Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Laki-laki paling Beruntung


__ADS_3

jam didinding menunjukkan angka 3 pagi.


"sebenarnya siapa kau dosen Harun, kenapa identitas aslimu sangat sulit untuk aku dapatkan aku takut ini pertanda buruk...bergumam (dengan tatapan tajam memperhatikan setiap informasi yang berusaha ia dapatkan) meskipun matanya sudah memberontak)?". Jimmy


nampak dengan kedua mata yang sudah lelah dan merah, mengotak-ngatik kumpulan data dikomputernya.


sedangkan disampingnya terlihat Ferdinand yang sudah tidak kuat dengan terjaganya terlelap dengan posisi bersandar di meja kerjanya.


🌾 Di Kediaman Harun 🌾


"Beautiful...


you are the most beautiful women in my heart Lilian.


I'm sorry that I chose you.


(cantik ...)


(kau adalah perempuan cantik yang tercantik dihatiku Lilian...)


(maafkan aku yang sudah memilihmu)". Harun


nampak Harun yang menatap sayang kepada seseorang gadis yang tengah tertidur dengan wajah murninya.


sedangkan ia tidur di bawah hanya beralaskan sebuah karpet berbulunya dan sehelai selimut tipisnya.


# Flash back #


"duduklah sayang, aku sangat mengkhawatirkan kalian (Lilian digiring masuk kekamar dan diperlakukan sangat hati-hati dan penuh perhatian).. tunggulah aku akan segera kembali". Harun


"terima kasih dosen (dengan berusaha menyeimbangkan tubuhnya menahan pusing dan sedikit rasa mualnya bersandar di atas kasur)". Lilian


nampak beberapa menit setelah pamit nampak Harun datang bersama sebuah cangkir dengan minuman khas hangatnya ini mengingatkan Lilian pada malam itu. Dimana ia bersama sang dosen tidur bersama untuk pertama kalinya.


"minumlah...ini akan meredakan rasa pusing dan mual pada perempuan yang tengah hamil (dengan hati-hati)". Harun


"Hem, terima kasih dosen...(Lilian menggapai cangkir itu dan meminumnya secara perlahan).


dosen maafkan Daddyku!". Lilian

__ADS_1


"stttt..... jangan dibahas, aku memakluminya Lilian. setiap orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya". Harun


"Hem...!.


dosen Harun ternyata adalah sosok yang sangat dewasa... membatin.


dosen kenapa kau tau banyak tentang perempuan hamil ? apa dosen ...(kata-katanya terjeda dan berniat ia urungkan)". Lilian


Lilian diam nampak memikiran sesuatu namun terlihat dengan tingkat penasaran yang tinggi namun ia pendam.


"apa dosen apa ,Lilian?...


Hem, ....(Harun tersenyum samar) aku melakukan malam pertamaku hanya sekali dalam hidupku yaitu dengan seorang gadis yang cantik nan baik hingga kini dia sedang mengandung calon buah hatiku, dan calon buah hatiku hanya satu yaitu yang sekarang ada dirahimmu sayang, dan gadis cantik nan baik itu adalah dirimu Lilian!!!.


aku sengaja mempelajari tentang proses wanita dengan kehamilannya, aku ingin menjadi seorang suami dan calon ayah yang sigap bagi anak dan istriku". Harun


blussssss..... membuat seketika wajah Lilian dengan rona merahnya, hingga tidak perduli dengan rasa kurang nyaman yang sedang merundung dikepala dan perutnya.


seakan ucapan dosennya melunturkan semua rasa yang kurang nyaman ditubuhnya itu terasa sirna.


"dosen...(sungguh penuturan sang lawan bicaranya membius perasa'annya) dosen apa semua itu benar? (dengan wajah malu sekaligus raut senang terpendamnya)". Lilian


" ekhm... sejak kapan dosen mengetahui bahwa Lilian tengah hamil anak dosen? (meskipun rona dipipinya jelas terlihat Lilian mencoba dengan sekuat tenaga untuk menetralkannya)?". Lilian


"hatiku dan fikiranku yang mengatakan pada diriku bahwa calon buah hatiku tengah tumbuh dirahimmu Lilian, janin yang sedang kau kandung adalah sebagian dari diriku, naluri seorang ayah akan merasakan kepada sisi sensitifnya, calon buah hati kita memanggilku Lilian...(Harun berjongkok mensejajarkan tatapannya hingga Harun bisa dengan mudah melihat rona merah yang tercetak dikedua pipi dan hidung Lilian dan hal itu membuat Harun semakin gemas) aku sungguh mencintai kalian, (menangkap kedua tangan Lilian dan mengalihkan cangkir yang masih Lilian pegang ia letakkan diatas nakas, menjadikan Lilian sedikit gelagapan dan terlihat sangat malu-malu namun tidak menolaknya) Lilian aku mohon kepadamu untuk tidak meninggalkan diriku dan calon buah hatiku, tetaplah bersama kita, hiduplah selalu bersama kita! aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan ayah yang baik, aku akan berjuang dengan kerja keras untuk menyakinkan Daddy Amar bahwa aku bisa membahagiakanmu dan calon anak kita (dengan tatapan dewasa dan sayangnya)". Harun


ya meskipun Harun culun di mata insan yang lainnya, tapi itu tidak berlaku dengan Lilian ya karena Lilian sudah mengetahui sedikit tentang laki-laki yang kini sudah Resmi menjadi suaminya, laki-laki berkacamata dengan tampilannya sederhananya dan rapihnya.


hanya sebuah cincin sederhana yang melingkar di jari manisnya tanpa sebuah mahar yang besar dan seharusnya dengan hanya adanya sebuah pengakuan dan tanggung jawab dari Harun ,Lilian sudah merasa terima dengan keadaannya.


apa lagi perlakuan Harun yang selalu membuatnya nyaman cukup membuat keyakinan dan hati Lilian selalu merasa tenang itu sudah lebih dari cukup baginya.


"huffftt...(nampak Lilian mencoba menguasai keadaan dengan berusaha tenang rasanya tangannya sudah berkeringat meskipun Harun baru menyentuhnya) apapun yang terbaik dosen, Lilian akan melakukan yang terbaik...(dengan nada yang gugup dan rona diwajahnya, ya diusianya yang masih dibilang masih kencur berhadapan dengan sosok yang dewasa dengan segala penuturannya membuat mentalnya bergoyang-goyang)". Lilian


"aku yakin dengan hal itu sayang, kau adalah gadis yang baik. terima kasih sayang terima kasih aku sangat bahagia aku sangat mencintaimu aku sangat menyayangimu. ( dengan senyum lebarnya betapa bahagianya ia , sangat-sangat bahagia ini adalah impiannya mendapatkan seorang wanita yang bisa memenuhi hati dan mendamaikan hatinya)". Harun


"Lilian, (disaat Harun perlahan mendekatkan wajahnya ,Lilian meremas tangan Harun yang menautkan tangan diantara tangan keduanya dan sedetik kemudian Lilian memejamkan netranya disaat sentuhan lembut dan hangat menempel di pucuk kepalanya)". Lilian


"cup....(dengan sangat perlahan Harun mengecup pucuk kepala lilian hingga tanpa disadari keduanya sangat menikmati moment ini, dengan sama-sama memejamkan netranya).

__ADS_1


Hem.... apa rasa pusing dan tidak nyamanmu sudah reda? (tanpa melepaskan bibirnya dari Lilian hingga Lilian bisa merasakan kehangatan yang Harun berikan)". Harun


"hemmmmm......


( Lilian bisa merasakan aroma tubuh yang sangat memberinya kenyamanan)


kenapa aku sangat nyaman ketika bisa merasakan aroma tubuhnya? apakah ini karena anak yang dikandungku?...... membatin.


dag..dig..dug..(dan mendengar detak jantung seseorang yang sedang mengecup sayang dirinya begitu dekat dan intim keadaan ini).


eem...(mengiyakan tanpa ada penolakan dari pihak Lilian, bukannya Lilian takut dan risih namun Sungguh benar Lilian merasakan kenyamanan seperti disaat dirinya mendapatkan kenyamanan dari sang mommy Putri disaat mom Putri tengah memberikan sentuhan kehangatan orang tua kepada anak kesayanganya)". Lilian


"hem... syukurlah.


baiklah sekarang ibu hamil harus segera beristirahat, (nampak Harun melepaskan bibirnya dan Pagutan ditangannya dari Lilian dan ia gantikan dengan sedikit bergerak merangkak untuk memperbaiki posisi bantal dikasur minim itu) tidurlah ibu hamil tidak boleh Sampai kelelahan dan tidur terlalu larut (Harun membantu Lilian untuk berbaring)". Harun


"kalau Lilian tidur dengan posisi seperti ini, dosen tidak akan kebagian tempat". Lilian


"aku akan tidur dibawah, aku tidak mungkin membiarkanmu tidur tidak nyaman". Harun


"tapi Lilian tidak sopan kalau seperti itu". Lilian


"tidak seperti itu sayang, (dengan tiba-tiba namun perlahan Harun mengelus perut Lilian yang masih terlihat rata dan gerakkan Harun membuat Lilian gugup dan kaget ya ini pertama kalinya perutnya disentuh dengan keadaan sadar seratus persen) sekarang ada dia , aku akan tidur seranjang denganmu besok-besok, akan aku perbesar kasurnya besok (dengan senyum sedikit menggodanya)". Harun


"bukan seperti itu, kenapa dosen menatap Lilian seperti itu (Lilian malu dan menutup kedua matanya rasanya dirinya sudah tidak tahan dengan segala perlakuan intim milik Harun)". Lilian


ya bagaimanapun dirinya sudah pernah melakukan hal itu dengan seseorang yang menatapnya selalu dengan tatapan sayangnya. membuat Lilian merasakan debaran yang berbeda.


"tidurlah...aku akan selalu memastikan kau tidur dengan nyaman (sedetik kemudian Harun sudah ada dibawah, tidur dengan posisi miring menatap senang kepada Lilian)". Harun


"dosen... bergumam. (disaat Suara dosen Harun terdengar menjauh).


baiklah, Lilian tidur (Lilian menarik selimutnya dengan menutup seluruh wajahnya dibalik selimutnya ia tersenyum senang, entahlah apakah secepat itu dirinya menyukai seseorang yang kini sudah Resmi menjadi suaminya? namun sejurus kemudian Lilian berfikir perasaan senangnya ia kaitkan dengan anak yang sedang dikandungnya)". Lilian


"Lilianku...membatin.


(Harun hanya tersenyum menyaksikan Lilian dengan rona dan bentuk rasa malunya ,ia menatap tubuh Lilian yang tutupi selimutnya disertai doanya semoga dirinya akan selalu hidup bersama dengan gadis yang dicintainya itu, melupakan masa lalunya dan meninggalkan jejak kelamnya)". Harun


# Flash back off #

__ADS_1


__ADS_2