
duarrrrrrrrr..... bagaikan sebuah bom yang meledak diruangan itu.
hingga seakan menimbulkan gempa yang mengguncang hebat perasaan para pemain cerita # Cinta Putri sang Pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku* # .
penuturan yang Lilian layangkan mengguncang hebat hingga Daddy Amar kehilangan keseimbangannya dan mencoba mencari sebuah pengangan di sofa yang berada disampingnya.
begitupun dengan sang mom putri mulutnya ternganga lebar hingga sang mommy membekap bibirnya dengan kedua telapak tangannya dan terduduk lemas disofa dan sesaat kemudian terdengar suara isakkan dari sang mommy.
"ini pasti salah....". Amar
ya sang Daddy Amar sangat yakin dengan sosok Neil ia sudah memastikan babat bibit bobot, Neil adalah seseorang yang bertanggung jawab, pekerja keras, laki-laki berkompeten, dan dibenak amar Neil adalah seseorang yang dapat menjaga hatinya. dan amar sangat mengetahui dengan jalur bisnis yang keluarga Nataniel tempuh.
namun apa yang dia dapatkan dari seorang Neil seakan dirinya tertipu mentah-mentah Neil yang menurutnya sempurna kini tidak jujur kepadanya. Neil menghianati kepercayaan yang sudah ia berikan secara spesial yang amar persembahkan hanya untuknya seorang. karena memanglah banyak diantara para laki-laki yang amar tolak untuk meminang anaknya namun kini perasaannya bagaikan direndahkan dan dipermainkan.
"Neil apakah betul seperti ? (dengan Suara yang tertahan, tatapannya kini menghunus tajam kearah yang semula adalah menantu idaman kini berubah menjadi bagaikan sang rival yang siap ia santap dengan amukkannya)". Amar
"Hem...(nampak Neil dengan memejamkan netranya sejenak, ia mencoba memantapkan keyakinan untuk membuka semua masa lalunya, ia tidak mungkin untuk membohongi orang-orang yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri) itu benar dad, Amira dan aku adalah sepasang kekasih dimasa waktu kecil dulu (dengan kepasrahan hati)". Neil
"kenapa kau lakukan ini Neil... (amar mengepal kuat dadanya bergemuruh seakan ingin menerkam sosok tampan dengan wajah kepasrahannya)". Amar
"tidak dad, ini tidak benar ...aku dan dirinya sudah berakhir...(dengan tatapan merasa bersalahnya)". Amira
"maafkan aku dad, aku kira aku bisa melupakkannya...aku...(ucapannya terhenti disaat amar mengusap kasar wajah tampan itu)". Neil
"brukkkkgh....(Suara sebuah kepalan tangan yang mendapat) ughhhhh...(Neil tersungkur tepat di hadapan Lilian).
maafkan aku Lilian, maafkan aku...(disaat Neil menyadari sosok yang ada dihadapannya adalah Lilian kekasihnya, calon istrinya)". Neil
"hiks....(hanya sebuah tangisan yang Lilian tunjukkan ia bisa mengartikan dari kata maaf yang Neil berikan untuknya, bahwa Neil lebih memilih kakaknya Amira. begitu hancur perasaan nya disaat tatapan ketidakberdayaan sang kekasih ia tunjukkan lekat kepadanya)". Lilian
"aku tidak mau tau Neil, aku ingin kau mempertanggung jawabkan perbuatan mu kepada kedua putriku... Amira ...(amar beralih kepada Amira dengan wajah pucat nya) katakan Amira apa kau masih mencintainya?". Amar
Amira diam dan semenit kemudian Amira berucap.
"tidak dad, kita telah lama berakhir . kita berakhir disaat kita sama-sama memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi...(bibirnya bergetar ya karena hati dan bibirnya saling bertolak-belakang)". Amira
"Amira...bergumam". Neil
"katakan Neil apakah kau masih mencintai Lilian dan masih ingin melanjutkan perjodohan ini?". Amar
__ADS_1
"aku...aku benar masih mencintai Lilian dad, aku....(kata-kata terpotong)". Neil
"kau dengarkan Lilian, kau dengar...maka dari itu Daddy akan terus melanjutkan perjodohan ini.
maafkan aku Amira, aku sedikit egois dengan pilihanku untuk tetap meneruskan perjodohan ini.
Lilian dengan Neil harus bersatu, aku ingin yang terbaik untuk Lilian , tidak ada waktu lagi... membatin!". Amar
sementara itu sang mom Putri hanya bernafas nestapa dengan keadaan ini dan keputusan dari sang suami yang terlalu terburu-buru. ya Amira juga adalah anaknya, Amira juga berhak bahagia dengan pilihannya.
Amira memang sosok yang pandai menyembunyikan perasaannya namun sang mommy mengetahuinya naluri seorang ibu tidaklah akan salah.
"dad, (Putri menatap lekat kearah suaminya yang sedikit mengendorkan urat-uratnya yang sempat tadi terlihat diarea sekitar lehernya) apa tidak sebaiknya kita undur dulu pernikahan Lilian...(ya sang mommy ingin lebih dekat dengan kedua anaknya, ya karena berita ini terlalu mengejutkan dan cepat baginya ia tidak mau terburu-buru hingga bisa saja ada kata menyesal diakhirnya)".mom putri
"tidak mom... keputusanku sudah tidak boleh diganggu gugat, keputusanku adalah finish (dan beralih kepada Neil) Neil... bukannya kau sudah mengetahui dari segala sesuatunya?!". Amar
"em...,(mengiyakan. bagi Neil Amar adalah sosok yang sangat ia Kagumi , namun ia sungguh tidak menyangka akan seperti ini kejadiannya yang bisa mencintai sekaligus dua putrinya)". Neil
sungguh berat baginya, dan disini ia merasa sangat bersalah kepada keduanya. keyakinan yang kurang mantap membuat hatinya goyah jati dirinya melemah. ia mencintai Amira lebih dari apapun karena sosok amirah lah yang membuatnya jadi seperti ini, laki-laki penuh keyakinan dalam mengapresasi karirnya. dan sosok Lilian adalah sosok gadis sempurna yang tidak bisa ia elak kan akan gaya tariknya. hingga Neil dengan sangat mudah membuka hatinya untuk sosok Lilian.
_skip_
"saya dan bawahan saya sudah mencari keseluruhan tempat namun nona Lilian tidak ada tuan...(dengan menundukkan pandangan)". Ferdinand
"akhhh....(amar menendang kosong , kisah cinta bagi anaknya begitu sangat terasa rumit dan menyakitkan) sebenarnya apa yang kau rencanakan gadis polosku kenapa kau melakukan ini kepada Daddy, kenapa kau memilih pergi... Jimmy...(disaat netranya melihat sosok berwajah datar dengan tatapan tegas seriusnya, dengan langkah wibawanya) tuan Amar (Jimmy membisik) apa??? (amar menjambak rambutnya frustasi)". amar
ya hari ini adalah hari dimana Lilian dan Neil membawa hubungannya kesebuah jenjang pernikahan yang sakral dan suci dengan janji yang tulus dari dalam hati.
ini adalah hari bahagia dan paling bahagia untuk keduanya. beserta keluarga terdekatnya. ya hari ini adalah tepat 2 tahun 2 bulan Dimana Lilian dan Neil akan melangsungkan pernikahan mereka yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
Lilian yang sedari tadi di tunggu atas kehadirannya. namun entah sosok gadis berparas cantik hampir sempurna itu sudah sekian lama tidak menampakkan batang hidungnya. hingga membuat para tamu undangan gelisah dan bertanya-tanya.
begitupun Dengan pihak dari keluarga Neil yang sedari tadi terlihat gelisah dan penuh tanya.
"kalian semuanya dapatkan Lilian untukku...(dengan perintah menggelegarnya hingga suara itu samar terdengar hingga aula yang berisikan ribuan para tamu undangan)". amar
"baik tuan".para bawahan
selepas kepergian para pengawal dan bawahanannya beserta Ferdinand. kini hanya Jimmy yang menemani sepasang suami istri itu.
__ADS_1
"mas, coba kau lihatlah...(mom putri berlari kecil dari arah kamar milik Lilian/kamar hotel dan membawa sepucuk surat dengan lelehan kristal
beningnya)".mom Putri
amar hanya mampu memejamkan netranya disaat ia membaca sepucuk surat yang Lilian tinggalkan teruntuk dirinya.
"Lilian... kenapa kau lakukan ini? kenapa kau mengorbankan semuanya , selangkah lagi hanya selangkah lagi tugas daddy selesai...(amar ambruk lututnya membentur bebas lantai dengan kepalan ditanganya hingga sepucuk surat itu jatuh bebas melambai diudara) maafkan daddy... maafkan daddy sayang Daddy terlalu memaksakan kehendak Daddy , Daddy hanya ingin yang terbaik untukmu sayang Daddy tidak mau kalau kau sampai terluka lagi". Amar
Amira kabur seorang diri, sang mommy pun tidak mengetahui akan rencana gadis polosnya.
semula Lilian terlihat menurut seperti biasanya hanya beberapa menit sang mommy meninggalkan Lilian ,namun setelah kembali kekamarnya Lilian sudah raib dari pandanganya.
"mommy,apa Lilian sudah ditemukan?....(Amira yang terlihat berkeringat dengan deru nafas yang nyata menatap ketiganya diambang pintu)". Amira
ya Amira berusaha ikut mencari Lilian, Amira adalah perempuan dewasa kuat meskipun hatinya tidak namun setidaknya Amira terlihat tegar setelah sang Daddy memberikan keputusan finishnya dibenaknya ini adalah yang terbaik untuk semuanya.
"Amira maafkan Daddy...(amar menatap gadis kecil yang pernah sangat mendukungnya untuk mendapatkan sang mommy Putri, gadis dengan segala kepositif'annya ,gadis berenergi, ceria kini sudah tumbuh dengan sempurna, sosok tinggi dengan wajah blesterannya , sosok cerdas dengan segala kemampuannya) maaf Daddy sayang...Daddy sudah egois, apakah Amira marah kepada Daddy?, apakah Amira kecewa kepada Daddy? Amira apakah kau mau memaafkan Daddy Amarmu ini?". Amar
"Amira tau dad, Daddy sangat menyayangi Amira, Amira juga tau Daddy melakukan ini semua karena Daddy memanglah ingin memberikan yang terbaik untuk Amira dan Lilian. yang harus Daddy ketahui Amira tidak pernah marah ataupun kecewa kepada daddy. Amira sangat menyayangi Daddy...dan tentu Amira akan menerima dengan apa yang sudah terjadi". Amira
amar memberikan sepucuk surat yang Lilian tulisan untuk sang Daddy (dirinya).
*inti isi dari surat itu bertulisan supaya Daddynya menikahkan Amira untuk Neil.*
Amira memejamkan netranya, betapa beruntungnya ia memiliki seseorang gadis manis , berhati mulia seperti Lilian.
ia berjanji akan menciumnya hingga Lilian bosan dan marah kepadanya. ya Amira sangat menunggu moment itu (keisengan seorang adik-kakak).
"Amira apa kau mau melakukannya sayang? bukannya ini yang kau tunggu-tunggu untuk belasan tahun ini, merelakan Masa muda mu berlalu dengan begitu saja...untuk menagih janji ,janji yang pernah kalian buat!!! (mom putri maju dan mengelus pelan pundak Amira)".mom putri
ya disini mom putri bertubuh mungil ya sedangkan Amira tingginya hampir menyamai tinggi sang para Daddy, termasuk Neil juga. jadi mom putri tidak bisa menggapai pucuk kepala Amira jika dalam posisi berdiri seperti ini.
Amira dengan malu dan ada rasa tidak enak hati menatap kepada Amar.
"lakukanlah jika itu membuatmu bahagia nak (amar memberikan senyuman hangatnya)". Amar
"mom apakah Neil tidak marah denganku, aku menggantikan Lilian? (dengan polosnya)". Amira
"justru Neil akan lebih marah jika kau calon pengantinnya terlalu lama untuk berfikir dan membuatnya semakin menunggu lama (dengan segera amar dan Putri menyuruh MUA kembali kepada tugas awal Mereka untuk memoleskan dan merubah pakaian Amira)".amar dan Putri
__ADS_1
"eem...(mengiyakan)". Amira