Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Harmonis


__ADS_3

_skip_


hari ini adalah hari dimana Lilian dan Harun pergi untuk memeriksakan kandungan Lilian.


"sayang apa kau dengar apa kata dokter?". Harun


mereka berjalan mengarah kepintu keluar rumah sakit.


"em...(mengangguk, mengiyakan), Lilian bersyukur kandungan Lilian baik dan sehat (dengan reflek mengelus perutnya yang masih belum menunjukkan buncitnya)". Lilian


"meskipun kandunganmu kuat, tetap saja kau jangan terlalu lelah dan jangan pernah menabung fikiran yang tidak-tidak karena itu memberi pengaruh buruk untuk dirimu dan kandunganmu, apa kau mendengarkan suamimu...Hem..(Harun menggandeng Lilian menuntunnya penuh lembut disaat menuruni tangga mati itu dan perlakuan Harun untuk sang istri itu menjadikan banyak mata yang menatap kagum dengan ke Harmonis'an yang nampak tercipta dari pasangan itu)". Harun


"so sweet....mas apakah kau bisa seperti laki-laki itu yang memperlakukan istrinya dengan sangat perhatian itu sangat indah untuk dilihat (terdengar gumaman)". salah satu pengunjung muda-mudi


"aku bisa lebih darinya sayang...(terdengar gumaman balasan dari sepasang muda-mudi seperti pasangan Lilian dan Harun)".salah satu pengunjung muda-mudi


"aku ingin memiliki seseorang seperti itu untuk jodohku nanti, ya aku ingin memiliki keharmonisan seperti pasangan itu...(gumaman lain yang samar-samar terdengar)". pengunjung lain


"lebih apanya mas? lebih muatan ya? (dan menaruh tas jinjingnya kepada suamianya)".salah satu pengunjung muda-mudi


"sabar-sabar....(sambil mengelus-elus dadanya)". salah satu pengunjung muda-mudi


dan itu membuat Harun tersenyum miring.


"dosen,.... Lilian rasa kita sedang dibicarakan...(Lilian merasa sedikit risih dan malu diperlakukan demikian ya meskipun tubuhnya sangat menyambut perlakuan manis milik Harun)". Lilian


"tidak apa-apa... jangan dirisaukan sayang, hati-hati...(Harun lebih membawa tangan Lilian masuk kedalam lengannya hingga jarak diantara keduanya seperti tidak terlihat lagi)". Harun


"dosen...(ingin rasanya berteriak karena rasa campur aduknya namun Lilian terlalu malu untuk protes ataupun sekedar berbicara lebih untuk menatap seseorang yang berjalan disampingnya itu)". Lilian


* sementara itu dilain tempat *


"huffft.... (terlihat Amar baru keluar dari pelataran Bangunan yang memiliki beberapa belas lantai, dan Amar memutuskan untuk duduk barang sejenak di sebuah tempat umum untuk beristirahat)". Amar


"percepat lajunya aku tidak ingin Maldi mengamuk karena aku telat disampingnya (dengan sedikit gerutu'an didalam perintahnya, ya pasalnya Maldi selalu agresif kepada siapapun terkecuali kepada para tuannya)".yang disebut sebagai Paman


"baik tuan". yang menjadi sopir


dctttttttttt... terdengar suara decitan mobil sebab sebuah rem'an yang disengaja.


"apa-apaan kau, apa kau ingin membuat ku cidera? (dengan memegangi keningnya yang terantuk jok didepannya)". yang disebut sebagai Paman

__ADS_1


"maafkan atas kelalaian saya tuan, didepan ada laki-laki yang menyebrang jalan dengan seenaknya, biarkan saya untuk menegurnya". yang menjadi sopir


"tidak usah aku sedang terburu-buru (disaat sang sopir mulai membuka pintunya)". yang disebut sebagai Paman


"turun, (nampak seseorang laki-laki dewasa menggedor pintu mobilnya)". seseorang laki-laki dewasa


dengan terpaksa yang disebut sebagai Paman akhirnya mengalah dan membuka pintunya.


"Tuan Amar! (kaget)". Yang disebut sebagai Paman


"tuan hafiz (tidak kalah kaget)". Amar


akhirnya mereka berbincang untuk beberapa saat dan hafiz sangat meminta maaf atas kesalahannya yang berniatan untuk kabur setelah mobil yang ditumpanginya menabrak seseorang yang disebut sebagai Amar Alamsyah ya Amar dan hafiz adalah teman sewaktu dulu , sewaktu Amar masih memegang peran penting diperusahaan * A.A.A Sentra Group* yang pemilik sejatinya adalah atas nama keluarga besar Alexander.


namun untuk beberapa waktu mereka terputus komunikasi ya karena Amar sudah tidak bekerja lagi diperusahaan Mega power itu.


dan hafiz belum tau betul dengan kejadian yang menimpa temannya itu.


"jadi tuan besar hafiz akan pindah ke negri sebrang, Hem...dan sampai sekarangpun aku belum sama sekali pernah melihat putramu ... baiklah sampai jumpa dilain waktu (dengan keramahan)" Amar


"sampai jumpa juga , ya sungguh sangat sayang sekali sampai sekarangpun aku belum mengenalkan putraku kepada mu tuan Amar (dengan nada merasa bersalahnya meskipun Amar umurnya jauhkan dibawahnya namun seorang hafiz yang sudah merasa klik dengan Amar menjadi lebih menghormatinya akan kinerja caranya kerjanya), namun pasti suatu saat aku akan mengenalkanmu kepada putraku". yang disebut sebagai Paman


akhirnya mereka berpisah.


"Amar sebenarnya apa yang terjadi padamu hingga kau ditendang dari perusahaan yang belasan tahun, bahkan lebih kau urus dengan kesungguhan kinerjamu... bergumam". yang disebut sebagai Paman


drttt...drtttt..... terdengar sebuah panggilan dari seluller yang disebut sebagai Paman.


📲 *" wa'alaikumussalam salam... tunggu hanya tinggal beberapa waktu lagi tahan dia, bila perlu suntik dengan dosis ringan.


aku tidak mau kalau sampai Maldi menjadi pusat perhatian mata sekitar ".* yang disebut sebagai Paman


📲 *" baik tuan".* anak buah


tutttttt......panggilan ditutup.


"dasar anak nakal... mereka berdua adalah sepasang saudara yang sama bergumam (dengan mengusap wajah sedikit cemasnya)". yang disebut sebagai Paman


selepas kepergian hafiz.


"apa harus aku mendatangi kantor cabangnya? bergumam....(dalam kebingbangan)". Amar

__ADS_1


akhirnya Amar memutus untuk mendatangi alamat yang hafiz berikan sebelum hafiz pergi.


hari hari berlalu dengan irama yang tenang, langkah kakipun saling berjalan berdampingan.


masa yang indah rasanya terlalu sayang untuk disembunyikan bagi hati-hati yang saling bergelora menjalani kasihnya itu berlaku tidak hanya kepada sepasang muda-mudi yang merangkai mimpinya untuk selalu bersama namun itu juga berlaku untuk pasangan yang masih saling setia.


_skip_


1 tahun berlalu.


Haha... Suara tawa tanpa beban terlahir dari bibir sexy milik Lilian.


"lihatlah mommymu menertawakan Daddy....(Harun terengah-engah dengan kedua tangan di pinggang menatap penuh senyuman kepada sosok bertubuh body goal milik sang istri, seolah bayinya mengerti akan aduannya)". Harun


"tidak seperti itu dad, mommy hanya lucu saja, tapi bukan sedang menertawakan...(dengan senyuman mengembangnya)". Lilian


"itu sama atau beda tipis, istriku yang manis...(Harun perlahan mendekat dan ikut duduk disebelah bidadari pendamping hidupnya)". Harun


ya dalam waktu 1 tahun ini hubungan Lilian bersama sang suami menjadi lebih dekat dan sangat terbilang sebagai keluarga idaman.


karena dimasanya tiada satupun kata cacat akan secuil pertengkaran ataupun kesalahpahaman, Harun yang memperlakukan istri cantiknya dengan sejuta ketulusan dan perhatiannya dihari-harinya.


dan begitupun Lilian yang mengagungkan segala bentuk perintah dan larangan dari milik suaminya, ya mereka sama-sama saling mengerti dan menghargai satu sama lain menjadikan rumah tangganya terasa begitu sempurna.


semua itu tidak terlepas dari pengakuan dari dua belah pihak yang sama-sama mengungkapkan perasaan didalam hatinya, dan juga ditambah atas kelahiran Putri kecil ditengah-tengah mereka dan dari segala prosesnya yang menjadikan hubungan kedua-nya lebih dekat dan semakin dekat. dan saling membutuhkan satu sama lain.


tok...tok..tok.... sebuah ketukkan didepan pintu.


"assalamualaikum... sayang ini kita.(dengan suara sebuah ketukkan didepan pintu depan teriakkan semangatnya)".mom putri


"wa'alaikumussalam... (keduanya)".Harun dan Lilian


"mas...(Lilian melirik kearah suaminya yang berada disampingnya dan Harun mengangguk mengizinkan)". Lilian


cklekkk....pintu dibuka dan memperlihatkan dua sosok yang begitu Lilian sangat sayang dan hormati.


ya biasanya kedua orang tuanya pastilah akan mengunjungi dikediamanya apa lagi sekarang cucu mereka telah lahir menjadikan mom putri lebih sering-sering untuk berkunjung.


"mana cucuku...(terlihat antusias)".mom Putri


"mom... bergumam dengan gelengan di kepalanya)".dadd Amar

__ADS_1


"tidak apa-apa dad (tersenyum senang Lilian tau dengan gumaman milik Daddynya ya karena mom Putri seakan lupa waktu disaat bermain dengan cucu semata wayangnya itu).


dad, mom...mari masuk...cucu mommy dan Daddy sedang bersama Daddynya diruang tengah (Lilian mempersilahkan)". Lilian


__ADS_2