
"Paman bukannya paman akan mengantarkan Lilian pulang kerumah? kenapa lewat sini paman...inikan kebalikan dari arah rumah Lilian?...(dengan wajah polosnya)". Lilian
"Paman akan mengantarkan Lilian pulang ,tapi Lilian ikut paman dulu ya... sebentar saja (dengan wajah tanpa bersalahnya)". Orang misterius
"Hem.... tuan..tuan kau sangat beruntung memiliki Putri yang berparas nyaris sempurna seperti Lilian, bolehkan kalau aku sedikit saja mencicipinya...membatin (dengan seringai mesumnya beberapa kali melirik kearah Lilian yang berada disisi kursi kemudinya)". Orang misterius
Ya awalnya orang misterius ini berniatan menculik dan ingin meminta uang tebusan saja kepada tuan besar Amar, akan tetapi setelah melihat wujud dari korbannya yang begitu manis nan cantik dengan rambut panjang alamainya dengan tubuh idealnya dan mulus kulitnya menjadikan niatan dari orang misterius itu berlipat-lipat ganda.
walaupun Lilian baru kelas 1 sekolah menengah pertama tubuhnya bak model dengan segala keindahannya. dari sorot mata yang jernih dan tingkah polosnya yang sangat menggemaskan , siapapun tidak akan sanggup lepas dari memandangnya.
begitupun dengan orang misterius ini ia begitu kagum akan eloknya rupa seorang gadis belia itu, hingga pertahan niatan untuk menculiknya hilang digantikan ingin memilikinya.
Dctttttttttt....suara ban mobil bergesekan dengan kerasnya aspal. terlihat sebuah bangunan rumah dengan satu tingkat dan terlihat sangatlah sederhana, rumah itu terletak sedikit menjauh dari padatnya pemukiman warga dan jalananpun terasa sangat sepi karena hari mulai petang ,ya Lilian menumpangi mobil yang mengajaknya memakan waktu selama hampir 1 jam.
"Paman apakah itu rumah paman? (terlihat sebuah rumah yang tidak memiliki cukup halaman rumah itu dibangun dekat dengan jalanan yang sepi. sambil celingukan Lilian sedikit mulai merasa tidak nyaman) paman aku tunggu di mobil saja". Lilian
"Kenapa tunggu di mobil...? ayolah paman mohon singgahlah dulu, setelah ini paman akan mengantarmu kerumah didalam ada istri dan anak paman Lilian tidak perlu takut paman adalah orang baik, Lilian taukan kalau paman bekerja di perusahaan daddy Amar? (dengan bibir yang bergetar dan menahan jiwa nakalnya)". Orang misterius
"Emm...baiklah... (dengan sedikit was-was Lilian turun dari mobil dan mengikuti arahan dari orang misterius itu)". Lilian
Lilian berjalan didepan karena memanglah ia disuruh berjalan lebih dulu ,baru akan sampai didepan pintu tangan nakal orang misterius itu memulai aksinya.
"Paman apa yang paman lakukan? (Lilian merasakan sesak diarea perutnya karena lilitan tangan besar berada disana)". Lilian
"Paman ingin bermain-main denganmu sayang, kau sengaja menggoda paman dengan rok minimu itu (orang misterius itu mencoba meraih pipi merona milik Lilian)". Orang misterius
"Jangan paman...tolong....siapa saja tolong Lilian...(Lilian berusaha memberontak dengan mengangkat kedua kakinya ia tendangan ke pintu yang masih menutup hingga kedua-nya jatuh kearah belakang, Lilian menindih tubuh besar milik orang misterius itu) akh....(jerit Lilian) ". Lilian
__ADS_1
Orang misterius itu melonggarkan belitannya dengan kesempatan itu Lilian cepat-cepat gunakan dan segera bangkit dan berlari kearah jalanan yang sepi.
"Ahhh...si..-lan , jangan lari gadis kecil jangan lari ....(orang misterius itu bangkit dan mulai mengejar Lilian)". Orang misterius
"Tolong...tolong...(Lilian berlari dengan membawa wajah pucat pasihnya dengan ditemani derai air mata) akhp....(Lilian tertangkap karena ia kalah cepat dalam berlari)". Lilian
"Haha.... (tertawa senang) berteriaklah meminta tolong ,kau tau sayangku rumahku ini berada dijalanan yang sepi karena ini jalanan yang tidak terdaftar dari data pencarian....". Orang misterius
"Tolong ... jangan sakiti Lilian paman , Lilian hanya ingin pulang...(dengan meronta-ronta dalam dekapan)". Lilian
"Paman tidak akan menyakitimu sayang jika kau menurut dan ikut masuk kedalam bersama paman...". Orang misterius
"Tidak paman , Lilian mau pulang...hiks......(Lilian menangis dalam ketakutan)". Lilian
"Ayo....(orang misterius itu akhirnya memaksa Lilian yang susah untuk di atur)". Orang misterius
Dilain sisi.
"Si...-lan ini gara-gara bocah tengil itu, sudah tau aku baru kembali dari negara (tidak usah disebut ya) aku tidak begitu tau dengan daerah ini... hemmm... dimana ini hufft....(terdengar helaan nafas panjang lelahnya) apa-apaan ini ...tidak masuk dalam jalur terdata (beberapa kali nampak seorang laki-laki dengan paras tampannya dengan wajah blesterannya memukul setir kemudinya)". Neil
Dengan laju mobilnya yang perlahan dalam waktu yang semakin petang netranya menangkap pemandangan membingungkan dan sekaligus membuatnya geram.
Neil menepikan laju mobilnya ia turun dengan langkah seribunya.
"Buakkkkghhhh.....hah..(suara kepalan tangan mengenai tubuh besar)". Niel
"Ahhhhk....si..-lan siapa kau, berani -beraninya memukulku? (dengan mengusap darah yang menetes disekitar area hidungnya)". Orang misterius
__ADS_1
"Akhp...(jeritan) kak, tolong Lilian...paman itu adalah orang jahat...(Lilian menyingkir karena orang misterius itu melepaskan dekapannya, Lilian menunjukkan jemarinya kearah orang misterius yang terjungkal kesamping)". Lilian
"Fiam kau bocah, jangan percaya dia... dia adalah anakku ,dia ingin kabur dari rumah. orang tua mana yang merelakan anaknya berkeliaran dijam-jam seperti ini...(dengan mata pura-pura polosnya)". Orang misterius
"Bohong kak, paman itu bukan orang tuaku ... dia mengajak Lilian untuk bermain-main dan malah paman itu mau ...mau mencium Lilian (dengan raut ketakutan dengan nada tidak enak hatinya)". Lilian
"Minggir kau....(orang misterius itu sudah tidak tahan dengan aktingnya dan mendekat kearah Lilian dengan menabrak bahu milik Neil yang sedari tadi berdiri diantara keduanya)". Orang misterius
"Aww...sakit paman, jangan paksa Lilian untuk ikut lagi....(ketika lengannya berhasil dipegang oleh orang misterius itu)". Lilian
Neil yang terbengong menyaksikan perdebatan diantara gadis belia dan seorang laki-laki yang nampak terlihat dewasa itupun terkejut dengan jeritan dari bibir manis berwarna merah muda milik Lilian.
"Ahhhk...sakit". Lilian
"Cukup... mau kau orang tuanya atau bukan tapi caramu itu salah ,ayo kita buktikan di kantor polisi. kita akan tau mana yang tengah berbohong!!! (dengan percaya dirinya)". Niel
"Banyak b..-cot ,kau terlalu ikut campur bukkkkkgh.... (orang misterius menyerang Neil dengan membabi buta ia meradang dengan Niel yang mencoba mengambil cute pienya)". Orang misterius
Niel yang diserang secara mendadak kualahan menangkis serangan dari pihak lawan.
"Nona cepat masuk kedalam mobilku ,aku akan menahannya". Neil
"Baiklah....(Lilian berlari kearah sebuah mobil Lamborghini berwarna hitam mengkilatnya kebetulan Niel tidak menutup pintu mobilnya jadi Lilian dengan mudah masuk kedalam mobilnya)". Lilian
"Buggghk....".Neil
Neil berhasil menjauhkan lawan dengan tinjuan kerasnya dan ia segera lari ,ia tidak mau mengambil resiko ya ada seorang gadis belia yang sudah menunggunya dimobilnya. dan tempat ini bukanlah daerah kekuasaannya ia tidak mau lebih buruk dari ini.
__ADS_1