
_skip_
pagi dengan udara segarnya perlahan menghilang digantikan dengan udara yang sedikit memanas bahkan lebih membuat nafas terasa sesak dan bisa terbakar.
🌾 A .A .A Sentra Group 🌾
"bagaimana Ferdinand, apa kau sudah melakukan tugas mu dengan baik?". Lanang
"yang saya berhasil dapatkan tuan (menyerahkan sebuah berkas).
ya Tuhan lindungilah hamba dari amukkan singa besar diharapkan hamba ini... membatin". Ferdinand
terlihat Lanang melihat lembar demi lembar.
"apa tidak ada yang kau lewatkan Ferdinand? (nampak sangat jelas ketidak puasanya)". Lanang
"hanya itu tuan ". Ferdinand
brakkkkkkk.... anggap saja suara sebuah meja yang digebrak.
"aku ingin yang lebih dari ini Ferdinand, apa kau sudah tidak paham dengan keinginanku?...!". Lanang
"maafkan atas keterbatasan saya tuan". Ferdinand
"hahhhh..... huffftt... keluar". Lanang
dengan tatapan tajam menahan amarahnya, baginya Ferdinand adalah salah satu orang yang setia, ia mencoba memberinya ruang untuk sedikit bergerak bernafas lega.
"baik, tuan. terima kasih". Ferdinand
Ferdinand segera keluar ruangan dengan sedikit rasa lega karena sang tuan tidak memberikan hadiahnya (hadiah disini adalah sebuah hukuman ya).
"Harun... bergumam.
anak yatim piatu?.
aku tidak mudah mempercayai identitas palsu mu. aku tidak akan tertipu seperti yang lain... Harun, aku yakin ada sisi gelap yang kau sembunyikan dari mata publik... tunggulah ,pada waktu itu akan aku buka siapa dirimu yang sebenarnya...!!!.
(dan beralih menatap kepada yang kini menjadi orang kepercayaannya yang ia bawa dari negara (tidak usah disebut ya).
Lucas, perintahkan orang-orangku yang ada dinegara (tidak usah disebut ) untuk bersiap-siap kita akan terbang menemui mister X dinegara...(tidak usah disebut ya) dan setelah itu kau cepat panggilkan aku Jimmy diruangannya. kita akan terbang Minggu depan kenegara (tidak usah disebut)". Lanang
"ba..baik tuan". Lucas
dengan susah payah Lucas menelan salavinanya karena begitu terkejut dengan keputusan dari sang Raja kenapa harus meminta bantuan kepada seseorang yang sudah dengan nyata tidak bisa diganggu gugat dengan kekuatan yang tidak tertandinginya itu, Lucas sedikit mengenal dengan sebutan mister X itu ia artikan sebagai penguasa jagat raya dalam dunia hitamnya. sangat berbahaya bagi tuannya jika sampai melakukan sebuah kesalahan bahkan fatal bagi kesejahteraan dari semua sektornya.
🌾 Ekslusive president rooms 🌾
__ADS_1
"tuan apa ini tidak terlalu beresiko, tidak bisakah tuan untuk sedikit saja lebih bersabar!!! ". Jimmy
"bersabar? setelah Harun dan Amira melawanku?
apa yang kau fikirkan Jimmy mereka tertawa diatas kekalahanku.
aku yakin Jimmy selain perusahaan keluarga Nathaniel akan aku gulingkan, aku juga bisa mendapatkan Lilian".Lanang
"gila... membatin". Jimmy
"tapi tuan...huffft....(nampak Jimmy memejamkan netranya dengan menggigit bibir bagian bawahnya ini begitu pemikiran yang sangat picik dan buruk) apa tuan sudah yakin dengan keputusan tuan? dan jaminan apa yang akan tuan berikan untuk mister X?". Jimmy
"aku akan bergabung dengannya Jimmy...dan ini adalah keputusan final.". Lanang
"tuan....!!!". Jimmy
tercekat.
_skip_
nampak seseorang berjalan dengan wajah yang ditekuk , wajah itu terlihat sangat muram dan letih.
# Flash back #
"maaf tuan, perusahaan sedang tidak membutuhkan tenaga kerja disini sudah terisi penuh". resepsionis
ditempat lain.
ditempat lain.
"maaf tuan tidak ada lowongan". resepsionis
ditempat lain.
ditempat lain yang sekian kalinya.
tetap saja mengatakan hal yang berinti serupa.
# Flash Back off #
"huffftt... kenapa ini begitu sulit apa aku sudah tidak bisa menyalurkan keahlianku di gedung-gedung yang menjulang tinggi itu... bergumam". Amar
Amar mengistirahatkan diri di sebuah peristirahatan disana begitu banyak restoran-restoran makanan cepat saji. Amar memperhatikan keadaan sekitar. terlihat berbondong-bondong para karyawan keluar dari kantornya diwaktu istirahat untuk makan siangnya dan ia menemukan sebuah ide.
"apa aku buka restoran atau kafe kecil-kecilan saja ya? tapi modalnya mana cukup, belum untuk resikonya...!.
ah....apa yang harus aku lakukan, istriku pasti akan sedih melihatku pulang dengan kegagalan... membatin". Amar
__ADS_1
"Hem... sudah aku katakan jangan melawanku, calon mertua!". Lanang
tanpa disadari Amar ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan dengan sebuah kamera yang selalu aktif itu.
🌾 Di Kediaman Harun 🌾
nampak Lanang sedang berdiam diri didalam kendaraan super mewahnya tengah menatap ke sebuah layar yang memperlihatkan mantan sobatnya/ calon mertuanya tengah kepanasan terkena udara polusi panasnya udara padat penduduk dan banyaknya kendaraan dengan senyuman puasnya.
"itulah akibatnya bagi orang yang sudah melawanku...pluppp....(Lanang menutup layarnya disaat pendengaran dan netranya melihat gerakkan dari pintu yang semula tertutup rapat kini terlihat dua sosok yang begitu dirindukannya tengah berbicara di ambang pintu)". Lanang
"sayang mommy keluar dulu, kau baik-baiklah dirumah. ingat kunci pintunya jangan bukakan pintu selain mommy ,daddy dan suamimu yang mengetuknya. mommy hanya pergi sebentar, ok".mom Putri
"eem...(mengangguk) mommy juga hati-hati dijalan". Lilian
nampak mom Putri dan Lilian berdiri diambang pintu depan saling mengelus pundak saling mengingatkan.
"apa kabar dengan kalian rasanya sehari saja aku tidak melihat kerinduan ini begitu nyata.
mantan istriku dan calon istriku....bergumam". Lanang
sedangkan Lucas yang setia menemani hanya diam tanpa berkomentar. seakan dirinya tuli dan bisu disaat menyangkut perasaan hati dari sang tuannya. ya itu karena rindu seorang tuan penguasa tidak boleh diganggu gugat.
"mommy pergi dulu ya, assalamualaikum...".mom Putri
"wa'alaikumussalam.... hati-hati mom". Lilian
mom Putri berjalan melewati mobil milik Lanang namun ia tidak curiga dengan mobil yang ia lewati. ya meskipun mobilnya mencolok namun Putri tidak berfikir Sampai jauh kesana ia berfikir mantan suaminya tidak akan datang untuk bertamu apa lagi diam-diam tengah mengintai secara langsung.
setelah kepergian mom Putri.
"buka pintunya". Lanang
"baik tuan, maaf tuan apa tuan akan turun kesana?". Lucas
"tentu , ini adalah kesempatan bodoh...(dengan tatapan sebalnya)". Lanang
"Hem, maafkan saya tuan". Lucas
Lanang berjalan dengan sangat gesit ia tidak mau menyia-nyiakan waktunya.
tok...tok Suara sebuah pintu diketuk dari arah luar.
baru saja Lilian menguncinya pintunya dan melangkahkan kakinya kedalam, ada seseorang yang tengah mengetuk pintu rumahnya, apakah seseorang yang akan bertamu? atau salah satu dari orang-orang yang mommynya sebutkan sudah pulang? setau Lilian dirinya baru pindah apakah tetangganya ingin bertamu yang berniat untuk saling berkenalan. fikirnya berjalan kearah sana.
"tunggu sebentar...(sedikit berteriak)". Lilian
tanpa curiga dan mengintip dibalik tirai terlebih dahulu dengan segera Lilian membuka pintunya.
__ADS_1
"dadd, Daddy Lanang....(terbelalak) , kenapa Daddy ada disini (Lilian mundur begitupun dengan Lanang yang bisa leluasa ikut masuk)". Lilian
sedangkan Lucas berjaga-jaga memantau kemungkinan ada dari salah satu keluarga Lilian yang kembali.