Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Moment 6


__ADS_3

seperti janji Lilian 2 hari silam ia berkunjungan dikediaman keluarga Nataniel namun Lilian mengajak mom tercintanya (putri ayuningsih), ya mereka menghabiskan waktu seharian bersama memanjakan dengan perawatan tubuh dan berbagai barang belanjaan (kebutuhan wanita).


mereka sangat senang dengan kebahagiaan yang tercipta, ya sepertinya keluarga mereka memang cocok untuk menjadi besan.


_skip_


kini Lilian memulai aktivitasnya kembali diuniversitasnya seperti biasa kebanyakan aktivitas mahasiswi yang mereka lakukan.


"hei... kalian dengar, ada dosen baru di kelas kita (Hanum heboh, dengan berbisik-bisik)". Hanum


ya mereka adalah 3 serangkai yang tidak bisa terpisahkan dari sekolah menengah pertama Lilian dengan Hanum dan sekolah menengah keatas ditambah Pela, dan kini mereka juga masuk ke universitas yang sama dan satu kelas dengan satu jurusan yang sama pula.


"wah...apa dosen baru kita tampan Han? (Pela antusias, dengan berbisik-bisik pula)". Pela


"mana aku tahu (Hanum mengendikkan bahunya), tapi dengar-dengar dari anak-anak yang pada ngegosip didepan dosen baru kita berbeda dengan dosen yang lainya (masih mode bisik-bisik nampak menerawang)". Hanum


"ih...berbeda? jangan-jangan dosen kita yang baru ini terlahir dari dunia yang berbeda...ah serem....(nampak Pela beberapa kali merangkul Lilian yang sejak tadi setia mendengarkan celotehan dari kedua teman permen jahenya dengan Suara yang lumayan keras dan menimbulkan yang lainya terusik)". Pela


"sttttt...(mereka menutup bibirnya dengan satu jari telunjuk mereka menandakan sebuah teguran) kalau mau ngobrol diluar...". protes yang lain


"oops....(Pela menutup bibirnya secara spontan) hihi....maaf...(dan tersenyum kaku ia sampai lupa ada dimana)". Pela


"Kalian ini... mana mungkin seperti itu. dari pada memikirkan yang tidak-tidak masih mending kita segera masuk ke kelas,(nampak Lilian melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya...ayo sebentar lagi kelas masuk...(Lilian mulai bangkit dan meletakan buku yang sempat ia baca ditempat yang semula. ya mereka posisinya sedang berada didalam perpustakaan)". Lilian


dan akhirnya mereka bertiga memutuskan bergegas untuk masuk dikelasnya. dan selang waktu hanya semenit mereka masuk. datanglah sosok dosen bernama Bilal dengan kulit ala hitamnya dengan tubuh besarnya dengan dibarengi seseorang laki-laki dengan postur tinggi tegapnya dan laki-laki itu mengenakan kaca mata baca yang bertengger dihidung mancungnya, dengan rambut rapih mengkilat disisir menyamping, penampilannya sangat rapih dan terkesan seperti culun dengan ikat pinggang yang sengaja diletakkan setinggi mungkin.


"haha..... (suara gelak tawa para mahasiswa/mahasiswi)....". teman sekelas Lilian


"diam....apa yang kalian tertawaan? (dosen Bilal menatap menyelidik seperti biasanya)". Bilal


"dengar..dengar dikelas kita ada dosen baru ya pak? ...(nampak salah satu dari teman sekelas Lilian berceloteh)".teman 1


"pak aku pengennya yang tampan dan gagah pak supaya energi belajarku bertambah pak...(terkekeh dengan omongannya sendiri)". teman 2


"huuuuu.....(sorak Sorai didalam kelas itu)". teman-teman Lilian


sementara itu Lilian hanya menyimak obrolan dari para temannya tanpa mau berkomentar. dan alangkah terkejutnya Lilian disaat netranya mencoba untuk menetap kearah dosen yang sedang menjadi bahan olokan dari teman-teman usilnya. dosen baru itu menatap lekat kearahnya dengan tatapan yang tidak biasa.

__ADS_1


"ah...(Lilian segera menundukkan pandangan ada rasa risih yang timbul dalam dirinya) tatapan itu ...huffft....(nampak Lilian menetralkan kegugupannya dengan mengambil nafas dalam-dalam dan perlahan mengeluarkannya dan ia tidak berani menatap kearah dosen baru itu lagi Lilian setia membuang pandangannya kearah yang lain) ". Lilian


"sudah-sudah jangan berbanyak gaya, kalian disini untuk menimba ilmu...jangan neko-neko (dan pandangan dosen Bilal beralih kepada dosen baru itu) silahkan pak untuk memperkenalkan diri....(dosen Bilal memberi waktu untuk dosen baru tersebut)". Bilal


"Hem....terima kasih". Harun


_skip_


tanda mata pelajaran sudah usai, bel berbunyi dengan deringannya.


"dah...aku duluan ya (nampak Pela berlari kerah sebuah mobil yang tidak biasa mereka lihat, dijemput seseorang laki-laki yang tidak dikenal oleh Hanum dan Lilian)". Pela


"hei...jelaskan besok (Hanum melambai kearah diamana Pela baru masuk kedalam mobil jemputannya)". Hanum


"ok...(Pela yang terlihat menatap mereka dari arah pintu mobil yang tidak ditutup kacanya memberi kode dengan jarinya, dan perlahan mobil yang ditumpanginya melaju meninggalkan area bangunan megah tempat mencari ilmu dan segala pernak-perniknya)". Pela


"(Hanum dan Lilian saling pandang)... jangan-jangan dia pacarnya (serempak)". Lilian dan Hanum


"Pela curang... dia lebih dulu memiliki pacar, nah aku kapan? (dengan milik sedihnya)". Hanum


"bukanya salah satu teman sekampus kita pernah menyatakan cinta kepadamu? (selidik Lilian)". Lilian


" hummm....kau ini, cinta itu lahirnya dari sini (Lilian menunjuk ke sisi dimana jantungnya berada)". Lilian


"ia...ia...calon pengantin (dengan senyum gemasnya)...". Hanum


Hanum dan Lilian saling berdialog dan saling membenarkan diri tanpa melihat keadaan disekitarnya. ya mereka menunggu jemputan masing-masing.


Lilian menunggu sopir keluarganya begitupun dengan Hanum.


tanpa mereka sadari dari ujung diamana mereka berdiri ada sepasang mata tengah memperhatikan dan mendengarkan isi dari ocehan kedua-nya (Lilian dan Hanum).


ya sepasang mata itu memiliki pendengaran yang sangat tajam.


"Lilian...(pemilik Sepasang mata itu mendekat kepada dua gadis remaja yang sedang menikmati obrolan Mereka)". Harun


"eh....(Lilian yang dipanggil namanya menengok kearah sumber suara begitupun dengan Hanum)...b...bapak, ia.. ada ...apa pak? (Lilian terlihat kaget dan kaku setelah ia menyadari siapa orang yang memanggilnya)". Lilian

__ADS_1


"apa ini milikmu...(Harun menyodorkan sebuah buku yang tertulis atas nama Lilian Putri)". Harun


"kenapa dosen Harun mengetahui benar namaku? dan buku ini...kenapa bisa ada ditangan dosen Harun... setahuku buku ini...aku menghilangkannya beberapa waktu lalu.... membatin (terlihat Lilian memikirkan sesuatu hingga membuat Harun tersenyum samar dalam diamnya)". Lilian


"hei...sayang kenapa tidak diambil (Hanum menyenggol lengan Lilian karena Lilian masih terus saja nampak memikirkan sesuatu)". Hanum


"oh...ia maaf pak, buku ini memang milikku. terima kasih aku akan mengambilnya (Lilian memberikan senyum simpulnya)". Lilian


Lilian mengambil buku yang berada ditangan bapak dosen yang terlihat masih muda itu, dengan kaca mata baca yang setia bertengger dihidung mancungnya dengan rambut yang disisir searah dan begitu rapih dan mengkilatnya, gaya berpakaiannyapun tidak kalah dari kata rapih dan terkesan culun.


"hah...lihatlah Lilian jemputan kita sudah datang (hanum memberitahukan kepada Lilian)". Hanum


"apa benar seperti itu Hanum, (Lilian menengok kearah dimana biasanya mereka dijemput dan beralih kepada seorang dosen yang masih setia berdiri tidak jauh dari kedua-nya) maaf pak Harun kita harus pulang, seperti yang bapak lihat jemputan kami sudah datang. dan untuk bukunya terima kasih...(Lilian sedikit membungkukkan pandangannya dan pamit)". Lilian


"kalian hati-hati ...dan satu lagi Lilian jangan mudah untuk percaya dengan orang baru!!! (ucapkan itu terkesan seperti sebuah peringatan namun Lilian tidak menanggapi ucapan dosen Harun dengan serius)". Harun


"dah ..pak kami duluan".Lilian dan Hanum


_skip_


📱 *" ternyata dosen baru kita tidak seculun kelihatanya yah, dia baik dan juga perduli..".* Hanum


📱 *" itulah mengapa kita tidak boleh melihat atau menilai orang dari sisi penampilannya ".* Lilian


📱*" hei... Kalian sedang membicarakan siapa sih??? apa dosen kita yang baru itu?".* Pela


📱*"ho..oh... betul...".* Hanum


📱 *" hah...apa tidak salah kalian membicarakan dosen baru kita? mana ada cemistrinya. lebih baik Kalian bicarakan calonku saja...". Pela


📱 *" apa??? calon? kenapa kau tidak memberi tahu kami..???".* Lilian dan Hanum


📱*" hihi ..pengennya si seperti itu , kalian masih ingat waktu tadi siang aku dijemput seseorang laki-laki? dia adalah anak dari teman Daddyku...(dan masih banyak yang diceritakan oleh Pela kepada 3 serangkainya...)". Pela


ya mereka sedangkan melakukan sebuah chattingan di medsosnya....


sementara seseorang di sebuah kediaman tersembunyinya tengah mengamati sebuah berkas.

__ADS_1


"Lilian Putri Alamsyah.... ternyata benar, seperti apa yang aku tangkap dari obrolkan kau dengan temanmu...Max Nataniel!!!". Harun


Harun menjatuhkan berkas itu dan menginjaknya dengan rasa kesal yang tertahan.


__ADS_2