Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Curiga


__ADS_3

malam.


terlihat disebuah bangunan sederhana namun tidak menghilangkan kesan mewahnya.


terlihat beberapa orang sedang melangsungkan acara makan malamnya.


hening....hanya sebuah sendok dan garpu yang dapat mewakili Suara di keheningan ruangan itu.


_skip_


"Lilian Daddy sudah bertemu dengan dosen Harun...dan Daddy mengundangnya untuk makan malam bersama kita besok malam (nampak diraut amar ada sesuatu yang mengganjal)". Amar


"dosen Harun...membatin.


(masih jelas terbayang beberapa deretan insiden yang sangat mengguncang jiwa raga Lilian disaat dirinya mempercayai laki-laki dengan sejuta kebohongan dan rahasianya itu).


daddy bertemu dengannya...? (ada nada ketidakpercayaan Lilian disaat Daddynya menyatakan telah bertemu dengan dosen Harun, ya pasalnya setau Lilian dosen Harun memiliki luka tembak di tubuhnya apakah secepat itu sang dosen dengan kesembuhannya namun Lilian yang tidak memiliki cara untuk menghubungi sang dosen untuk mendapatkan kabar terbarunya, Lilian berusaha percaya dengan keadaan yang ada, seperti apa kata dari sang Daddynya) a..apa benar seperti itu dadd?". Lilian


"yah...Daddy rasa dosen Harun adalah benar orang yang baik,dan....(kata-katanya terjeda dengan kedatangan Neil dan Amira yang menyusul ke ruang keluarga dimana Amar dan sang istri dan Lilian berada)". Amar


"ekhm....(Amira dan Neil yang menghampiri Lilian bersama kedua orangtuanya) dad, mom, kami...kami akan pindah malam ini juga. (Neil hanya mampu berani menatap Daddy Amar dan sang mommy Putri dengan masih dalam tatapan canggungnya tanpa memandang ke arah Lilian entah rasanya ia juga belum bisa memaafkan dirinya dan untuk berinteraksi lebih dengan Lilian gadis polos yang ia sakiti rasa bersalahnya benar-benar membuat nyalinya redup)". Neil


"sayang, kenapa harus malam ini, mommy masih kangen dengan mu... bisakah esok hari atau lusa saja...(mommy Putri menatap kearah Amira yang menunda pertanyaan kepada sang suami)".mom putri


"Amira, akan ikut dengan keputusan kak Neil saja mom....(jelas ada kecanggungan di nadanya ya Amira juga merasa menjadi kakak paling jagat dimuka bumi ini meskipun Lilian sudah mengikhlaskan akan keadaan ini namun Amira tau perasaan Lilian dalam keadaan sakit dan penuh kehancuran)". Amira


Neil dan Amira memutuskan untuk segera boyong dari kediaman keluarga amar.


ya karena mereka berasumsi semakin mereka memperlihatkan kedekatan akan hubungan mereka maka itu pasti akan lebih menyakitkan bagi Lilian.


mereka berdua juga tanpa daya dalam keadaan ini , entahlah apakah cinta mereka adalah cinta yang sejati karena telah meyakiti seorang gadis polos dan baik seperti Lilian dalam hubungannya.


"kak...(Lilian berdiri menghampiri kedua-nya,dan menatap kearah Amira) apa kakak ingin cepat pergi karena Lilian, Lilian tau kak Amira masih sangat merindukan mommy, (ya Amira yang baru beberapa waktu berkumpul dengan keluarga besarnya merasa masih sangat kurang untuk melampiaskan rasa rindunya dengan keluarga besarnya begitupun dengan yang lainnya terutama bagi mom Putri ditinggalkan Amira selama belasan tahun membuat sang mommy berat untuk melepaskannya.


meskipun dilain sisi Amira sudah siap untuk menjalani bahtera rumah tangganya) Jangan merasa terbebani dengan keadaan ini. kak Amira Harus tau Lilian bahagia melihat kak Amira bahagia...(lagi-lagi Lilian berusaha menyakinkan Amira untuk tidak memikirkan perasaan dirinya)". Lilian


"Lilian .... bergumam". Neil

__ADS_1


betapa murninya hati sosok gadis yang sudah ia hancurkan. tiada tatapan benci Lilian tunjukkan kepada dirinya begitupun kepada kakaknya Amira.


"kak Neil...(Lilian beralih kepada Neil yang kini menjadi mantan kekasihnya yang baru menghitung hari) mommy masih sangat merindukan kak Amira, bisakah kak Neil untuk menunda kepergian kalian...(dengan seperti biasa senyuman lembutnya)". Lilian


"Lilian, (dada-nya bergemuruh entah Sampai kapan rasa bersalahnya akan lenyap mengingat akan manisnya perjalanan kisah cinta mereka tanpa cacat dan berjalan dengan begitu indahnya, dengan menyebutkan nama Lilian saja sudah membuat dada Neil bergetar apalagi bila harus sering-sering bertemu dan menatap langsung akan sosok yang pernah menjadi penawar hatinya akan ketulusan dan keelokan parasnya) maafkan aku Lilian, Amira dan aku akan berangkat malam ini juga". Neil


"hiks.... maafkan kak Amira ....Lilian, daddy Amar, mommy Putri...(Amira tidak bisa berkata-kata lagi hanya tangis yang mewakili perasaan campur aduknya, dilain sisi ia sangat bahagia atas terwujud akan impiannya yang bisa hidup bersanding dengan cinta masa kecilnya dan dilain sisi ia juga bersedih diatas kebahagiaannya ada hati yang terluka)". Amira


"maafkan aku Lilian, Daddy...mommy...(Neil ikut serta)". Neil


Amira dan Neil memohon pengampunan didepan mereka bertiga.


"Hem, huffftt....(mencoba mengatur nafasnya) meskipun aku sangat kecewa padamu Neil, aku harap kau tidak akan mengecewakan lollyku, cukup Lilian saja yang mengalah (kata-katanya begitu menusuk meskipun dalam mode tenang) aku harap kau tidak akan melakukan kesalahan apapun kepada anakku". Amar


"maafkan Neil yang sudah membuat Daddy kecewa


Neil berjanji dad, Neil tidak akan pernah menyakiti perasaan Amira. dan akan berusaha Sungguh-sungguh untuk membahagiakan Amira (dengan tatapan teduh namun mencoba untuk mendapatkan kepercayaan)". Neil


sementara itu Lilian memejamkan matanya begitu sesak dada-nya disaat Neil kesayanganya mengucapkan kata-kata itu, baginya ini adalah mimpi buruk.


🌷 bagian ini author skip ya. terlalu rumit untuk dikata-kata. maafkan author yang masih perlu banyak belajar 🌷


_skip_


"aku kan merindukan kalian...". Amira


saling memberikan pelukkan.


"sering-seringlah untuk berkunjung". ketiganya


melambai....


setelah kepergian Amira dan Neil.


jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"mas....(mom putri menangkap gelagat aneh dari kedua-nya Lilian dan sang suami) apa benar kau sudah menemui dosen Harun? bukannya Lilian mengatakan dosen Harun dalam keadaan tidak baik (mom putri memcari jawaban)".mom putri

__ADS_1


dengan sama-sama melangkah masuk kedalam rumah.


"Lilian apa benar waktu itu dosen Harun tengah terluka? (memastikan)". Amar


"eem...(mengangguk mengiyakan)". Lilian


"bukannya ini aneh mas...(mom Putri terlalu lelah untuk membagi perasaannya).


Daddy tidak salahkan, dosen yang Daddy temui adalah dosen Harun?". mom Putri


"mommy kenapa meragukan daya ingat Daddy? Daddy masih cukup muda untuk mengingat mom... Daddy sudah benar mendatangi lokasi seperti data yang Lilian berikan (dalam mode becanda ya amar tidak mau putri emasnya terus-terusan dalam perasaan sedihnya terutama sang istri tercinta, ia mencairkan suasana yang sangat terasa rumit itu)". amar


"Hem, mudah-mudahan Daddy benar dosen Harun benar dalam keadaan baik! (entah apa yang difikirkan Lilian hingga tatapan dan ucapannya terasa kosong, hingga Daddy dan sang mommy saling memandang memainkan matanya)" Lilian


selepas kepergian Lilian.


* dikamar *


"sayang... kenapa kau masih terjaga (amar mengintip sang istri yang membelakanginya namun masih dengan setia membuka matanya)". Amar


"aku merasa ada yang aneh dan Lilian sembunyikan mas...(mom Putri berbalik hingga kini posisi keduanya saling bertatapan)".mom Putri


"mungkin Lilian masih berat dengan pernikahan diantara orang yang sama ia sayangi...". amar


"mas... maafkan aku, aku tidak bisa mencegah semua yang sudah terjadi...(dengan tatapan sedihnya)".mom putri


ya didepan anak-anaknya ia selalu berusaha nampak tegar meskipun sebenarnya ia dalam hati yang lemah.


"ini bukan salahmu sayang...dan orang yang paling merasa bersalah disini adalah aku, aku yang ceroboh telah menjodohkan anakku sendiri dengan laki-laki yang tidak jelas seperti Neil...(terlihat wajah kesalnya)". amar


"mas... sudahlah, semua ini memang kecerobohan kita sebagai mahkluk, kita berdoa saja semoga hari esok tidak ada kejadian seperti ini lagi dan semoga Lilian bisa selalu tegar dan bisa melupakan dengan kesedihan hatinya dengan seiring berjalannya waktu...".mom Putri


"Hem... (amar menepuk-nepuk punggung milik sang istri dengan mendekapnya erat)". Amar


"mas tapi aku rasa Lilian benar tengah menyembunyikan sesuatu, tapi itu bukan tentang Neil dan Amira?!".mom Putri


"Hem... kita akan tau jawabannya esok hari, sekarang tidurlah...(amar mendekap tubuh mungil milik Sang istri berusaha melepaskan segala kegundahanya)". Amar

__ADS_1


__ADS_2