Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Moment 3


__ADS_3

🌾 Di Kediaman Alamsyah 🌾


2 tahun berlalu kini tinggal menunggu 4 bulan lagi untuk Lilian dan Neil untuk menuju kejenjang yang lebih serius (pernikahan) ya Lilian akan menikah diumur nya yang masih sangat belia 17 tahun.


umur yang masih sangat muda namun itu semuanya tidak terlepas dari kekhawatiran dari seorang Daddynya Amar, bahwa puteri semata wayangnya pernah beberapa kali mengalami percobaan pemer.._an jadi ia tidak mau meluangkan lebih hal-hal yang seperti itu terulang lagi. baginya lebih baik Lilian segera berkeluarga meskipun diumurnya yang masih sangat muda dalam benak Daddy Amar Lilian sudah cukup masuk dalam kriteria menjadi seorang istri ya karena Lilian tipe penurut (ya ada plus/minusnya) dan Lilian juga sudah bisa dalam urusan dapurnya karena mom Putri selalu mengajarinya diwaktu luang Lilian. meski Lilian adalah tipe manja dan termasuk dari anak seorang pemimpin peran penting di perusahan Mega super Power * A.A.A Sentra Group * dinegara ini (tidak usah disebut ya) namun dalam urusan pekerjaan rumah Lilian tidak boleh bermalas-malasan dan menyerahkan segalanya kepada asisten dan pelayanan di rumahnya.


mentari sudah mulai meninggi namun Lilian masih belum nampak keluar dari kamarnya.


biasanya Lilian akan aktif dengan masalah sekolahnya. ya sekarang Lilian sudah masuk ke salah satu universitas ternama dinegara (tidak usah disebut ya) karena Daddy amar dan mom Putri tidak terlalu memaksakan Lilian untuk mengembangkan ilmu dan bakatnya lari kedalam bidang apa. yang terpenting Lilian harus segera menikah dan memiliki pelindung yang sejati setia ada untuk putrinya. Amar masih sangat trauma akan kejadian ditahun-tahun yang lalu. saat anaknya menjadi korban penculikan dan percobaan pelecehan se.._al (Lilian).


ditambah pengalamanya diwaktu dulu disaat ia sendiri yang menyaksikannya bahwa mendiang adik angkatnya (Lana) yang pernah menjadi korban pe.._saan dan disaat itu pula Amira anak dari istrinya (Putri) mengalami sebuah penculikan semuanya masih tetap berputar di kepala Amar, berjalanya waktu tidak mampu menghapus pengalaman buruknya.


sudah beberapa orang dari kalangan teratas hingga kalangan menengah menjodohkan anaknya untuk Lilian, hingga rasanya Amar sudah tidak kuat menahan segala cara dan permohonan dari berbagai kalangan tersebut. hingga pada akhirnya Amar memilih dari yang terpilih Amar memilih Neil, dari keluarga besar Nataniel. ya amar cukup mengenal keluarga Nataniel selain cara bisnis yang bersih keluarga Nataniel juga menjunjung tinggi akan keaslian dan kejujuran dalam keseharian nya.


. 🌷 maaf kalau terlalu berlebihan, karena imaginasinya author memang sampai ketitik ini , Lilian diharuskan menjadi primadona di cerita ini ya hihi....🌷


"apa benar itu dad? (dengan wajah sumeringahnya)". Neil


terlihat Neil sudah standby di rumah milik keluarga Alamsyah itu dengan ditemani sosok yang sudah berumur namun tidak melunturkan ketampanan dengan tubuh idealnya. mereka nampak serius membicarakan sesuatu.


"percayalah dia pasti menyukainya...(dengan rasa senangnya)". Amar


"Neil akan melakukannya dad (dengan raut yang Sungguh-sungguh)". Neil


"Lilian....(Neil terbangun dari posisi duduknya disaat netranya menangkap sosok yang begitu ia tunggu-tunggu akan kemunculannya, lagi-lagi Neil selalu mengagumi akan keelokan dari Lilian hingga rasanya ia tidak mampu berpaling dari gadis yang berparas sempurna itu)".Neil

__ADS_1


"ekhm.... nak Neil (mom putri menyadarkan akan tatapan dari Neil kepada Lilian)".mom putri


"aduh....maaf mom, Neil sampai lupa diri , Lilian kau sangat cantik hingga aku hanya terfokus padamu...(Neil salah tingkah membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa dalam diamnya)". Neil


"kak Neil...umm...terima kasih (sementara Lilian setia dengan rona dipipinya)".Lilian


ya mereka akan menghadiri sebuah acara diperusahaan dan Lilian sebagai pendamping Neil, sekaligus Neil akan memperkenalkan Lilian itu adalah resmi sebagai tunangannya.


"ingat kata Daddy Neil...(Amar mengedipkan sebelah matanya kepada Neil)". Amar


"ih... Daddy main rahasia-rahasiaan dengan kak Neil...(Lilian melirik kearah Daddy amarnya dengan senyuman yang mengembang ia sangat menikmati akan kehangatan yang tercipta diantara calon suami dan Daddynya mereka terlihat seperti sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan seperti hubungan anak dan orang tua kandungnya)". Lilian


"ia nih...kita tidak diajak , katakan mas sebenarnya kalian sedang membicarakan tentang apa (terlihat mom putri penasaran yang sangat besar)". mom putri


"ini tentang laki-laki mom... rahasia tapi kalau mom memaksanya Daddy akan memberitahunya dengan senang hati. tapi ayo sebelumnya kita harus berada dikamar dulu...(dengan menyunggingkan senyuman hingga menunjukkan putih rapih giginya)". Amar


"ampun...ampun sudah..sudah Daddy sudah tidak tahan, sebaiknya mom tidak usah tau ini tentang muda-mudi...(amar mencoba meminta pertolongan Lilian dan Neil dan berlindung dibelakang mereka berdua)". Amar


_skip_


"sayang aku sangat bahagia mengenal dirimu berserta keluarga mu, kau tau aku sangat beruntung mengenalmu (Neil sesekali menatap kearah Lilian yang setia duduk di sampingnya dengan gaun senada dengan setelan jas yang Neil kenakan)". Neil


"Lilian juga sangat senang menjadi calon istri kak Neil, kakak tau pertama kali Lilian bertemu dengan kak Neil Lilian berharap suatu hari nanti Lilian akan bertemu lagi dengan kakak dan Alhamdulillah akhirnya Allah menjawab doa Lilian....(dengan senyuman manisnya)". Lilian


"benarkah? ...itu sungguh sangat manis sayang, kau tau aku tidak akan sanggup bila harus kehilanganmu. apa kau ingat tadi sewaktu dipertemuan semua menatapmu hingga itu membuatku cemburu (Neil masih fokus dengan acara menyetirnya namun dibentaknya ada yang mengganjal), kau adalah bagaikan cahaya yang paling terang Lilian...aku sangat bangga menjadi calon pendamping mu (tangan Neil merambat dan meraih jemari Lilian yang nampak setia dalam pangkuannya)". Neil

__ADS_1


"kakak....(Lilian sedikit kaget Neil menggenggam salah satu tangannya menyimpan dalam genggaman hangatnya, dan ia merasa paling beruntung karena sudah dipertemukan dengan laki-laki yang sudah menjadi harapannya sejak dulu ya dia adalah pangeran penolongnya)". Lilian


"apa kau siap kalau besok aku meminangmu untukku jadikan istriku? ". Neil


"deggg....a ..apa...kak Neil sedang melamarku? (Lilian nampak berbinar namun dengan raut malunya)". Lilian


"Hem....tentu...(nampak Neil membelokan laju mobil sport nya ke salah satu tempat teromantis di negara itu)". Neil


ya mereka sudah Pulang dari acara jamuan yang melibatkan dari beberapa perusahaan dalam negeri dan perusahan asing.


ada sedikitpun Ketakutan disaat Neil menatap salah satu tamu undangan yang cukup misterius baginya, tamu itu terlihat menyimpan energi negatif , dan alangkah kagetnya disaat mengetahui Tamu itu menatap sesuatu kepada Lilian. dengan segera sebisa mungkin Neil menghalau pandangan yang terkesan penasaran itu. ya Neil sudah mengenalkan Lilian kebeberapa rekan ,sahabat dan beberapa koleganya termasuk Guntur, Guntur ada disana, di acara jamuan itu.


ada kekakuan disaat orang yang membuat hati Neil resah tengah menghampiri ketiganya (Lilian, Neil dan salah satu kolega Neil) dan meminta berkenalan dan berjabat tangan dengan ketiganya.


# flash back #


" Haidar...saya dari perusahaan...(tidak usah disebut)...saya datang jauh dari negara...(tidak usah disebut)


... senang berkenalan dengan tuan dan nyonya...(tangannya terhenti tepat saat menyalami Lilian)". Haidar


# flash back off #


dctttttttttt..... Suara decitan ban mobil yang terkesan direm mendadak.


"kakak...kau tidak apa-apa? (terlihat Lilian khawatir menatap kepada seorang laki-laki tulus yang ada disebelahnya)". Lilian

__ADS_1


"Haidar??? sebenarnya siapa dia... kenapa aku selalu terbayang akan tatapan misteriusnya. apa dia menginginkan Lilian? aku tidak mau jikalau Sampai ia merebut Lilianku...itu tidak boleh Sampai terjadi....membatin". Neil


__ADS_2