Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Pengakuan 1


__ADS_3

setengah jam sudah berlalu, Lilian terlelap dengan posisi tidur yang nyaman.


ada gerakkan dibawah sana yang perlahan mendekat kesebuah kasur dengan sosok gadis yang sedang terlelap dengan mimpi indahnya.


pyarrr.... sebuah lampu yang menyala dari salah satu selluler milik penghuni dikamar itu.


Lilian sudah mengunci pada layar selullernya , namun bagi Harun itu bukanlah hal yang sulit.


"Hem....(Harun tersenyum setelah menggeser layarnya dan melihat isi obrolan Lilian dengan kedua temannya dan kembali menaruh selluler milik Lilian diatas nakas)


gadisku, betapa bahagianya aku telah memilikimu.


terima kasih... terima kasih sayang.


maafkan aku yang telah merubah hidupmu ... bergumam (Harun mengecup sekilas pucuk kepala Lilian dengan sebuah senyuman mengembangnya namun senyuman itu sirna sesaat ketika bibir sexy Lilian menyebutkan satu nama masa lalunya)". Harun


"hihi....(tersenyum kecil) tunggu Lilian kak Neil...tunggu... (dalam lelapnya)". Lilian


"Hem... (Harun mundur dan kembali dengan selimutnya tidur dibawah dengan alas sederhananya, berusaha memejamkan netranya)". Harun


sementara itu dilain kamar.


"aku sungguh menyayangimu mas, terima kasih mas kau sudah membuktikan bahwa kau memanglah akan menepati ucapanmu (dalam kehangatan)".mom Putri


"jangan pernah meragukan kesungguhanku, hambamu ini tidaklah kuasa untuk melawan (dengan menggulung-gulung kecil rambut panjang bergelombang milik istrinya dengan salah satu jarinya saling menatap)". Amar


"so sweet, (mom Putri menarik gemas hidung Amar dengan nada gemasnya) I love you...!!".mom Putri


"awh...kau sungguh genit (dengan menggelengkan kepalanya berusaha agar tangan yang mengapit hidungnya terlepas).


aku lebih mencintaimu lebih banyak istriku, Hem... bagaimana kalau kita buat teman buat cucu kita?". Amar


"kau juga tidaklah lebih genit dariku mas, hem..kita tidak akan pernah memiliki keturunan yang lain lagi mas... apa kau tidak ingat umur kita? (tertawa kecil)".mom Putri


"hei...kita masih muda sayang, apa kau tidak merasakan disetiap gerakkanku? lihatlah bidang kotak-kotak ini ,ini masih jelas dan tidak sama sekali mengundang keriputan yang bertanda menua". Amar


"jangan sombong mas...!".mom Putri

__ADS_1


"aku tidak sombong sayang, aku mengatakan hal yang tidak bisa dibohongi oleh pengelihatanku...hei... ayolah akui saja...bahwa aku masih benar muda (dengan menggerakkan-gerakkan sebelah alisnya)". Amar


"baiklah suamiku yang masih sangat..... kekanak-kanakan...(dengan gelak tawanya)".mom Putri


" hem... (melirik) ladang yang tandus sekalipun akan subur bila terus disirami... (dan masih banyak obrolan diantara keduanya mereka berdua saling balas membalas hingga tidak terasa malam semakin larut)". Amar


* di kediaman yang berbeda *


"kenapa kau belum tidur Amira (Neil yang baru Pulang lebih akhir dari Amira mendapati istrinya tengah melamun diluar dengan posisi membelakanginya)". Neil


"kau sudah pulang? Hem... aku hanya belum bisa tidur saja kak.


(Amira membalikkan wajah datarnya, entahlah rumah tangga yang ia idaman bersama kekasih kecilnya telah terwujud namun rasanya ada yang mengganjal didalamnya), maaf aku akan segera kedalam (Amira melewati Neil dengan irama langkah resahnya)". Amira


# Flash back #


"Neil mommy tidak habis fikir denganmu, kenapa kau selalu membela mertuamu yang angkuh itu... mommy tau itu semua karena istri mu (terlihat mom Nichole duduk di ruang kebesaran Neil dengan raut menilainya)". Nichole


"mom... maafkan Neil jikalau mommy berasumsi seperti itu, tapi sungguh Neil sedikitpun tidak membeda-bedakan diantara mommy dan Daddynya Amira dan Niel tidak boleh memihak satu sisi saja.


kerena Neil menganggap kalian semua adalah orang tua Neil (mencoba mencairkan suasana dengan memijit-mijit pundak pemilik raut energik itu namun raut energik itu sudah beberapa pekan terlihat berbeda ya mom Nichole dalam waktu-waktu dekat ini selalu memasang wajah padamnya)". Neil


"Neil mohon mom, jangan bicarakan ini ditempat kerja". Neil


"andai Lilian tidak menikahi dosen itu!.


dan betapa beruntungnya dosen itu yang sudah mendapatkan Lilian.


ini gara-gara kau Neil mommy kehilangan menantu idaman mommy.


Neil apakah secepat itu kau melupakan Lilian...2 tahun Neil, 2 tahun mommy sudah terlanjur menyayangi Lilian ini tidak mudah untuk mommy...Lilian adalah gadis yang sempurna...mommy (kata-katanya terpotong) ".mom Nichole


Neil sudah mati gaya bila membahas tentang Lilian, mommynya akan panjang kali lebar dengan bersemangat membicarakan gadis polos dengan sejuta kesempurnaanya itu.


"cukup mom, ruangan Amira terlalu dekat dengan ruanganku.


aku tidak mau kalau sampai Amira mendengar tentang Lilian dan salah paham kepadaku. sebaiknya mari Neil antar mommy untuk beristirahat (mencoba memberi pengertian dengan bahasa yang pelan dan sopan)". Neil

__ADS_1


"apa ini Neil? Neil yang sekarang bukanlah Neil yang mommy sayang seperti dulu.


apa sekarang mommy sudah tidak berarti dimatamu nak,...(bergetar).


bahkan kau mengusir mommy dengan terang-terangan seperti ini hanya karena kau tidak mau perempuan itu salah paham kepadamu (mom Nichole bangkit).


ingat ini Neil, kau tidak akan mendapatkan apa-apa selama kau masih bersama perempuan itu (mom Nichole dengan gerakkan cepat melangkah meninggalkan ruangan Neil dengan perasaan kecewanya)".mom Nichole


"mom.... bukan maksud Neil seperti itu, Neil hanya berpegang dengan keyakinan Neil sendiri...bergumam.


tolong jangan do'akan Neil seperti itu.. membantin (Neil melihat kepergian Sang peri tanpa mengejarnya ya Neil menyadari hubungannya terasa kurang baik dengan mommynya semenjak dirinya jauh dari sosok Lilian, lebih tepatnya di saat pilihannya lebih memilih Amira kekasih dimasa kecilnya)". Neil


sementara itu tanpa disangka Amira telah mendengar semua pembicaraan diantara ibu dan anaknya itu.


betapa sesak dan nyerinya disaat pendengarannya mendengar penuturan dari sang mom Nichole nya bahwasannya menantu idamannya adalah adiknya sendiri.


seburuk itukah dirinya hingga tidak bisa baik Dimata mom Nichole nya?.


dan sebegitu burukkah Daddy Lanang nya? hingga kristal beningnya jatuhnya dengan sendirinya.


awalnya Amira akan menyerahkan berkas-berkas yang sudah ia periksa dan akan diberikan kepada Neil untuk ditanda tangani.


namun apa yang ia dapatkan, mom Nichole belum pulang dan malah melakukan sebuah pengakuan.


sebuah pengakuan yang menyakiti perasaannya.


Amira bergegas pergi sebelum mom Nichole membuka pintu ruangan Neil dengan perasaan hancurnya.


# Flash back off #


"sepertinya ada yang tidak beres... membatin". Neil


"tunggu.... dengarkan aku baik-baik, aku sangat mencintaimu Amira. (Neil mendekap tubuh jangkung itu yang berdiri diam membelakanginya).


jangan pernah dengarkan apa kata orang, yang perlu harus kau percaya aku mencintaimu, hanya dirimu Amira yang aku cintai.. aku tidak akan pernah goyah dengan keyakinan ku ini.


apa kau mendengarkan aku Hem...". Neil

__ADS_1


tubuh Amira bergetar.


isakkan Amira mulai terdengar, sekuat dan sekeras apapun tekadnya untuk tetap tenang ,hatinya tetaplah lemah bila sudah menyangkut masalah cinta apa lagi Neil adalah satu-satunya laki-laki yang sejak dulu ia targetkan dalam waktu yang terlalu lama.


__ADS_2