Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Sebenarnya ada apa dengan diriku?


__ADS_3

* satu bulan berlalu *


hari-hari berlalu dengan alur dan kisahnya.


Lilian yang kini sudah dengan aktivitasnya kembali terlihat berjalan dengan keyakinan dan aura positifnya.


meskipun hari ini tubuhnya terasa kurang baik Lilian mencoba untuk kuat dan semangat.


"sayangku....puji syukur kepada Allah SWT, yang telah membuka pintu hati bidadari kita untuk masuk ke kampus ini lagi...(Pela dan Hanum menghambur mendekap sosok yang sangat mereka rindukan)".Pela dan Hanum


ya semenjak pernikahan yang Lilian langsungkan dan ternyata calon pengantinnya digantikan oleh kakaknya banyak rumor yang beredar dengan segala macam bentuk cara dan tanggapan dari pihak publik.


ya bagaimana lagi itu resiko yang harus keluarga Alamsyah, Nathaniel dan Alexander terima.


meskipun Neil sudah melakukan konferensi pers dengan menjelaskan kenapa kejadian itu sampai terjadi itu karena sebuah kesalahannya namun tetap saja banyak pihak yang menyalahkan Princess Amira Alexander dan tidak sedikit yang mendukung Lilian akan nasib sedih yang harus Lilian tanggung akan perbuatan keduanya Neil dan princess Amira.


"Kalian,...aku sangat rindu dengan kalian (Lilian membalas dekapan dari sang permen jahenya. permen jahe? itu adalah sebuah sebutan yang kak neilnya berikan untuk kedua sahabatnya itu)". Lilian


melihat kedatangan Lilian para mahasiswa/siswi banyak yang turut merasa sedih dengan Lilian.


dengan berbagai cara dukungan untuk Lilian supaya tegar untuk menjalani masa yang akan datang.


"kak Lilian I Love you....(gadis manis dengan kulit berwarna coklatnya memberikan setangkai bunga cantik untuk Lilian itu salah satu bentuk dukungan yang didapatnya Lilian)".gadis manis berkulit coklat


"terima kasih , kau sungguh perhatian (Lilian memberikan senyuman ramahnya)". Lilian


disepanjang jalan menuju kelas Lilian begitu banyak mendapatkan dukungan dari anak-anak kampus dari berbagai jurusan dan bahkan beberapa dosen yang mengagumi sosok Lilian.


"bidadari kita ....(Hanum dan Pela menatap kagum kepada sosok Lilian akan ketabahan, kelembutan dan ketulusan hatinya.


disaat Lilian mengatakan ini adalah jalan takdir yang Allah sudah gariskan untuknya, dan Lilian bilang Allah pasti akan mempertemukan sepasang kekasih disebuah ikatan sakral jika memang sudah berjodoh.


Sungguh terlihat dewasa bukan?


dan Lilian memberikan pengertian kepada setiap penggemarnya agar tidak menyalahkan kakaknya Amira dan yang kini jadi kakak iparnya Neil atas semua kejadian ini )".pela dan Hanum


_skip_


"Lilian sayang pelan-pelan...saja (Pela dan Hanum sedikit aneh dengan tingkah Lilian yang memesan rujak dengan berbagai sisiran buah dengan siraman saus kacangnya)". Hanum


"ini terasa begitu menyegarkan dan enak han,pel...apa Kalian ingin mencobanya juga, (nampak Lilian menggeser piring yang memperlihatkan ukuran besar menu dengan ciri khasnya itu)". Lilian


"tidak, tidak untukmu saja Lilian, aku rasa kau sanggup menghabiskannya...( Pela menolak secara harus ia tidak habis fikir temannya dengan gaya tidak sabarannya melahap menu sang satu itu , itu terlihat tidak biasa bagi pengelihatan mereka. apakah ini adalah efek samping ditinggal kawin?)". Pela


"yasudah kalau tidak mau...(dengan acuh Lilian kembali menggeser piringnya dan melanjutkan acara makannya)". Lilian


"Han...(Pela menyenggol lengan milik Hanum dan memainkan kode mata)". Pela

__ADS_1


# flash back #


* dikelas *


"ada apa denganmu Lilian kenapa kau terlihat tidak nyaman? apakah kau tengah menunggu seseorang? bukannya dosen jenius kita sudah ada didepan mata (berbisik)". Hanum


"apakah kalian melihat dosen Harun? bukannya dijam ini adalah mata kuliah miliknya (berbisik)". Lilian


"dosen Harun yang mana sayang,,, (nampak Hanum berfikiran keras, berbisik)". Hanum


"kau ketinggalan berita Lilian, bukanya dosen Harun sudah resign dari sini !!!!! dan digantikan dengan dosen Harun yang baru? (berbisik)". Pela


"apa maksudnya, dosen Harun digantikan dengan dosen Harun yang baru ... bergumam". Lilian


"sudah dengan acara berbisik- bisiknya ( dosen jenius yang mereka bertiga maksud sudah berdiri disamping ketiganya membuat tegang ketiganya)". dosen yo


selesai kelas.


"Lilian tunggu kau mau kemana? (melihat Lilian dengan berjalan setengah berlari mengarah kesebuah ruangan khusus para dosen tengah berada)". Pela


Pela dan Hanum berusaha mengejar Lilian dengan tampilan emosi yang sedikit berbeda.


_skip_


"huffft....kau jahat ...bergumam". Lilian


"siapa sih yang jahat ". Pela


Hanum dan Pela hanya mengikuti kemana Lilian membawa langkahnya.


# Flash back off #


"hei..kalian tolong jangan melihat Lilian dengan tatapan seperti itu (disaat Lilian menyadari tatapan akan keduanya)". Lilian


"hihi.... tidak Lilianku, kita hanya terheran saja dengan perubahan yang kau tunjukkan kau seperti seorang ibu yang tengah hamil muda yang sedang dalam proses ngidamnya (Hanum terkekeh dengan lawakkanya namun itu membuat Lilian diam dalam kunyahanya)". Hanum


degggggggg.......


Lilian teringat akan ucapan dari seseorang laki-laki yang merenggut kesuciannya, bahwa dirinya laki-laki itu melakukan itu dengan dirinya karena menginginkan keturunan yang berasal dari rahimnya.


melihat Lilian diam Hanum semakin merasa aneh.


"aku kan niatnya hanya bercanda... membatin". Hanum


"Lilian tunggu, aku hanya bercanda sayang....". Hanum


"kau si, keterlaluan. kau tau kan keadaan hati sahabat kita sedang tidak baik (Pela menjitak kepala Hanum yang mendapat jitakkan hanya pasrah akan kesalahannya yang berasal dari mulut bawelnya)". Pela

__ADS_1


Lilian dengan begitu saja tanpa pamit meninggalkan keduanya dengan menu yang menurut Lilian terasa begitu nikmat dan menggoda itu.


_skip_


"Hoek....Hoek....(Suara nestapa dari jiwa yang lelah)". Lilian


"sayang....kau kenapa? (mom Putri masuk menerobos kamar lilian hingga melihat Lilian sedang m..-tah dan memijit-mijit tengkuknya berusaha memberikan rasa nyaman dan reda ) ".mom Putri


mom Putri yang sedari tadi melihat gerak-gerik aneh yang Lilian tunjukkan sedari baru tiba dirumah yang datang dari kampusnya ikut menyusul Lilian yang beberapa menit lalu masuk kekamarnya yang sepertinya sedang tidak baik dengan keadaan fisiknya.


setelah menguasai keadaan.


"Lilian tidak apa-apa mom, (dengan air mata yang meleleh dan Lilian coba untuk menyekanya)". Lilian


"sayang kau kenapa, cerita sama mommy..(dengan tatapan sayang dan prihatinnya)". mom putri


ya mom putri dapat melihat dengan jelas putri tersayangnya dengan wajah sedikit pucatnya.


"Lilian tidak apa-apa mom, Lilian hanya lelah". Lilian


"Lalau kenapa kau sampai m..-tah -m.-tah seperti ini, apa kau tengah sakit? (dengan menyentuh memeriksa dibagian kening dan beberapa bagian tubuh lain Lilian).


tunggu ..mommy akan panggilan dokter keluarga kita".mom Putri


"jangan mom, (terlihat keras Lilian melarang sang mommy).


Lilian hanya kebanyakan makan rujak di kampus mom, jadi m..-tah Lilian mungkin karena itu.. maafkanlah Lilian mom Lilian sudah membuat mommy khawatir (berusaha tetap tenang)". Lilian


"benarkah? apa tidak sebaiknya diperiksa dulu? dan sekalian dokter pasti akan memberikan obat pereda mulanya". mom putri


"Lilian benar tidak apa-apa mom, Lilian akan beristirahat saja (berusaha meyakinkan dengan sikap yang seperti biasa)". Lilian


"baiklah, istirahlah mommy akan kebawah untuk membuatkanmu minuman hangat ok".mom Putri


"eem...(mengiyakan)". Lilian


selepas kepergian mom Putri ,Lilian segera masuk kembali ke kamar mandinya lagi dan mengecek dengan air p..-isnya dan mencelupkan alat berbentuk stik itu .... setelah beberapa menit menunggu....dan....


"akhp.....(Lilian membungkam bibirnya seperti apa yang difikirkannya, seperti apa kata para sahabatnya) tidak....Lilian tidak mau..hiks....Lilian tidak mau mengandung anaknya... laki-laki jahat....". Lilian


lama-lama isakkan Lilian terdengar juga meskipun secara samar-samar hingga mom putri yang sedang kearah menuju kamar Lilian mendengar isakkan dari Lilian.


mom Putri menaruh minuman hangatnya dimeja belajar milik Lilian. dan langkahnya mengarah ke kamar mandi.


"sayang kau kenapa? (mom Putri nampak khawatir melihat anaknya yang terduduk dilantai kamar mandinya dan netranya melihat sebuah benda yang menurutnya tidaklah asing. benda itu terjatuh tidak jauh dari posisi Lilian terduduk).


Lilian, apa ini adalah milikmu?

__ADS_1


(mom Putri mengambil benda berbentuk stik itu dan membaca hasilnya)


positif... bergumam!!".mom Putri


__ADS_2