Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Bencana 2


__ADS_3

📲 * " nomer yang anda tuju sedang tidak aktif....!!! (kurang lebihnya seperti itu sang operator berkata)"* sang operator


"huffft... mas Harun sebenarnya kau sedang apa disana sampai-sampai kau mematikan ponselmu? kenapa kau sangat sulit untuk dihubungi...ini diluar kebiasaanmu mas... semoga kau baik-baik saja disana... bergumam". Lilian


ada rasa tidak nyaman sekaligus khawatir dengan sang suami yang tidak bisa berbagi kabar yang jauh disana , ya Harun sudah 2 hari pergi meninggalkan keluarga kecilnya guna kepentingan urusan pekerjaan.


"bagaimana Lilian, apa kau sudah meminta izin kepada suamimu? (nampak mom Putri dengan harapnya yang ikut menyusul Lilian)".mom Putri


"ponsel mas Harun tidak aktif mom, ... Maafkan Lilian mom Lilian akan menemui tuan hafiz tanpa mengantongi izin dari mas Harun, ini demi Daddy mom...ini darurat". Lilian


"tidak aktif... bergumam(mom Putri diam sejenak).


maafkan mommy sayang, mommy sudah menyusahkanmu...!".mom Putri


"em...(mengiyakan), jangan berkata seperti itu mom, Lilian yakin mas Harun bisa memakluminya..., Lilian pamit mom.". Lilian


"em...(mengiyakan) hati-hati sayang... mommy harap kau bisa membawa tuan hafiz (dengan tatapan harapnya).


ya Allah lindungilah disetiap langkah kaki putriku... membatin".mom Putri


sejatinya mom Putri masih dibayang-bayangi kisah yang pernah menimpa anak emasnya itu, ada sedikit kekhawatiran yang masih nyata. ya sang mommy takut Lilian yang pergi sendirian menemui seseorang yang baru akan ditemuinya memiliki niatan bercabang setelah melihat rupa Lilian , keelokan Lilian.


belum lagi berbagai kemungkinan disaat Lilian menempuh perjalanan yang cukup jauh membuat mom Putri diambang frustrasi antara mencegah atau mendukung.


namun disaat ini keberangkatan Lilian sangatlah dibutuhkan.


"mommy... Lilian (nampak Neil yang baru masuk pintu utama berjalan menghampiri kedua-nya) , apa kalian baik-baik saja?.


bagaimana dengan keadaan Daddy Amar? (nampak Neil dengan raut tergesa-gesanya)". Neil


"keadaan kami seperti yang kak Neil lihat... Daddy, Daddy Amar ada diruangan khusus.


maaf Lilian harus buru-buru pergi kak, tolong jaga mommy sejenak.


Lilian akan segera kembali...(Lilian melangkah namun langkahnya terjeda karena panggilan dari sang mommy Putri)". Lilian


"tunggu sayang...(Lilian berhenti), nak Neil mommy minta tolong padamu temanilah Lilian, Daddy Amarmu menyuruh Lilian untuk menemui seseorang ...kau tau nak mommy tidaklah tenang membiarkan Lilian pergi jauh sendirian (menatap penuh pengharapan)".mom Putri


"Lilian bisa mom, Lilian adalah perempuan yang sudah memiliki anak, Lilian adalah seorang ibu ... Lilian bukanlah seorang gadis kecil lagi...(dan beralih kepada Neil) terima kasih ...tidak perlu kak, percayalah pada Lilian... Lilian bisa.


mom, kak , Lilian berangkat dulu... assalamualaikum!". Lilian


"maafkan Lilian mom... Lilian tidak mau lagi menambah kesedihan untuk kak Amira dengan mengetahui kak Neil pergi bersama Lilian pasti kak Amira akan lebih sakit ... membantin". Lilian


# Flash Back#


🌾acara ulang tahun - 1 tahun Leona Alamsyah A.D 🌾


"selamat ulang tahun cucu omah....,

__ADS_1


deggg.... (sebutan cucu dari bibir Nichole untuk Leona membuat suasana diruangan itu terasa membeku).


tidak apa-apakan Lilian, Leona mommy anggap seperti cucu mommy sendiri (mom Nichole meraih Leona dan mengecupinya gemas)".mom Nichole


"e...ekhm....(Lilian nampak celingukan meminta persetujuan dari pihak semuanya terutama kepada sang suami dan mereka semua tersenyum mengangguk, namun dapat Lilian lihat ada kesedihan disenyum sang kakak atas kejadian ini) em....boleh mom...mommy Nichole boleh menganggap Leona sebagai cucu mommy sendiri (dengan kecanggunganya)". Lilian


suasana kembali Adem.


"terima kasih sayang... lihatlah dad, anak Lilian begitu sangat cantik dan manis...(dengan semangat sumeringahnya)".mom Nichole


"Hem... kau benar mom , Leona begitulah sangat manis". Fuji


"Neil , kapan kamu menyusul Lilian ...? apa kau tidak ingin memiliki anak semanis Leona...(yang masih setia menggendong Leona)?".mom Nichole


"em....., kami sedang berusaha mom...doakan saja semoga Leona cepat punya teman untuk bermain (dengan senyum simpulnya)". Neil


sedangkan Amira nampak menggenggam erat telapak tangan suamianya Max Neil Nathaniel.


ya bersinggungan dengan mom Nichole sering membuatnya sakit dalam diam.


bisa saja Amira melawan mertuanya , namun disini ia akan belajar sabar. ia ingin membuktikan bahwa dirinya memanglah pantas untuk bersanding dengan Neil.


"berusaha memang baik dan dianjurkan nak, (menatap kearah Amira)tapi mommy tidak mau menunggu terlalu lama Neil...mommy sangat ingin segera memiliki cucu (sangat jelas ada pengakuan kekecewaan di nadanya)".mom Nichole


deggggg..... tatapan dan kata-kata itu sampai kehati seseorang yang sedang merasa di hakimi.


"maksudmu mom... menunggu terlalu lama seperti apa maksudmu?hem....biarkanlah anak-anak kita yang berusaha mom... jangan membatasi ruang mereka.


(dan beralih kepada Neil dan Amira) mommy percaya pada kalian nak, kalian pasti bisa...mommy akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian".mom Putri


"mom Putri.... terjeda(Nichole serasa tidak terima, ya hubungannya bersama mom putri sedikit berjarak bila menyangkut rumah tangga Neil dan Amira namun berbeda disaat membahas tentang Lilian)".mom Nichole


"mom....(Fuji mengingatkan sang istri untuk yang kesekian kalinya, ini adalah hari yang bersejarah bagi Leona jadi tidak boleh merusak mood bagus yang sudah ada, merusak hari penting bagi Leona terutama bagi Lilian dan Harun sebagai orang tuanya)". Fuji


"Hem...(Nichole mundur) baiklah... bergumam (ia masih ingat betul dengan penuturan dokter untuk kesuburan Amira ya mom Nichole secara tidak sengaja mendengar itu disaat ia berkunjung ke rumah Neil dan mendapati seorang dokter yang tengah berada di kediaman sang anak ternyata pada saat itu Amira sakit dan Neil mengundang dokter kerumahnya Neil mengira istrinya tengah hamil didalam sakitnya dan ternyata penuturan dari sang dokter seperti itulah yang mommy Nichole tangkap di pendengarannya dan semua itu tidak disadari oleh Neil dan Amira bahwa ada mom Nichole yang baru datang dikediamanya tengah mendengar semuanya), Hem... Lilian ini kado untuk Leona". Nichole


"eem...terima kasih mom..., Leona lihatlah kado dari Oma Nichole besar sekali apa kau sanggup untuk membawanya...". Lilian


semua orang tertawa disaat Leona antusias untuk membawa kado tersebut.


Lilian berusaha mengalihkan pembicaraan yang membuat beberapa kali suasana tegang diruangan tersebut.


# Flash back off #


"wa'alaikumussalam....".mom Putri dan Neil secara bersamaan


"sebenarnya aku juga tidak tega membiarkanmu pergi sendirian, tapi aku tau kau pastilah akan menolak keras untuk berdua denganku Lilian... Lilian kau adalah gadis yang baik, meskipun Amira tidak melihatmu...kau selalu menjaga perasaannya...kau adalah gadis polos terbaik disepanjang perjalanan hidupku, Harun sangat beruntung mendapatkanmu... membantin". Neil


selepas kepergian Lilian.

__ADS_1


"mommy tau Lilian kau menolak Neil dengan cara secara halus....mommy tau Lilian sebenarnya kau terpaksa memberanikan diri, Maafkan mommy sayang maafkan mommy...mommy tau ini demi kebaikan Amira dan Daddy Amarmu... membatin".mom putri


"mom sebenarnya siapa yang akan ditemui Lilian?". Neil


Neil berjalan bersama mom Putri masuk kedalam menuju dimana ruang Daddy Amar berada dan kebetulan juga Amar masih ada sedikit waktu bertatap muka dengan keluarganya.


"tuan Hafiz , ya setau mommy tuan Hafizlah sang pemilik perusahaan dimana Daddymu bekerja".mom Putri


"Hafiz... bergumam". Neil


sementara itu.


Lilian meluncur sebagai penumpang disebuah kereta api ,ya karena bila menggunakan selain kereta api akan lebih jauh ,dan juga pasti akan memakan biaya lebih dan terlalu lelah untuk berganti kendaraan umum.


"semoga tuan Hafiz ada dikantornya...bergumam". Lilian


tiap mata tertuju pada sosok eloknya, dan ada mata-mata yang sesekali mencuri tatap dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"permisi apa aku boleh duduk disampingmu nona? (salah satu penumpang)". penumpang


"em... boleh tuan (Lilian sedikit menggeser posisi duduknya, meskipun Lilian sedikit dengan rasa tidak nyamannya namun menolak menjadikan Lilian merasa tidak enak hati)". Lilian


"terima kasih Nona, ekhm... terimalah aku memiliki dua cangkir minuman hangat , kereta sebentar lagi melaju ini akan mengurangi rasa kantuk ya karena perjalanan kita cukup memakan waktu (dengan senyum simpulnya)". penumpang


deggg....


"minuman hangat? ini mengingatkan kepada sosok yang jauh disana....mas sebenarnya kau sedang apa , kenapa sampai sekarang kau belum memberikan kabar kepadaku....??? membatin". Lilian


"hei.... nona....apa kau tengah melamun?". penumpang


"ekhm....e..ia... terima kasih, (Lilian meraih satu gelas minuman hangat dengan perasaan sedih dan terkanya)". Lilian


"Hem....". penumpang


_skip_


matahari sudah mulai pergi , langit pun sudah menunjukkan warna jingganya.....


"semoga tuan Hafiz masih ada dikantornya... bergumam.


langkah kaki Lilian ayunkan menuju kearah meja resepsionis).


permisi mba, apakah tuan Hafiz masih ada dikantor?" Lilian


"mba Lilian ya (salah satu resepsionis dengan antusias namun berusaha bersikap profesional)". resepsionis


"hssttttt.... jaga sikapmu (resepsionis yang lain).


em... benar tuan Hafiz masih ada dikantor, tapi apakah nona sudah membuat janji dengan tuan Hafiz?". resepsionis 1

__ADS_1


__ADS_2