
terlihat sebuah rumah sederhana berdiri ditengah-tengah keramaian padatnya penduduk kota.
ya rumah sederhana itu adalah tempat tinggal baru bagi Lilian beserta suami barunya dan kedua orang tuanya.
"Harun, apa kau tidak salah membawa kami ketempat ini. ini terlalu berisik dan pengap lihatlah halaman saja rumah ini tidak memilikinya (entahlah semenjak Harun muncul kepermukaan dan berniat bertanggung jawab kepada anaknya rasakan Amar yang tipe sederhana dan serba menerima segala keadaan menjadi rewel dan tukang protes berbeda dengan mom Putri yang cukup tenang dengan keadaan hidup barunya meskipun mom Putri belum terbiasa dengan menantu barunya tidak seperti Neil yang sudah cukup mengenal lama)". Amar
"maafkan Harun daddy Amar, rumah ini adalah satu-satunya milik Harun saat ini, tapi tenang saja dad, tempat ini begitu strategis untuk memulai bisnis kecil-kecilan, Harun akan membuka tempat makan diseberang rumah kita". Harun
ya Harun memiliki sebuah apartemen sewa kecilnya Namun Harun fikir rumah sederhana ini lebih cocok untuk semuanya karena bisa menampung 4 orang sekaligus dalam ruangannya, tidak seperti apartemen kecilnya dan setelah Harun sudah berhasil mendapatkan Lilian ia akan berusaha untuk meninggalkan dunia nyatanya. dunia yang menyisakan jejak yang tidak akan mungkin orang-orang yang ada dihadapannya bisa untuk menerimanya.
"Daddy...??? aku bukan Daddymu... membatin.". Amar
menatap tidak suka, auranya hanya emosi yang ditunjukkannya.
"memang kau punya modal untuk buka usaha, meskipun hanya sekedar rumah makan kecil-kecilan itu memerlukan biaya puluhan juta (terlihat menantang)". Amar
"Harun akan membuktikannya dad (dengan tersenyum sopan)". Harun
"kau...(serasa menantu culunnya tidak mau kalah dengannya)". Amar
sedangkan Lilian hanya menyimak ia juga belum mengerti tentang mencari uang.
"dad, sudahlah tidak apa-apa...kita kesulitan mencari tempat karena Daddy taukan kekayaan Daddy Lanang di negeri ini begitu luas hingga apartemen, rumah sewa, perumahan, hotel, semua kawasan dan yang lainnya pasti mengatasnamakan perusahaan Alexander, Daddy taukan kita sedang bermasalah dengan nama itu?!! (mencoba memberikan pengertian)
dan biarkan Harun memikiran bagaimana caranya untuk kelangsungan calon anak dan istrinya, dia sekarang menjadi seorang suami dan juga sosok figur calon ayah untuk cucu kita, mau usaha apapun yang penting halal dan tidak merugikan bagi siapapun (menjelaskan dengan tenang dan keibuanya)".mom Putri
"baiklah ,ini terpaksa aku terima. Harun buktikan ucapanmu, jangan sampai mengecewakanku untuk kedua kalinya... (amar menyeret koper miliknya dan milik istrinya terlebih dahulu masuk sedangkan mom Putri sendiri menyusulnya masuk)". Amar
"tidak apa-apa nak, maafkan Daddy kalian...(mom Putri mencoba memberikan penjelasan dan pengertiannya kepada sepasang pengantin baru itu)".mom Putri
selepas kepergian mom putri dan Daddy Amar.
"maafkan Daddy Lilian dosen, Lilian...(ucapanya terjeda)". Lilian
"sttttt....(menutup bibir Lilian dengan jari telunjuknya) tidak apa-apa aku bisa memakluminya, kita akan lewati ini bersama. terima kasih Lilian kau sudah mau memilihku menerimaku menjadi pendampingmu dan yang perlu kau tau aku sudah mempunyai segudang stok kesabaran untuk Daddy Amarmu (dengan mengusap sayang pucuk kepala Lilian dan itu membuat sekian kalinya Lilian diam tanpa gerakkan penolakkan)". Harun
__ADS_1
"dosen lukamu? ". Lilian
disaat ia benar betul menatap sedekat ini lawan bicaranya, ya kemarin hati Lilian terlalu penuh,penat,sibuk dengan keadaan hingga untuk mencerna kenyataan begitu sulit dan kacau.
"aku baik-baik saja... aku laki-laki kuat apa kau khawatir dengan keadaan ku Hem,....maafkan aku telat untuk kembali padamu... huffftt (nampak Harun menghembuskan nafas lega sekaligus panjangnya).
andaikan kau menolakku pada saat itu juga, aku tidak tau harus bagaimana untuk membawamu ikut bersamaku, mungkin aku akan menculik mu secara diam-diam...(dengan senyuman menggodanya)". Harun
"dasar... pembohong ,pencari kesempatan, tukang penipu... laki-laki jahat...(Lilian berbalik membelakangi Harun)". Lilian
"hei...(Harun berusaha mencoba untuk melihat raut Lilian)". Harun
"hiks.... Lilian, Lilian tidak tau harus bagaimana, sepertinya Lilian salah dengan apapun yang Lilian lakukan...(air matanya meleleh seakan seseorang yang berada didekatnya sekarang berhak tau dengan perasaannya saat ini juga) Lilian melakukan semua ini karena Lilian tau anak yang Lilian kandung adalah anak dosen... bukannya seorang anak tidak boleh dipisahkan dari kedua orang tuanya... dan kak Amira bilang seorang anak adalah pemersatu diantara perasaan kedua orang tuanya... apakah betul seperti itu dosen??? tapi...Lilian rasa Lilian tidak mencintai dosen (dengan polosnya)". Lilian
ya sejatinya hati Lilian masih milik kak neilnya, pangeran berkuda putihnya.
dosen Harun tercengang sekaligus lucu mendengar pengakuan dari pihak Lilian, betapa polos dan jujurnya seorang gadis remaja disampingnya.
apakah itu saja yang ada dibenaknya, atau masih ada nama mantan kekasihnya yang sekarang sudah menjadi kakak iparnya?
mungkin saja...itu bisa saja...dan itu adalah hal wajar saja... terlihat dari jarak waktu yang begitu spontan dan sangat mengejutkan itu pasti masih menyisahkan dihati akan perpisahan yang tidak diinginkan (secara samar-samar terpaksakan keadaan , seperti kisahnya yang benar memaksakan namun samar diingatan)
Harun harus benar-benar bisa menggantikan sosok Neil didalam hati Lilian, ia harus benar-benar giat berusaha membuat hati gadis baik hati ini beralih kepadanya.
"aku yang salah, jikapun ada orang yang disalahkan adalah aku Lilian (Harun menangkap kedua pundak Lilian dengan kedua tangannya hingga Harun kini bisa melihat lebih jelas dan dekat wajah yang sedang terisak itu hingga membuat Lilian gugup dan terasa risih namun diam) ,
maafkan aku... maafkan aku Lilian aku sudah memaksamu untuk melakukan semua ini, tapi yang perlu kau tau Lilian aku sama sekali tidak menyesali dengan apa yang sudah terjadi diantara kita... karena hanya cara ini aku bisa mendapatkanmu". Harun
hening.....
hanya Suara deru nafas yang mewakili keduanya.
sedangkan Lilian memejamkan netranya sejenak.
"Lilian sudah mengikhlaskannya dosen,... maafkan Lilian...Lilian terlalu cengeng dengan semua ini (Lilian menangkap tangan milik Harun yang berada dipundaknya dan mengusap air matanya dan perlahan masuk menyusul kedua penyemangat hidupnya yang rasa dirinya selalu mengecewakannya)". Lilian
__ADS_1
"Lilian....(Harun menatap Lilian dengan kepergiannya, ia kira Lilian akan memukulinya dan mengumpatnya dengan makian kasar dan geramnya nyatanya Lilian malah membiarkan dirinya lolos dengan begitu saja, rasanya dirinya semakin merasa bersalah kepada gadis baik itu apa dirinya telah salah mendapatkan wanita pujaannya dengan cara seperti ini, Harun merasa bersalah kepada Lilian namun bukan menyesalinya/dengan apa yang sudah terjadi ya karena dirinya sudah merencanakan ini semenjak pandangan pertamanya)". Harun
*malam*
"Lilian tidurlah bersama mommymu, Daddy akan tidur diruang tamu". Amar
dengan melirik melihat ekspresi yang kini jadi menantunya.
"uhuk...uhuk...(Harun yang sedang menikmati kunyahanya terbatuk-batuk karena kaget dengan penuturan sang mertuanya)". Harun
"pelan-pelan dosen, (dengan tanpa sadar Lilian menepuk-nepuk punggung lebar itu)". Lilian
gerakkan Lilian tentu tertangkap oleh dua sepasang mata yang bersebrangan duduk dengannya.
terutama mata tajam milik Amar.
"aku tidak apa-apa Lilian terima kasih (Harun segera menyambar air putih digelas dan meminumnya. meskipun tersedak, rasanya begitu terbang diawang-awang gadis yang berhasil didapatkannya telah perduli kepadanya meskipun Lilian belum mengucapkan mencintainya).
Lilian sedang hamil, Lilian membutuhkan ruang gerak yang lebih, jadi biarkan Lilian tidur dikamarnya dan aku saja yang tidur diruang tamu dad (setelah bisa menguasai keadaan)". Harun
tanpa disadari ada senyuman yang terpendam.
🌷siapa ya kira-kira yang tersenyuman terpendam? 🌷
"tapi apakah kau bisa menepati ucapanmukan? (menatap mencari jawaban)". Amar
"dad, meski bagaimanapun mereka adalah sepasang suami istri , mommy minta Daddy jangan terlalu membatasi mereka (dengan hati-hati)".mom Putri
"Lilian, apa kau mencintai laki-laki yang sekarang menjadi suamimu? (tanpa rasa bersalah sama sekali)". Amar
hening....serasa seekor jangkrik atau nyamukpun tiada ada yang berani mengisi kesunyian itu.
semua aktifitas terhenti.
"kenapa kau diam Lilian? apakah ini adalah sebuah kecelakaan, atau jangan-jangan menang benar dosen harunlah yang telah mencari kesempatan untuk mendapatkanmu?". Amar
__ADS_1