Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Maafkan aku


__ADS_3

"Lilian,...?!!!". Neil


Neil yang syok dengan penuturan Lilian kini ia tersadar dan dengan segera ia berusaha membantu Amira untuk berdiri/bangkit. namun sayang sedetik kemudian Amira jatuh dalam pelukka'nnya.


Amira memejamkan netranya/pingsan akibat kelelahan jiwa dan raganya ya mendapati kenyataan ini begitu menguras fikirannya.


Amira sangat terpukul dengan keadaan yang harus ia terima, meskipun ia telah berusaha sekuat mungkin untuk menerima semua kenyataan ini tetapi rasa harap yang begitu lama dan besar yang selalu ia jaga dengan rapih membuat nya merasa terhianati.


berharap bisa mewujudkan bersama janji yang pernah terucap dulu. namun kenyataannya berkata lain, dan betapa sesaknya disaat orang yang ia cintai *Neil* dia telah menjadi kekasih orang yang sangat ia sayangi *Lilian*)". Neil


"Amira....(Neil juga semakin terkejut disaat Amira hilang dalam kesadarannya) Ferdinand aku mohon kejarlah Lilian....(dengan tanpa fikir panjang Neil membopong tubuh lemas milik Amira dan segera membawanya menuju rumah sakit terdekat yang terpenting baginya saat ini Amira, ya karena Amira dalam keadaan yang tidak sadar sedangkan Lilian masih terlihat bisa berfikir meskipun dalam keadaan tidaklah baik)". Neil


sementara itu.


"nona...nona Lilian...(nampak Ferdinand keluar dengan sangat tergesa-gesa dan dengan pandangan bingungnya netranya menelusuri ramainya suasana kota.


ya pasalnya Ferdinand tidak melihat sosok yang dicarinya Lilian bagaikan ditelan waktu, begitu cepat kejadian ini hingga langkah seorang Lilian tidak mampu Ferdinand kejar)". Ferdinand


nampak Ferdinand menghubungi sang nona bak bidadari itu namun sang empunya tidaklah menjawab.


hal itu membuat Ferdinand semakin bingung dan mencoba menghubungi bawahannya.


sementara itu hanya selang 20 menit nampak Lilian sedang duduk dengan sebuah mangkuk mie berkuah dengan rasa khasnya disebuah restoran kecil dengan berhadapan dengan seseorang yang tidak terlalu asing untuk dilihat.


"makanlah, saya jamin perasaan mu akan lebih baik setelah mencicipinya...(seseorang itu menatap tiada memalingkan pandangannya kearah manapun selain mengarahkan pandangannya teruntuk seorang gadis sempurna yang ada dihadapannya)". dosen Harun

__ADS_1


"huffftt.... baiklah, aku akan mencobanya (dengan gerakkan perlahan Lilian mulai menjepit mie berkuah itu dan mulai mencicipinya)". Lilian


seseorang dihadapkan hanya tersenyum samar senang disaat ia berhasil membujuk gadis polos yang sudah menjadi targetnya sejak beberapa waktu dekat ini.


ya Lilian yang berlari tanpa arah , dengan tidak sengaja menambrak sebuah tubuh tinggi tegap dan begitu terasa kuat otot sixpack nya.


pemilik tubuh tinggi berotot sixpack itu tiada lain adalah dosennya sendiri Dimana ia mengenyam pendidikan /rutinitasnya.


ya dialah dosen Harun , dosen culun dengan penampilan sederhananya. namun bagi Lilian dan dua sahabatnya (Pela dan Hanum), dosen Harun adalah sosok dosen yang baik hati dan tidak memilah dan memilih stratata , dosen Harun lebih melihat siapapun dari hasil prestasi dan ketekunan para anak didiknya.


awalnya Lilian merasa enggan untuk mendekatkan diri kepada siapapun, apa lagi dengan lawan jenisnya terkecuali Neil dan Daddy amarnya.


namun dengan tatapan meyakinkan dari sang dosen membuat Lilian polos mudah luluh dengan hati yang terasa terombang-ambing itu.


fikiran ruwetnya menjadikan Lilian tidak stabil dan seakan melupakan wanti-wanti /nasehat dari sang mommy Putri dan Daddy amarnya bahwa Lilian tidak boleh bepergian dengan sembarangan orang apa lagi lawan jenis yang tidak berasal dari keluarganya, dan tidak tau asal usulnya/orang asing (mengambil pelajaran dari kejadian yang silam).


Lilian menerima dengan mudah ajakkan dari sang dosen untuk mengikuti arahannya, fikir Lilian tidak apa dan tidak akan membahayakan dirinya, dosen Harun hanya ingin membantunya, dosen Harun adalah figur yang baik dan melindungi anak didiknya itulah fikiran positif yang Lilian artikan untuk sosok yang ada dihadapannya dengan tatapan tegas yang tersembunyi dari kacamata bacanya.


"bagaimana , apa kau menyukai rasanya? (dengan raut penasaran namun tetap para alurnya)".dosen Harun


"emmm...ini enak, (Lilian mencobanya lagi dengan suapan yang lebih besar karena terasa semakin penasaran dengan rasanya) yummm...ini benar enak dosen, cobalah kau untuk mencicipinya...(mencoba tersenyum, dan masih jelas lelehan air matanya, namun Lilian seakan tidak menghiraukannya)". Lilian


"makanlah dengan pelan...dan hapuslah air matamu... air matamu sangatlah menganggu pandanganmu!".dosen Harun


"hiks...(Lilian masih ingat sangat jelas dengan penuturan yang kakaknya ungkapan, Lilian mengetahui kakaknya tengah berbohong dengan perasaannya sendiri. dan Lilian dapat melihat tatapan Neil disaat berhadapan dengan kakaknya Amira, tatapan itu tatapan yang selalu Neil berikan kepadanya disaat Neil mengungkapkan kata rindu dan ingin bersamanya) hiks....(dan tangisan kembali yang Lilian tunjukkan dihadapan sang dosen Harun)". Lilian

__ADS_1


selang beberapa menit.


"maafkan Lilian dosen Harun, Lilian harus segera Pulang...(Lilian bangkit) , terima kasih untuk waktunya... maafkan Lilian yang sudah lancang menangis dihadapan bapak, bukannya itu hal yang memalukan... sekali lagi Lilian pamit (menunduk sopan)". Lilian


"Hem...., (hanya kata itu yang keluar dari bibirnya)".dosen Harun


setelah Lilian diambang pintu Harun memanggilnya dan disaat Lilian menoleh.


"berhati-hatilah... segera hubungi pengawal atau sopirmu untuk menjemputmu Lilian...(dengan senyuman simpulnya)". dosen Harun


"degggg.... dosen Harun tersenyum seperti itu terlihat manis juga... membatin". Lilian


"e...um, eem...(mengiyakan)oh ya dosen Harun, (Lilian nampak sedikit mendekat kepada sosok tegap itu) Lilian minta tolong kepada bapak ini rahasia diantara kita ya bapak, jangan membocorkan kepada siapapun kalau Lilian pernah menangis dihadapan bapak (dengan tatapan memohonnya)". Lilian


"rahasia mu aman bersamaku (dengan senyuman samarnya)". dosen Harun


"sekali lagi terima kasih...dah...(lilian melambai ala anak remaja, rasanya sedikit lega mencurahkan isi hatinya meskipun hanya dengan sebuah tangisan, namun setidaknya itu sangatlah mengurangi rasa sesak di dadanya. lilian akan pulang dan akan berterus terang kepada sang Daddy bahwa perjodohan ini adalah sebuah kesalahan, ya Lilian akan mencoba mengikhlaskan orang yang paling ia cintai untuk orang yang paling ia sayangi)". Lilian


selepas kepergian Lilian.


"ini gila... ini benar gila, aku benar-benar menggunakan perasaanku".dosen Harun


ya Harun akui Lilian adalah seorang gadis teristimewa di negeri ini, begitupun dihatinya Lilian adalah sosok gadis teristimewa semenjak Harun melihatnya pertama kali disebuah jamuan di negara ....(tidak usah disebut) disaat itu Lilian terlihat datang bersama keluarga Nataniel dari negara (tidak usah disebut) hingga kini dirinya rela menapakkan kakinya demi sebuah rasa kagum dan penasarannya dan alangkah kecewanya gadis yang membuat langkahnya sejauh ini sudah menjadi tunangan seseorang pebisnis muda dengan kebersihan bisnisnya.


"rasanya aku ingin segera memilikinya tapi apakah aku pantas untuknya dan apakah aku tega untuk menyeretnya kedalam kehidupanku yang kelam ini... membatin". dosen Harun

__ADS_1


__ADS_2