
"hiks...Daddy Lanang tidak boleh seperti ini dad, Lilian adalah anak Daddy.... kenapa Daddy melakukan ini kepada Lilian (Lilian menatap tidak percaya kepada sosok yang sudah berumur namun tetap menjadi salah satu yang tertampan dan tergagah di cerita *Cinta Putri sang pemimpi di musim dua -Cinta diantara Anak Kandungku*)". Lilian
"Daddy melakukan ini ,Karena Daddy menyukaimu Lilian...(dengan santainya)". Lanang
duarrrrrrrrr....betapa aneh dan tidak malunya si tua Bangka ini bagi Amar dan mom Putri terutama bagi Lilian.
"tidak dad, ini tidak benar Lilian dan Daddy tidak diperbolehkan untuk saling memiliki perasaan...Lilian hanya kagum kepada Daddy karena kebaikkan dan perhatian yang Daddy berikan dan begitupun sebaliknya dengan Daddy mungkin Daddy memberikan perhatian kepada Lilian karena itu bentuk perhatian seorang ayah kepada anaknya bukannya begitu dad? Daddy sadarlah Lilian ini adalah anak Daddy, adik kak Amira juga..(Lilian mencoba menjelaskan)". Lilian
"kau salah Lilian selama ini aku memperlakukanmu dengan baik itu karena memang aku menyukaimu, dan diwaktu pertama kali aku melihatmu aku sudah tertarik akan sosokmu Lilian...!".Lanang
"tuan Alex , betapa rakusnya dirimu tidaklah kau menyukai perempuan selain istri dan anakku? (amarah dan kesabarannya begitu sedang dicoba oleh mahkluk di depannya)". Amar
"entahlah Amar aku rasa , memang benar mungkin hanya perempuan dilingkungan dan sekitar mu yang bisa membuatku merasa tertarik dan wajib menjadi jodohku (dengan senyum tipisnya)". Lanang
"aku mohon Daddy Amira, jangan lakukan ini kepada Lilian lepaskanlah Lilian, aku mohon (begitu pilunya hati seorang ibu anaknya dan dirinya sedang dipermainkan oleh orang terdekatnya)".mom Putri
"maafkan aku Putri, aku tidak akan melewatkan kesempatanku untuk mendapatkan keinginanku...bagiku Lilian terlalu indah untuk dilepaskan, kau tidak perlu khawatir aku akan mengagungkan Lilian dengan segenap jiwa dan ragaku". Lanang
"kurang ajar, apa kau ingin aku membunuhmu...(mom Putri tau bahwa Lanang hanyalah ingin memiliki tubuh Lilian saja, mom tau Lilian hanya akan dijadikan pelampiasan n..-sunya saja, karena apa mom Putri melihat bagaimana dari sorot tatapan Lanang ketika Lanang menatap Lilian , bagaikan seekor h..-wan dengan kebuasan tatapan haus dan kelaparannya)".mom Putri
"aku takut ternyata mantan istriku menjadi galak apa kau yang mengajarinya menjadi seperti ini...(dengan ekspresi anak-anak melihat kepada Amar dan mom Putri secara bergantian) atau kau tidak terima aku menikahi Lilian karena kau memang masih menginginkanku, masih memendam perasaan kepadaku Hem,? (Lanang melangkah maju kearah dimana putri berdiri menatapnya dengan tatapan jengkelnya)". Lanang
"a ..apa ...... bisa-bisanya kau mengucapkan kata-kata itu ... kenapa kau menjadi seperti ini, aku sungguh tidak menyangka, aku kecewa padamu dad".mom Putri
tok..tok..tok...suara pintu diketuk dari arah luar pintu.
"Tuan ini saya tuan". Lucas
"masuklah...". Lanang
cklekkk...suara pintu dibuka dan menampakkan sosok bermata tajam dengan rambut putihnya. (namun disini bukan putih karena umur ya warna putih disini memang ciri khasnya) dengan membawakan sebuah berkas.
"tuan...(Lucas menyerahkan sebuah berkas yang ia bawa dan kembali ke posisi yang semula)". Lucas
"ini bukan di kantor tuan, kenapa anda tidak melihat-lihat tempat...(sinis)".Amar
__ADS_1
"kau salah Amar, (dan melirik kepada Lilian) tanda tanganlah disini kalau kau masih menginginkan masa depan mu dan masa depan orangtuamu baik-baik saja". Lanang
"jangan nak, jangan... biarlah mommy dan Daddy hancur...mommy tidak sudi melihatmu menikah dengan daddymu sendiri!!! (mom menangis setengah menahan jeritannya begitu iba ia melihat akan nasib dari anaknya) kita akan menghadapi ini bersama-sama nak...".mom Putri
"oh... itu terserah pada Lilian, kalau Lilian tidak kasihan kepada mom Putri dan Daddy Amarmu". Lanang
Lilian menatap kepada keduanya mom Putri dan Daddy Amarnya.
"maafkan Lilian Daddy Lanang ,Lilian tidak bisa menandatangani apapun...Lilian tidak bisa...(dengan tatapan mantapnya)". Lilian
bagi Lilian ini adalah hal memalukan sekaligus menyakitkan dihidupnya , bagaimana pemikiran seorang yang paling berpengaruh dinegri ini melakukan hal di luar akal sehat seperti ini. inikah yang disebut malaikat penolong yang disebutkan orang-orang diluar sana tentang Daddynya Amira, tuan Lanang Putra Alexander???? dengan sejuta hati nuraninya.
"hemmmmh.....baiklah aku akan buktikan ucapanku sekarang juga gadis kecil (dengan gigi yang saling bergemeretak menahan amarah ternyata gadis kecilnya tidak selemah yang ia fikirkan tidak seperti rumor yang beredar Lilian gadis lembut, penurut ,gadis polos dengan sejuta kebaikannya. melainkan Lilian adalah sosok gadis dengan keberanian dan fikiran dewasanya) Lucas....( melirik kepada Lucas dan Lucas mengangguk paham)". Lanang
"apa-apa ini...ini keterlaluan ,Lilian jangan tanda tangani... Lilian...(lahan perlahan suara dan perlawanan dari mom Putri dan Amar padam)".mom Putri dan Amar
"Daddy, apa yang Daddy lakukan kepada mommy dan Daddy...". Lilian
Lilian terbelalak syok dengan Lucas dan para bawahan Lanang yang membius kedua orang tuanya secara bersamaan dan dengan secara cepat.
"Lilian tidak mau...(Lilian menggeleng)". Lilian
melihat tatapan seseorang laki-laki seperti ini bagi Lilian Sudah hafal betul bahwa tatapan itu diberikan kepadanya untuk meminta hal yang lebih dan menuntut.
"jangan bawa mommy dan Daddy...(Lilian mencopot selang infus yang ada dipergelangan tangannya dan mencoba meraih kedua orang tuanya yang berhasil dibawa keluar ruangan, hingga tanpa sadar darahnya membuat darah keluar secara paksa diantara selang dan pergelangan tangan Lilian)". Lilian
"jangan ceroboh kau belum pulih betul (Lanang menekan tubuh Lilian dengan tubuhnya hingga mengundang bangkit gairah laki-laki nya disaat bersentuhan dengan tubuh pemilik body goal dan mata indahnya. harum tubuh Lilian menyeruak meremangkan sanubarinya, ini mengingatkan dirinya disaat begitu menginginkan mendapatkan mom Putri di waktu dulu)". Lanang
"lepaskan aku Daddy, Daddy jahat biarkan Lilian mengejar mommy dan Daddy Amar...(Lilian memberontak hingga membuat Lanang semakin berhasrat bersentuhan dengan tubuh pemilik mata indah itu)". Lilian
"diamlah, atau aku akan menguasaimu malam ini juga dikamar ini juga tanpa hubungan yang jelas...(disaat Lanang berhasil mendorong kasar tubuh Lilian di sofa dan dirinya ikut menindihnya)". Lanang
dah...Dig...dug.... keduanya saling menatap. Lilian dapat melihat dengan jelas dengan jarak hanya sejengkal, wajah tua namun masih menampilkan raut tampannya dengan khas wajah perpaduan wajah khas blesterannya. bermata dengan tatapan tajam dan bibir sexynya tengah menatapnya dengan dada yang naik turun. keduanya bisa saling merasakan dan mendengar detak jantung didalam dada keduanya.
sekilas ingatan Lilian bertumpu kepada kejadian yang menimpanya 1 bulan yang lalu, disaat dirinya melakukan hal yang tidak seharusnya dengan sang dosen.
__ADS_1
dosen? kemanakah dosen jahat yang telah merampas segalanya dari hidup Lilian hingga seseorang dengan umur yang terlampau jauh ingin menikahinya dengan sebuah kesempatan yang ia dapatkan.
"kau harus mempertanggung jawabkan ini dosen...membatin". Lilian
"ahhh.....". Lilian
"kau tidak apa-apa...(disaat pergelangan tangan Lilian kembali merembeskan cairan berwarna merahnya memperlihatkan pemandangan yang cukup menegangkan)". Lanang
_skip_
"ada apa dengan mu nona Lilian? kenapa kau mencopot selang infusnya dan lukamu bisa terbuka lagi, ini sangat berbahaya nona bisa saja luka yang nona punya terinfeksi bila tidak segera ditangani, dan kemana tuan dan Daddy Amarmu?". dokter yang menangani Lilian
"aku yang bertanggung jawab sekarang atasnya, amar dan mommynya pulang dan menyerahkan putrinya bersamaku...kau tau dokter janin yang dikandungnya adalah anakku...jadi kalau dokter sudah dengan tugasnya segera kembalilah...! (dengan tatapan kepemimpinannya)". Lanang
"baiklah nona ,saya pamit.(dengan senyum ramah dan sopannya).
dan maafkan saya tuan Alex saya sudah terlalu lama untuk menganggu...(dokter pamit dengan sopan)". dokter yang menangani Lilian
"dokter tunggu...(tangan Lilian memberikan kode namun sayang nampaknya sang dokter sudah keburu pergi dan menutup pintunya)". Lilian
"hentikan Lilian, tidak ada seorangpun yang akan bisa melawanku...(Lanang menggenggam jemari yang terlihat lihai diudara)". Lanang
"lepaskan aku dad, (Lilian melepaskan tangannya dari genggaman laki-laki tua dihadapannya)". Lilian
"gadis kecil , sekarang mulailah menurutlah dan lihatlah siapa ini...(Lanang memperlihatkan gambaran diponselnya hingga membuat lagi-lagi Lilian terbelalak)". Lanang
"mommy....Daddy.... bergumam.
jangan dad, jangan lakukan itu kepada mommy dan Daddy Lilian...
baiklah,baik Lilian akan menandatanganinya". Lilian
"bagus...ini yang aku suka gadis penurut". Lanang
Lanang memberikan berkas itu kepada Lilian dengan segara Lilian menandatangi nya hingga menampilkannya senyuman lebar dibibir sexy milik Lanang.
__ADS_1