
resepsionis yang sekilas melihat sang pemilik sekaligus atasannya itu menunduk memberi hormat disaat Lilian dan Hafiz melewati dimana daerah kekuasaan mereka berada.
"ah....iakan benar, lihatlah....gadis itu benar adalah Nona Lilian Putri Alamsyah, wah....aku tidak menyangka jauh lebih cantik dari sekedar melihatnya digambar.
aku sangat rugi hiks....(mimik sedih), andai saja kau tadi tidak melarangku untuk bertanya lebih mungkin aku sudah berfoto ria dengannya...(setelah Hafiz dan Lilian sudah berlalu salah satu resepsionis menyodorkan selullernya dan disana terlihat gambaran Lilian bersama Neil sewaktu masih menjadi sepasang kekasih dulu)".resepsionis
"tidak sopan, meski bagaimanapun kenyamanan tamu adalah yang utama ribut ya meskipun diriku juga pengagum sosoknya....". resepsionis 1
"kau ini, tidak asyik ah...uh... Nona Lilian betapa romantisnya pasangan itu, namun sungguh sangat disayangkan posisinya telah direbut oleh kakak tirinya sendiri... bukannya itu terlihat sangat jahat...hiks...kurang sempurna apa apa coba , apa kau bisa katakan apa alasannya...?!!! (tatapanya mencari jawaban dan karuan saja temannya menggeleng histeris) huhhh..... dan kenapa lagi Nona Lilian bisa menikahi dosen terculun di kampusnya itu huhhhh..... sungguh malang...(tanpa sadar meremas bajunya sendiri dengan nada kekecewaanya dilengkapi rasa kesalnya )". resepsionis
"mungkin tuan Neil sedang sakit mata atau mungkin saja khilaf, aku yakin pernikahnya akan terasa sangat sulit?!!! ". resepsionis 2 (yang baru datang)
"Hem.... benar..(menengok), ni ini dia ni baru nongol teman seperjuangan teman se'pergosipan, apa kau melihatnya?...Nona Lilian!? (antusias)". resepsionis
"aku melihatnya, didepan sana aku tadi berpapasan... andai dia belum bertemu dengan yang sekarang jadi suaminya, pasti sudah aku jodohkan dengan kakakku (dengan bangganya)". resepsionis 2
"bukanya kakakmu playboy ya?". resepsionis 1
"ia, ssstttt....(menutupkan jari telunjuknya tepat didepan bibirnya), jangan sebar rahasia". resepsionis 2
"bukan rahasia lagi ribut...". keduanya temanya
"sttttt....dan kalian tau belum.... dengan toptrending??? dengar-dengar nyonya Nichole cukup resah dengan penantiannya untuk memiliki seorang cucu... kalian tau kan betapa cantik dan menggemaskannya Leona, dan Leona cukup membuat hati nyonya Nichole tenteram untuk menjalani hari-harinya, rasanya nyonya Nichole belum bisa untuk melepaskan Nona Lilian untuk dijadikan menantunya?!!!.
dan kalian bisa lihat kabar terupdatenya bahwa sampai sekarang princess Amira sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda kehamilannya....wah mungkin inilah yang disebut sebuah karma? (berubah sinis dan mengadili)". resepsionis
"stttt..... jangan bicara sembarangan ditempat kerja.
kita bisa berdiri disini dengan cukup menempuh jalan yang panjang, jangan sampai kita ikut dikeluarkan karena mulut ributmu (kedua temannya)". keduanya teman resepsionis
"ampun, tidak.... jangan berkata seperti itu.
Hem...lagian kenapa kalian juga ikut-ikutan dan tidak menutup segera mulut ributku (memasang raut sebal sekaligus khawatirnya)". resepsionis
__ADS_1
"upsss..itu benar...(keduanya geleng-geleng dan menutup wajah mereka masing-masing dengan kedua telapak tangan mereka sendiri)."kedua temannya
sedangkan tanpa disadari ketiganya dari jarak yang tidak terlalu jauh ada sepasang mata yang memperhatikan tingkah laku ketiganya dengan senyuman sinisnya.
.* diperjalanan *
Lilian ikut menjadi penumpang dimobil yang Hafiz kendarai ,ya Hafiz tidak menggunakan jasa seorang sopir melainkan ia sendiri yang melajukan kemudi, itu bukanlah sebuah kebetulan itu adalah sebuah kesengajaan.
dikeheningan menjelang malam Hafiz mulai menggerakkan kalimatnya.
🌷 Disini Hafiz belum tau ya Lilian sudah menikah dan memiliki gadis mungil menggemaskannya , karena pada waktu itu setelah beberapa waktu Harun menikahi Lilian dan belum sempat mengenalkannya kepada Hafiz, Hafiz terbang kenegri sebrang guna untuk memperluas bisnisnya, bisnis seperti apa yang Hafiz dilakoni ????
sampai-sampai Amar terseret dalam insiden ini, apakah memang betul bisnis yang dijalankan Hafiz mengandung unsur tindak pidana???
atau insiden yang dialami Amar ada sangkut pautnya dengan kedatangan tuan Alexander?
sepertinya tidak, tidak seperti itu... buktinya Lilian masih bisa bersikap biasa setelah sekian lama tidak berjumpa dengan tuan semena-mena itu tuan *Alexander* diawal pertemuan pertamanya.
meskipun pada terakhir kalinya tuan Alexander menatap Lilian dan meninggalkannya dengan tatapan garang dan janji hakikinya yang akan memisahkan Lilian dengan seseorang yang dicintainya *Harun* namun raut dan sikap Lilian masih biasa bahkan bisa menguasai keadaan.
Lilian bersandar dengan memejamkan netranya nampak Lilian menggenggam diantara pautan kedua tangannya yang ia letakkan dipangkuanya dan sesekali terdengar hembusan nafas kasar yang keluar dari nafas teraturnya betapa sukar dibenaknya... suaminya , Daddynya, kak Amira nya .... bahkan bagaimana sang mommy tercintanya dan Leona tersayangnya ya Lilian memikirkan orang-orang terkasihnya.... ia tidak mau jikalau terpisah dan kehilangan mereka dari kemungkinan yang akan terjadi.
dag..Dig. dug....suara detak jantung seseorang dengan tingkat demonya.
"ekhm....". Hafiz
"....(seketika Lilian terjaga dan menoleh kepada seseorang yang ada disampingnya) maafkan Lilian tuan Hafiz, maaf Lilian sudah tidak sopan". Lilian
"tidak apa-apa Lilian , aku mengerti...kau pasti sangat lelah (sesekali melirik)". Hafiz
sebenarnya Lilian sangat sungkan dan serba salah namun Lilian akan berusaha kuat dengan keadaan, apa lagi suasana berdua seperti ini membuat traumanya terkadang muncul.
🌷 traumanya tidak berlaku untuk Harun ya hihi.... anggap saja seperti itu🌷
__ADS_1
"maaf atas kejadian yang sudah menimpa Daddy Amarmu Lilian, aku terlalu sibuk hingga berita ini telat untuk aku dengar , hingga kejadian ini tidak bisa aku prediksi (fokus menyetir)". Hafiz
"tidak apa-apa tuan, ini bukanlah salah anda... dan Lilian yakin ini juga bukanlah kesalahan yang Daddy buat, percayalah tuan Daddy Amar tidak pernah berbuat curang, Daddyku adalah orang yang baik...". Lilian
"aku mengetahuinya Lilian, aku sudah cukup kenal lama dengan daddymu...!". Hafiz
"Hem... sekali lagi terima kasih tuan, untuk kemurahan hatinya sudah mau memberikan bantuan untuk keluarga kami...Lilian tidak tau harus berterima kasih dengan cara apa ". Lilian
"Hem...". Hafiz
"Amar , kenapa tidak dari dulu aku berkunjung ke rumahmu, putrimu sungguh sangat manis....( membatin dengan senyuman samarnya)". Hafiz
"tuan....". Lilian
"e..ia Lilian sudah aku katakan. ini sudah seharusnya menjadi kewajibanku untuk membantu Daddymu (tersenyum gelagapan)". Hafiz
"Hem... tapi tetap saja.... (terpotong)". Lilian
"sttt.... kita adalah keluarga, maksudku diantara aku dan Daddymu ...ya kita adalah sahabat, dan sudah saling menganggap sebagai saudara jadi tidak salahkan jika aku menganggap keluarmu itu juga adalah keluargaku Nona Lilian? (dengan nada sopan dan ramah)". Hafiz
"em....(mengangguk, mengiyakan dengan senyuman simpulnya)". Lilian
blussss...... seketika menjadikan Hafiz terpaku dan menyembunyikan tatapan senangnya.
"Lilian kenapa kau membuat nada disekujur tubuhku jadi tidak beraturan... membatin". Hafiz
_skip_
"mom...(Lilian tersenyum lega bisa membawa seseorang yang Daddynya harapkan)". Lilian
"Lilian syukurlah nak, (dan beralih kepada Hafiz) terima kasih tuan anda sudah mau datang bersama Lilian...(mom Putri menatap dimana anak dan atasan dari suaminya berada dengan raut harapnya)".mom Putri
"Lilian apakah ini...(Lilian mengangguk) hem...saya akan berusaha yang terbaik nyonya Putri". Hafiz
__ADS_1
ya diperjalanan Lilian dan Hafiz cukup banyak mengobrol menjadikan Hafiz cukup bisa menerka Lingkungan disekitar Lilian, Lilian gadis yang bisa menggerakkan hatinya untuk menggeser nama mantan istrinya.