Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Sakit dalam diam 1


__ADS_3

_skip_


beberapa hari kemudian.


disinilah Amira berdiri dimana ia pertama dan terakhir kali bertemu dan meninggalkan kekasih hatinya, teman lamanya, lebih tepatnya cinta monyetnya.


"aku sudah datang kakak tampan...aku disini untukmu...tapi apakah kau juga sama sepertiku, yang masih mengharapkan mu dengan janji yang pernah kita buat (tanpa disadari kristal beningnya lolos melewati pipi mulusnya, tanpa suara tangisannya yang berarti namun ini terlebih terasa menyakitkan) apa aku egois yang masih mengharapkanmu..., apa aku salah bila masih mencintaimu ??? dan apakah aku salah telah menagih janjimu". Amira


tanpa disadari Amira Neil tengah menatapnya dari arah belakangnya. ya bukannya Neil ingkar janji dan bukannya dirinya melupakan seseorang yang bernama Amira. namun keadaan membuat dirinya harus melakukan hal yang sudah ia lakukan.


Neil seperti biasanya,ia akan mengunjungi tempat favoritnya,tempat dimana ia mengenal seseorang untuk dijadikan teman, teman pertama kali yang cocok dalam seumur masa kecilnya.


"Amira...(Neil menegur gadis kecil yang kini menjelma sebagai perempuan dewasa yang cantik, perempuan yang cantik dengan segala kepintaran dan energiknya)". Neil


"hah....(Amira menoleh dan terbelalak ternyata orang yang sedang difikirkannya tengah menatapnya) kakak tampan...oh..kak Neil, e..maksudku Neil...maaf apa kau sudah lama disana (Amira gugup dan sangat salah tingkah ia takut Neil mendengar gerutuan dan sekaligus ungkapan hatinya)". Amira


"aku mendengarnya!!! maafkan aku...aku mengaku salah. maafkan aku kita dipertemukan kembali Dengan keadaan yang berbeda.....(Neil berjongkok dan tangannya mengusap debu disalah satu bagian bawah lantai dengan sebuah sapu tangannya Neil mulai mencari sebuah pembuka lantai yang pernah ia dan Amira simpan. menyimpan sebuah kenangan sebuah benda sebagai bentuk cinta atau bisa dikata sebagai bukti bahwa diantara mereka pernah memiliki perasaan yang sama /cinta monyet.


Neil membuka salah satu lantai dan mengambil sebuah kotak berukuran sedang disana ada sebuah kalung dengan nama inisial mereka berdua dengan lambang sebuah hati yang saling bertautan. ya meskipun Amira dan Neil tidak saling jumpa Neil selalu menjaga tempat ini, dan meskipun Neil sudah bertunangan dengan Lilian Neil tetap mendatangi tempat ini sebagai bentuk penghargaannya terhadap Amira gadis kecil dengan segala keunikannya yang sempat mengisi masa indah masa sewaktu kecilnya). Amira... maafkan aku , aku tidak bisa menepati janjiku....(Neil memberikan sebuah kalung kepada Amira dan sebuah kalung lagi ia simpan)". Neil


"hiks.... semudah inikah kau melupakan diriku Neil, kau tidak akan pernah bisa tau seperti apa diriku setiap harinya mengharapkan mu dan memupuk cinta ini. dan selama ini aku selalu mengingat janji diantara kita bahwa kau akan melamarku disaat waktu ini tiba...(Amira berdiri saling berhadapan dengan Neil dengan menggenggam erat kalung yang ia terima, rasanya begitu menyakitkan harapan dan cinta yang selama ini ia jaga dan rawat telah sekejap hancur lebur dipelupuk mata.)". Amira


ya bukannya Amira tidak memikirkan perasaan dari Lilian saudara tirinya itu, namun harapan dan waktu yang Amira habiskan untuk ia berikan kepada seseorang yang bernama Max Nataniel terlalu lama dan kuat hingga ia tidak bisa menerimanya dengan lapang dan sia-sia.


"maafkan aku Amira...( hanya kata maaf yang Neil mampu ucapkan...)". Neil


"aku sungguh tidak terima....kau sudah mempermainkan perasaan seorang perempuan dari keturunan Alexander. (Amira mendekat dan menatap dengan tatapan tegasnya, dan mensejajarkan pandanganya dengan Neil) cup....(Amira mengecupnya bibir milik Neil, dengan meletakkan kedua tangannya untuk menahan tengkuk Neil, gerakkan cepat milik Amira dan kecupan bibir diantara kedua-nya itu membuat Neil terpaku sekaligus menghilangkan akal sehatnya ya karena jauh didalam lubuk hatinya yang terdalam dirinya juga merindukan sosok Amira)". Amira


Amira mengecup bibir itu dengan posesifnya sedangkan Neil hanya diam bagaikan tiada beban.

__ADS_1


perlahan Amira melepaskan kecupannya.


"terima kasih, ini terakhir aku mengenalmu sebagai kekasih kecilku.". Amira


Amira berlari meninggalkan Niel sendirian di tempat itu diwaktu itu juga.


dengan tangisan yang menghiasi langkahnya, Amira perlahan lenyap dari pandangan Neil.


selepas kepergian Amira.


"hahhhhhhh......ada apa dengan diriku, aku telah melanggar janji yang aku buat sendiri....hahhhhhh....(terlihat Neil menjerit frustasi dengan menjambak rambut rapih nya) kau jahat Neil....kau adalah laki-laki be..-sek ...kau telah menyakiti perasaan perempuan yang pertama membuatmu merasakan jatuh cinta....hiks....hahhh....(Neil mendendangkan kakinya diudara bebas menyesali akan kehilafannya)". Neil


tanpa disadari Neil , ada sosok perempuan cantik dengan segala kesempurnaannya ya dialah Lilian yang tidak menyangka akan menyaksikan kejadian yang sama sekali ia tidak sangka-sangka.


# Flash back #


sekaligus membekasan kenangan indah dan sebuah janji bagi sepasang kekasih diwaktu masa kecil itu.


terlihat Lilian baru saja keluar dari salah satu ruangan di gedung itu. ya Lilian beserta beberapa temannya sekaligus dosen pendamping sebagai penanggung jawab dari kegiatan tersebut *dosen Harun* adalah salah satu dosen pendamping dikegiatan itu.


"baiklah anak didikku kegiatan ini sudah berakhir, Kalian pulanglah kerumah masing-masing tanpa harus balik kekampus terlebih dahulu". salah atau dosen


"yayyyy......".para mahasiswa/siswi


semuanya bersorak senang begitupun dengan Lilian.


semuanya mahasiswa/siswi mulai meninggalkan bangunan yang nampak megah itu yang sempat mereka jadikan pengamatan untuk mendapatkan suatu nilai.


"aduh....sister tunggu aku (nampak Hanum memegangi daerah sensitifnya)". Hanum

__ADS_1


"uluh...uluh...tumben sekali memanggil kita dengan panggilan sister...". Pela


"hi..hi... sudah jangan banyak bicara aku kebelet nih, temani aku yuk...". Hanum


"dasar penakut, baiklah ayo....(Pela menggandeng Hanum yang nampak sudah tidak tahan)". Pela


sementara Lilian ditinggal menunggu sendiri.


"huffffft....(Lilian geleng-geleng kepala melihat kelakuan keduanya) dua permen jahe seperti yang kak Neil katakan (Lilian terkekeh dengan ucapanya sendiri)". Lilian


disaat Lilian asyik dengan sendiriannya, alangkah ia terkejut dengan sosok yang begitu ia cintai ya sosok itu adalah Neil, calon suaminya tengah melangkahkan kakinya dengan raut coolnya. ya wajah tampan itu selalu menghiasi dihari-hari seorang bernama Lilian Putri Alamsyah.


"kak...kak tunggu (Lilian memanggil dan melambaikan tangannya kearah Dimana Neil tengah melangkah namun jarak diantara keduanya cukup jauh hingga Neil tidak mendengar panggilan dari Lilian) sebenarnya kak Neil mau kemana? (oh ia, Lilian baru ingat Neil pernah menceritakan bahwa sekolah yang miliki asrama ini adalah tempat Dimana Neil dulu mengenyam pendidikan bisnisnya dimasa waktu kecilnya)". Lilian


dengan rasa penasaran dan senangnya yang tinggi membuat Lilian dengan mengendap-mengendap mengikuti Neil tanpa memanggilnya-manggilanya lagi, ia bermaksud untuk memberikan surprise kepada Neil.


nampak Lilian mengikuti Neil pintu demi pintu namun Neil tidaklah masuk kesalah satu pintu manapun, rasa penasan Lilian semakin tinggi di saat Neil menuju kearah atas bangunan.


"kak Neil kenapa kearah atas bangunan ini... terlihat mencurigakan (dengan penasaran dan senyuman kecilnya)". Lilian


dengan perlahan Lilian mengekor tanpa Neil menyadari ada sosok perempuan sempurna yang berstatus sebagai tunangannya ,calon istrinya tengah membuntutinya, ya setau Neil Lilian sedang Berada dikampusnya seperti biasanya menjalankan aktivitasnya.


dan alangkah terkejutnya lilian disaat sosok perempuan yang sangat ia kenal dan sayangi tengah berdialog dengan sang calon suami, dengan pengakuannya. pengakuannya membuat hatinya runtuh seketika, ada sakit yang begitu terasa menyayat hati... dadanya terasa sesak ternyata calon suami dan kakak tersayangnya adalah sepasang kekasih yang sempat terpisah karena keadaan dan karir masing-masing. dan betapa sesaknya disaat sang kekasih terlihat menyesali keputusannya untuk mengingkari janjinya.itu berarti sang kekasih masih sangat mencintai sosok kakaknya, kakak yang terlahir dari rahim yang sama.


"jahat....(entah Lilian ucapkan teruntuk siapa, yang jelas hatinya begitu terasa sakit.... disaat adegan panas *berciuman* diantara Amira dan Neil itu tertangkap pengelihatanya.


dengan bibir dan tubuh yang bergetar hebat Lilian berusaha menyingkir dari sana dan berlari sekencang mungkin setelah ia bisa menguasai keadaan)". Lilian


# Flash back off #

__ADS_1


__ADS_2