baik saja.(dengan linangan air mata yang sudah mengering) cepatlah lepaskan ikatan tali ini (Lilian sudah tidak sabar untuk keluar dari ruangan yang menurutnya mengerikan itu ya kejadian yang beberapa tahun silam kini terjadi lagi, namun Lilian masih dapat bersyukur dia belum sempat disentuh oleh kakak terdekatnya itu Pian. Lilian sungguh kecewa dengannya ternyata selama ini kedzkatannya membawa kepada mala petaka. disisi lain Lilian sudah menganggap Pian adalah sosok yang menyenangkan dan selalu memperlakukan ya layaknya seorang adik, dan disisi lain Pian memberikan perhatiannya karena dia mengharapkan sesuatu) ". Lilian


_skip_


bughkkkkk... bukkkkkgh.... Suara tubuh yang terkena sebuah pukulan dan Bogeman mentahnya.


terlihat di sebuah halaman rumah dengan gaya sederhana namun tidak jauh dari kata elegannya.


terlihat seseorang yang sedang mengamuk melampiaskan amarahnya dan kekecewaannya.


"kalian tidak becus.... untuk menjaga anak kecil saja tidak bisa, jadi selama ini kalian hanya bekerja untuk mementingkan kepentingan kesenangan Kalian saja. kalian benar-benar sedang bercanda denganku.... bughkkkkk... bughkkkkk (lagi-lagi Amar melayangkan pukulannya, ya ia sangat kecewa dengan 2 orang suruhannya untuk menjaga buah hatinya hingga kejadian yang dulu sampai bisa terulang lagi)". Amar


"kalian bawa mereka , usir jauh-jauh dari negeri ini....(dengan tatapan merahnya)". Amar


"baik tuan".anak buah


Amar terlihat menghembuskan nafas nestapanya....


didalam sana ia masih bersyukur anak tercintanya tidak sampai di sentuh.


"apa kalian sudah memberikan hukuman kepada segala pihak yang berkaitan (bertanggung jawab) dengan sekolahnya Lilian?". Amar


"sudah tuan...."anak buah yang lain


"Hem....apa kalian juga sudah membereskan anak dan keluarga yang mencoba melecehkan putriku? (dengan Suara yang tertahan)". amar


"sudah tuan ...". anak buah yang lain


"bagus.... pergilah kalian semua. (dengan bentakkan sarkasnya)". Amar


entah sudah berapa lama ia tidak meregangkan otot-otot tanganya untuk membogem seseorang ,mungkin dua tahun yang lalu di saat ia mengetahui penculikan yang dilakukan karyawannya sendiri.


yang berniatan menculik dan meminta uang tebusan, dan pada akhir nya berujung kepada sebuah n...-su bi..-hi.


"hiks....maafkan Lilian mom...Lilian sudah nakal diluar sana hingga kejadian ini Lilian bisa mengalaminya lagi...(Lilian menangis dengan tersedu-sedu ia sangat merasa bersalah melunturkan kepercayaan Daddy dan mommy tersayangnya)". Lilian


"ini bukan salahmu mu sayang, dan mommy tidak pernah menyalahkan mu....(mom Putri mencoba menenangkan Lilian yang syok dan tengah bersedih itu)". Putri

__ADS_1


__ADS_2