
"uhhgh.....(perlahan Lilian membuka netranya)". Lilian
ada rasa yang aneh dibawah sana, rasa yang begitu nyeri dan panas. sedikit demi sedikit Lilian mulai tersadar ia sedang berada dimana. ia bangkit dari posisi tidurnya dan mulai mendudukkan pantatnya. Lilian memijat pelipisnya yang terasa berdenyut dan sejurus kemudian lilian terkaget ada seorang yang ia kenal tengah berjalan tersenyum kepadanya membawa dua gelas khas minuman hangatnya.
seseorang dengan kacamata yang setia bertengger dihidungnya, ya kaca mata baca itu adalah ciri khas dari dosennya sendiri dosen Harun.
"pak Lilian ada dimana? kenapa Lilian bisa tertidur dikamar ini, apakah kamar ini adalah kamar bapak? (pandangan Lilian menelisik keadaan kamar itu Lilian belum tersadar penuh dengan keadaannya)". Lilian
"minumlah...ini akan baik untukmu (Harun memberikan sebuah cangkir berisi dengan minuman hangatnya dan Lilian meraihnya)". Harun
"terima kasih pak, (Lilian meminumnya lahan perlahan dan sejurus kemudian Lilian menaruh cangkir itu diatas nakas, dan kaki yang semula berada diatas kasur ia turunkan hingga menyentuh lantai) aw...(Lilian mendapatkan rasa begitu perih diarea sensitifnya hingga ia terduduk kembali disaat ia ingin berdiri Karena tidak kuat menahan perihnya. Lilian baru tersadar hoodinya sudah terlepas dan gaun putihnya sudah tidak seperti semula lagi ada sobekkan didada dan yang begitu membuat Lilian lebih terkejut ada noda merah disekitar bagian bawahnya dengan segera Lilian memeriksa beberapa bagian tubuhnya dan alangkah Lilian terbelalak tidak percaya, Lilian melihat beberapa bekas gigitan membekas di kulit mulusnya dan Lilian bisa menyimpulkan noda merah yang berasal dari tubuhnya itu adalah darah keperawanan) hiks...pak apa yang telah bapak perbuat kepada Lilian... (Lilian beringsut mundur dengan memegangi kedua lututnya yang nampak bergetar)". Lilian
"Hem, Jangan takut... sayang aku hanya membantumu untuk melepaskan bebanmu (Harun ikut duduk di ranjang dengan menatap puas kearah Lilian) Lilian aku sangat bahagia bisa melakukannya bersamamu". Harun
"bapak jahat, Lilian benci bapak...(Lilian mengambil sebuah bantal dan menabokkanya kepada Harun)". Lilian
"benci atau tidak kita sudah melakukanya...apa kau lupa sayang,kau juga sangat menikmatinya...permainannya... (Harun yang menangkap bantal dan menatap Lilian dengan kedua tangan yang berhasil menangkap tangan milik Lilian)". Harun
deggggg.........
lilian menerawang kebeberapa waktu silam.
"maaf pak, Lilian terlalu lama...". Lilian
Lilian yang kembali dari toilet.
"saya ikut prihatin dengan keadaan ini Lilian, dan sebagai rasa kasihan saya saya memberikan traktiran... makanlah kau terlihat butuh energi untuk keadaan berat ini...(dengan senyum simpulnya namun terkesan dengan senyuman yang lain)". Harun
__ADS_1
"bapak keterlaluan, tidak usah mengasihi Lilian pak, (ada nada candaan didalamnya dan Lilian diam sejenak) terima kasih dosen Harun ,lilian merasa lebih jauh baik sekarang...". Lilian
akhirnya Lilian dan Harun memutuskan makan bersama.
sekitar beberapa menit kemudian.
"huppppps...uh...(terlihat Lilian dengan rasa tidak nyamannya)". Lilian
"kau kenapa Lilian". Harun
"apa dosen tidak merasa panas?! (nampak Lilian mengimbas-mengibaskan jeans hoodinya dan membuka penutupnya)". Lilian
"tidak Lilian...(dengan menahan sesuatu)". Harun
peluh mulai bermunculan rasanya ada sesuatu yang lain yang Lilian rasakan hingga jeans hoodinya ia lepas dan dengan tidak malunya Lilian mengendorkan tali yang berada didepan gaun yang berada didepan dadanya.
"aw....mba jalannya hati-hati".salah satu pengunjung
dan terjadi keributan yang tidak terelakkan, sang pengunjung memarahi Lilian dan hampir menampar wajah ayu Milik Lilian andai Harun tidak segera mencengkram tangan milik pengunjung ganas itu.
"jangan sentuh Lilianku (Harun mendorong kasar wanita itu hingga terjatuh)". Harun
namun anehnya tidak ada satupun yang ingin membela wanita itu disaat para pengunjung yang lain baru menyadari gadis muda yang sejak tadi berada di restoran yang sama dengan mereka adalah Lilian Putri Alamsyah seseorang putri dari pebisnis tersohor dinegri ini Putri dari pasangan orang yang sangat berpengaruh memberikan kebaikkan dan bantuannya di negeri ini.
"Lilian ikutlah bersamaku...(Harun menuntun Lilian yang menundukkan pandangannya dengan rasa yang semakin membara)". Harun
brakkkk Suara sebuah pintu dibuka dan terdengar suara gemericik air yang mengalir.
__ADS_1
"panas...". Lilian
Lilian berusaha melepaskan pakaian yang menempel pada tubuhnya namun sejurus kemudian ada sosok laki-laki tampan dengan mata khas-nya. mata itu bagi Lilian tidaklah asing. namun bola mata itu baru pertama kali pernah Lilian lihat ya mata itu berwarna biru yang khas namun postur tubuh ini ... degggg....netra Lilian terfokus pada dada bidang dengan kotak-kotak yang nyata dengan susah payah Lilian menahan gejolak yang ada.
"Lilian....(suara itu sangatlah tidak asing baginya)". Harun
"siapa kau , kenapa kau masuk kesini apa kau saudara dosen Harun...pak dosen ...(Lilian berteriak) cepat keluarlah...(dengan rasa yang Lilian tahan sungguh tidak kuasa ia menahannya dengan suara yang terputus-putus Lilian memanggil-memanggil dosennya. dosen yang baik hati , dosen yang telah mempersilahkan nya untuk menumpang kamar mandinya)". Lilian
tanpa diduga laki-laki bermata biru dengan khasnya itu membekap mulut Lilian dengan mulutnya.
byarrrrrr...... sentuhan dibibir itu membuat Lilian terhipnotis...dan memejamkan matanya seakan ikut menikmati. ada hawa panas yang entah itu darimana asalnya, laki-laki bermata biru itu menahan tengkuk Lilian dan memperdalam ci..-nya.
entah apa yang merasuki Lilian perlahan Lilian membiarkan laki-laki asing itu mengekplor kenikmatan yang ada pada dirinya.
lahan perlahan Lilian membalas Pagutan itu seolah dia terlupa diri, ada rasa yang menuntut detik beralih ke menit dan menit beralih ke jam waktu dengan pelan berjalan seakan tau keinginan keduanya di dibawah guyuran air shower yang mengalir mereka meresapi kenikmatan yang menuntut diantara keduanya.
tangan laki-laki bermata biru itu mulai beraksi dan meremas sesuatu dibelakang sana dengan n..-su yang menggebu dan Lilian seakan menginginkan hal yang sama dan ingin lebih dari itu. perlahan laki-laki asing itu menggendongnya dan melabuhkan tubuhnya di ranjang empuknya dan melakukanya disana.
dengan baju yang masih lengkap namun sudah terlepas kedalamanya.
keduanya melakukan hal itu secara berkali-kali hingga rasa puaslah yang mereka dapatkan.
"hiks... jangan sentuh Lilian, Lilian kira dosen adalah orang yang baik. dan kenapa dengan mata bapak? kenapa bapak merubah warnanya? (disaat Harun membuka kacamatanya dan membuka lensa yang menutupi jatidirinya)". Lilian
"maafkan aku Lilian , (masih sangat jelas diingatkannya ketika ia menghujam hebat gadis segar dengan pesona langitnya dan melakukan permainan panas tanpa penolakkan dan mengapa ia tidak melepaskan semua kain yang menutupi body goals milik Lilian ,alasannya ia takut ia tidak bisa berhenti untuk menguasainya) aku melakukannya karena satu hal yang tidak bisa aku ceritakan kepada siapapun...aku hanya menitipkan benihku kepadamu ,kau tau Lilian aku menginginkan keturunanku hanya terlahir dari rahimmu...(dengan mengelus pelan pucuk kepala Lilian) aku akan membawamu kepada keluargaku, bersiaplah!!! (dengan senyuman teduhnya)". Harun
"tidak...Lilian tidak mau...(Lilian menatap sedih dan takut kerah Harun)". Lilian
__ADS_1