Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Berdebat


__ADS_3

_skip_


🌾 Di sebuah gedung pertemuan🌾


brakkkkkkk.... suara sebuah meja yang mendapatkan sebuah tekanan keras.


"apa yang Daddy inginkan akan segera terwujud, meskipun kau bekerja keras untuk menghalangi Daddy...dan yang harus kau ingat princess Amira kau akan menyesal telah menentang ku!.


dan kau (menunjuk Neil dengan tatapan sinisnya) jangan senang dengan hasil sementara ini, kau akan lihat dengan siapa kau bermain". Lanang


Lanang meninggalkan Amira dengan bibir dan tatapan beku kepadanya.


begitupun dengan Neil yang nampak berusaha mengontrol emosinya ia tidak ingin melihat istrinya terlebih mendapat terkanan dari keadaan.


ya pertemuan pertamanya setelah beberapa waktu tidak bertemu ujung-ujungnya berakhir dengan keadaan yang sama yaitu selalu berdebat , perdebatan yang menyisahkan luka dan ketidak puas'an hati.


"apa kau tidak apa-apa? (Neil mengelus punggung tangan yang memperlihatkan raut kecewa dan sedihnya itu)". Neil


"aku tidak apa-apa kak, yang hanya aku khawatirkan sekarang adalah Lilian dan keluargaku...mommy dan Daddy Amar!!". Amira


selain ia sudah tidak diakui sebagai pewaris, Amira juga mengkhawatirkan akan keselamatan keluarga kecilnya.


bukan orang lain yang ia hadapi melainkan Daddynya sendiri membuat tekadnya terkadang berubah-ubah.


baru saja akan Neil mengajak Amira duduk .


"apa benar tuan Alex datang untuk menemui kalian? apa yang dia bahas, kenapa kalian merahasiakan ini dariku (mom Nichole yang baru masuk keruangan dimana Amira dan Neil berada memberondong beberapa pertanyaan dalam kurun waktu yang singkat), Amira katakanlah apa yang membawa Daddymu kesini? (raut penasaran)". Nichole


"Hem... ini tentang bisnis mom, perusahaan besar A.A.A. Sentra Group ingin bersaing secara terang-terangan dengan perusahaan kita...!!!". Amira


"bagus, ungguli ...dan dapatkan targetnya (dengan nada yang datar)".mom Nichole


"mom...(rasanya Neil tidak setuju dengan bendera perang yang mom Nichole kibarkan, ya perusahaan besar keluarga Alexander bukanlah tandingannya, ini sama saja menentang maut meskipun perusahaan keluarga Nathaniel juga tidak kalah saing dengan perusahaan milik keluarga Alexander. disana ada seseorang yang bernama Jimmy dan Amar...!. Amar? dimanakah sekarang ia , apakah bisa merekrut anggota yang sekarang menjadi mertuanya itu?)". Neil


"bisnis adalah bisnis, dan kekeluargaan adalah masalah yang tidak perlu disangkut pautkan bukanya begitu princess Amira (mom Nichole dengan tatapan yang tidak bisa diartikan)".mom Nichole


_skip_

__ADS_1


kini hanya tinggal Amira yang berada diruangannya.


"kenapa jadi sulit seperti ini... bergumam (Amira mengamati beberapa berkas yang dikirimkan oleh orang suruhannya dengan perasaan gerah dan rumitnya)". Amira


Sementara itu dikediaman Harun.


"sayang".mom Putri


mom Putri yang semenjak tadi pulang dan menyerukan nama Sang anak namun tidak mendapatkan sautan menjadi lebih lega disaat netranya melihat sang anak sedang duduk dimeja belajarnya tengah membelakanginya.


"mom... (menoleh) maafkan Lilian". Lilian


"ada apa dengan matamu nak, apa kau sehabis menangis? (cemas), katakan apa yang terjadi di saat mom meninggalkanmu Hem...(mom Putri mendekat dan menuntun sang anak untuk duduk di kasur sederhananya)". mom Putri


"Daddy,...Daddy Lanang tadi kesini mom... maafkan Lilian yang sembarangan untuk membukakan pintunya! (menunduk)". Lilian


"a... apa? (terbelalak).


kenapa dia bisa tau kita tinggal disini... membatin.


"Daddy tidak melakukan apapun kepada Lilian mom, tapi Daddy Lanang akan berusaha memisahkan Lilian dengan dosen Harun! mom... apakah mommy dan Daddy akan melarang Lilian bersama dosen Harun jika ternyata dosen Harun memanglah seorang penjahat? (dengan hati-hatinya)". Lilian


"apa yang ada dibenakmu nak?! apakah kau sudah terpengaruh oleh ucapan Daddy Lanang.


dosen Harun bukanlah seorang penjahat nak, dan lihatlah betapa lembutnya ia... sampai Daddy Amar juga dibuat gemas oleh-nya (dengan tatapan santai)". mom Putri


"tapi mom...". Lilian


"sudahlah jangan banyak fikiran yang tidak-tidak sayang ....kau sedang hamil muda, itu tidaklah baik untuk mu dan calon cucu mommy... tenanglah fikirkan yang seperlunya saja, mommy tidak mau jikalau sampai terjadi apa-apa dengan kalian (memberi pengertian).


baiklah sekarang Lilian istirahat ya...mommy akan kedapur dulu". mom Putri


"eem...(mengangguk, mengiyakan)". Lilian


mom Putri keluar kamar milik Lilian dengan perasaan khawatir yang ia sembunyikan, ia tidak mau kalau sampai Lilian tertekan dengan keadaan.


"sebenarnya apa yang ada di otak cerdasmu Daddy Lanang Putra Alexander, kenapa kau melakukan ini kepada Lilianku..

__ADS_1


apa kau ingin mengulangi sejarah dimasa lalu, yang pernah memisahkan diriku dengan suamiku Amar Alamsyah diwaktu saat dulu... semoga kau segera mengurungkan niatanmu itu dad,..... membantin".mom putri


sementara itu dilain tempat.


"Hem...(tersenyum samar), ternyata mata rajaku sudah sampai di sini. kejarlah aku semampumu rajaku, tapi aku jamin kau tidak bisa pernah akan mendapatkan diriku (seseorang dengan sebuah kaca mata yang setia ia gunakan dikedua pengelihatanya)". Harun


"pak, hah....Huppp....hah.... (terengah-engah sehabis lari-larian) untunglah bapak ada disini dikelas ada siswa yang tengah bertengkar pak?". salah satu anak murid


"baiklah, ayo tunjukkan siapa saja yang ingin berbuat rusuh dikelasku". Harun


langkah Harun mengikuti salah satu anak didiknya seperti apa yang diceritakan, didalam kelasnya tengah terjadi pertengkaran ala anak remaja.


"kalian hentikan, dan maju untuk mendapatkan pertanyaan dariku (Harun memisahkan diantara kedua-nya, keduanya mengaku tengah memperebutkan seorang siswi yang mereka sama-sama sukai, dan hal itu mengingatkan dirinya kepada kejadian silam disaat dirinya tengah memperebutkan seseorang perempuan dengan sebutan Lilian).


siapa perempuan yang kalian sukai?


(mereka menunjuk salah satu siswi dengan paras cantiknya)


Hem.....(hening) muridku apa kau menyukai salah satu dari mereka?(Harun menujuk)". Harun


"tidak pak dosen, aku sama sekali tidak menyukai mereka,...(huuuuuu... suara gaduh... terdengar dikelas itu)". siswi berparas cantik


"kalian dengar, kenapa kalian sampai bertengkar dengan cara gulat seperti ini... nyatanya perempuan yang kalian perebutkan tidak menyukai salah satu dari kalianpun. menyukai lawan jenis itu adalah hal yang diperbolehkan bahkan sangat dianjurkan, dan juga boleh saling bersaing namun dengan cara yang sportif... tidak seperti ini.


(huuuuuuuu..... lagi-lagi Suara riuh yang terdengar dari kelas Harun).


Hem... muridku terima kasih sekarang duduklah...(mempersilahkan)". Harun


"pak dosen... (harun mendengarkan.


seorang siswi itu bukannya duduk kini malah mendekat kearahnya dimana Harun tengah berdiri).


bagaimana kalau saya menyukai pak dosen, apakah itu boleh??? (dengan tatapan malu-malunya)".siswi berparas cantik


penuturan itu membuat dua siswa tadi yang memperebutkan dirinya dibuat membulat dikedua matanya, sedangkan yang lain menatap tidak percaya kepada keberanian temannya yang dengan terang-terangan menyatakan perasaannya kepada dosennya sendiri disaat ramai seperti ini.


"Hem....itu tidak boleh muridku... karena bapak sudah mempunyai istri, dan istri bapak tengah hamil anak bapak (dengan nada yang Pelan dan ramah didalam ketegasan ucapannya, Namum itu terkesan menyakitkan dan hampa bagi siswi yang sedang menyatakan perasaannya dan kekecewaanlah yang ia berhasil dapatkan)". Harun

__ADS_1


__ADS_2