Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Terulang lagi 1


__ADS_3

Keseruan dan ilmu yang nampak masuk ke otak dengan sendirinya ya melalui praktek turun langsung kelapangan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa-siswi sekolah ...(tidak usah disebut ya) mereka semua nampak antusias dan bersemangat.


Hari mulai sore mereka akan menginap disebuah hotel yang ada di daerah itu.


dan malam harinya mereka melakukan makan malam disebuah restoran bintang lima. para guru dan pembina sudah membagi jadwalnya dari setiap masing-masing kegiatanya dan pada waktu 10 malam mereka wajib masuk kedalam kamarnya masing-masing dan itu adalah satu peraturan yang tidak boleh diganggu gugat.


Ada saja anak yang kurang setuju dengan peraturan dari pihak sekolahnya itu. itu bagi anak-anak yang suka keluyuran pada jam waktu malam atau anak yang suka begadang.


namun itulah peraturannya yang harus diingat dan dipatuhi tidak boleh keluyuran di jam-jam yang sudah ditentukan.


"Lilian aku mohon ikutlah dengan kita? Hanum bilang sudah menunggu kita diluar (dengan wajah memelas)". Pela


"Keluarlah aku akan menunggu kalian dikamar saja ". Lilian


Lilian meyakinkan keyakinan yang sudah ada, karena sejak tadi Pela merengek kepada Lilian untuk pergi keluar guna menjajal suasana gemerlap yang dijadikan tempat studi dan sekaligus tempat wisata itu karena disekitar area alun-alun sana banyak sekali tempat kuliner dan suasana yang dijadikan obyek para kalangan muda untuk makan dan sekedar ngopi-ngopi atau nge-post dimedia sosial mereka.


"Ayolah sekali ini saja, tanpamu kita tidak asyik. lagian kita disini hanyalah sehari semalam saja!! dan besok kita akan pulang ini adalah malam terakhir kita di kota ini, ini adalah kesempatan bagus buat pengalaman baru kita ,ya...ya...kali ini saja (dengan tatapan sejuta harapannya)". Pela


"Huffff.... (dengan hembusan nafas beratnya) baiklah tapi janji ya jam 9 malam kita sudah ada dikamar!!! aku tidak mau kalau sampai kita melanggar peraturan dari pihak sekolah, dan itu akan membuat kita dalam bahaya (mengiyakan dengan nada terpaksa karena ia tidak tega dengan Pela juga)". Lilian


"Yayy....bagus semuanya aman terkendali (sambil menuntun Lilian yang berat untuk meninggalkan kamarnya)". Pela


Disinilah mereka berpetualang di suasana yang baru bagi Lilian , namun tidak bagi mereka berdua (Pela dan Hanum) ya meskipun Hanum dan Pela masih berusia 15 tahun seperti Lilian namun keduanya terbilang mendapatkan kebebasan yang jauh dibandingkan dengan Lilian.


"Wah....ini luar biasa ,ini sangat menyenangkan". Ketiganya (Lilian, Pela dan Hanum)


Nampak ketiganya terperangah akan indahnya suasana alun-alun dengan begitu banyaknya kelap-kelip lampu tambler yang menghiasi sepanjang jalan. suasana ini terbilang disajikan untuk semua kalangan seperti kalangan bawah -menengah dan juga bagi kalangan atas semua kebanyakkan para muda mudi yang menjajal suasana indahnya malam di belahan bumi....(tidak usah disebut ya) dengan bersejajar aneka ragam macam kuliner pinggiran dan restauran bersejajar sangat rapih dan terbilang cukup unik untuk cara penyajiannya.


"Aku ingin mencoba yang disana (Hanum menunjuk salah satu kedai ala lesehan. mata Hanum seakan lupa daratan ia seperti baru pertama kali keluar rumah, padahal dikotanya ia sudahlah sering berbelanja menjajal setiap barunya sebuah produk ataupun sesuatu yang berkaitan dengan koleksi yang bernilai seni. namun ia merasa berbeda ,di kota ini sangatlah unik dengan sejuta keunikannya)". Hanum


Mereka bertiga memesan sebuah olahan cemilan ringan dengan disajikan sebuah atraksi yang membuat ketiganya kaget dan tertawa lepas.


Lilian menggunakan kaos polos berwarna putih dengan dipadukan dengan bawahan jeans span berukuran panjang sebetis dan melingkarkan sebuah Sling bag berwarna hitam senada dengan sepatu santainya.


Dan Pela menggunakan dress bodycon selutut nya dengan sebuah jaket yang menetralkan /menutupi lekukan ditubuhnya dengan sepatu wedgesnya.


Sedangkan Hanum menggunakan atasan berbentuk v dengan model crop topnya dengan dipadukan celana jeans dengan model lebarnya.


Tanpa disadari ketiganya ada sepasang mata yang sangat intens menatap kearah mereka dan pandangan intens itu terutama tertuju pada sosok Lilian yang begitu menjadi pusat perhatian bagi para kaum Adam meski Lilian terlihat lebih sederhana dibandingkan kedua temannya namun aura dan rupa keseluruhan dari tubuhnya yang mampu menghipnotis setiap mata yang memandangnya terutama bagi para remaja yang jiwanya penasaran meronta.

__ADS_1


"Ekhmmm....permisi apa boleh kita bergabung? (terlihat 3 laki-laki remaja seusia Lilian dengan pakaian santai namun terkesan modern menghampiri ketiganya, salah satu seorang yang menonjol memberanikan untuk lebih dulu menghampiri ketiganya)". 3 Laki-laki


"Eh....( ketiganya saling melerik dan sedikit terkejut akan kedatangan 3 remaja yang bukan berasal dari sekolahnya dengan tiba-tiba menghampiri ketiganya) boleh... bukannya ini tempat umum ya (dengan pandangan sopannya)". Pela


"Oh terima kasih kami sungguh merasa terkesan akan kebaikan dari nona-nona cantik ini , perkenalkan namaku Bara ( Bara mengarahkan tangannya kearah Lilian yang sedari tadi duduk manis memperhatikan obrolan diantara Pela dan seorang laki-laki seumurannya yang baru saja memintanya untuk berkenalan)". Bara


"Lilian....(dengan sopan ia menyambutnya uluran tangan dari pihak lawan)". Lilian


Akhirnya mereka nampak seperti pasangan muda-mudi yang tengah menikmati indahnya suasana gemerlapnya malam.


mereka baru bertemu namun mereka sudah nampak akrab saja.


"Terima kasih sudah mau berteman dengan kami, kami selaku penduduk asli sini merasa senang memiliki tamu yang cantik-cantik namun tidak sombong seperti kalian, kami sangat senang bisa berteman dengan Kalian. lain kali bolehkan kalau kita main kekota Kalian?". Bara


"Tentu, terima kasih ya ini sangat unik (Hanum nampak sangat berapi-api dengan pemberian dari Bara sebuah karya berbentuk bingkai foto berukuran sedang ya ternyata Bara dan kedua temannya adalah seorang calon seniman muda)". Hanum


"Hemm....(mengangguk senang)". Bara


Jam sudah menunjukkan hampir jam 9 malam mereka akhirnya pamit kepada Bara dan kawan-kawan, Lilian dan kedua temannya terburu-buru kembali ke hotel penginapan ya walau batas waktunya masih 1 jam lagi namun mereka Hanum dan Pela sudah berjanji akan kembali tepat jam 9 malam kepada Lilian.


mereka sepanjang jalan terkekeh membahas pertemuan dengan 3 orang pemuda yang nampak keren dengan kesopanan yang kental.


"Lilian tunggu....(terlihat sosok tampan dengan tubuh atletisnya berlari kearah ketiganya) aku ingin bicara empat mata denganmu Lilian (dengan tatapan memohon)". Pian


Pian adalah kakak kelas Lilian ,ia seorang siswa semester akhir /kelas 3 sekolah menengah atas.


Pela dan Hanum saling melirik ya kedua-nya mengetahui bahwa Pian sejak pertama melihat sosok Lilian telah jatuh hati akan sosoknya.


dan Pian pernah mengungkapkan cintanya, namun Lilian tentu menolaknya dengan alasan ia belum ingin berpacaran dan orang tua nyapun belum mengizinkan ia untuk berpacaran.


dan syukurnya Pian mengerti akan keadaannya, dan ia mengatakan akan menunggunya hingga Lilian siap untuk berpacaran dan mereka kini hanya menjalin sebagai teman saja tidak lebih namun Pian mengartikan beda, dengan kebaikan dan kepolosan yang selalu ia terima dari sosok Lilian menjadikan ia beranggapan sodok Lilian adalah pacarnya dan memang Pian sudah menganggap Lilian sebagai pacarnya.


"Kakak mau membicarakan perihal apa denganku kak? ummm.... apa tidak lebih baik besok saja kak, ini sudah malam (menolak secara halus)". Lilian


"Tidak Lilian aku ingin membicarakannya Sekarang juga, hanya sebentar (meyakinkan)". Pian


"Hemmm....(mengangguk) baiklah...(Lilian melirik kearah dua temannya yang setia menunggunya sedikit menjauh) kalian duluan saja, dan tolong bawakan ini (Lilian menyerahkan bingkai yang tadi diberikan oleh teman kenalannya/Bara)". Lilian


"Baiklah...kami duluan!!! (dan melirik kearah Pian) kak Pian kami nitip Lilian jangan diapa-apain ok ". Pela dan Hanum

__ADS_1


"Tenang saja, dia akan baik-baik saja bersamaku (tersenyum simpul)". Pian


_Skip_


"Kak kenapa kakak membawaku ke kamar kakak? maaf kak Lilian rasa ini tidak pantas (Lilian mencoba menjauh dari pintu masuk)". Lilian


"Kakak hanya ingin memberimu sesuatu dan sesuatu itu ada didalam sana, apa kau tidak percaya dengan ku? kau taukan Lilian kita sudah mengenal 1 tahun dan kau tau aku tidak pernah macam-macam padamu (meyakinkan)". Pian


"Emmm...(nampak Lilian berfikir bayangannya menerawang dimana Pian selalu memperlakukanya dengan sopan dan sayang seperti seorang kakak yang menyayangi adiknya) baiklah". Lilian


Lilian masuk dan duduk manis disebuah sofa ,kamar yang Pian sewa sama saja dengan kamar yang lainnya sewa juga.


hanya sebuah kasur empuk berukuran jumbo dan sebuah sofa memanjang dan ada sebuah televisi untuk sarana hiburan lengkap beserta aksesoris lainnya.


dan sebuah kamar mandi didalamnya. kamar itu memanglah untuk ukuran satu orang saja ,namun karena ini acara sekolah maka mereka (para guru dan pembina) menginginkan 2 orang untuk satu kamar karena memanglah mereka hanya semalam saja untuk menginap dan besok pagi mereka harus kembali kekota asal mereka..


"Kemana Dodi bukanya kakak tidur bersamanya?". Lilian


"Dodi keluar, (menatap intens kearah Lilian setelah Lilian duduk ia juga ikut duduk di sampingnya Lilian diam karena memanglah itu hal yang sudah biasa seperti seorang teman kebanyakan lakukan)". Pian


"Apa sesuatu itu kak Lilian ingin melihatnya dan kakak bukanya ingin bicara empat mata denganku, memang mengenai apa kak?". Lilian


"Lilian, kau taukan aku sangat menginginkan kau menjadi pacarku tolong jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain...". Pian


"Maksud kakak? dekat dengan laki-laki lain? bukanya Lilian hanya dekat dengan kakak? (dengan wajah bingungnya)". Lilian


"Laki-laki yang bersamamu itu siapa? kalian nampak akrab, kau tau Lilian aku cemburu (dengan tiba-tiba meraih tangan lilian)". Pian


"Kakak....(Lilian kaget dan ia mencoba mengingat) oh...Bara!!! dia orang asal sini dan mereka bertiga berkenalan denganku bukannya itu hal yang wajar ya kak,lagian Lilian tidak berduaan dengan Bara ada Pela dan Hanum dan kedua teman Bara, kenapa kakak jadi cemburu seperti ini...ini lucu kak (dengan sedikit kekehan kecilnya mengusir ketegangannya)". Lilian


"Kenapa kau tertawa Lilian, dan kenapa kau merasa lucu mendengar aku berucap cemburu (dengan nada yang ditekan)". Pian


"Kakak... jangan seperti ini...bukanya kita tidak ada hubungan apa-apa selain berteman?". Lilian


"Berteman? aku sudah tidak sanggup lagi untuk berteman (Pian meraih sebuah benda yang terlipat dan mengacungkanya kearah Lilian ya itu adalah sebuah pisau lipat yang tertata rapih ditempatnya dan kini Pian membukanya dan ia arahkan kearah Lilian)". Pian


"Akhp....(tidak percaya) hiks.....(menangis) kak apa yang kakak ingin lakukan (Lilian begitu terkaget dengan aksi yang Pian tunjukkan)". Lilian


"Buka pakaianmu, aku ingin kita melakukannya aku tidak sanggup orang lain mendekatimu lagi , kumohon jadilah milikku seorang...(Pian membimbing Lilian untuk menuju kearah kasur yang nampak siap untuk mengistirahatkan tubuhnya dengan mengarahkan sebuah pisau yang nampak mengkilat di arah leher putih mulus milik Lilian)". Pian

__ADS_1


"Jangan kak, Lilian tidak mau...(dengan derai air mata namun suara tangisannya tidak terlalu keras apa lagi Pian menutup pintu kamarnya hingga tidak terdengar sama sekali)". Lilian


__ADS_2