
jam didinding baru menunjukkan pukul 6 pagi.
"nak kau sudah bangun?". mom Putri
mom Putri sedikit kaget dengan Lilian yang sudah rapih dengan gaun khas rumahannya yang berdiri diambang pintu dirumah depannya.
ya Lilian mengambil libur dari universitas dimana ia mengemban ilmu untuk beberapa hari saja itupun semuanya atas kebijakan yang Harun dapatkan dari beberapa pihak hingga Lilian bisa sedikit bisa merefreshkan diri dari penatnya pelajaran yang mungkin bisa saja menyulitkan ibu hamil seperti dirinya, dengan keluhan yang biasa terjadi pada ibu hamil muda ditrisemester pertamanya.
"terlihat lebih segar dan bersinar.... bergumam". mom Putri
mom Putri memperhatikan anaknya dengan sangat seksama yang kini tengah mengandung cucu pertamanya dengan tatapan kagumnya.
ia juga menantikan cucu kedua-nya dari anak yang satunya dari hasil pernikahannya dengan Lanang Putra Alexander yaitu Amira Alexander.
Amira ? apa kabar dengannya???.
dan....
Lanang ? apakah laki-laki itu akan melepaskan keluarga kecilnya dengan begitu saja???.
"em...ia Mom Lilian sudah bangun (dengan senyum malunya)". Lilian
ya itu semua karena ia sudah tidur tidaklah sendiri lagi, dirinya kini tidur dalam satu ruangan / sekamar dengan seseorang yang baru dalam hidupnya.
"Lilian sayang kemarilah ... (Lilian mendekat) kau sudah bangun dengan keadaan cantik nan rapih (dengan mengelus sayang rambut panjang milik Lilian yang Lilian biarkan tergerai) ,apa kau sudah baikan nak? maafkan mommy tadi malam mommy serahkan semuanya kepada nak Harun".mom Putri
"em, (mengangguk) tidak apa-apa Mom Lilian sudah benar baikkan. mom apakah Daddy sudah baikkan? (tidak marah) maafkan Lilian, ini semua karena Lilian (menunduk)". Lilian
"tidak ada yang salah dengan dirimu sayang, ini memanglah sudah takdirnya. kita sebagai hamba hanya perlu diharuskan lebih bersabar untuk menghadapi lika-liku hidup ini (cobaan hidup). mommy yakin sekuat apapun kita melawan jika sudah digariskan seperti ini jalannya mau bagaimana lagi, Hem....yang terpenting sekarang kita berusaha melakukan yang terbaik dan jangan terus menerus terpuruk dengan keadaan. kita harus bangkit dan tetap semangat. ok. apa lagi sudah ada cucu mommy disini....(dengan mengelus sayang perut Lilian)".mom Putri
"terima kasih mom, mommy selalu ada untuk Lilian (mendekap tubuh mungil nan ramping itu meskipun sudah berumur wajah imutnya masih jelas terlihat nyata) mommy adalah segalanya untuk Lilian...!!!". Lilian
mendekap sayang dan hangat.
"apapun yang terbaik untukmu sayang.
baiklah sekarang mommy akan kebelakang, mommy akan membuatkan sarapan untuk kalian ...". mom Putri
"jangan mom, emm... maksud Lilian mommy tidak usah membuatkan sarapan untuk kami, Lilian dan dosen Harun sudah menyiapkan sarapan untuk mommy dan Daddy!
maaf Lilian dan dosen sudah sudah sarapan terlebih dahulu.
dosen Harun berangkat lebih awal, tadi atasannya menelpon ada kepentingan yang mendadak". Lilian
dengan tatapan malunya.
"a...apa? benarkah?! (putri begitu dibuat terkejut oleh anak dan menantunya itu ).
maksud Lilian? kalian menyiapkan sarapan untuk mommy dan Daddy?". mom Putri
"eem...(mengangguk mengiyakan)". Lilian
__ADS_1
"emmm.... sungguh manis , terima kasih nak mommy sangat terharu.
ekhm... ternyata suamimu begitu lembut dan perhatian (mom Putri mendekat dengan langkah dan tatapan merayu dan menyenggol pelan lengan milik anak emasnya).
mommy tidak menyangka suamimu bisa masak?
apa itu permintaan dari kau Lilian? (menatap menyelidik) ".mom Putri
"mom... Jangan seperti itu Lilian malu mom (dengan wajah meronanya)
benar, dosen Harun bisa masak mom dan itu atas keinginannya sendiri". Lilian
# Flash back #
nampak seorang gadis dengan posisi tidur yang begitu nyaman dengan senyuman dilelapnya.
"hoam...(menggeliat dan sejurus kemudian perlahan membuka matanya) masih jam 5 pagi..(terlihat jam yang menggantung didinding)..ah....(Lilian bangkit teringat ini adalah malam pertama dirinya tidur sekamar dengan seseorang yang baru dalam hidupnya /suaminya (ya meskipun Lilian sudah pernah tidur sebelumnya dengan sang dosen dalam satu ranjang namun satatusnya kini sudah jelas yaitu sebagai sepasang suami-istri, dan matanya nampak menelusuri keadaan dikamar itu mencoba mencari sosok yang tadi malam tidur dibawah) dosen...(ya sang dosen sudah raib dari kamar itu dengan bekas tempat tidur yang sudah rapih terlipat selimut diatas bantalnya)". Lilian
kaki jenjang yang bermanja dikasur empuknya perlahan Lilian sentuhkan di dinginnya pagi yang masih sangat segar itu, ia memutuskan untuk segera mandi meskipun ini bukanlah kebiasaan Lilian, ya biasanya Lilian akan mandi dijam 7 paginya setelah berjemur /olah raga ringan terlebih dahulu.
namun karena sudah ada seseorang yang baru dihidupnya membuat ia sedikit merubah kebiasanya.
"dosen...maaf, apa dosen benar sedang memasak? (terkejut sambil mengucek matanya mencoba benar dengan pengelihatannya)". Lilian
"kau sudah bangun sayang...!!!.
kau tidak salah Lilian (Harun tersenyum melihat kearah sang istri dengan tingkah Lilian yang menurutnya selalu indah dimatanya) aku sedang mencoba membuatkan sarapan untuk kalian, entahlah apa kalian menyukainya Hem.....apa tidak terlalu pagi untuk mandi? (disaat Harun dapat jelas melihat Lilian membawa handuk mandinya dengan sesekali fokus kembali kepada masakkannya)". Harun
"apa boleh bantu?". Lilian
"apa tidak merepotkan mu ,dan apakah Lilian bisa masak?". Harun
"bisa...em .. maksud Lilian, Lilian bisa masak ,tapi masih kurang si...(Lilian segera meralat ucapanya) Lilian sudah sejak kecil sering menemani mommy memasak, jadi Lilian rasa bisa sedikit membantumu dosen (dengan tatapan yakinnya)". Lilian
niatnya Harun melarang istrinya yang tengah hamil membantunya. namun disaat dirinya mendapatkan tatapan antusias dan keyakinan dari Lilian, dirinya menarik niatan untuk melarangnya.
ya selama Lilian merasa Yaman dan tersenyum disaat bersamanya kenapa tidak!!!.
# flash back off #
"hem...baiklah (setelah keadaan sudah stabil) Harun sudah berangkat... bergumam.
apa dia....(belum sempat mom Putri melanjutkan ucapannya terpotong dengan gerakkan dari arah kamarnya)".mom Putri
cklekkk.... nampak seseorang dengan wajah bantalnya baru keluar dari tempat bersemayamnya.
"huapppps....kalian sudah pada bangun?, mom kenapa kau tidak membangunkanku? ". Amar
langkah kaki Amar menuju dapur melewati keduanya dan langkah kakinya ia hentikan tepat dimeja makan yang sudah tersaji sarapan ala kadarnya.
"mom ,kau sudah masak? perasaan mommy bangun tidak lama dari Daddy...(sedikit berteriak dan duduk di kursi meja makan dan memperhatikan beberapa menu yang sudah tersaji dengan menu sederhananya)". Amar
__ADS_1
"mommy tidak membangunkan Daddy itu karena mommy tau Daddy sudah bangun tapi tidak mau bangun.
(nampak mom Putri menyusul).
sedangkan Lilian, Lilian masuk ke kamarnya kembali untuk mengecek isi laptopnya.
mandilah dulu dad jika ingin sarapan (disaat netranya melihat suaminya menatap makanan yang tersaji dengan rapih)". mom Putri
sedangkan Lilian, Lilian masuk ke kamarnya kembali untuk mengecek isi laptopnya.
"aku sudah lapar mom (dengan mengelus perutnya yang sudah terasa kosong seperti sudah beberapa hari tidak diisi) sepertinya ini enak, aku sudah lama tidak makan menu-menunya seperti ini , (dengan santainya Amar mencomot salah satu menu sebelum melakukan ritual bersih- bersihnya)". Amar
"dad, makanlah dengan benar". mom Putri
akhirnya mom putri dan Daddy Amar memutuskan sarapan setelah melakukan ritual mandi bersama. karena Daddy Amar sudah terlihat tergoda dan tidak tahan dengan menu di meja mom Putri memaksa sang suami untuk mandi bersama.
* di meja makan *
"mom... kenapa Lilian tidak ikut sarapan? panggillah... bukannya ibu yang tengah hamil muda harus memperhatikan asupan gizinya (dengan rakusnya tanpa mau meletakkan sendok yang lagi-lagi ia masukkan sebuah porsi besar dalam sendokkanya)". Amar
"ekhm....hihi...(tersenyum lucu dalam diam, ini pertama kalinya setelah kejadian yang mengguncang rumah tangganya Amar terlihat sangat menikmati dalam porsi makannya ternyata menantunya pandai untuk menyenangkan- nya).
Lilian sudah sarapan dad, pelan-pelan saja dadd, ...".mom putri
"mom kau sangat pintar menyenangkan suami, masakkanmu benar-benar membuat lidahku ketagihan dan tidak mau berhenti untuk terus makan...". Amar
"sarapan ini Lilian dan menantu mu yang membuatnya mas... (dengan senyuman binarnya)".mom Putri
"uhuk....uhuk...( Amar terbatuk-batuk karena tersedak begitu kaget dengan penuturan sang istri)". Amar
"hati-hati mas...pelan-pelan saja, (mom Putri menepuk-nepuk pundak lebar milik suaminya dan memberikan air minum untuk sang suami)".mom Putri
"apa kau bilang , sarapan ini yang membuatnya adalah Harun?.
(setelah bisa menguasai keadaan).
huh..... yang benar saja.... bergumam". Amar
"akui saja dad, menantumu memang pandai dalam urusan masak-memasak, sepertinya mommy akan belajar kepada Harun... bergumam". mom Putri
"mom...ayolah jangan konyol (mendelik sebal)". Amar
"sudah-sudah jangan marah-marah apa lagi di awal pagi...senyum seperti ini yang selalu aku ingin lihat (mom Putri menarik kedua sudut bibir milik suaminya hingga menciptakan senyuman sederhana dan lebarnya).
manis, aku lebih menyukaimu seperti ini mas".mom Putri
"kau...kau paling bisa membuatku untuk menuruti keinginanmu (amar mencubit gemas hidung kecil mancung milik Putri , dan membopong tubuh ramping dengan postur mungilnya)". Amar
"mas turunkan mas, ada Lilian....malu...mas...".mom Putri
"eh...mom...(Lilian yang berjalan kearah dapur dibuat kaget dengan pemandangan yang disajikan oleh para hati yang selalu dibalut dengan asmara. ya meskipun pemandangan ini beberapa kali dapat tertangkap pengelihatanya sewaktu dirumahnya yang dulu tapi tetap saja itu membuat Lilian malu)". Lilian
__ADS_1