
"Lilian kau kenapa sayang? (nampak Pela dan Hanum khawatir dengan keadaan Lilian dengan air mata yang tidak bisa Lilian bendung)".Pela dan Hanum
"aku...hiks....(hanya tangisan yang mampu Lilian curahkan)". Lilian
sementara itu dosen Harun tersenyum dengan senyuman senangnya. ya dosen Harun selalu mencari tau kegiatan yang seorang Lilian lakukan.
Pela dan Hanum beberapa saat menenangkan Lilian yang terlihat syok dengan deraian air matanya.
dan beberapa saat kemudian Mereka membawa Lilian menaiki sebuah mobil taksi.
disepanjang jalan Lilian hanya bisa menangis dan sahabatnya bingung dan semakin bingung disaat Lilian menunjukkan sebuah petunjuk jalan yang menunjukkan kearah sebuah pantai kepada sang sopir.
Pela dan Hanum hanya saling melirik tanpa mau untuk berkomentar.
_skip_
disinilah mereka (Lilian, Hanum,dan Pela).
disebuah pantai dengan pasir putihnya.
"jahat...... hiks....jahat.....(Lilian berteriak sekencang Mungkin dengan Suara yang lepas mencoba melegakan sesak didadanya yang terasa begitu menyesakkan, kenyataan ini begitu mengejutkan sekaligus meruntuhkan kepercayaan dirinya untuk melanjutkan hubungan nya bersama dengan Neil, namun di sisi lain ia sangatlah mencintai sosok Neil)". Lilian
sementara Pela dan Hanum setia menemani sahabat baiknya itu dengan segudang pertanyaan. Namun mereka mencoba untuk mengerti untuk tidak memaksakan Lilian untuk berbicara sebelum Lilian siap memberi tahu mereka.
beberapa selang waktu kemudian Lilian menoleh, dan berjalan mendekat kearah dimana sahabatnya tengah berdiri dengan setia menunggu dirinya.
masih terlihat sisa-sisa air mata dari Dimata Lilian dari sisa tangisanya.
"maafkan aku num, Pela... aku tidak bisa menceritakan ini kepada kalian...(setelah cukup Lilian membungkam diri)". Lilian
"kita memang telah berjanji didalam persahabatan kita tidak boleh ada suatu hal apapun yang disembunyikan, saling terbuka dan tidak ada kata rahasia Lilian....(Hanum menatap iba) namun jika memang masalahmu ini memang tidak bisa kau ungkapkan kepada kami ,kami mencoba mengerti lilian kami tidak bisa memaksakan...(dengan senyum menenangkan)". Hanum
"Pela ... Hanum... menurut kalian lebih penting hal mana diantara yang sangat kita sama-sama cintai? jika kalian dipilihkan dengan dua pilihan yang sama-sama berharga dihidup kalian. kalian lebih memilih keluarga apa lebih memilih masa depan kalian??? (dengan tatapan resah /gundah)". Lilian
ya setelah di fikir- fikir tidak ada salahnya menceritakannya dengan kedua sahabatnya itu. mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya. meskipun terkadang bersikap konyol.
deggg.... kedua-nya sedikit paham dengan masalahnya? namun mereka masih ingin lebih jelas mengenai siapakah orang yang dimaksud Lilian.
__ADS_1
"maaf....Lilian apakah yang dimaksud Lilian masa depan itu kak Neil yah? (dengan sangat hati-hati)". Pela
"eem....(Lilian mengangguk mengiyakan)". Lilian
"Lilian ...emmmm...keluarga Lilian bukanya ....keluarga Lilian sudah setuju dan merestui hubungan kalian tapi kenapa jadi keluarga Lilian jadi bisa demikian, apakah om amar dan Tante putri berubah pikiran tentang hubungan Kalian? dan bukanya pernikahan Kalian hanya tinggal menghitung hari Lilian?" (Hanum tidak kalah hati-hati dari Pela)". Hanum
"bukan...bukan mommy ataupun Daddy....tapi.......(Lilian memberitahukan kepada dua sahabat baiknya itu hingga kedua-nya syok begitu dibuat terkaget-kaget )". Lilian
"apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.........?,,,,hemmmmm.....cup...cup....cup....(Hanum dan Pela memeluk Lilian Secara bersamaan Mereka turut prihatin dengan kisah cinta yang Lilian alami) bersabarlah kita akan cari sama-sama jalan keluarnya... ". Hanum dan Pela
"eem.... terima kasih huffftt.....aku jauh lebih baik disaat aku menceritakannya rasanya bebanku terasa sedikit berkurang. terima kasih Han, Pela kalian selalu ada disaat Lilian butuhkan (Lilian tersenyum meskipun senyuman itu terasa begitu getir)" . Lilian
drttttt...drtttt.... nampak sebuah panggilan di ponsel milik Lilian.
"siapa?". Pela
"kak Neil, (Lilian hanya menggenggam ponsel miliknya)". Lilian
"kenapa kau tidak mengangkatnya?". Pela
"Lilian, Lilian bingung....! (nampak sangat jelas dirautnya kebintangan itu)". Lilian
"emmm...(Lilian mengangguk)". Lilian
Lilian menaruh benda pipih itu didaun telinganya setelah tanda hijau ia pencet.
📲 *" ia kak....".* Lilian
📲 *" kenapa kau mengangkatnya lama sekali? apa kau sudah Pulang, aku datang kekampus namun pak security bilang kelas mu sudah bubar sejak pukul 10 tadi (ya karena memang pak security sangatlah hafal dengan anak kampusnya, terutama bagi seorang Lilian karena Lilianlah yang paling jadi sorotan akan kesempurnaannya bisa dikata bunga kampusnya), apakah kau sudah ada dirumah? (nampak nada khawatir yang Neil tunjukan)".* Neil
📲 *""Hem...maaf , Lilian memang sudah Pulang dari kampus namun Lilian Belum berada dirumah Lilian pergi bersama Pela dan Hanum (terdengar serak hingga menimbulkan pertanyaan bagi sang kekasih)".* Lilian
📲 *""hei...ada apa dengan suaramu sayang? kenapa suaramu terdengar serak seperti itu, apa kau baik-baik saja? beri tahu aku lokasimu aku akan menjemputmu, sekarang!!! (dengan nada khawatir dan perintah)".* Neil
sementara itu.
🌾 A. A. A Sentra Group 🌾
__ADS_1
nampak Amira berjalan dengan sedikit tidak fokus ia masih terbayang dengan kejadian tadi siang, kenapa ia bisa sembarangan mencium seorang laki-laki ditempat umum meskipun terbilang tempat itu tempat yang sepi , Namun bisa sajakan suatu ketika ada seseorang yang kesana dan bisa saja seseorang itu melihat telah melihat kejadian tadi. Amira merutuki kebodohannya sendiri tanpa sadar dari arah berlawanan nampak salah satu karyawan yang tengah membawa sebuah tumpukan kertas yang nampak baru ia berusaha untuk pindahkan.
"brugggh... ah maaf nona saya yang salah,saya tidak berjalan dengan hati-hati (nampak salah satu karyawan menundukkan pandangan karena takut dipecat)". salah satu karyawannya
"Hem, (Amira melanjutkan berjalannya menuju dimana ruangannya berada tanpa menegur sang karyawannya)". Amira
kejadian itu tidak sengaja Amar lihat, dan menimbulkan pertanyaan dibenaknya.
"tidak biasanya Amira bersikap seperti itu dan membiarkan lawan bicaranya dengan begitu saja, dan ia terlihat tengah memikirkan sesuatu....Hem... bergumam". Amar
Malampun telah tiba.
dimeja makan, ritual makan malam seperti biasanya sedang berlangsung namun, malam ini suasana yang tercipta sedikit berbeda dari malam - malam sebelumnya.
hanya terdengar sendok dan garpu yang yang mewakili keheningan itu.
"sayang makanlah yang banyak...(teruntuk Amira), dan kau Lilian sayang kenapa hanya mengaduk-aduk makan malammu? (mom Putri nampak bingung dan sedikit jelas khawatir dirautnya)".mom Putri
"Amira/Lilian masih kenyang mom (mereka berdua bersamaan menjawab pertanyaan dari sang mommynya)". Amira dan Lilian
amar dan Putri saling lirik ini terlihat aneh dan janggal.
"Amira, Lilian ada apa ini sebenarnya? tidak biasanya kalian seperti ini (mom Putri mengentikan acara makanya, begitupun dengan Daddy Amar)". mom putri
"hihi.... tidak mommyku Amira hanya ingin sedikit diet (dengan kekehanya)". Amira
"kau ini ada-ada saja, kau sudah cantik dan ideal sayang....(mom Putri geleng-geleng kepala dibuatnya)".mom putri
Amira masih bisa menguasai keadaan ya karena disini Amira sejak dulu pandai menyembunyikan perasaannya. namun tidak dengan Lilian gadis polos dengan kemanjaan dan ketergantungannya terhadap orang-orang terdekatnya menjadikan dirinya tidak mudah berakting dengan perasaannya.
"mom...maaf Lilian masih kenyang, tadi siang Lilian dan teman Lilian terlalu banyak makan. dan sepertinya Lilian ada tugas dari kampus yang Lilian belum kerjakan. (Lilian pamit dengan sedikit menundukan pandangannya hingga membuat sang mommy Putri bertanya-tanya)". Lilian
ya Lilian merasa canggung ketika bertemu dengan Amira karena kejadian siang tadi. ia merasa bersalah dan ia juga merasa kecewa dengan keadaan ini.
"mom....(amar melirik kepada sang istri tatapanya tertuju kepada Lilian yang pamit lebih dulu untuk masuk kekamarnya)". Amar
sedangkan Amira juga merasa ada keanehan di sosok Lilian yang bersikap tidak biasanya. biasanya Lilian akan menyambutnya pulang kerja, dan menempel untuk diajari dalam ilmu dan pengetahuan umumnya.
__ADS_1
"apa Lilian mengetahui hubungan diantara kami? (ya Amira berfikiran Neil telah menceritakan kisahnya kepada Lilian, ya kerena sejak pulang tadi Lilian hanya berdiam diri di kamarnya)... membatin". Amira