
Neil sudah pergi meninggalkan kediaman Amar Alamsyah namun entah fikirannya begitu ingin masih memikirkan sosok laki-laki itu. laki-laki yang ternyata adalah calon suami dari adiknya sendiri.
bertahun-tahun sudah ia limpahkan segala harapannya kepada satu nama. harapan yang tertuju untuk satu nama (Neil) begitu besar dan nyata, namun kini rasanya pupus sudah harapannya ketika semuanya nampak berbeda.
mom Putri sudah menuju dapur, dan dirinya bergegas lari kearah dimana kamarnya berada.
tiada air mata tiada keluh yang ada.
dengan cepat Amira mendekat kearah dimana jendela kaca terbuka ,dia masih bisa melihat mobil yang ditumpangi adiknya bersama laki-laki idamannya. Amira mengambil posisi dan membidikkan sebuah Kilauan yang mencetak dengan jelas yang menampakkan sebuah nomer kendaraan.
"dalam kehidupanku tidak ada kata menyesal, dan menyerah sebelum berperang. ya aku akan memastikannya sendiri (dengan kepercayaan diri bersamaan dengan senyum getirnya)". Amira
drttttt.... drtttttt.... suara sebuah panggilan yang masuk disalah satu ponsel milik penghuni dikediaman amar Alamsyah.
"Daddy... bergumam". Amira
perlahan Amira meletakkan kamera yang ia gunakan tadi dan segera mengangkat panggilan diponselnya.
📲 *" hallo dad, when Will Daddy catch up with Amira? doesn't Daddy Miss mommy?".* Amira
📲 *" you don't try to instigate me dear, you know later your Daddy Amar Will cry and complain to your mommy that Daddy said that...".* Daddy Lanang
📲 *" oum....im sorry Daddy, Amira hanya bercanda dad!!!".* Amira
📲 *" alright... alright....".* Daddy Lanang
📲 *" dad, jadi kapan Daddy akan menyusul Amira? Amira sangatlah kangen dengan Daddy...(dengan nada yang bisa diartikan Lanang)".* Amira
📲 *" Hem...apa kau ada masalah disana my princess? (terdengar suara tenang namun dengan nada menyelidik)". * Daddy Lanang
📲 *" tidak... tidak seperti itu dad, sejauh ini semuanya baik-baik saja, Daddy Amar sangat membantu Amira ". * Amira
📲 *" Hem...(terdengar nada menilai dari seorang yang jauh disana) apa kau sudah menemukan kekasih hatimu? bukannya salah satu tujuanmu kenegara (tidak usah disebutkan ya) untuk menemui pacar kecilmu...". * Daddy Lanang
📲 *" Hem...(Amira diam sejenak tidak merespon ucapan dari Daddynya, Amira tau Daddy yang selalu dekat dengan-nya ini akan mudah mengetahui suasana hatinya , kebohongan dan kejujurannya). Amira sudah bertemu dengannya dad, dan dia masih mengenali Amira bukanya itu pertanda baik dad...(dengan nada yang sengaja dibuat seceria mungkin)".* Amira
📲 *" huffft... (terdengar nafas panjang dari lawan bicara Amira ) Daddy minta kepadamu Amira, tetap pada haluan jangan Sampai membuat keputusan diluar kemampuan kita. dan satu lagi...(kata Daddy Lanang terpotong)".* Daddy Lanang
__ADS_1
📲 *" jangan pernah memaksakan kehendak kita!!! Amira akan selalu mengingatnya dad, dan jadi kapan daddy menyusul Amira??? (dengan Suara manjanya)".* Amira
📲 *" dalam waktu dekat ini..., baiklah bagaimana kabar mommy Putri dan Daddy Amar. oh ya my princess... apakah Daddy Amar masih gagah seperti Daddy Lanang mu?. (terdengar kekehan dari Daddy Lanang)".* Daddy Lanang
📲 *" tentu Daddy Lananglah yang ter gagah ... tidak ada yang mampu menandingi ketampanan milik Daddy Lanang terkecuali yang bakal menjadi suami Amira hihi....(terdengar suara tawa diujung sana)".*Amira
📲 *" hei....kau ini, (Lanang tersenyum kecil anak semata wayangnya tidak pernah berubah masih tetap seperti dulu, dalam kesedihannya ia masih bisa membuat orang lain tersenyum). Amira...semoga kau menemukan kekasih hatimu tanpa ada kata paksaan dari pihak manapun... membatin (Lanang menerawang pada kisah cinta yang sempat ia rangkai bersama perempuan *Putri ayuningsih* yang begitu ia cintai yang telah menyelamatkan hidupnya hingga kini ia memiliki seseorang bidadari dalam hidupnya *Amira Alexander* ada rasa sakit ketika ia memaksakan kehendaknya hingga menyisahkan luka untuk orang lain, hanyalah sebuah ketulusan yang akan mengindahkan dan hanya keikhlasan lah yang akan melegakan)".* Daddy Lanang
Amira dan Daddy Lanang mengobrol cukup lama.
sedangkan mom putri tanpa berniat menguping telah mendengar obrolan Amira bersama Daddynya.
ada rasa yang merayap dihatinya, meski bagaimanapun Lanang Putra Alexander pernah mengisi hatinya, ya dia adalah mantan suaminya.
dengan sedikit perasaan yang susah dicerna mom Putri kembali kebawah ,ia ke lantai atas bermaksud untuk memanggil Amira untuk meminum jus yang ia buatkan spesial untuk anak pertamanya.
"sayang....ada apa dengan wajahmu? kenapa kau terlihat aneh seperti itu, apa ada hal yang mengganggu fikiranmu? (Daddy Amar yang sudah pulang dari lari pagi yang berniat baru akan masuk ke dalam kamarnya mengurungkan niatnya melihat istrinya yang menuruni anak tangga dengan raut yang berbeda)".Daddy Amar
"mas...kau sudah pulang? (dengan senyuman yang mengembang mom putri membuang semua gundah gulananya, ya baginya sosok suaminya adalah sosok yang sempurna dengan segala perhatiannya)".mom Putri
"eem...aku sudah pulang, apa Lilian sudah berangkat? (amar mengedarkan pandangannya nampak dirungan rumah itu terasa begitu sepi).". Daddy Lanang
"Hem... Dimana Amira, apa dia pergi keluar juga?". Daddy Lanang
"Amira dikamarnya mas. mungkin ia masih butuh waktu untuk beristirahat (ya mom putri dan Amar memaklumi dari semenjak kecil Amira sudah dituntut untuk mengikuti jejak Daddynya)".mom putri
"baiklah karena semuanya pada sibuk dengan kesibukan masing-masing ...(amar tersenyum sesuatu) ". Daddy Amar
"ah...mas...kau kenapa menarikku (mom putri kaget saat suaminya mengajaknya tanpa kata dan mulai mendorongnya pelan untuk masuk kedalam kamar milik mereka berdua)mas...(Rumi mencium bau-bau mesum disaat suaminya melepas kaos bekas olahraganya hingga memperlihatkan dada bidang yang masih terlihat kokoh itu, hanya menyisahkan kolor panjangnya". Amar
"hari ini kan hari libur (dengan meletakkan tangan milik istrinya diantara keduanya pinggangnya) aku ingin jadi bayi besar mu (dengan tatapan penuh pengharapan dan binar ala anak remaja)". Daddy Amar
"mas... bukannya setiap hari saja (ucapan mom putri terpotong)".mom putri
"sttttt.....(amar menutup bibir milik istrinya yang mulai protes dengan jari telunjuknya) ini perintah... jangan melawan dengan perintah dari suamimu...(dengan senyum kemenangan tanpa persetujuan dari Putri ,Amar mulai menuntun putri untuk menjalankan kewajibannya)".Daddy Amar
🌾 Di negara (tidak usah disebut ya )🌾
__ADS_1
"nak mommy sangat senang dan sangat bersyukur dengan hubungan kalian berdua (ya selama sekitar 2 tahun ini selama menjalani hubungan keduanya sangatlah serasi dalam hal apapun, tiada satupun cela dan keburukan ataupun pertengkaran yang berarti hanya satu kesalahan yang mereka lakukan itu disaat Neil melamar Lilian dan mereka telah melakukan sebuah sentuhan meski tidak Sampai fatal) Hem....kapan kalian akan menjadi sepasang suami istri yang sah dan mommy akan segera menimang-nimang seorang cucu, Lilian berikan mommy seorang cucu yang banyak...". mom Nichole
ya nampak dua pasangan. suami istri, bersama anak dan calon menantunya tengah mengobrol disebuah taman khusus acara keluarga.
"mom....(Neil memperingatkan mom tercintanya supaya tidak terlalu berlebihan)". Neil
"tidak apa-apa mas, Lilian akan berusaha sebaik mungkin dengan kemampuan yang Lilian punya. apapun yang terbaik untuk kami berdua. (Lilian memberikan senyuman manisnya hingga membuat Susana bagaikan berbunga-bunga)". Lilian
"bukanya tinggal menghitung hari lagi ya mom..., ekhmmm.....(Fuji meninju pelan pundak milik anak kebanggaan nya) Neil pasti akan ketagihan disaat ia sudah ...(dengan nada menggoda)". Fuji
"kalian apa-apaan sih mom...dad... lihatlah Lilian (Neil melihat wajah kekasihnya seperti udang rebus memerah dengan rona dikedua pipinya) ayo sayang...(Neil meraih tangan milik Lilian dan menggenggam erat tangan milik Lilian ,mereka saling menautkan diantara jemarinya) jangan dengarkan obrolan orang dewasa ini...(pura-pura ngambek padahal ia merasa senang,namun bercampur malu ya merasa terusik juga karena acara romantisnya selalu diganggu kedua orang tuanya yang selalu ingin tau kegiatan mereka,ya Neil dan keluarganya akan menginap 2 hari setelah menghadiri undangan dari koleganya di negara (tidak usah disebut ya)". Neil
"mom..dad... Lilian duluan.(dengan susah payah Lilian meminta pamit)". Lilian
"dah.... nikmatilah hari Kalian, (keduanya melambai kepada Sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara itu)".Fuji dan Nichole
ya Neil akan mengajak Lilian berkeliling menikmati wisata populer dinegara tersebut, Neil ingin memberikan kenangan yang manis dalam hubungan mereka.
🌷 kenangan manis? kenapa baru terfikir sekarang tentang kenangan, apakah salah satu diantara Lilian dan Neil akan ada yang pergi??? ikuti terus ya kisah mereka hanya disini *Cinta Putri sang pemimpi musim dua* (Cinta diantara anak Kandungku)🌷
🌾 di universitas ....(tidak usah disebut ya) 🌾
"hem...berlibur ya? (nampak seseorang dengan kacamata baca yang selalu bertengger di hidungnya tengah berbicara dengan dua sosok perempuan modis)".dosen Harun
"ia pak.!!!
wah dilihat-lihat dosen Harun dari dekat meskipun culun tapi tampan juga yah...membatin (dengan memperhatikan penuh) ". Pela
"husss...(nampak Hanum membungkam mulut sahabatnya yang terlihat terfokus pada salah satu dosen dikampusnya) bukan berlibur pak dosen tepatnya menghadiri undangan dari sanak keluarganya...(dengan senyum kakunya)". Hanum
"Hem... baiklah. silahkan...(dosen Harun mempersilahkan Pela dan Hanum untuk melanjutkan aktivitas mereka)". dosen Harun
Pela dan Hanum melanjutkan aktivitasnya mereka dan dosen Harun melangkah kearah kantornya berada.
baru saja dosen Harun duduk ia mendapatkan sebuah panggilan telepon dari seseorang.
dan tidak beberapa lama dosen Harun membuka laptopnya dan alangkah ia meradang dengan beberapa foto yang baru saja ia dapatkan.
__ADS_1
"hemmmm....(nampak dosen Harun memejamkan pengelihatanya dan menghirup oksigen dalam-dalam)...apa aku harus melakukannya". Harun