
masih hening tiada satu jawabanpun dari pihak manapun...
begitupun dengan mom Putri yang diam tidak berani membantah pertanyaan dari suaminya.
"ini semua adalah salah saya dad, saya yang sudah merencanakan ini semuanya hingga Lilian menuruti keinginan saya tanpa kesadaran yang penuh....(Harun sudah pasrah... dengan kejujuran kecil yang terasa begitu berat diperjalanan hidupnya baginya ini adalah kejujuran pertama yang dilakukannya, demi kebaikan rumah tangganya meskipun laki-laki garang yang ada dihadapannya membunuhnya sekalipun ya karena masih ada banyak stok nyawa baginya jadi Harun merasa masih bisa tenang)". Harun
🌷hihi.... terkadang author imaginasinya keterlaluan ya🌷
"diam aku tidak bertanya kepadamu, jawab Lilian Daddy ingin mendengar dari mulutmu secara langsung...apa kau melakukanya atas dasar saling suka? kenapa selama ini kau membohongi Daddy kau keluar diam-diam dengan dosen ini, tanpa mendapatkan izin dari Daddy? sejak kapan?....sejak kapan Lilian...apa kau benar mencintainya hingga kejadian ini bisa terjadi... ". Amar
waw....acara makan malamnya berubah menjadi acara perang.
"Lilian....(bibirnya bergetar iapun sudah terlalu lama memendam semua rasa kejolak penderitaan hati dan hanya dosen harunlah dengan sendirinya dirinya merasa nyaman di saat membutuhkan tempat bersandar dan menumpahkan keluh kesahnya, karena pada saat itu ia tidak tega berterus terang kepada sang mommy dengan hubungan diantara kakak dan calon suaminya ia begitu tertekan dengan keadaan)
Lilian...(tercekat)". Lilian
"salahkan Harun hukumlah Harun dad, Harun yang telah memaksa Lilian". Harun
rasa melindunginya lahir ia tidak sanggup melihat Lilian terus menerus terlihat tertekan seperti itu.
"aku bilang diam aku tidak butuh penjelasan apapun darimu, jika kau ingin menjelaskan, jelaskan bagaimana bisa kau mengganti identitasmu dengan identitas laki-laki lain apakah kau adalah seorang penjahat dosen?". Amar
mencari jawaban.
"ya aku adalah seorang penjahat aku adalah...". Harun
"tidak...(menggeleng kaget apa menantunya tengah bercanda)".mom Putri
sedangkan Lilian berusaha menata kesiapan mentalnya.
"hahaha....kau dengar mom, apa yang menantu kita katakan barusan kalau dia mengakui dirinya adalah sebagai seorang penjahat? apa tidak salah mana ada penjahat seculun dirimu. hahaha.....(tawa Amar semakin menjadi-jadi).
aku tidak menyangka mom ternyata inilah dosen Harun yang telah membuatku kesusahan dengan pelariannya....
aku tidak menyangkanya anak kesayangan kita bisa berbohong karena sosoknya....
__ADS_1
penjahat culun, penjahat tidak tau diri...apa benar kau memang seorang penjahat seperti yang kau katakan hah....
(Amar berdiri dan mendekat hingga tangannya bisa menggapai kaos polos milik Harun dibagian kerahnya)
lawan aku tunjukkan jika kau adalah seorang penjahat... buktikan ucapanmu!!!.
(amar menyodorkan wajahnya ingin mendapatkan satu pukulan saja dari Harun namun Harun hanya diam dan tidak berani menatap yang sekarang sudah menjadi mertuanya)
oh....atau kau dipecat jadi seorang penjahat karena sudah tidak pantas lagi karena kau memanglah lemah... dan beralih profesi menjadi seorang pencari kesempatan kepada para perempuan dan Lilian adalah salah satu korbanmu???
(dengan tatapan menyala)". Amar
"aku membayar orang untuk menyalin identitasku aku membayar mahal untuk hal itu.
dan aku memang seorang penjahat dad, tapi aku sama sekali bukan pencari kesempatan kepada para perempuan manapun, aku melakukan ini hanya kepada Lilian...aku tidak akan dan tidak akan pernah mempermainkan perasaan Lilian karena aku yakin Lilian adalah satu-satunya perempuan yang akan aku jadikan istriku (membalas tatapan Amar namun dengan tatapan keyakinannya bukan tatapan kebencian atau tatapan menantangnya meskipun Amar beberapa kali mengucapkan dengan penuh kata remeh dan mengejeknya)". Harun
"kenapa harus Lilian, kenapa harus Lilianku....hah...(Amar melepaskan cengkraman di kerah baju polos milik Harun namun dengan tegapnya Harun bisa menguasai tenaga besar milik Amar hingga dia tidak terdorongnya kebelakang)". Amar
"karena aku mencintainya dad, aku mencintai Lilian sejak pertama kali aku melihatnya. aku rasa cinta itu tiadalah salah". Harun
"hiks...(Lilian terisak entah apakah keputusan sang Daddynya bisa ia terima sejatinya Lilian selalu menurut apa kata Daddynya namun status ia kini telah berubah ia kini menjadi seorang istri dari seseorang dengan penampilan palsunya)". Lilian
"sayang....(mom Putri bisa melihat reaksi apa yang diberikan dari Lilian/ tatapan pengakuan kesedihan disaat sang Daddy menyuruh suaminya untuk menceraikannya)".mom Putri
"maafkan aku dad, aku tidak bisa melepas Lilian. aku dan anakku tidak akan terpisahkan dari Lilian". Harun
"coba saja kalau bisa". Amar
"mas... sebenarnya apa yang tengah kau fikirkan kenapa kau menjadi tidak berperasaan seperti ini".mom Putri
"aku hanya ingin yang terbaik untuk Lilian sayang, aku tidak mau Lilianku terus menerus menjadi korban". Amar
"aku tau mas, tapi keputusan terbaik kita belum tentu terbaik bagi anak kita, kita sudah tidak boleh memaksakan kehendak kita. ingat mas sekarang Lilian adalah calon ibu...dia akan segera memiliki buah hati... bagaimana nasib cucu kita tanpa seorang sosok figur ibunya??? lagian mommy lihat Harun benar mencintai anak kita namun caranya saja yang salah".mom Putri
"sayang kenapa kau jadi membelanya? ada apa denganmu, apa kau terkena hipnotisnya?". Amar
__ADS_1
"kau yang kenapa mas, kenapa kau jadi egois seperti ini? tidak cukupkah kau selalu menomersatukan keputusanmu sendiri!!!".mom Putri
"tidak dad, sudah cukup mom.
Lilian mohon jangan saling menyalahkan. Lilian ikhlas dengan semua apa yang sudah terjadi dengan Lilian ini dad, mom.
Lilian mencoba untuk menerima apa yang sudah Lilian dapatkan, dan benar Lilian tidak mencintai dosen Harun tapi Lilian akan berusaha untuk bisa mencintainya dad, mom!.
maafkan Lilian dad, mom.
Lilian melakukanya dengan dosen Harun memang jauh dari kesadaran penuh tapi nasi sudah menjadi bubur, apa salahnya kita menerima dengan apa yang sudah ada.
bayi ini...bayi ini tidaklah bersalah tapi kami yang salah, Lilian tidak mau bersalah lebih besar dari ini...
Lilian mohon jangan bertengkar gara-gara Lilian lagi, maafkan Lilian Lilian selalu membuat masalah dalam keluarga ini Lilian selalu membuat kalian kecewa, dan maafkan Lilian dad selama ini Lilian sudah membohongi Daddy tentang Lilian keluar rumah tanpa izin dari Daddy hingga Lilian melakukan kesalahan-kesalahan ini... maafkan Lilian... maafkan Lilian....". Lilian
"sayang".Harun dan Amar
Harun menghalau Lilian yang kehilangan keseimbangannya karena rasa pusing yang tiba-tiba menderanya, sedangkan Amar kalah cepat dari Harun dan membiarkan Harun menggapai Lilian lebih dulu.
"terima kasih...Lilian tidak apa-apa dosen ( Lilian mencoba bangkit dan tegar namun Lilian tidak bisa lagi-lagi rasa pusing menghinggapnya)". Lilian
"sayang apa kau tidak apa-apa, Harun bawalah istrimu untuk beristirahat, Lilian pasti kelelahan karena kurang istirahat yang cukup ditambah seharian ini mencari tempat untuk kita berteduh (ini semua karena keinginan dad Amar yang tidak mau ikut dengan Harun padahal Sudah diberi tau tapi tetap saja tidak percaya dan bertekad)".mom Putri
"sayang....(tanda protes meskipun ia masih khawatir dengan keadaan anaknya namun rasanya melepaskan Harun baginya Sungguh tiada rela)". Amar
"tapi mom...(Harun bisa melihat amar belum puas dengan hasil akhir dari pembahasanya)". Harun
"Lilian dan bayinya yang utama urusan Daddy kalian biarkan mommy yang mengurusnya (meyakinkan semuanya akan baik-baik saja )".mom Putri
"baiklah mom... terima kasih mom (akhirnya Harun membawa Lilian masuk kekamar mereka dengan persetujuan dari pihak mom Putri tanpa memperdulikan Amar yang masih setengah-setengah dengan ketidakpuasannya)". Harun
* di kamar *
"mas sudahlah kau apa tidak melihat reaksi keduanya seperti apa disaat kau menyerang mereka dengan pertanyaan sadismu (mom Putri memijit-mijit lengan milik suaminya, cinta pertamanya, cinta monyetnya, cinta sejatinya hingga kini rasa cintanya utuh dan kuat bagaikan api abadi yang tiada padam)".mom Putri
__ADS_1