
* beberapa jam sebelum mom Putri Sampai dirumah sakit *
mom Putri yang baru tersadar dari pingsannya setelah cukup beberapa waktu segera menyusul Lilian kerumah sakit andalan keluarganya dengan bantuan seseorang yang diutus oleh Amar.
waktu menunjukkan pukul 11 malam mom dengan fikiran negatifnya, selalu melantunkan doa untuk keselamatan sang anak.
"mommy...mohon...nak bertahanlah, bertahanlah cucuku.... bergumam".mom Putri
dengan menautkan kedua tangannya, tangannya terasa basah karena kekhawatiran yang teramat. ia menyesali telah menuruti keinginan sumainya yang membiarkan Lilian sendiri dalam pikiran kalutnya, ya Lilian selama ini selalu bercerita dengan sang mommy tentang segala macam hal apapun. Lilian adalah tipe manja dengan orang-orang terdekat jadi sosok Lilian tidak mudah untuk memendam perasaannya sendiri. namun setelah terjadi masalah diantara Amira dan Neil masuk kedalam hidupnya semenjak itu Lilian terkesan lebih dewasa, dan terlihat memendam bebannya sendiri dan sang mommy kurang menyukai dengan hal itu, ya mom putri tau Lilian bayi kecilnya tidak akan mudah untuk merubah kebiasaanya itu.
drtttt....drtttt.....suara sebuah panggilan masuk.
lamunan sang mommy buyar disaat pendengarannya menangkap sebuah kabar.
itu adalah sebuah kabar baik yang didapat oleh sebuah panggilan masuk lewat ponsel milik orang utusan Amar.
"Alhamdulillah...nyonya, nona Lilian sudah melewati masa kritisnya". orang utusan Amar
"Alhamdulillah.. syukurlah ya Allah kau telah mendengarkan doa hamba...( dengan rasa syukur).
aku minta percepatlah lajunya aku ingin segera sampai dirumah sakit aku sudah tidak sabar untuk melihat keadaan putriku".mom Putri
"baik nyonya". orang utusan Amar
mobil yang ditumpangi sang mommy melaju dengan kecepatan cepat .
sudah sekian lama hari-harinya selalu diliputi kebahagiaan namun disisi itu ada saja kejadian yang melibatkan akan keselamatan sang putri tercintanya.
__ADS_1
namun itu masih ia toleransi kehidupan normalnya bersama sang suami Amar Alamsyah dan anak tercintanya Lilian Putri Alamsyah itu adalah suatu kesempurnaan bagi mom Putri Namun kini lagi secara bertubi-tubi cobaan datang kembali bersamaan dengan datangnya masa lalunya.
*tiba dirumah sakit *
cklekkk...suara pintu utama dimana Lilian berada terbuka secara perlahan menampilkan sosok langsing dengan tubuh mungil.
dua penghuni yang masih terjaga dikamar itu menoleh ke arah sumber Suara dan gerakkan dipintu.
"sayang, kau sudah sadar... (Amar menyambut akan kedatangan sang istri dan melirik kearah orang yang ia utus untuk menjaga istrinya. yang kini berdiri berada tidak jauh dari sang istri) kenapa kau tidak memberitahuku jika istriku sudah sadar dari pingsannya...!!". Amar
"i..itu..tuan..(ucapanya terpotong)". orang utusan Amar
"aku yang menyuruhnya untuk tidak memberitahumu, (dengan nada yang berbeda)".mom Putri
mom Putri berlalu dari sang suami yang menyambutnya,tanpa mau menjawab lebih ya itu terkesan mengabaikan.
"hiks....bayiku....(mom Putri menghampiri ranjang Dimana anaknya terbaring lemah dengan mata yang tertutup rapat) kenapa kau melakukan hal ini nak? kau lupa kau sedang mengandung sayang ,kau bisa saja kehilangan bayimu?maafkan mommy ... maafkan mommy yang telat untuk berfikir untuk tidak meninggalkanmu sendiri dalam kondisi seperti ini, maafkan mommy yang tidak bisa melindungi mu".mom Putri
matanya menatap iba kepada Lilian dengan belitan perban di pergelangan tangannya kenapa bayi manisnya, bayi penurutnya selalu mendapat perlakuan tidak manusiawi dari orang-orang luar dan sekitarnya. apa salahnya? apa dosanya hingga lagi-lagi anaknya diposisi tertindas seperti ini!!!!
tatapan mom putri beralih dengan dua sosok laki-laki dewasa yang berdiri tegang menatap kearahnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.
"ini semua karena kalian yang tanpa hati menekan Lilian... hingga Lilian memutuskan melakukan hal menakutkan seperti ini, aku sungguh kecewa dengan kalian (wajah sedih Putri berubah murka) mas...(kata-kata itu mom Putri tunjukkan untuk sang suami tercinta dengan tatapan marahnya) aku sungguh kecewa denganmu mas, sekarang kau egois, kau bukanlah mas Amarku yang kukenal dengan segala kesabarannya seperti dulu... yang selalu bisa berfikir dengan positif dan jernih.
betapa teganya kau menyuruh seorang ibu untuk mengg..-kan kandungnya sendiri, dimana akal sehatmu mas?
apakah Lilian sekarang bukan prioritasmu lagi mas hingga kau memberikan tekanan yang berlebihan,tanpa mau mengerti bagaimana perasaan anakmu sendiri?...kau tau kita hampir saja kehilangan Lilian....(air matanya sudah tidak bisa ia bendung rasa kecewa dan sesalnya menyelimuti seluruh tubuhnya)".mom Putri
__ADS_1
"sayang....(tercekat)". Amar
"dan betapa teganya kau (ditunjukkan untuk sang mantan dengan lirikkan kecewanya) aku fikir kau akan berubah, kau Sungguh tega menggunakan kesempatan ini untuk memiliki Lilianku...kau jahat...kalian manusia tidak berperasaan kalian adalah penjahat yang tidak punya hati pergilah...(mom Putri dengan jeritan pembelaan seorang ibu melihat anaknya diperlakukan tidak baik dan tertindas dengan menunjukkan telunjuknya)".mom Putri
"tenanglah mom... Lilian sedang istirahat, ayo kita bicarakan ini baik-baik aku tau kau terbawa suasana (Amar ingin meraih tubuh mungil sang istri bermaksud untuk meredamkan emosinya yang meledak-ledak namun mom Putri menampik kasar ajakan dari sang suami)". Amar
" biarkan aku sendiri dulu mas, tinggalkan kami berdua ...(dengan nada tegasnya tanpa menatap kearah suaminya menatap lurus hingga wajahnya tidak nampak dari pandangan Amar yang menyamping disisinya)". mom Putri
"huffft....(nampak amar menghela nafas beratnya)". Amar
amar tau betul bila sudah seperti ini dia harus mengalah memberikan sedikit waktu untuk istrinya menyendiri. memberikan ruang untuk menenangkan fikirannya.
"Putri...(Lanang maju namun Amar mencegahnya)". Lanang
"jangan, (amar menahan Lanang yang ingin membuka kata) putri butuh waktu untuk sendiri dulu ,aku lebih mengerti dirinya....(Amar membujuk Lanang namun terkesan setengah memaksa akhirnya melihat raut tidak sedap milik Putri akhirnya lanangpun menuruti ajakan Amar untuk mengikutinya)". Amar
akhirnya Amar dan Lanang memutuskan untuk menunggu kedua-nya diruangan lain, dikamar inap sebelah.
ya sebelum Putri sampai dirumah sakit Putri sudah menelpon dokter spesialis yang menangani anaknya terlebih dahulu jadi ia sudah tau mengenai keadaan Lilian dan calon cucunya.
selepas kepergian dua laki-laki yang Putri usir.
"cepat sadarlah sayang ,mommy ada disini... mommy tidak akan meninggalkan Lilian lagi. mommy janji mommy akan terus mendukung Lilian dan akan berada dibelakang Lilian untuk selalu mengingatkan dan memberikan semangat kepada Lilian. dan mommy akan berada didepan Lilian jika manusia-manusia jahat itu akan menyakitimu sayang...
taukah sayang mommy sangat merindukan tawa ceriamu, tawa tanpa bebanmu ...!".mom Putri
mom Putri mengecup kening bayi yang kini menjelma menjadi sosok gadis manis. dan mengusap pelan rambut lurusnya.
__ADS_1
tatapan menerawang kepada masa yang silam disaat dirinya tengah mengandung dan segala prosesnya dan lahirlah bayi mungil yang kini menjelma menjadi sosok berparas tiada tertandingi begitupun akan kebaikkan hatinya yang tidak sedikitpun menaruh prasangaka buruk kepada siapapun.