
"ahhh....(Amira memegangi bekas hadiah dari sang Daddy Lanang).
lakukanlah dad jika itu membuat Daddy puas". Amira
"my Lolly, (mom Putri tidak terima melihat dengan mata kepalanya sendiri sang anak dipukul kasar seperti itu oleh Daddynya sendiri) apa yang kau lakukan dad, Amira adalah anakmu kenapa kau dengan mudahnya melayangkan tanganmu hah...(mom putri merangkul Amira dari samping ya karena tubuh jangkung Amira sangat sulit mom putri jangkau)".mom Putri
"tidak apa-apa mom, Daddy memang sudah berubah...(tanpa mengalihkan tatapannya kepada sang lawan bicaranya)". Amira
"apa kau mau Daddy utus untuk kenegara...(tidak usah disebutkan ya..) ". Lanang
"silahkan Daddy mengatur hidup Amira, asal Daddy tau Amira bukan anak kecil lagi dad, Amira sudah bisa menentukan kemana pilihan yang harus Amira ambil". Amira
"anak tidak tau di untung, ini semua karena pengaruh buruk yang Neil berikan kepadamu... sudah Daddy bilang laki-laki itu tidaklah baik untukmu...".Lanang
"tahan mom, tuan Lanang hanya sedang terbawa suasana pernikahanya hampir gagal...(berbisik kepada sang istri untuk tidak terprovokasi keadaan)". Fuji
"dari dulu aku sudah tidak suka dengan Amira dan Daddynya, Neil nya saja yang ngotot untuk mempersuntingnya (Amira)...bergumam".mom Nichole
"sudah-sudah ...(mengelus-mengelus lengan milik sang istri mencoba menenangkan)". Fuji
"sayang...(Neil ingin mendekat namun sudah ada mom Putri disana)". Neil
"kak Neil tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini dad, ini perbuatan Daddy sendiri...ahhh...(Amira memejamkan netranya disaat Lanang akan melayangkan tangannya lagi)". Amira
"cukup Daddy Lanang, (nampak Lilian berlari kerah keributan yang ada)". Lilian
sementara para tamu yang lain dengan bebas menyaksikan drama yang sedang berlangsung didalam prosesi pernikahan itu.
"Lilian ingin membatalkan pernikahan ini, Lilian tidak pantas untuk kebahagiaan yang Daddy Lanang berikan. Lilian akan menikahi dosen Harun....(meskipun Lilian adalah gadis remaja dengan masih tingkat kelabillannya namun disaat ini juga bibir dan tatapanya seakan mewakili perasaan hatinya, dengan pelan namun lancar dan jelas Lilian mengatakan itu semua tanpa kendala)". Lilian
"Lilian...(dosen Harun terkesima dengan sosok bak bidadari mengatakan hal demikian untuk dirinya, ini sungguh membuat jiwanya terisi penuh tingkat kesadarannya. sosok yang banyak digemari dan diminati namun sosok itu yang ia sakiti dengan sangat lembut dan jelas menginginkannya untuk dinikahinya begitu bangga menjadi dirinya bukan) lepaskan...(Harun memberontak)
Lilian aku tau kau pasti menungguku...(perlahan harun mendekati Lilian dengan tatapan penuh kerinduannya) ". Harun
"apa yang kalian lakukan hah, jangan lepaskan pengacau itu...". Lanang
"tapi tuan,...".para anak buah
"apa kalian tengah melawanku...(gemas melihat anak buahnya membiarkan Harun lolos)". Lanang
__ADS_1
"Lilian...(menatap tidak percaya)". Harun
"pak dosen (ada ketakutan dan rasa malu sekaligus benci Dimata Lilian, namun entah rasa rindu yang datangnya darimana /apakah dari sang jabang bayi??? entahlah.....membuat Lilian memutuskan lebih untuk memilih dosennya di dibandingkan dirinya harus hidup bersanding dengan Daddynya sendiri bukannya itu lebih buruk fikiranya)". Lilian
Lilian dan Harun saling menatap.
dengan gerakkan cepatnya Harun mendekap pemilik tubuh body goal itu yang kurang lebih sebulan lalu ia kuasai.
Lilian hanya diam, tidak menolak ataupun membalas pelukan itu. namun rasanya ke nyamanan yang ia rasakan saat ini juga.
"dosen...kita sedang dilihat semua orang... bergumam". Lilian
"aku tidak peduli, aku sangat merindukan kalian. maafkan aku baru bisa sekarang menemui kalian (Harun semakin erat memeluk pemilik tubuh body goal itu)". Harun
"pengacau...aku tidak terima dengan semua ini, (Lanang murka)". Lanang
"cukup dad, ayo kita pulang aku lebih banyak mengetahui rahasia tentang Daddy...(dengan tatapan tidak main-mainnya)". Amira
"kau...apa tengah mengancamku??? (rasanya Lanang ingin menghajar anak kesayangan yang melawannya itu)". Lanang
"maafkan Amira dad, apapun akan Amira lakukan untuk kebahagiaan Lilian (bibirnya bergetar)". Amira
prangggg....brukkkkk....(sebuah meja yang Lanang balikkan) aku bebaskan kalian tapi jangan salahkan aku, aku mencabut semua wewenang dan jabatan kalian yang sudah berani menantangku... dan kau jangan menyebutku sebagai daddymu lagi, aku sangat kecewa padamu (Lanang melenggang pergi membawa kekalahan dan rasa kecewanya)". Lanang
"hiks....(tubuh Amira bergetar menahan gejolak yang ada ya Amira akan berjuang demi kebahagiaan sang adik tercintanya, meskipun ia menentang sang Daddy Lanangnya)". Amira
"my Lolly...".mom Putri
"mommy.... maafkan Amira mom, Amira sudah mengecewakan Daddy...(saling merangkul)". Amira
"tidak nak, Daddymu hanya khilaf, daddymu akan baik-baik saja ,Daddy Lanang akan segera memaafkan Amira...(putri mencoba menenangkan)".mom Putri
"sayang ajaklah Amira untuk duduk dulu...". Amar
"minumlah nak, pelan-pelan saja (disaat Amira memegang gelas yang berisi air putih)".mom Putri
"Amira...(Neil mendekat)". Neil
"kak... hiks... Amira ,.. Amira...(ucapanya dipotong)". Amira
__ADS_1
Amira syok dengan apa yang sudah terjadi, ia mengambil keputusan yang paling sulit dihidupnya. diantara adik dan Daddynya. namun disini Amira melihat tindakan Daddynya tidaklah baik.
Amira adalah sosok tegar dan penuh keceriaan energi kepositifan dihadapan semua orang, soaok dewasa dengan ketegasannya, cerdas dengan segala pemikirannya namun keadaan ini membuat cukup syok jiwa lemahnya.
"Daddy akan memaafkan Amira, Daddy Alex hanya sedang marah. Daddy Alex pasti akan kembali kepadamu sayang...(Neil mencoba menenangkan istrinya)". Neil
"kak Amira...(Lilian menghambur kedalam pelukan sang kakak tercintanya)". Lilian
"sayang...(Amira menyambut rangkulan itu)". Amira
"terima kasih kak, terima kasih sudah menyadarkan Lilian, kakak benar anak ini membutuhkan ayah kandungnya...". Lilian
"ini pilihanmu sayang, kakak hanya ingin yang terbaik untukmu...". Amira
_skip_
satu hari kemudian.
"sah...???". bapak penghulu
"sah....".para saksi
meskipun hanya dihadiri orang-orang terdekatnya saja pernikahan yang Lilian langsungkan sah secara agama dan negaranya. amin.
para tamu sudah bubar, begitupun dengan keluarga Amar setelah Pernikahan singkat itu berakhir dengan segera amar bersiap-siap untuk pindah dari kediamannya ya karena Lanang telah mencabut semua fasilitas dan jabatan amar yang bertahun-tahun sudah ia lakoni dengan begitu saja Lanang tega habis manis sepah dibuang.
begitupun dengan Amira ,kini Amira bekerja di perusahaan Nataniel karena pencabutan jabatan oleh Daddynya sendiri.
"Daddy, mom... maafkan Harun mommy dan Daddy memilih jalan ini.. karena Harun". Harun
"pak dosen, (Lilian memperingati yang kini sudah sah menjadi suaminya untuk tidak mengganggu Daddy Amarnya dulu)". Lilian
"tidak apa-apa nak, mungkin ini sudah jalannya. kita masih punya banyak peluang dan kebahagiaan didepan sana".mom Putri
sedangkan amar masih saja belum bisa menerima sosok laki-laki yang lumayan berpostur gagah namun tidak dengan penampilannya, sangat jauh dari kata Maco.
"Lilian...kenapa suamimu culun seperti ini, tidak adakah laki-laki yang lebih baik dari ini...membatin". Amar
nampak amar menyayangkan anak emasnya memilih Harun sebagai pasangan hidupnya.
__ADS_1