
# Flash back off #
drtttt...drttttt.... suara yang terdengar hanya sebuah getaran saja disalah satu penghuni rumah kecil sederhana itu.
"aku lupa untuk memberikan kabar bahagia ini kepada paman...bergumam". Harun
disaat ia mengetahui siapa si penelpon.
Harun bangkit dan keluar kamar secara pelan dan tanpa suara hingga gerakkan profesionalnya sangat bermanfaat disaat seperti ini dan kapanpun.
Harun melangkah keluar ruangan dan berjalan kearah dapur.
📲 *" ia paman, aku mengerti. aku mohon kepadamu untuk tetap merahasiakan keberadaanku".* Harun
📲 *" baiklah, jangan sampai telat dan tetap pada haluannya, aku selalu mendukung apapun yang terbaik untukmu".* seseorang yang disebut sebagai Paman
📲 *" paman esok aku akan menemuimu di restoran...(tidak usah disebut ya) aku akan menemuimu sekitar pukul 8 malam, ada yang ingin kuberitau padamu, Hem.....ini bukan soal uang namun ini soal masa depan paman (dengan nada yang terdengar bahagia dan sumeringah)".* Harun
📲 *"kabar apa itu ? aku jadi penasaran kau terlihat sangat bahagia dengan pengucapannya".* seseorang yang disebut sebagai Paman
📲 *"kau akan segera tau , sekarang aku harus memastikan seseorang dalam tidur lelapnya, Sampai jumpa esok".* Harun
tutttttt..... panggilan ditutup.
"Hem,,,, anak itu, dasar pembangkang. aku sudah terlalu jauh melangkah bersamamu Noah hingga saudaraku sendiri aku bisa hianati.....
huffft.....(seseorang yang disebut sebagai Paman nampak menerawang di langit yang gelap namun menyajikan sinar indah sang bintang yang seakan mendukung keindahan sang raja yang ia jadikan sebagai haluan).
aku harap kau tidak mengecewakanku dengan pilihanmu...bergumam". seseorang yang disebut sebagai Paman
"terima kasih Paman kau adalah satu-satunya yang mendukung langkahku ,aku berjanji padamu tidak akan mengecewakanmu... bergumam". Harun
yang masih menatap kepada ponselnya.
"ekhm....siapa yang tengah menghubungimu Harun (nampak Amar sudah standby tepat dibelakang Harun yang menatapnya dengan tatapan menyelidik)". Amar
"dad, em... atasanku menelpon, ia sekarang ada di kota yang sama dengan kita .
esok hari aku diutus untuk menemuinya, ini adalah masalah pekerjaan dad, (dengan tenang dan lancar tanpa sedikitpun kegugupan mencoba meyakinkan seseorang dengan tingkat propektifnya).
__ADS_1
dad aku permisi, aku akan kembali ke kamar (baru saja Harun akan melangkahkan kakinya ,ya ia tidak mau berdebat dini hari seperti ini apa lagi berdebat dengan mertuanya sendiri) ". Harun
ya Harun mendeteksi sebuah langkah kaki ,dan langkah kaki itu benar saja adalah langkah kaki dari sang Daddy yang hampir saja beberapa saat ia sudah memutuskan panggilan diteleponnya.
"oh... seperti itu ya, apakah kau tengah berbohong kepadaku ...(tatapannya sangat awas penuh selidik disaat Harun tepat berada disampingnya untuk menghindarinya), apakah itu adalah telepon dari selingkuhan mu". Amar
"selingkuhan? seburuk-buruknya diriku, aku tidak akan melakukan hal sebodoh itu dad. aku sudah memilih Lilian dan akan tetap Lilian yang menjadi pilihanku!". Harun
" Hem.... siapa lagi kalau bukan namanya selingkuh, mana ada dijam-jam seperti ini atasanmu melepon sungguh atasan yang tidak memiliki kesopanan . aku yakin itu adalah telepon dari selingkuhan mu , jujurlah jangan mencoba-coba untuk membohongi ku (dengan tatapan mengadili dan nada gertakannya)". Amar
ya padahal disini Amar selalu tidak sopan dan terkesan berlebihan namun ia tidak peka saja dengan kelakuannya sendiri mungkin ini adalah dampak dari kekecewaannya kepada Putri tercintanya atas apa yang sudah menimpanya.
yang menimbulkan rasa waspada dari kemungkinan sang putri kesayangannya akan dikecewakan oleh pasangannya lagi karena ia sangat menyayangi putrinya itu Lilian Putri Alamsyah.
"aku bisa jamin dengan kesetiaanku, akan jujur dengan kesetiaanku!
(dengan membenarkan posisi kacamata bacanya)". Harun
"mas kenapa kau lama sekali (terlihat mom Putri dengan langkah menyusulnya), Harun , mas Amar kalian sedang apa?.
kenapa kalian terlihat sedang berdiskusi ,atau...Hem....(nampak mom Putri gelang-gelang kepala).
"mom ...(dengan nada yang tidak terima) , sejak kapan Lilian bilang mencintainya? (dua insan itu bicara sesekali melirik kepada Harun)". Amar
"sejak mereka .... hihi... (tertawa lucu).
Hem, nak apa Lilian sudah baikkan?".mom Putri
mom Putri melangkah maju.
"mom....(Amar benar-benar dibuat sang istri manyun rasanya sang istri benar-benar terkena magic dari Harun sehingga dengan mudah menerima keberadaan Harun dikesehariannya)". Amar
mom Putri memutuskan untuk melanjutkan tujuan utamanya ke dapur, melewati keduanya dan segera mengambil segelas air putih yang ia tuangkan disebuah gelas berukuran sedang dan perlahan duduk di kursi dan meminum air putih tersebut tanpa sisa dan mendaratkan gelas kosongnya di meja makan.
"eh...mom, Harun juga haus". Harun
Harun juga melakukan hal yang sama yaitu minum seperti yang mom putrinya lakukan.
"Lilian sudah baikkan mom, dan sekarang Lilian tengah tertidur lelap". Harun
__ADS_1
dengan senyuman ramahnya.
"mom tanyalah dia kenapa ia membawa teleponnya dijam-jam seperti ini didapur, apa mommy tidak curiga?". Amar
"maksud Daddy? (mom Putri memandang wajah sang suami memutar posisi duduknya)".mom putri
"ekhm... mom sebenarnya Harun..(Harun menjelaskan panjang kali lebar...anggap saja begitu . mencoba mendapatkan kepercayaan dari ibu mertuanya)". Harun
meskipun bakatnya minim dalam bohong berbohong namun ini demi kebaikan hubungannya bersama keluarga barunya ia melakukan dengan sangat hati-hati dan teliti.
"syukurlah mommy ikut senang, berarti atasanmu betul benar mempercayaimu nak, jangan sia-siakan kepercayaan seseorang.
karena kepercayaan yang sudah ternodai tidaklah akan kembali seperti semula seperti sedia kala!!.
nak mommy minta kepadamu untuk selalu bersabar menghadapi Lilian, Lilian ... Lilian masih sangat kecil.. (nadanya bergetar) dimata mommy Lilian masihlah kecil, rasanya baru kemarin mommy mendengar teriakkan dan rengekkan kecilnya dan sekarang... hiks... sekarang ia akan menjadi calon seorang ibu (mom putri menatap kearah Harun yang sedikit menjauh dari posisi duduknya dengan harapnya, harapan kepada laki-laki yang kini menjadi suami dari anaknya berharap bisa memaklumi dan menyimpan kesabaran lebih untuk anaknya)".mom Putri
"mom...(Amar mendekat kearah istrinya duduk dan mengelus punggungnya dari belakang), jangan menangis, aku merasa bersalah dengan diriku sendiri kalau kau menangis seperti ini... (tadinya Amar akan memberitahukan perihal apa yang barusan ia lihat namun melihat istrinya menangis ia tidak tega dan mengurungkan niatannya untuk memberi tau perihal tersebut yang mungkin saja menghadirkan pemikiran beratnya)". Amar
"aku menangis bukan karena bersedih dad, aku hanya tidak menyangka secepat ini Lilian akan menjadi seorang calon ibu....(menatap kearah sang suami)". mom Putri
"mom, Harun berjanji akan selalu bersabar untuk Lilian dan Harun berjanji akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Lilian dan calon anak Harun, meskipun Harun tidaklah memiliki harta dan kedudukan yang kuat. dan segala kesempurnaan untuk Lilian, tapi Harun akan berusaha sekuat tenaga Harun , Harun akan bekerja keras untuk membahagiakan Lilian dan calon buah hati Harun". Harun
"terima kasih nak, mommy percaya padamu, tolong jangan kecewakan mommy dan Daddymu".mom Putri
ya disini Harun mengaku sebagai anak yatim piatu yang mendapatkan sebuah keberuntungan dengan jalan yang cukup terjal hingga dirinya bisa mendukuki posisinya seperti sekarang menjadi dosen di beberapa universitas dan sekolah menengah keatas. ya disini Harun mengaku sebagai dosen atau guru atau bisa juga dibilang sebagai tenaga pengajar dibeberapa Sekolah ,dan bisa disebut juga dengan istilah guru terbang.
"pasti mom,Harun tidak akan mengecewakan kalian". Harun
"Harun.... membatin (Amar hanya diam melihat menantu yang tidak sesuai dengan recomend nya)". Amar
"baiklah, sekarang kita sudahi saja obrolan dipagi buta ini.
bukannya kalian esok akan berjuang untuk kami (maksud kami disini adalah mom Putri dan Lilian yang wajib untuk dinafkahi).
ready??? (mom putri melirik kepada kedua-nya secara bergantian)".Mom Putri
"ready ( keduanya secara bersamaan )". Amar dan Harun
"good job".mom Putri
__ADS_1