Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Moment 1


__ADS_3

disinilah Mereka di sebuah restoran yang menyajikan nuansa romantis.


"kenapa sayang? (Neil mendorong kursi dan mempersilahkan Lilian untuk duduk , dan Lilian pun duduk namun Lilian terlihat tidak nyaman)". Lilian


"kakak kenapa kakak mengajak Lilian ketempat seperti ini, kak mereka menatap kearah kita apa ini karena seragam yang Lilian pakai (sambil berbisik, Lilian melirik kekanan dan kekiri ia melihat pada gadis atau perempuan berpakaian elegan dan modis sedangkan dirinya hanya menggunakan seragam sekolah)". Lilian


ya semenjak mereka datang mereka berdua menjadi pusat perhatian.


"Hem... tidakkah kau lihat mereka kagum akan eloknya dirimu Lilian, sudah jangan di hiraukan (dengan santainya)". Neil


"Hem....baiklah (ada nada kerisauan dipengucapannya)". Lilian


terlihat Neil mengangkat jemarinya dan memanggil salah satu pelayan yang setia sedia setiap saat dibelakang, dan nampak membisikan sesuatu hingga membuat Lilian penasaran.


Lilian hanya memperhatikan gerak gerik dari Neil.


hanya dalam hitungan beberapa menit sang pelayan telah kembali setelah ia pergi menghilang di balik pintu.


"sudah siap tuan Neil (dengan sopan)". pelayan


"baiklah Lilian kau tunggulah untuk beberapa menit (nampak Neil mulai beranjak pergi)". Neil


"kak, mau kemana? Lilian tidak nyaman sendirian, jangan lama-lama (sambil terus menatap kepergian Neil)". Lilian


"Hem...aku tidak lama. tunggulah...(dengan senyum sesuatu)".Neil


"eem...(mengiyakan)". Lilian


10 menit kemudian, terlihat seseorang laki-laki dengan gaya cool seperti seorang anak ala remaja berjalan mendekat kearah dimana Lilian berada.


"kakak.....(Lilian terbelalak saat netranya melihat sosok yang baru duduk dengan seragam ala anak sekolahan) haha....kakak apa tidak salah kak, kakak sungguh terlihat lucu dan aneh....oops...maaf kak Lilian hanya tidak menyangka kalau kakak melakukan hal konyol seperti ini... (Lilian tertawa hingga basah diujung matanya)". Lilian


"Hem.....apa sekarang kau sudah merasa nyaman dan tidak risau lagi, aku lakukan semuanya demi kamu sayang (Neil menatap lekat manik mata milik Lilian yang jernih itu dengan mengetuk-ketukan jarinya di meja)". Neil


"deggg....kakak, ummm....so sweet (Lilian tersipu malu namun dengan rona yang berbinar).

__ADS_1


ternyata seperti ini ya sungguh sangat indah rasanya mencintai dan juga dicintai... terima kasih Daddy Amar sudah menjodohkan Lilian dengan kakak Neil, I Love you... Daddy Amar....dalam hati". Lilian


Lilian dengan senyum diamnya.


"hei.... kenapa senyum-senyum seperti itu? apa nona manis yang berada didepanku ini masih menertawakan pangeran berkuda putihnya?". Neil


Neil terlihat salah tingkah disaat netranya melihat Lilian senyum didalam diamnya.


"ti...tidak kak, tidak seperti itu Lilian hanya tidak menyangka kak Neil melakukannya untuk Lilian, terima kasih... Lilian merasa tersentuh!!!". Lilian


"hem...sekarang nona tidak usah merasa risih lagi, karena aku juga menggunakan seragam sekolahan seperti nona...anggap saja kita adalah anak sekolahan yang sedang berpacaran (dengan senyum simpulnya) sudah aku lapar, sebaiknya kita segera memesan menunya (dengan gaya coolnya)". Neil


"eem...(mengiyakan)". Lilian


sementara dipojokkan sana ada beberapa ibu-ibu arisan yang memasang mata kearah mereka berdua (Neil dan Lilian) dengan ekspresi yang hampir sama.


"wah...lihatlah sepertinya tuan Neil sedang melakukan sebuah pengorbanan... sungguh manis (salah satu pengunjung yang mengetahui kedekatan Neil dan Lilian ya karena anaknya satu sekolah dengan Lilian jadi ibu ini tau informasi dari anaknya tentang kedekatan Lilian dan Neil)". ibu Arisan


"ih... gregetan deh jeng, mau dong dijodohin anaknya sama babang Neil...".ibu Arisan yang lain


"stttt.... jangan keras-keras bicaranya nanti bisa celaka , tuan Neil dan Lilian sepertinya mereka berpacaran!!".ibu Arisan


"sudah dari pada kita ketahuan ngomongin yang tidak-tidak lebih baik kita mulai saja (takut bermasalah dengan keluarga ternama yang berpengaruhnya penting di negaranya tersebut)". ibu ketua Arisan


ya acara pertunangan Lilian dan Neil memang diadakan secara tertutup hingga hanya keluarga dua belah pihak saja yang tau tentang pertunangan Lilian dan Neil.


mereka (Lilian dan Neil) akhirnya memesan beberapa menu andalan restauran tersebut. dan setelah menunggu cukup waktu dan saatnya mereka untuk memulai acara makan siangnya.


"kak, kau sungguh menggemaskan... lihatlah seragam yang kau kenakan apa itu tidak membuatmu malu?


kau rela melakukan semuanya demi membuatku merasa yaman.


kau rela menyamakan statusmu dengan menggunakan seragam seperti ku...


apa ini tidak berlebihan? walaupun seperti itu, rasanya aku semakin mencintaimu kak... membatin (Lilian makan dengan sesekali mencuri pandang dengan senyuman manisnya Neil menyadari dengan hal itu namun ia hanya diam dan pura-pura tidak tau)". Lilian

__ADS_1


"Lilian.... Lilian...rasanya aku sudah jatuh cinta padamu... aku sungguh sangat menyayangimu, aku sendiri baru sadar kenapa aku bisa senekad ini demi membuatmu merasa nyaman aku menghilangkan semua tentang keegoisanku dan masa bodohku rasanya aku sudah tunduk akan sosok mu , apakah benar kau adalah jodohku? Hem....semoga saja kau memang jodohku sampai aku bisa meminangmu dan menghalalkan dirimu untukku... membatin (menatap Lilian disaat Lilian menikmati makanannya)". Neil


Neil sekarang ia semakin yakin seperti yang dibilang oleh sahabat nya *Guntur* untuk melupakan cinta masa kecilnya dan memulai dengan cinta yang sudah nyata didepan mata *Lilian* seorang gadis yang tidak bisa terelakkan akan kesempurnaan, dengan segala kepribadian yang baik.


_skip_


"mommy.... (Lilian menghampiri mom tercintanya dengan senyuman mengembangnya dan mengecup punggung tangan milik mom putri)". Lilian


"wah...anak mommy terlihat berseri-seri... ini pasti karena pangeran berkuda putihmu kan (mom putri menggoda dengan mencubit hidung mancung milik Lilian)". mom putri


"ekhm....siang mom (Neil mengecup punggung tangan milik calon mertuanya)". Neil


"oh ya nak ayo makan siang dulu (mom putri mengajak Lilian dan Neil untuk makan siang dengan senyum simpulnya)".mom Putri


"Lilian sudah makan siang mom, kak Neil yang mengajak Lilian (dengan sumeringah)". Lilian


"benarkah? ". mom putri


"em...ia maaf mom Neil tidak izin kepada mom putri". Neil


"hihi...(senyum dengan sedikit tertawa) tidak apa-apa nak mom tidak melarang, jangan sungkan malah ini bagus untuk hubungan kalian jadi semakin akrabkan? (menggoda keduanya)".mom putri


"eh...ia mom, dan Neil juga sudah minta izin kepada Daddy Amar (menerangkan) kalau begitu Neil balik kekantor mom, Lilian sudah aman". Neil


"siap....(mom putri ala prajurit hingga membuatnya ketiganya tertawa), terima kasih ya nak sudah menjaga Lilian mommy selalu mendoakan hubungan kalian ". mom putri


"terima kasih mom, (Lilian memeluk mom tersayangnya dengan raut yang berbinar)". Lilian


"terima kasih mom, Neil akan terus berusaha menjaga Lilian , terima kasih atas kepercayaan yang mom dan Daddy berikan. Neil bersungguh-sungguh (dengan tatapan keyakinan)". Neil


_skip_


setelah selesai acara makan siangnya Neil ganti dengan pakaian kantor nya dan mengantarkan Lilian kerumahnya setelah itu dia balik untuk kekantornya.


"bagaimana ayo ceritakan... sepertinya ada hal yang seru yang ingin Lilian beritahukan kepada mommy...(dengan raut penasarannya)". mom putri

__ADS_1


Lilian menceritakan perihal yang ia alami kebersamaan nya dengan Neil dan itu membuat mom putri tercengang kaget sekaligus takjub akan calon menantunya itu.


"mommy selalu mendoakan akan cinta diantara Kalian semoga sampai pada hari yang telah ditentukan...dan dijauhkan dari segala rintangan. berbahagialah sayang, semoga kalian berjodoh....membatin".mom Putri


__ADS_2