Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Prahara


__ADS_3

"dia memang anakku tuan. dan kami akui telah gagal mendidiknya hingga menyakiti hati diantara seorang kakak- beradik, tapi apa salahnya tuan memberikan ia kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang ia sudah perbuat (mom Nichole mendekat dan disaat itu juga Amira berlari dan merangkul Niel yang sudah babak belur)". Nichole


"kesempatan untuk memperbaiki kesalahan? kesalahannya terlalu besar, apa anda tidak tau dampak apa yang akan anakku dapatkan disaat anakku terlihat merebut pasangan dari calon adikkanya sendiri? (Lanang maju dan menatap lebar mata manik sang mom Nichole hingga mom Nichole mundur satu langkah)". Lanang


"tuan...bersikaplah tenang, ini semua sudah terjadi dan ini bukanlah masalah karir lagi. Neil dan princess Amira mereka mungkin saling mencintai...dan yang anda harus tau ini bukan sepenuhnya salah anak kami. lihatlah apa kau tidak memahami keinginan anakmu sendiri tuan.... (Daddy Fuji merasa tuan Alex berlebihan dan tidak bisa mencari solusi)". Fuji


"tuan Fuji, keadaan ini terlalu buruk untuk diterima. meskipun anakku memiliki perasaan kepada anakmu rasanya itu sudah tidak penting lagi. (dan beralih kepada Amira) Amira lepaskan laki-laki itu dan ikutlah pulang bersama Daddy...(tatapannya menghunus tajam kearah Amira yang sangat perhatian kepada Neil)". Lanang


"Amira tidak mau dad (ucapannya terlihat begitu tertahan),". Amira


"Amira, apa kau tengah melawanku? (ini baru pertama kalinya Lanang memarahi anaknya tepatnya bukan memarahi namun dalam artian menjaga agar perasaan anaknya tidak di hina )". Lanang


"tidak dad, Amira tidak akan pernah melawan Daddy...". Amira


"sayang...(Neil kaget dengan penuturan Amira yang terkesan akan ikut bersama Daddy Alexnya)". Neil


"tuan Alex tolong restui pernikahan kami, aku benar masih sangat mencintainya dan tuan Alex tenang saja aku akan mengadakan konferensi pers guna untuk meluruskan sejuta pertanyaan yang mungkin akan menyudutkan Amira nanti (Neil menangkap tangan Amira yang penuh dengan kebimbangannya Antara memilih Daddy dan dirinya)". Neil


"tidak semua itu tidaklah cukup, Amira ayo ikutlah bersama Daddy...(dengan perintah tegasnya)". Lanang


"tidak dad (nampak Amira sangat tertekan dengan keadaan ini)". Amira


melihat Amira tidak berdaya dan tertekan seperti itu membuat sang mom putri bangkit.


"mas lanang...(nampak putri berdiri menatap mata dengan sorot murka dan mata besarnya) biarkan anakmu memilih jalan hidupnya sendiri, mereka saling mencintai biarkan Lolly bahagia dengan pilihannya...".mom Putri


"Putri...bergumam (netranya melihat penuh rindu akan sosok itu namun ia berusaha selalu untuk memadamkan api yang terus tiada padam itu) aku tidak terima dengan hal ini (nadanya melemah) aku tidak ingin anakku rendah Dimata umum...kau taukan Putri (lidahnya Kelu panggilan tanpa sayang membuatnya susah payah untuk berusaha berkelit dengan rasa kerinduannya) Amira adalah satu-satunya kepunyaanku yang paling berharga , kenapa nasibnya harus bertemu dengan laki-laki brengsek seperti dirinya...". Lanang

__ADS_1


"ini sudah menjadi garis tangannya tuan Alex, biarlah berjalan dengan sendirinya...(Amar maju mendekati istrinya yang tengah berdiri saling beradu tatap dengan mantan suaminya itu)". Amar


"kau...aku kecewa kepadamu Amar.


kenapa kau biarkan ini terjadi (nadanya mulai meninggi, entah perasaan campur aduknya membuat dirinya teringat akan masa lalu disaat dirinya pernah menjadi rivalnya) kenapa ini bisa terjadi Amar, apa kau tidak melarang Amira untuk tidak menikahi laki-laki itu mengapa kau membiarkan anak-anak kita terperangkap dengan cinta yang sama...". Lanang


"aku bisa merasakan apa kau rasakan saat ini tuan alex.


Lilian adalah anakku ,dan princess Amira juga adalah anakku juga.


tapi maafkan aku tuan Alex, aku tidak ada kuasa atas hal ini, terpaksa aku mengalahkan egoku dan membiarkan mereka untuk memilih jalannya sendiri". Amar


"arrrggggh.....ini begitu terasa sangat memalukan...bergumam.


(nampak Alex mengepal erat rasanya ia belum puas untuk membuat Neil jatuh tersungkur.


nampak Alex memijit pelipisnya berharap menemukan sebuah solusi).


(dan beralih kepada para bawahannya) Lucas...(orang yang Alex bawa dari negaranya orang kepercayaannya) Ferdinand...bawa nona mu ....(dengan perintah hakikinya)". Lanang


"baik tuan...".Lucas dan Ferdinand


"Jimmy, ikut aku ...". Lanang


"baik tuan". Jimmy


"tidak dad, Amira tidak mau...kak Neil (tatapanya kepada Neil seakan meminta pertolongan)". Amira

__ADS_1


"Amira... (Neil menghadang Ferdinand dan Lucas yang mendekat untuk membawa istri yang baru kemarin ia nikahi itu)". Neil


terjadi aksi saling tarik menarik dan keadaan itu membuat Lilian yang terdiam dengan sejuta kerumitannya bangkit.


"Daddy Lanang...(ini untuk pertama kalinya Lilian bertemu dengan sosok Daddy Lanang secara langsung diusianya yang sudah menjadi gadis sempurna, ya karena dulu Lilian masih berumur hanya sekitar dua bulan disaat itu Lanang meninggalkan tanah air dengan membawa Amira kecil kenegara tempat kelahirannya tersebut).". Lilian


"Lilian..


bergumam (Lanang menoleh ia sampai lupa dengan keadaan sekitar karena terlalu kecewa dengan apa yang sudah menimpa anaknya.


matanya terbelalak disaat ia Secara langsung melihat dengan rupa asli sang gadis remaja itu, ia melihat rupa dari anak mantan istrinya bersama mantan rivalnya hampir tidak percaya bahwa Lilian adalah seorang manusia, hampir tidak ada kata cacat di rupanya).


pantas Neil bisa dengan mudah berpaling... membatin)". Lanang


"Lilian mohon , biarkanlah kak Amira bersama kak Neil...Lilian tau dad, Lilian tau akan kekuatan cinta diantara kak Amira dan kak Neil...


(semuanya menyimak, begitupun dengan Ferdinand dan Lucas yang lupa akan tugas mereka untuk melaksanakan perintah dari tuan Alexnya).


mereka saling mencintai dad,...(ya panggilan Daddy karena ia menghormati Lanang sebagai Daddynya kak amiranya).


tolong biarkan mereka bersama...(bibirnya bergetar ucapanya yang seperti ini bertolak belakang dengan keadaan hatinya)... biarkan kak Amira bahagia dengan kebahagiaan yang ia mimpikan sejak dulu dad". Lilian


"Lilian....(Neil dan Amira sangat tersentuh sekaligus merasa sebagai makhluk paling berdosa di bumi ini disaat Lilian yang menjadi korban telah membela mereka mati-matian dan memutuskan untuk kabur disaat Daddy Amar setengah memaksa Lilian untuk melanjutkan perjodohan itu, dan entah apa yang sudah dilalui Lilian hingga pulang-pulang dengan keadaan yang cukup memprihatinkan. ya Lilian gadis nyaris sempurna telah membela mereka mati-matian, meskipun Lilian sendiri adalah sebagai korban akan keegoisan mereka)".Amira dan Neil


"bagaimana kau bisa berfikiran seperti itu Lilian...(Lanang mendekat rasanya tiada daya untuk berpaling tidak untuk menatap keaslian dari rupa Lilian hingga rasanya jiwa mudanya bangkit) lalu bagaimana denganmu Lilian, apakah kau rela dan dengan mudah untuk melepaskan kebahagiaanmu sendiri bukannya kau juga mencintai laki-laki itu...(Lanang mencari jawaban dengan menatap lurus sekaligus kekaguman)". Lanang


melihat interaksi dan eskpresi yang Lanang tunjukkan kepada Lilian membuat hati dan pandangan Daddy Amar waspada.

__ADS_1


ya karena amar akui anak emasnya itu memiliki sejuta pesona dan keindahan yang tiada terelakkan.


dan Amar tau Lanang itu tipe seseorang dengan pemikiran seperti apa jika memiliki keinginan maka ia akan menunaikan keinginannya tersebut. dengan mewujudkan keinginannya meskipun dengan jalan yang salah. mungkin saja sejarah akan terulang fikirnya.


__ADS_2