
"Mom, Lilian hari ini ada eskul (ekstrakulikuler) disekolah kemungkinan sampai rumah sedikit sorean. (nampak Lilian berpamitan kepada mommy tersayangnya dan daddynya dengan mengecup punggung telapak tangan keduanya Amar/Putri secara bergantian)". Lilian
"Hem...bagaimana dad, (Putri melirik kearah suaminya yang berdiri disampingnya yang akan pergi kekantor meminta persetujuan ya karena ini adalah tahun pertama Lilian meminta untuk ikut dalam kegiatan eskulnya)". Putri
Disini Lilian baru masuk kelas satu sekolah menengah pertamanya.
"Hem....daddy mengizinkannya asal , gadis daddy yang satu ini jangan terlalu kelelahan dan pulang-baliknya dijemput pak Jaka ok....". Amar
"Yayyyy.... terima kasih dad, terima kasih mom (Lilian sangat senang dengan loncat kegirangannya)". Lilian
Ferdinand yang biasa mengantar Amira itu tidak berlaku kepada Lilian Amar tidak terlalu menekan akan kebebasan lilian, namun Lilian tetap diberi arahan dan pengertian ilmu akan bahayanya dunia luar. mommy Putri tidak luput dari mewanti-wanti anak kesayanganya itu. Lilian hanya diantar-jemput oleh seorang supir pribadi milik keluarga Alamsyah.
"Daddy berangkat mom, cup....
(Amar melabuhkan satu kecupan sayang dikening Putri dan beranjak masuk kedalam kursi penumpang )". Amar
"Dah... jaga mata jaga hati mas, istrimu menunggumu dirumah (membisik dengan nada dibuat semanis mungkin, Putri berdiri disamping mobil milik suaminya) hati-hati dijalan....(melambai)". Putri
"(Gelang-geleng) kau ini ...kau harus tau namamu selalu ada disini sayang...aku akan pulang jadi aku tidak akan mungkin pernah berpaling... (sambil menunjuk arah dadanya dengan kaca mobilnya yang sengaja ia buka, seperti itulah drama yang selalu berlaku diantara pasangan suami-istri itu tidak kenal waktu ,tempat hanya suasana syahdu yang selalu menggebu di dalam ikatan perasaan mereka.)". Amar
"Mommy...nampak Lilian mendekat, Lilian berangkat mom, cup.....(Lilian mengecup pipi mom tersayangnya dengan senyuman manisnya) dah...daddy....(Amira masuk kedalam mobil yang berada didepa mobil milik daddynya dan melambaikan tangannya kearah mommynya)". Lilian
"Dah...." Amar dan Lilian
"Dah.... hati-hati kesayangan-kesayanganku...(melambai)... Hem....lindungi mereka selalu....membatin ". Putri
Amar dan Lilian berangkat bersama namun menggunakan mobil yang berbeda Amar diantar oleh supirnya dan begitupun Lilian ia diantar oleh supirnya (Jaka).
kantor dan sekolah Lilian berbeda arah. itu menjadikan mereka harus menyewa jasa seorang supir yang berbeda. ya karena Amar dan Putri hidup dalam kata sederhana meskipun pendapatan setara dengan para atasan yang sesungguhnya, namun dari dulu Amar mempunyai prinsip hidup dengan sederhana, menjadikan ia terbiasa dalam kesederhanaan.
🌾 A.A.A Sentra Group 🌾
Disinilah Amar setia dengan segala tanggung jawabnya, sebenarnya ia ingin sekali cepat terlepas dari tanggung jawab berat ini namun apa lain dikata sahabatnya oh ya? maksudnya mantan rivalnya setengah memaksakan keadaannya ia meninggalkan perusahaan besarnya dengan segala kekuatan mega powernya kepada tangan terampil dan cekatan seorang bernama Amar Alamsyah.
"Huffft.... (terlihat Amar duduk di kursi kebesarannya dengan aktivitasnya dan beberapa kali terlihat melakukan peregangan karena terlalu serius dengan angka-angka yang memecah belah titik pusat netranya )". Amar
Tok..tok... terdengar suara ketukan di pintu.
__ADS_1
"Masuk....(Amar menjeda aktivitasnya)". Amar
"Ada tuan besar Hafiz tuan....(dengan sorot keterkejutannya)". Ferdinand
Ya selama Amira berada diluar negri Ferdinand beralih sepenuhnya menjalani kesibukannya di kantor yang Amar pimpin.
"Apa...(begitupun dengan Amar ia juga terkejut akan kedatangan tamu besar yang tidak diduga-duga itu kedatanganya begitu sebuah kejutan besar) segera persilahkan ia masuk (dengan raut semangatnya)". Amar
"Baik tuan...". Ferdinand
"Tuan besar mari... (Ferdinand mempersilahkan tuan Hafiz masuk dengan penuh hormat)". Ferdinand
"Hem....(Hafiz mengangguk dengan senyuman samarnya bersama seseorang yang setia berada di sampingnya)". Hafiz
"Assalamualaikum....wahai saudaraku. (dengan senyum hangat nya)". Hafiz
Terlihat sosok laki-laki berdiri dengan wajah yang masih terlihat tampan dengan raut yang menggambarkan sudah berumur dengan jambang namun terlihat terukir rapih dan bersih dengan khas mata tajam dan hidung mancungnya dengan tubuh super tinggi dan gagahnya.
"Waalaikumussalam....masyaallah..ini adalah kejutan besar untukku (Amar dan Hafiz saling berpelukkan , Amar dan Hafiz bagaikan seorang sahabat yang sudah terpisah jauh dan siap melepaskan kerinduan dalam diri masing-masing saking senangnya hingga melupakan statusnya yang notabene sebagai presiden dimasing-masing perusahaan yang mereka pimpin) mari silahkan duduk....Hem...saya sungguh merasa terhormat memiliki tamu seperti tuan besar Hafiz maafkan kekurangan dari perusahaan saya yang masih sangat minim untuk kenyamanannya". Amar
"Tidak saudaraku... aku sangat merasa senang bisa diberi waktu untuk singgah di perusahan yang mega power ini, aku merasa terhormat memiliki kerjasama dengan perusahaanmu ini (dengan tatapan bangganya)". Hafiz
dan perusahaan yang di pimpin oleh Hafiz adalah salah satu perusahaan yang ikut serta dalam kerjasama antar bangsa asing itu dan menjadi perwakilan bagi negaranya.
Amar dan Hafiz memilih berpindah diruang ekslusive khusus tamu ekslusive dan berbincang cukup lama disana.
"Hem... jadi tuan Hafiz berpindah untuk sementara dinegara ini...(sambil mengangguk-angguk mengerti)". Amar
"Ini alamat baruku, aku datang kesini bersama anak laki-lakiku , kami akan membuka cabang baru dan pertama kalinya dinegara ini ,mohon bimbingannya ...(dengan senyum khasnya)". Hafiz
"Haha....(Amar tertawa hangat) tuan Hafiz berlebihan , saya masih belajar. bukannya tuan yang lebih berilmu didunia bisnis ini...saya patut meniru kinerja anda tuan". Amar
"Kau adalah anak muda yang sangat berkompeten kau pantas dijuluki sebagai guru....(tersenyum hangat)". Hafiz
_Skip_
Jam sudah menunjukan pukul 3 sore Lilian yang sudah usai dengan eskulnya nampak menunggu jemputan dari Jaka menunggu di luar gerbang sekolah.
__ADS_1
"Bip..bippp.. Lilian apa benar kau mau menunggu supirmu itu? apa tidak sebaiknya aku antar kau pulang saja? (nampak Hanum melongok di kaca mobilnya yang berhenti terparkir dipinggir jalan dengan raut tidak tenang)". Hanum
"Emmm...kau pulanglah dulu, aku tunggu paman Jaka saja ,lagian rumah kitakan beda arah aku tidak enak nanti kau pulangnya telat. sebentar lagi paman Jaka akan datang (sambil tersenyum melambai)". Lilian
"Baiklah....aku pulang duluan, hati-hati ya. dah....(melambai)". Hanum
Kini hanya tinggal tersisa beberapa anak saja yang belum mendapatkan jemputan termasuk Lilian.
"Bip...bippp....(terlihat sebuah mobil pribadi yang berhenti tepat disamping Lilian berdiri dan pengemudi itu terlihat membukakan kaca mobilnya) Lilian?". Orang misterius
"(Lilian menengok kearah samping ,tidak ada yang namanya Lilian selain dirinya) paman memanggilku? (dengan raut bingung)". Lilian
"Ia ,paman memanggilmu. apa kau sudah lupa dengan Paman? paman adalah teman baik daddy Amarmu (dengan senyum hangatnya)". Orang misterius
"Emmm..(nampak Lilian mengingat) oh..ia Lilian baru ingat pamankan yang waktu itu berada di kantor daddy Lilian ingat, emm..ada apa Paman kenapa paman kesini apa anak paman bersekolah disini juga?(dengan polosnya)". Lilian
"Paman sengaja menjemputmu Lilian , daddy Amar menyuruh paman untuk menjemputmu (dengan senyum yang masih dipertahankan)". Orang misterius
"Tapi ...bukanya tadi pagi daddy menyuruh Lilian untuk pulang-pergi dijemput oleh paman Jaka ya...bergumam". Lilian
"Hem.... (orang misterius itu mendengarkan gumaman milik Lilian dan beranjak dari posisi duduknya dan keluar dari sisi pintu pengemudi dan berdiri dihadapan Lilian) Lilian tolong paman kalau Lilian tidak ikut dengan paman segara nanti paman kena omel daddy Amar!!! (dengan tatapan memohon)". Orang misterius
"Baiklah paman Lilian pulang bersama paman (dengan anggukkan cepat ia sangat mempercayai orang yang ada dihadapannya itu orang baik dan ya setahu Lilian paman itu pernah ia lihat di kantor daddynya ,ia beranggapan paman itu adalah salah satu karyawan disana jadi ia tidak perlu takut untuk ikut pulang bersamanya)". Lilian
"Tunggu nak Lilian...(terlihat pak satpam menjeda langkah kedua-nya) apa nak Lilian kenal dengan orang ini? (pak satpam disekolahnya menunjuk dengan jarinya kearah yang disebut paman)". Pak satpam
"Emmm...(Lilian mengangguk) paman ini adalah karyawan diperusahaan daddyku pak (dengan senyum kecilnya)". Lilian
"Mari pak....(orang misterius itu langsung mengiring Lilian masuk kedalam mobilnya setelah Lilian menjelaskan kepada pak satpam)". Orang misterius
Pak satpam hanya bisa menyaksikan mobil pribadi yang pertama kalinya ia lihat terparkir disekolah ini membawa Lilian pergi, ada rasa curiga namun dengan pengakuan Lilian cukup membuatnya tidak berfikir lebih jauh.
10 menit kemudian.
"Bip...bipp.... (mobil jemputan untuk Lilian yang dikendarai Jaka terpakir dengan rapih ditempat seperti biasanya. nampak seorang laki-laki berumur sedikit muda dibawah Amar dengan tubuh idealnya dan khas seragam supirnya keluar dan posisi sambil celingukan mencari nonanya) pak apa nona Lilian masih ada kelas? (mendekati pos satpam)".Jaka
"Loh...bukannya tadi barusan nak Lilian sudah ada yang jemput katanya sih karyawan kantor tuan Amar (dengan tatapan bingungnya)". Pak satpam
__ADS_1
"Degggg....habis saya, (Jaka menjambak rambutnya dengan membelalakkan netranya ini adalah hal yang mengerikan baginya)". Jaka
Ya dijalan tadi sempat ada kendala mobilnya tiba-tiba bocor terkena sebuah paku hingga bannya terpaksa diganti karena paku dengan ukuran panjang besarnya menembus dibagian samping mobil itu sungguh diluar kendali hingga ia bisa telat sampai ke sekolah Lilian untuk menjemput nona ditempatnya ia bekerja itu.